
"Memangnya kalian mengira aku merasa senang dan bahagia setelah mengetahui kalian adalah orang tuaku? tidak sama sekali. tanpa kalian hidupku lebih bahagia," bentak Kimberly dengan kesal.
"Kalau begitu maka kembalikan rumah dan mobil kami!" kata Yolanda dengan tegas.
"Sudah tidak ada," jawab Kimberly dengan tertawa kecil.
" Apa...?" tanya Almost, Yolanda dan Veronica dengan serentak.
"Jawabanku adalah semua aset kalian itu sudah ku jualkan, dan uangnya sudah ku derma kepada yang membutuhkan," jawab Kimberly.
"Katakan kau hanya bercanda!" ucap Almost dengan menahan emosi.
"Tidak bercanda! aku serius, semua aset kalian sudah ku jual. lagi pula semua itu sudah atas namaku. jadi aku berhak jual kemana pun aku mau," jawab Kimberly.
"Lolipop, kau sangat keterlaluan dan sudah menganggap dirimu itu sudah berhak atas harta ku?" bentak Almost.
"Wanita sia.lan, kau sangat tidak tahu malu. kau mengunakan kartu itu untuk menipu kami. setelah kau mendapatkan rumah dan mobil kau memindahkan semua dana mu sehingga kosong. aku bisa menuntutmu!" kecam Veronica dengan kesal.
"Menuntutku dengan cara apa? kau memberikan padaku semua aset mu itu dengan suka rela. kalian tergoda dengan jumlah dana itu sehingga tidak berpikir panjang, aku tidak meminta dan juga tidak memaksa, dan dengan cara apa kau ingin menuntutku?" tanya Kimberly.
"Lolipop, sudah cukup memberi alasan! kau tidak pantas bicara seperti itu. dan kau juga tidak layak mendapatkan harta keluarga kami!" bentak Almost dengan nada tinggi.
"Memang siapa yang berminat dengan hartamu yang tidak seberapa itu? sedangkan saldo tiga kartu ku saja lebih banyak dari harta mu!" ketus Kimberly.
Plak...
Tamparan yang di lakukan oleh Almost mengenai wajah Kimberly.
"Kurang ajar! kau hanyalah anak yang kami buang, dan bukan siapa-siapa!" bentak Almost.
"Kimberly," ucap Holdie yang mendekati sahabatnya itu yang sedang memegang wajahnya yang bekas tamparan.
"Kimberly, kau tidak apa-apa?" tanya paman Sean yang melihat wajah gadis itu memerah akibat tamparan kuat dari Almost.
"Kau tidak layak menamparnya!" bentak Sean dengan memukul wajah Almost.
Brugh...
"Aauhkk,"
"Almost, Veronica, Yolanda, kalian sangat tidak tahu diri, beraninya kalian menghina Kimberly. kalian jangan lupa satu hal! aku masih hidup dan Kimberly juga memiliki seorang suami. dan kalian sudah tidak berhak menamparnya setelah kalian meninggalkan dia," bentak Sean dengan nada kesal
"Apa kalian tahu kenapa aku ingin semua aset kalian? karena selama ini kalian hanya menganggapku sebagai alat untuk mendapatkan uang. kalian duluan yang berniat jahat padaku, dari awal kalian sudah merencanakannya. dan aku hanya ikuti permainan kalian saja. dan sekarang kalian ingin menyalahkan ku? atas kebodohan kalian semua maka aku bisa begitu mudah untuk menguras semua harta milik kalian. membuangku, menghinaku, dan ingin memperalatkan ku? tidak semudah itu. kalian sudah salah orang," kata Kimberly.
"Aku hanya ingin mengatakan satu hal, bahwa aku menyesal melahirkanmu," ketus Veronica.
"Kau sudah salah! yang seharusnya menyesal itu adalah aku. karena aku di lahirkan dari seorang wanita yang serakah. seharusnya kau harus sadar diri bahwa aku tidak mengharapkan kalian sama sekali. jangan lupa, siapa yang seperti orang bodoh mengundangku ke rumah mu? dan siapa juga yang serakah dengan saldoku dan kemudian menyerahkan aset kalian untukku? semua ini tanpa paksaan. kalian sendiri yang rela," ketus Kimberly dengan kesal.
__ADS_1
"Kau adalah jal*ng," ketus Yolanda.
"Kalau aku jal*ng maka ibumu ini adalah jal*ng utamanya," bentak Kimberly.
"Kau sama sekali tidak pernah di didik," bentak Veronica yang menaikan tangannya.
"Singkirkan tanganmu! kenapa, apa kau ingin menamparnya lagi? Kimberly tidak berhutang padamu, kau melahirkan dia dan kemudian membuangnya. oleh karena itu dia tidak berhutang padamu," ketus Sean
"Tapi dia sudah merebut semua hartaku, apakah ini namanya tidak berhutang? semua itu bukan miliknya," bentak Veronica.
"Memangnya Kimberly ada mengunakan hartamu? dia menjual semua asetmu itu dan uangnya dia tidak mengambilnya sama sekali. asal kau tahu Kimberly sudah lebih kaya dari kalian. jadi kalian jangan merasa kalian lebih kaya darinya," bentak Sean dengan menatap kesal ke arah Veronica dan Almost.
"Dia kaya karena dia mengoda pria kaya!" ketus Yolanda.
"Apa kau tidak salah? Kimberly tidak mengoda siapapun, dia dan Raymond saling mencintai. apakah kau merasa iri karena Kimberly mendapatkan pria yang kaya, sementara dirimu tidak ada yang mau," kata Holdie dengan mengejek.
"Kau..."
"Kenapa, tidak puas lagi? apa yang kalian inginkan?" tanya Kimberly.
"Kembalikan semua uang itu pada kami, cepat!" bentak Veronica.
"Uang tidak ada, yang ada hanya nyawa, kalau kalian merasa layak maka ambil saja nyawaku!" kata Kimberly.
"Jangan mengira karena dirimu adalah istri Raymond Martinez maka kami merasa takut dan tidak berani menyentuhmu," gertak Veronica.
"Lakukan saja kalau kalian memang berani!" tantang Kimberly dengan tegas.
"Kau sudah salah, Kimberly sama sekali tidak mengambil uang itu. uangnya dia trans...." ucap paman Sean yang di potong oleh Kimberly.
"Tidak perlu memberitahu dia, Paman. karena uang itu seharusnya bukan milik dia. uang itu sudah menjadi milik seseorang yang lebih berhak," ujar Kimberly.
"Aku bertanya lagi padamu, apa kau tidak ingin mengembalikannya pada kami?" tanya Almost dengan kesal.
"Tidak...tidak...tidak...mau...," jawab Kimberly dengan sengaja.
"Jangan salahkan aku membawamu pergi dan menjadikan mu sebagai sandra kami!" kecam Almost dengan kesal.
"Kalian ingin menangkapku untuk mengancam Raymond?" tanya Kimberly.
"Benar!" jawab Almost dan Veronica dengan serentak.
"Coba saja kalau kalian sanggup!" jawab Kimberly dengan menantang.
"Kalian jangan coba-coba menyentuhnya!" kecam paman Sean yang berdiri di depan Kimberly bersama dengan Holdie.
"Selagi kami ada di sini kalian jangan berharap," kata Holdie dengan tegas
__ADS_1
"Ingin menangkapku tidak semudah itu," batin Kimberly.
Kimberly dengan sengaja berjalan mendekati Almost dan Veronica untuk menantangnya.
"Kalian ingin menangkapku, coba saja!" tantang Kimberly.
"Paman, Holdie, biarkan saja mereka membawaku pergi kalau mereka sanggup!"
Almost dan Veronica menarik lengan Kimberly dan ingin melangkah keluar dari rumah paman Sean.
Kimberly memberontak dan mendorong mereka berdua sehingga terjatuh.
Brugh...
"Aarrghh..."
Brugh...
"Aarrghh..."
"Pa, Ma," teriak Yolanda yang melihat orang tuanya terkapar ke lantai.
"Ble...ble...ble...ingin menangkapku kalian tidak akan bisa," ucap Kimberly dengan mengejek dan berlari keluar rumah.
"Kurang ajar," ketus Veronica.
Almost bersama istri dan anaknya berlari keluar dari rumah untuk mengejar putri bungsunya itu.
"Kemana dia?" tanya Almost yang melihat sekeliling halaman depan.
"Tidak melihatnya, apakah dia sudah pergi?" tanya Yolanda.
"Tidak mungkin!" jawab Almost.
"Apa kalian sudah puas menimbulkan keributan di rumahku?" tanya Sean yang melangkah keluar bersama dengan Holdie.
"Aku tidak akan melepaskan dia!" jawab Veronica dengan tegas
"Di mana rumah dia? kami ingin ke sana!" tanya Yolanda.
"Aku di sini, kalian tidak perlu ke rumah ku," kata Kimberly yang berada di atas sana.
Mendengar suara gadis itu semua orang yang di sana langsung memandang ke arah suara itu berada.
"Hei...Kimberly, untuk apa kau berada di sana?" tanya Sean yang melihat tingkah gadis itu.
"Jangan bilang kau ingin menghitung bintang lagi," ujar Holdie.
__ADS_1
"Aku ingin bunuh diri," jawab Kimberly yang sedang duduk di atas genteng.
"Gadis ini..kali ini ulah apa lagi yang dia mau lakukan," batin Sean.