
"Iya, Tuan. nyonya adalah belahan jiwamu. Anda sangat mencintainya walau dia selalu berulah," jelas Wilson.
Demon terdiam sejenak dan duduk dengan bersandar sambil menarik nafas panjang.
"Tuan, apa Anda tidak bersama dengan nyonya lagi?" tanya Wilson.
Demon kemudian bangkit dan melihat setiap sisi dalam rumah itu.
"Aku baru sadar kamera sudah di lepaskan, di saat itu setiap sisi rumah ini ada kamera dan sekarang sudah tidak ada yang tersisa lagi," batin Demon.
"Tuan, apa Anda baik-baik saja?" tanya Wilson yang bangkit dari tempat duduknya.
"Wilson, kamu pulang dulu! aku masih ada urusan lain,"kata Demon.
"Baiklah, Tuan. aku akan datang menemuimu lain kali," jawab Wilson yang melangkah keluar.
Demon berjalan ke ruang tengah sambil melihat ke setiap sisi di plafon itu, ia masih ingat dengan jelas berapa kamera yang dia pasang dulu.
"Kamera tersembunyi tidak tahu masih ada apa tidak?" gumam Demon yang melangkah ke arah lorongan menuju ke kamarnya dulu.
Ia berhenti dan melihat ke sudut plafon itu, terdapat sebuah kamera mini yang tersimpan di dalam sana . ia berjalan menuju ke ruangan pribadinya, ia menyalakan laptopnya dan memutar rekaman yang terhubung dengan kameranya itu.
"Untuk apa nenek melepaskan semua kamera di sini, mudah-mudahan aku bisa mendapatkan sesuatu di sini. pantas saja nenek sangat menginginkan kematian Kimberly dan anak-anak," ucap Demon yang sambil melihat semua isi rekaman tersembunyi itu.
Setelah mencari-cari rekaman lima tahun lalu Demon akhirnya melihat kejadian di antara Diana dan Kimberly.
Raut wajah Demon langsung berubah saat menonton rekaman itu. perbincangan mereka juga terdengar dengan begitu jelas.
__ADS_1
"Aku bisa melepaskan mereka, asal kau menurut dengan kataku, pergi jauh dari Demon. jangan pernah muncul lagi di kota ini. kalau kau menolak juga tidak masalah. karena keluarga mu akan di bakar hidup-hidup."
"Nenek, tolong jangan sakiti mereka! tolong jangan pisahkan aku dengan Demon! tolong jangan!"
"Kau hanya bisa memilih salah satu dari mereka, Kau boleh bersama dengan Demon. akan tetapi kau akan kehilangan keluargamu."
"Bunuh saja aku! jangan melukai keluargaku! aku tidak akan bersama Demon. jadi bunuh saja aku! agar aku tidak menderita karena harus kehilangan dia. tolong lepaskan keluargaku. silakan ambil saja nyawaku!"
"Membunuhmu hanya mengotori tanganku saja," ketus Diana yang menendang bagian dada Kimberly dengan kuat sehingga menyebabkan tubuh Kimberly terlempar jauh dan menabrak tembok.
Bruk...
"Uhuk...uhuk...uhuk...uhuk...."suara batuk Kimberly yang muntah darah akibat tendangan kuat dari Diana yang mengenai dadanya.
"Manusia tidak berguna, di dunia kami masih banyak wanita yang lebih cantik darimu. mereka lebih layak menjadi istri cucuku. aku akan membawa Demon pergi dan kalau kau masih berani muncul jangan salahkan aku membakar keluargamu," kata Diana dengan ancaman.
"Nenek, jangan pisahkan aku dengan Demon!" pinta Kimberly yang merangkak mengejar langkah Diana yang sedang menuju ke kamar. dengan mulutnya yang masih keluar darah dan sambil menahan sakit di bagian dadanya.
"Nenek, jangan jauhkan dia dariku! tolong jangan melakukan ini, Nek. aku sangat mencintainya," pinta Kimberly yang menangis dengan histeris dan berlutut nenek suaminya itu.
Semua kejadian saat Kimberly cidera akibat di tendang oleh Diana serta di saat Kimberly memohon kepada Diana sambil membentur kepalanya telah di tonton semua oleh Demon.
Demon yang menonton semua kejadian itu matanya berubah menjadi mata iblis serta rambutnya yang berubah menjadi putih. ia mengepal tangan dengan penuh kebencian. saat melihat rekaman itu ingatan Demon telah kembali dan sambil mengingat masa-masa saat bersama istri tercintanya itu.
"Kimberly, tidak ku sangka aku telah melupakan mu selama lima tahun. gadis nakalku, semua ini adalah bagian rencana dari nenek, di saat aku terluka dia malah mengambil kesempatan ini untuk mengusirmu, dan juga melukaimu," gumam Demon.
"Lima tahun tidak mudah untuk mu melewati hari-hari tanpaku, dan kau menjadi ibu tunggal untuk anak-anak kita," ucap Demon dengan menetes air matanya.
__ADS_1
Demon merasa sakit hati saat melihat istrinya di sakiti oleh sang neneknya. karena kemarahan yang telah memuncak ia pun menghentakan meja kerjanya dengan sepenuh kekuatannya.
Praaaak....
Hentakan kuat yang di lakukan Demon sehingga mematahkan meja terbelah menjadi dua. semua barang yang di atas meja jatuh berserakan di lantai termasuk laptopnya. kemarahannya sudah tak terbendung sehingga emosinya memuncak.
Demon lalu membuka laci yang di meja yang sudah terbelah dua itu, kemudian ia mengeluarkan kotak kayu kecil dan membuka penutupnya terdapat mutiara api yang sedang mengeluarkan cahaya merah.
"Maaf, kau sudah lama berada di dalam sini. majikan mu sudah kembali. dan aku ingin tahu apa yang sudah nenek lakukan padaku di saat aku tidak sadarkan diri, tunjukan padaku dan beritahu padaku apa saja dan ke mana saja Kimberly selama ini," ucap Demon yang menarohkan mutiaranya di telapak tangannya.
Mutiara api itu memperlihatkan semua kejadian lima tahun yang lalu, ia juga melihat neneknya memberikan obat padanya di saat dia tidak sadarkan diri. bukan hanya semua kejadian itu yang dia lihat, tapi ia juga melihat kehidupan Kimberly yang selama lima tahun. dari masa kehamilan sehingga proses melahirkan yang hampir merenggut nyawanya itu. Demon juga melihat istrinya yang sedang merawat si kembar sehingga tidak sempat untuk istirahat.
Selama dua jam Demon melihat semua yang telah di alami oleh Kimberly di saat itu.
"Kimberly, kau menderita selama ini, sementara aku malah tidak ingat tentangmu. aku tidak akan membiarkan mu menderita lagi," gumam Demon.
Demon lalu menghilang dan menuju ke istana api.
Saat muncul di istana api, Demon yang sedang emosi langsung mengeluarkan kekuatannya untuk membakar semua pengawal iblis Diana.
"Aarrghhh...." teriakan para iblis yang di bakar hingga menjadi abu.
Beberapa iblis yang adalah pengawal Diana menjadi korban kemarahan Demon yang emosinya sedang memuncak.
Demon yang masih merasa tidak puas, ia pun membakar kursi dan semua barang yang ada di dalam istana itu.
Tidak lama kemudian Diana muncul di istananya, dan merasa terkejut karena semua pengawalnya di bakar oleh cucunya itu yang masih mengeluarkan cahaya merah di seluruh tubuhnya. serta semua barangnya juga ikut terbakar.
__ADS_1
"De-demon, ada apa denganmu?" tanya Diana dengan berhati-hati karena melihat perubahan Demon yang menakutkan itu.
"Nenekku yang baik adalah iblis api tertua yang di hormati di kalangan iblis, akan tetapi apa yang sudah kamu lakukan padaku selama ini? memberikan obat untuk menghilangkan ingatanku, serta menyakiti istriku. kau melukainya tanpa ragu, dan dia juga melahirkan anak-anakku, karena kekejaman itu dia nyaris meninggal saat proses persalinan. di samping itu dia juga menahan sakit luka yang kau berikan. aku hanya merasa penasaran apakah nenekku ini tidak memiliki perasaan sama sekali?" ucap Demon yang wajahnya berubah menjadi menakutkan.