
Raja api dan iblis api saling menyerang sehingga apinya naik ke udara. sehingga membuat kota itu merasa kepanasan walau sejauh mana jarak mereka. dan api itu juga di lihat oleh semua orang, mereka merasa cemas serta keringat membasahi tubuh mereka karena merasa kepanasan.
Di siang itu masyarakat sedang memandang ke arah kobaran api yang mencapai ketinggian sekitar ratusan meter. kemacetan pun terjadi di jalan besar karena semua pengendara fokus pada api itu.
"Apakah ini tandanya mau kiamat?"
"Datang dari mana api itu?"
"Ini pertama kali dalam sejarah."
"Apakah akan kebakaran lagi?"
Di sisi lain Wilson yang sedang berada di rumah sakit dan baru sadar juga melihat api yang mencapai ke udara itu. ia langsung turun dari ranjangnya dan menghampiri jendela.
"Apa lagi itu? kenapa sini bisa panas sekali ya? apa karena api itu?" gumam Wilson.
Sementara Kimberly dan si kembar sedang melihat kejadian itu di rumahnya.
"Mama, apakah papa di sana?" tanya Debermon yang menunjukan ke arah api itu.
"Mama, apakah papa akan menang?" tanya Deberly.
"Pasti akan menang, jangan cemas ya. kita hanya perlu mendukung papa agar bisa mengalahkan iblis api itu," jawab Kimberly.
"Iya, Ma. papa pasti akan menang," jawab Debermon dan Deberly dengan serentak.
Sementara Demon dan Iblis api itu saling menyerang antara satu sama lain. tidak lama kemudian kobaran api berpindah posisi ke arah lain. di saat api itu bergeser ke arah lain. tempat yang mereka lalui ikut terbakar keseluruhannya. dan tidak lama kemudian api besar itu mengudara dan menuju ke arah lain. tidak ada yang tahu kobaran api itu menuju ke mana.
"Hei....lihatlah apinya! apa dia ingin membakar rumah lagi?"
"Gawat, dia menuju ke mari, cepat pergi!" teriak salah satu penduduk kota itu.
"Baru kali ini aku melihat ada api yang bisa terbang."
"Api itu ke mana lagi? apa dia sedang mencari sasaran?"
Masyarakat di kota itu sedang melihat ke mana arah yang di tuju oleh api itu.
Semua orang-orang merasa khawatir dan cemas tentunya, karena bisa saja mereka akan menjadi sasaran api tersebut.
__ADS_1
Demon sengaja mengunakan kekuatannya menarik iblis api itu ke arah lautan besar dengan berniat ingin memadamkan api yang meresahkan itu.
Setelah beberapa saat kemudian kobaran api besar masuk ke dalam lautan, semua masyarakat ikuti arah api itu yang menuju ke laut. mereka semua terdiam saat melihat air laut itu tenang dan tidak ada reaksi.
"Kenapa apinya bisa masuk ke dalam laut?"
"Api itu sangat aneh."
"Lihat sana! ada seseorang yang keluar dari laut," teriak salah satu anak laki-laki yang menunjukan ke arah lautan sana.
Demon yang keluar dari laut setelah berhasil memadamkan api yang selama ini sangat meresahkan itu.
"Siapa pria itu?"
"Apakah dia adalah api itu?"
"Mana mungkin, ini sudah zaman modern mana ada manusia api," ujar yang lainnya.
Demon mengunakan kekuatannya untuk menarik air laut menyemburkan ke arah hutan yang masih terbakar dari sisa api sebelumnya. semua masyarakat melihat apa yang di lakukan oleh Demon. air besar langsung menuju ke arah lokasi yang sedang terbakar itu. tentu saja kota itu seperti sedang hujan deras karena air yang besar berjatuhan ke semua tempat.
Demon melakukannya berulang kali dan kebakaran hutan pun semakin terselamatkan. api semakin padam dan banyak asap yang mulai menyelimuti kota.
"Dia adalah pahlawan yang memadamkan api," teriak salah satu orang yang di sana.
"Apakah dia adalah dewa air?"
"Tidak tahu dia adalah dewa atau iblis, yang jelas dia adalah penyelamat negara kita."
Air besar yang menyirami hutan besar itu juga di lihat oleh pilot helikopter yang selama ini sedang berusaha menyiram dari udara. puluhan pilot melihat ke arah bawah air besar yang menyirami seluruh hutan besar itu. bukan hanya mereka, pihak pemadam kebakaran juga berhenti di tengah jalan karena melihat kejadian aneh itu.
"Apinya sudah mulai padam, tapi siapa pria itu?" tanya salah satu petugas pemadam kebakaran.
"Tidak bisa melihatnya dengan jelas, jaraknya sangat jauh."
"Apa dia adalah malaikat?"
"Yang jelas dia telah menyelamatkan hutan itu dan membantu kita. kita juga sudah kewalahan karena bekerja selama dua puluh empat jam tanpa berhenti."
"Mari kita menuju ke hutan dan padamkan sisa-sisa kebakaran itu."
__ADS_1
Tidak lama kemudian mobil pemadam kebakaran menuju ke arah hutan.
Setelah setengah jam kemudian kebakaran hutan berhasil dipadamkan. semua helikopter terbang mengelilingi di atas Demon dengan sebagai tanda ucapan terima kasih telah membantu mereka yang telah kewalahan selama ini.
Mereka melihat ke arah Demon yang berada di permukaan laut dengan sambil memberi hormat padanya. sama seperti Demon dengan membalas memberi hormat pada mereka.
Tidak lama kemudian Demon menghilang dari lautan itu, mereka yang melihat hilangnya pria penyelamat itu membuat mereka kagum dan menganggapnya sebagai dewa.
"Aku tidak peduli siapa dia, yang jelas dia sudah menyelamatkan kota ini."
"Benar, mungkin saja dia adalah iblis ataupun malaikat, akan tetapi dia sudah melakukan hal yang baik."
"Aku berharap bisa bertemu dengan dia suatu saat nanti."
"Apa kau melihat wajahnya?"
"Tidak bisa melihatnya karena terlalu jauh. posisi dia di tengah lautan sana."
Beginilah perbincangan diantara mereka setelah Demon menghilang.
Setelah beberapa hari kemudian
Kota menjadi tenang dan tanpa musibah apapun setelah iblis api itu di padamkan oleh raja api. mengenai kerugian yang di alami oleh para korban sebelumnya pihak pemerintah akan menganti semua harta benda mereka yang ludes terbakar.
Kota indah itu mulai terang tanpa kabut, masyarakat masih ingat tentang kemunculan pria yang telah berhasil memadamkan kebakaran hutan hanya dalam waktu setengah jam. dan membuat mereka bisa hidup tenang tanpa merasa takut lagi.
Mansion Demon.
"Demon, kabut asap sudah hilang, dengan bantuanmu kini tidak ada musibah kebakaran lagi," ujar Kimberly yang sedang menyantap makanan bersama suami dan anaknya.
"Andaikan aku lebih awal mengetahuinya, maka tidak akan terjadi secara beruntun kebakaran itu.aku malah merasa sangat lambat," ucap Dengan merasa bersalah.
"Ini bukan salahmu juga, iblis api itu bisa saja pergi setelah dia membakar rumah orang, dan di saat kau ke lokasi dia sudah tidak berada di sana. jadi ini bukan salahmu," kata Kimberly.
"Papa, api itu sangat jahat. jadi, papa jangan salahkan diri sendiri ya!" ujar Deberly yang sedang makan dengan lahap.
"Iya, sayang. makan yang banyak ya!" jawab Demon dengan menatap senyum ke arah putrinya.
"Kimberly, situasi sudah aman kita sudah bisa keluar jika kau butuh sesuatu," ujar Demon yang menatap istrinya.
__ADS_1
"Papa, kami sudah bisa masuk sekolah?" tanya Deberly dan Debermon dengan serentak.