
"Raymond, jangan terlalu kasar pada anak kecil, dia anakmu" ujar Candy
"Dia bukan anakku, dan aku belum pernah mendekati wanita manapun, jadi jauhkan tangan kotor anakmu itu dari istriku" ketus Raymond dengan kesal
"Kalian pergi dengan mengunakan taksi, jangan naik mobilku" bentak Ryamond yang kemudian masuk ke mobilnya bersama Kimberly
"Raymond, jangan tinggalkan kami di sini, kami tidak mengenal jalan" kata Candy yang mengetuk kaca mobil
"Lima belas menit, aku memberimu waktu lima belas menit, jika kau masih belum muncul di sana,.aku akan pergi" kecam Raymond yang menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan Candy dan Raycan di depan rumah
"Sialan! dia benar-benar membela wanita itu mati-matian" ketus Candy dengan kesal
"Mama, kenapa papa tidak peduli pada kita? apa dia tidak mau aku lagi?" tangis Raycan dengan memeluk ibunya
"Raycan, jangan menangis. setelah laporan keluar papa pasti akan mengakuimu, dan wanita itu tidak akan memiliki tempat di rumah ini lagi, posisi istri dan menantu akan jatuh ke tangan mama" bujuk Candy yang sambil memeluk anaknya
Setengah jam kemudian
Raymond melakukan tes DNA bersama Raycan, dan di saat yang sama Kimberly dan Candy menunggu di luar
"Kimberly, apa kau mencintainya?" tanya Candy yang duduk di kursi dengan berhadapan dengan Kimberly
"Ini urusanku" jawab Kimberly dengan cuek
"Apa kau tahu, keluarga Martinez adalah keluarga besar dan kaya, tentu mereka akan merasa bahagia di saat mereka mengetahui jika Raycan adalah cucunya, paman pasti akan merasa bahagia, dan dia pasti akan memilihku menjadi menantunya" ujar Candy dengan merasa bangga
"Apa kau yakin papa akan memilihmu?"
"Tentu saja! dirimu belum melahirkan anak untuk Raymond, tentu saja posisi menantu di keluarga Martinez akan jatuh ke tanganku"
"Apa kau sudah lupa apa yang di katakan papa kemarin? walau anak itu adalah anak Raymond Tina tetap menjadi menantu keluarga Martinez, dan bukan dirimu" balas Kimberly
"Tapi bagaimanapun posisiku lebih penting, karena aku telah melahirkan penerus untuk keluarga besar itu" ucap Candy dengan merasa bangga
"Kau bisa menjadi menantu keluarga Martinez atau tidak bukan papa yang menentukannya, tapi Raymond yang menentukannya, jika dia tidak mau menikahimu bagaimana kau bisa menjadi menantu keluarga Martinez?" balas Kimberly dengan senyum
"Dia hanya tidak percaya jika Raycan adalah anaknya, tapi DNA akan membuktikan segalanya, setelah mendapati positif aku yakin dia pasti akan menikahiku dan menceraikanku" ucap Candy dengan senyum sinis
"Hahahahaha..kau salah dia tidak akan menikahimu, kau hanya terlalu bangga pada dirimu sendiri" jawab Kimberly dengan tertawa
"Kau jangan merendahkanku, kau tidak memiliki apapun, bahkan soal ranjang saja kau tidak sanggup" ketus Candy dengan mengejek
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Semalam kau gagal memberi kepuasan kepada suami mu itu, apa kau tahu dulu saat kami bersama, dia memintaku melayaninya untuk setiap hari, dalam sehari aku mampu melayani dia sebanyak dua hingga tiga kali, sampai dia puas, sedangkan dirimu sama sekali tidak mampu, apakah selama ini kalian menikah belum pernah melakukannya? kalau begitu bukankah Raymond akan merasa kecewa denganmu? atau saja dia sudah mencuri makan di luar" ujar Candy dengan menghina
Kimberly yang merasa kesal ia pun berdiri dan menghampiri Candy yang sedang duduk di kursi
"Apa yang harus kau banggakan soal ini? lihatlah Raymond tetap baik padaku, dan dia sama sekali tidak tertarik padamu, kau adalah seorang gadis yang belum menikah tapi sudah tidur dengan seorang pria sehingga hamil dan melahirkan seorang anak, apa yang harus kau banggakan" ketus Kimberly dengan mengejek
"Apa maksud mu?" tanya Candy yang berdiri di hadapan Kimberly
"Maksudku adalah walau seberapa hebat dirimu di ranjang kau tetap sudah di campakkan" jawab Kimberly dengan mengejek
"Kau keterlaluan" bentak Candy yang ingin melayangkan tangannya ke wajah Kimberly
"Ingin menamparku? rasakan ini" ketus Kimberly yang langsung menampar wajah Candy
PLAK....
"Aarrrgghh" jeritan Candy yang di tampar oleh Kimberly
"Kau berani menamparku" ketus Candy
"Lihat saja nanti setelah laporan keluar, kau pasti akan di usir oleh Raymond, Raycan adalah darah daging suamimu"
"Dia mengatakan padaku dia tidak pernah menyentuhmu, aku percaya padanya" ketus Kimberly
"Dia berbohong, itu semua tidak benar, dia hanya merasa kasihan padamu sehingga harus membohongimu" ujar Candy
"Semua ucapanmu tidak berguna bagiku, andaikan kau melahirkan anak dia, tapi kau bukan wanita yang dia nikahi, kau hanya mantan yang di campakkan olehnya" ketus Kimberly dengan merasa kesal
"Kau..?"Ketus Candy yang terhenti karena melihat Raymond berjalan menghampiri mereka
"Raymond, wajahku sakit sekali, dia menamparku" ucap Candy yang menghampiri Raymond
"Mama, kenapa wajahmu merah? siapa yang memukul mu?" tanya Raycan
"Bibi ini yang memukul mama" jawab Candy
"Kau berani sekali memukul mamaku, kau adalah wanita jahat dan wanita tidak tahu malu karena merebut papaku" bentak Raycan yang menghampiri Kimberly dan memukul-mukul tubuh Kimberly
"Ternyata mama mu sangat hebat dalam mendidik anak ya, masih kecil sudah bisa memukul orang, kelihatannya ibu dan anak sama saja" ketus Kimberly dengan menahan tangan Raycan
__ADS_1
"Pergi sana" bentak Raymond dengan menarik lengan Raycan dan mendorongnya sehingga terkapar ke lantai
"Jika bukan karena kau masih kecil maka kau pasti sudah mati di tanganku" ketus Raymond yang merangkul pinggang Kimberly dan melangkah pergi meninggalkan mereka berdua
"Papa" teriak Raycan
"Raycan, apa kamu tidak apa-apa?" tanya candy yang memapah putranya itu
"Kapan laporannya keluar?" tanya Kimberly yang berjalan bersama Raymond
"Besok sudah keluar hasilnya" jawab Raymond
Dalam perjalanan
"Kimberly, apa kamu lapar?" tanya Raymond yang sedang mengendarai mobilnya
"Tidak lapar" jawab Kimberly dengan cuek
"Ada apa, kenapa kelihatannya kamu tidak gembira? apa dia bicara sembarangan padamu?"
"Bagaimana jika anak itu adalah anakmu?"
"Tidak mungkin?" jawab Raymond dengan yakin
"Kenapa, apa kamu tidak percaya padaku?" tanya Raymond
"Bagaimana aku bisa percaya padamu? dia memiliki foto bersamamu, dan sekeluarga mu saja sudah mengenalnya" jawab Kimberly
"Aku tidak tahu siapa pria yang ada di dalam foto itu, yang jelas itu bukan aku"
"Dia pernah bersamamu selama beberapa bulan, dan kalian bahkan sudah tinggal bersama, tapi kau malah mengatakan tidak mengenalnya" ujar Kimberly dengan tidak percaya
"Kimberly, pria itu bukan aku sama sekali"
"Tapi ahli keluargamu juga mengatakan kalian pernah bersama"
"Itu hanya menurut mereka saja, aku tidak pernah bersama dengan wanita manapun" jelas Raymond
"Semua pria sama saja, suka berbohong" gumam Kimberly yang tidak sadar di dengar oleh suaminya
"Kimberly, aku bukan seperti pria lain, yang akan berhubungan dengan sembarang wanita, besok kau akan mengetahuinya apakah kataku benar atau tidak" kata Raymond
__ADS_1