
Kimberly muntah semua yang telah dia makan tadi, setelah beberapa menit kemudian Kimberly berhenti muntah.
"Kimberly, apa kamu merasa tidak sehat?" tanya Demon yang mengelus punggung istrinya.
"Demon, aku sangat pusing, dan tidak bisa menelan makanan," kata Kimberly yang lemas badannya.
Demon mengendong istrinya menuju ke kamar tidur, saat melangkah masuk ke kamar ia menidurkan istrinya ke atas kasur.
"Bagaimana, bagian mana yang tidak nyaman selain di kepala?" tanya Demon yang memijat kepala istrinya.
"Hanya kepalaku pusing dan mual," jawab Kimberly yang berbaring lemas.
"Aku akan menghubungi dokter," kata Demon yang mengeluarkan handphonenya.
Setelah beberapa saat kemudian orang yang di hubungi oleh Demon menjawab panggilannya.
"Hallo."
"Datang ke rumahku sekarang juga! istriku sedang tidak sehat," sahut Demon yang duduk di samping istrinya.
"Baiklah, aku segera ke sana," jawab orang yang di seberang sana.
Sesaat kemudian Demon memutuskan panggilannya.
"Pejamkan matamu dulu! sambil menunggu kedatangan dokter," kata Demon dengan mengecup dahi istrinya.
Setelah beberapa menit kemudian dokter datang ke kediaman Demon untuk memeriksa kondisi Kimberly.
"Apa istriku baik-baik saja?" tanya Demon yang berdiri di samping kasur.
"Selamat, Tuan. selamat, Nyonya. kalian akan segera memiliki anak lagi," ucap Dokter itu dengan senyum.
"Memiliki anak? Dokter, apa aku hamil?" tanya Kimberly dengan merasa tidak percaya.
"Benar, setelah tiga minggu lakukanlah pemeriksaan rutin," jawab Dokter dengan sopan.
"Dokter, sudah berapa lama istri saya hamil?"
"Baru dua minggu, jagalah kesehatannya dengan baik, hamil muda jangan banyak bergerak dulu, banyakan istirahat!" jawab Dokter.
"Terima kasih, Dokter. Dokter, aku ingin Anda berikan vitamin untuk istri saya!" pinta Demon.
"Baik, akan saya suruh kirim ke alamat ini, saya permisi dulu!" jawab Dokter itu yang kemudian melangkah pergi.
"Kimberly, jangan bergerak dulu! aku antar dokter keluar sebentar," ucap Demon pada istrinya.
"Iya," jawab Kimberly dengan menurut.
__ADS_1
Setelah berada di luar rumah.
"Dokter, apa kamu yakin kondisi istriku sehat-sehat saja untuk melahirkan lagi?" tanya Demon dengan merasa khawatir.
"Tuan Geffrey, jangan khawatir, kondisi nyonya baik-baik saja, bisa di bawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan keseluruhannya," jawab Dokter dengan sopan.
"Iya, terima kasih," ucap Demon dengan bersalaman dengan dokter itu.
Setelah beberapa menit kemudian.
"Kimberly, minum air hangat dulu!" ujar Demon yang memberikan gelas yang berisi air hangat pada istrinya.
"Terima kasih," ucap Kimberly dengan senyum yang berubah posisi duduk.
"Mulai hari ini jangan banyak bergerak lagi! semua urusan anak-anak dan rumah aku yang akan melakukannya," kata Demon.
"Aku hanya hamil saja bukan sakit, untuk apa harus sampai tidak melakukan apapun," ujar Kimberly.
"Kimberly, hamil pertama tanpa aku berada di sisimu, kau harus melakukan semuanya sendiri. ini sangat tidak mudah. kali ini aku berada di sini. biarlah aku melakukan semua untukmu. aku tidak bisa merasakan hamil sembilan bulan. tapi aku bisa meringankan beban untukmu. biar aku yang merawatmu dan anak-anak kita!" ucap Demon dengan mengecup dahi istrinya.
"Aku akan menjadi ibu hamil yang manja," jawab Kimberly dengan tersenyum.
"Aku memang selalu ingin memanjakanmu," kata Demon dengan mencium wajah istrinya.
"Demon, aku berharap kali ini kembar lagi."
"Kembar lagi?" tanya Demon dengan senyum.
"Sepasang kembar itu saja sudah cukup binggung kita di buatnya, dan kau masih saja menginginkan kembaran," kata Demon dengan menyentuh wajah istrinya.
"Kembar sangat lucu, oleh sebab itu aku ingin melahirkan sehingga sepuluh, dua belas, lima belas dan....," ucap Kimberly yang dihentikan oleh suaminya.
"Sudah...sudah...jangan berpikir jauh ke sana! cukup dua sudah membuatku tidur tanpa bisa memelukmu, jika kembar begitu banyak bukankah kita harus tidur terpisah," kata Demon dengan mencium bibir istrinya.
"Kita hanya perlu siapkan kamar untuk mereka saja, bukankah sangat mudah," ujar Kimberly dengan tertawa.
Demon memeluk istrinya dengan pelan dan merasa bahagia dengan kehadiran sang buah hati dalam rumah tangga mereka.
"Kimberly, terima kasih. telah memberikan keluarga yang begitu sempurna untukku, anak-anak yang tampan dan cantik. kini kita juga akan menyambut anak kita yang tidak lama lagi akan hadir di keluarga kita," ucap Demon dengan menetes air mata haru.
"Demon, keluarga sempurna ini sebenarnya kamu yang memberikan padaku, aku bisa bahagia juga kamu yang berikan padaku," kata Kimberly yang di dalam pelukan suaminya.
"Kimberly, aku sangat beruntung menikahimu yang rela hidup bersama iblis sepertiku, kehadiranmu telah merubah hidupku secara perlahan. aku yang dulu sangat tidak suka dekat dengan siapapun. tapi justru tidak bisa jauh darimu," ujar Demon yang mencium bibir istrinya.
Tidak lama kemudian Debermon dan Deberly berlari masuk ke dalam kamar.
"Papa, Mama, apa kami akan mendapat adik?" tanya Debermon dan Deberly dengan serentak.
__ADS_1
Saat si kembar menerobos masuk ke kamar Demon dan Kimberly menghentikan ciumannya.
"Bagaimana kalian bisa mengetahuinya?" tanya Demon dengan senyum.
"Kami mencuri dengar dari luar," jawab Debermon dan Deberly dengan girang.
"Apa kami memang dapat adik?" tanya Debermon dan Deberly dengan berharap.
"Benar, kalian akan segera dapat mengendong adik," jawab Kimberly yang menatap senyum pada si kembar.
"Hore....hore....aku akan menjadi kakak lagi," teriak Debermon dengan girang.
"Hore....hore....aku akhirnya menjadi kakak," teriak Deberly dengan girang.
"Deberly, Debermon, mulai saat ini kalian harus membiarkan mama istirahat dan jangan menganggu mama ya!"
"Baik, Pa. biarkan kami melakukan tugas mama," jawab Debermon dan Deberly dengan serentak.
"Aku akan mencuci piring," kata Debermon.
"Aku akan mengepel lantai," ucap Deberly.
"Aku akan mengosok baju," ujar Debermon.
"Aku akan sapu lantai," lanjut Deberly.
"Kalian tidak perlu melakukan semua itu. karena kerja rumah akan di kerjakan oleh bibi Juliana," kata Demon dengan senyum.
"Jadi apa tugas kami, Pa?" tanya Debermon dan Deberly.
"Bantu jaga mama, dan temankan mama agar tidak bosan, sementara papa akan bertugas untuk memasak," jawab Demon dengan mencium pipi si kembar.
"Baiklah, kami akan temankan mama," jawab si kembar dengan girang.
Debermon dan Deberly naik ke atas kasur dan duduk di samping Kimberly.
"Kalian anak yang pintar," ucap Kimberly yang menatap putra putrinya.
"Kami tidak sabar menunggu adik kami dilahirkan," kata Deberly yang menyentuh perut Kimberly.
"Mama, adik kapan akan keluar?" tanya Debermon yang tidak mengerti apa-apa.
"Delapan bulan lebih, masih lama," jawab Kimberly.
"Aku tidak sabar ingin melihat adik," ujar Debermon.
"Jaga kesehatan mama dengan baik, dengan begitu mama akan melahirkan dalam kondisi yang lancar dan tanpa hambatan," kata Demon yang bangkit dari kasur.
__ADS_1
"Kimberly, aku pergi siapkan makan malam. kamu dan anak-anak di sini saja ya!" ujar Demon dengan mengecup dahi istrinya.
"Baiklah," jawab Kimberly dengan senyum.