Mystery

Mystery
Kota Sepi


__ADS_3

Karena kemunculan makhluk besar dan sekelompok burung yang juga memakan daging menusia telah menghebohkan kota tersebut.


Rekaman cctv saat kejadian telah di ambil di salah satu toko yang sebelumnya di serang oleh sekelompok burung itu.


Mulai dari saat itu semua masyarakat dalam kota merasa tidak tenang dan juga ketakutan, mereka tidak berani keluar dan kota pun menjadi sepi dan tanpa ada sesiapapun yang berada di luar.


Hanya dalam beberapa jam kota yang di padati oleh penduduk serta di ramaikan oleh aktivitas mereka kini bagaikan kota mati yang tanpa seorang pun di sana.


"Demon, jalan sepi dan tidak ada orang lagi," kata Kimberly yang melihat dari jendela.


"Mereka semua sudah tahu kemunculan hewan itu. memang sudah saatnya mereka harus berada di dalam rumah," ujar Demon.


"Malam ini aku ingin keluar dan melihat apakah dia akan muncul," ucap Demon yang berdiri di samping istrinya.


"Berhati-hatilah saat bertemu dengannya!"ujar Kimberly.


"Aku akan berhati-hati! jangan khawatir!" jawab Demon dengan memeluk pujaannya itu.


Malam hari.


Demon muncul di udara bersama Teddy dan Licon. mereka melihat setiap sisi kota indah itu yang sepi tanpa ada sesiapapun di sana.


Setiap sisi tidak terlihat ada orang-orang yang lalu lalang. seluruh toko-toko di kota itu tutup tidak ada yang berani buka.


"Kota ini seperti tidak ada penghuni lagi. apakah mereka akan muncul lagi?" tanya Teddy.


"Mudah-mudahan dengan cara begini masyarakat bisa lebih aman dan tidak ada yang menjadi korban lagi," ujar Licon.


"Aku juga penasaran apakah kelelawar itu akan muncul di siang hari ketika malam tidak mendapatkan makanan. dan yang paling ku cemaskan adalah apakah dia akan serang ke rumah warga," kata Demon.


Sementara makhluk itu yang bisa muncul dan menghilang telah mengetahui jika kota sudah tanpa seseorang di sana. ia berdiri di salah satu gedung yang sangat jauh jaraknya dengan Demon.


Walau sangat jauh jaraknya Demon bisa merasakan keberadaan makhluk itu. ia pun langsung menghilang dan menuju ke tempat makhluk itu yang sedang berdiri di sana.


Sesaat kemudian Demon muncul di atas salah satu gedung. saat ia berada di sana sudah tidak melihat keberadaan makhluk itu di sana.


"Cepat sekali dia menghilang, sangat tidak mudah. dia bisa begitu mudah menyadari kemunculan ku," batin Demon.

__ADS_1


"Raja, dia sudah pergi!" ucap Teddy.


"Apakah tadi dia berada di sini?" tanya Licon


"Iya, dia berada di sini dan menghilang saat kita datang," jawab Demon.


Demon berjalan ke depan yang di mana tempat makhluk itu berdiri tadi.


"Kekuatannya sangat kuat, dia bisa mendeteksi dengan begitu mudah kedatanganku," batin Demon.


"Aku tahu kau tidak jauh dari sini, muncul dan berhadapan denganku. jangan bersembunyi seperti pengecut, sudah banyak korban karena ulahmu. mulai hari ini aku akan ikut campur dalam penangkapan mu. aku berharap kau berani muncul dan melawanku," kata Demon yang ingin memancing makhluk itu


"Dia tidak jauh dari sini, tapi aku tidak bisa sembarangan menyerang," batin Demon.


"Apakah kamu berencana ingin menjadi pengecut? hanya berani terhadap manusia biasa? dan tidak berani menghadapiku?" tanya Demon dengan menantang.


"Aku adalah Demon raja iblis api. aku akan membunuhmu jika aku melihatmu membunuh orang lagi. lebih baik kau kembali ke habitatmu," kecam Demon.


"Raja, dia adalah pengecut yang hanya suka bersembunyi. dan hanya berani terhadap manusia biasa," ketus Teddy.


"Sebesar apapun ukuran dia, jika pengecut tetap pengecut," ketus Licon dan sengaja.


Demon langsung menyerang dengan api besar ke arah ribuan burung itu.


Api dari Demon membakar mereka dengan cepat dan berjatuhan ke bawah sana.


"Berani menyerangku, kalian sudah meremehkanku," ketus Demon yang matanya berubah menjadi warna merah api, dan sedang mengeluarkan api yang besar membakar semua burung-burung yang sedang menyerbunya.


Kejadian itu terlihat dari sebagian penduduk yang jaraknya tidak jauh. api besar mengeluarkan cahaya sehingga bisa terlihat oleh orang lain.


"Lihat sana! ada orang yang melawan burung itu," teriak seorang pria yang sedang berada di dalam apartemen.


"Apakah pria itu melawan hewan-hewan itu?"


"Sepertinya iya, tapi sayangnya yang besar itu tidak muncul."


Saat Demon sedang membakar ribuan ekor burung-burung, banyak yang sedang menonton kejadian itu dari balkonnya dan ada juga melihat dari dalam apartemen.

__ADS_1


Orang-orang yang tinggal di hotel atau di lantai atas bisa melihat dengan begitu jelas karena cahaya merah tersebut.


"Ada apa dengan kota ini dan juga ada apa dengan zaman sekarang?" tanya seorang pria yang sedang tinggal di hotel.


"Kota sudah tidak aman, ini benar-benar gila. siapa pria itu? kenapa dia bisa memiliki kekuatan?".


"Apakah dia adalah pahlawan kita?"


"Dia membunuh burung-burung itu dengan begitu mudah."


"Kenapa burung besar itu tidak muncul? seharusnya dia mati di bakar saja."


"Mungkin dia takut, dia hanya berani dengan manusia seperti kita yang lemah dan tidak berdaya saat di serang."


"Andaikan dia adalah pahlawan kita yang bisa membunuh burung yang jelek itu, maka dia harus di beri gelar sebagai pahlawan."


Beginilah perbincangan mereka yang sedang melihat Demon melawan ribuan burung-burung itu.


Hanya butuh beberapa menit Demon mampu membunuh sejumlah burung-burung yang menyerangnya. semua bangkai burung jatuh berserakan ke mana-mana. di sisi lain para detektif juga melihat kejadian tersebut dari kantor mereka yang ada di lantai atas. walau jaraknya sangat jauh tapi mereka masih bisa nelihatnya dengan jelas.


"Jangan mengatakan jika pria itu adalah iblis api atau setan api, ini sudah zaman modern. kenapa bisa muncul begitu banyak makhluk aneh?" ujar salah satu detektif.


"Besok kota ini akan di sibukan dengan bangkai burung itu, aku merasa penasaran siapa pria itu?".


"Tempat kita terlalu jauh tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas."


Setelah selesai membunuh ribuan ekor burung itu Demon dan lainnya pun menghilang dari sana. karena mereka menyadari kemunculan mereka telah di ketahui oleh para orang-orang yang tinggal di hotel, apartemen dan lainnya.


Keesokan hari.


Di pagi itu semua orang-orang melihat ribuan bangkai yang hangus terbakar. dan berserakan di mana-mana. terjadilah perbincangan di antara mereka yang merasa heran. tidak semua yang mengetahui kejadian semalam.


"Apa ini tandanya mau kiamat?"


"Kenapa mereka bisa hangus terbakar?"


"Siapa yang membunuh burung-burung ini?"

__ADS_1


"Burung-burung ini pemakan manusia, jadi pantas mati."


__ADS_2