
Pria yang di dalam tidak menyahut setiap ucapan Tina, dan tidak lama kemudian ia pun membuka pintu kamarnya
Klek.
Suara buka pintu kamar mandi dari pria yang berada di dalam kamar mandi itu
Saat Tina melihat pria yang ada di depan matanya, membuatnya hampir tidak percaya dan memundurkan langkahnya, pria yang menidurinya berjalan dengan tatapan senyum sambil menatap tubuh Tina yang hanya di balut dengan pakaian dal*m yang bisa memancing hasratnya kembali ingin melahapnya
"Kau...kenapa ada di sini?" tanya Tina yang berlari ke samping kasur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
"Ini adalah kamarku, apa kau sudah lupa kau masuk ke kamar ku dan membuka pakaian mu di kamar mandi ku? setiap inci tubuh ini aku sudah melihatnya, walau tubuh bagian atas mu tidak seindah wanita lain, akan tetapi bagian mu itu sangat ku nikmati" ucap Simon dengan melepaskan handuk balutan bagian bawah tubuhnya
"Diam! jangan mendekat" bentak Tina dengan kesal dan melihat senjata Simon yang masih menginginkan dirinya
"Jangan berteriak, ini sudah pagi, kamarku ini bersebelahan dengan kamar mamaku, dan depan kamar ku adalah kamar Jacky, apa kau ingin mereka tahu, jam segini mereka masih berada di kamar, apa kau ingin mereka tahu jika kau bermalam di kamarku, sekarang baru jam 6 pagi, kita masih bisa bersenang-senang" ujar Simon dengan menghampiri Tina yang semakin memundurkan langkahnya
"Jangan mendekat" bentak Tina dengan kesal
"Senjataku paling pantang di pancing, apa kau tahu celana mu itu sangat mengoda, apakah itu untuk mengoda kakakku?" kata Simon dengan senyum sinis
"Kau bajing*n, aku membenci mu" teriak Tina yang menangis histeris
"Jangan berteriak, apa kau ingin seisi rumah mendengarnya dan melihatmu begini? jika kakakku mengetahuinya dia pasti tidak akan mau melihatmu lagi, jadi kau hanya bisa memilih untuk patuh padaku" kecam Simon yang menarik selimut yang menutupi tubuhnya Tina
"Jangan" teriak Tina yang ingin menarik kembali selimutnya ,akan tetapi tubuhnya di angkat oleh Simon dan menghempaskan dirinya ke kasur
BRUGH....
"Aaarrghhhh" pekikan Tina yang ingin bangkit akan tetapi di tekan oleh Simon yang ingin menguasainya lagi
Tidak lama kemudian tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Simon
Tuk...Tuk...Tuk...
"To..?" teriak Tina yang terhenti karena di tutup mulutnya dan di tindih oleh Simon
"Kau ingin berteriak dan ingin semua orang melihat kondisi mu sekarang? dan kemudian kakakku pasti akan menganggap jika kau adalah wanita murahan" kecam Simon yang berusaha menakutkan wanita itu
__ADS_1
"Simon, apa kau sudah bangun? ayo sarapan dulu" suara panggilan Cecilia di luar kamar
"Sebentar lagi, Ma. aku masih mengantuk" sahut Simon yang sedang membuka kaki Tina dan mulai menyetubuhi wanita itu
"Em..." pekikan Tina yang merasa gesekan di bagian bawahnya
"Jangan kelamaan ya, cepat turun dan bersarapan" kata Cecilia yang berdiri di luar kamar
"Iya aku tahu" jawab Simon yang sedang melakukan pergerakan di bawah tubuh Tina
"Bajing*n, cepat hentikan" ketus Tina yang sedang kesakitan
"Kalau kau berteriak maka kau tidak akan bisa tinggal di sini lagi, karena aku bisa saja menuduhmu mengodaku, dan aku yakin pihak keluarga pasti akan membelaku, dari pada membela orang luar sepertimu" ujar Simon
Tina hanya bisa pasrah atas perbuatan Simon pada dirinya, ia hanya bisa menangis dan merasakan sakit pada bagian intinya
Raymond dan Kimberly berangkat kerja setelah cuti dua hari
"Siang ini kita akan makan bersama" ucap Raymond yang sedang mengendarai mobil
"Aku sudah berjanji dengan Holdie untuk makan bersama, jadi biarkan aku makan bersama dia" ujar Kimberly yang duduk di samping Raymond
"Aku memang bersama dia"
"Selain rekan kerja wanita kau tidak boleh makan bersama dengan pria lain, selain suamimu"
"Apa kau takut aku akan menjejaskan nama mu ya?"
"Bukan itu!"
"Lalu apa?"
"Karena kau adalah istriku" jawab Raymond yang menghentikan mobilnya, dan langsung mencium bibir istrinya selama beberapa menit
Sea World Group
"Tuan, maaf" ucap Teddy yang muncul di hadapan Raymond yang sedang membaca laporan di lap topnya
__ADS_1
"Kenapa kau bisa muncul di kamar ku semalam, apa ada hal penting?" tanya Raymond dengan tatapan tajam dan menyandarkan dirinya di kursi besarnya
"Saya mendapat info bahwa Simon mengutuskan 20 orang untuk mengincar Anda malam ini juga" jawab Teddy dengan menunduk
"Ini bukan kejutan lagi bagi ku" jawab Raymond dengan santai
"Mengenai nyonya saya tidak sengaja ingin menakuti dia, saya tidak menyangka jika kemunculan saya bisa di lihat olehnya" ucap Teddy dengan merasa bersalah
"Mata Kimberly bisa melihatmu, karena mulai ada perubahan pada dirinya, sebab mutiara itu sudah mulai beraksi" jelas Raymond
"Ternyata begitu"
"Lain kali jangan muncul di depanku jika aku bersama Kimberly, dia bisa melihatmu walau hanya bayangan"
"Baik Tuan, mengenai Simon apa tindakan kita?"
"Aku akan mengurusnya, sekeluarga itu tidak ada yang waras, suatu saat mereka akan mati di tanganku"
"Tuan, saya mendapat info dari anak buah kita, jika Kane Fire sudah masuk ke kota ini, dia sudah mulai berulah, sering makan di restoran dan tidak lama kemudian restoran itu akan meledak, dan dia pergi begitu saja"
PRAK...
Bunyi hentakan meja di lakukan oleh Raymond yang bangkit dari tempat duduknya
"Akhirnya dia kembali, dua ribu tahun yang lalu aku di kalahkan olehnya, aku hampir menjadi abu karena dia, lacak posisinya dan jangan biarkan dia tahu kemunculan kalian, di dunia ini ada 2 iblis saingan beratku, yang satu sudah muncul dan aku tidak sabar untuk menghadapinya"
"Tuan, di saat itu Anda belum menjadi iblis api, dan kemudian Anda berhasil karena kekuatan Anda tidak ada yang bisa menandingimu, dan sekarang Kane Fire walau dia hebat belum tentu dia akan berhasil mengalahkan Anda" kata Teddy
"Aku tidak tahu apakah aku bisa mengalahkan dia atau tidak, karena aku sudah tahu seberapa kuatnya api yang dia miliki, dan tentu kobaran api ku tidak akan begitu mudah di kalahkan olehnya" kata Raymond yang bola matanya menampakkan kobaran api
"Musuh lama akhirnya muncul di kota ini, aku sudah menunggu selama dua ribu tahun, apa dia memiliki anggota?" tanya Raymond
"Dia hanya bersendirian, belakangan ini dalam kota sering terjadi ledakkan di restoran, dan bisa saja ini ada hubungan dengannya" ujar Teddy
"Dia memang penghancur, dan tidak pernah berubah sama sekali" ucap Raymond
"Malam ini aku akan menghadapi orang suruhan Simon, kau melindungi Kimberly saat dia pulang, dan jangan di lihat olehnya, aku tidak mau dia menghebohkan satu kota hanya karena dia melihat dua mata mu" perintah Raymond
__ADS_1
"Baik Tuan" jawab Teddy dengan menunduk