
"Raymond, kau jangan keterlaluaan" bentak Cecilia yang menarik-narik kemeja Raymond
"Apa kau sudah puas, perempuan gila" ketus Raymond yang mengenggam tangan Cecilia dengan erat dan kemudian melepaskannya dengan kasar
"Aaarrrgghh" jeritan Simon yang merasa sakit pada tangannya
Raymond yang melepaskan tangannya langsung mendorong Cecilia dengan kasar sehingga terhempas ke lantai
"Aaaarrgghhh" pekikan Cecilia yang merasa sakit pada tubuhnya
"Raymond, apa yang kau lakukan? apa kau ingin membunuh kami semua?" bentak Alex dengan nada tinggi
"Jangan memaksa ku untuk melakukankannya, Papaku yang baik" kecam Raymond dengan senyum sinis
"Tanganku sakit sekali, Arrhhkk" jeritan Simon yang kesakitan
"Aku sarankan kau segera mencari dokter, karena tulangmu itu sudah retak, ini adalah peringatan saja, jika kau mengulanginya lagi aku berani jamin bukan hanya tanganmu yang retak, tapi juga kepala mu" kecam Raymond
"Kau sangat kurang ajar" ketus Cecilia
"Alex, lihatlah tingkah laku putramu ini, dia sangat tidak sopan padaku, dan juga menyakiti Simon dan Jacky" teriak Cecilia yang berusaha berdiri
"Raymond, cepat minta maaf pada bibimu" kata Alex dengan tegas
"Dia bukan orang penting bagiku, untuk apa aku harus minta maaf padanya?" tanya Raymond dengan senyum sinis
"Kau..? sejak kapan kau menjadi begini?" tanya Alex dengan nada kesal
"Papaku yang baik, jangan memaksakan sesuatu yang aku tidak suka, jika kau masih ingin aku menikahi wanita itu percaya atau tidak aku akan membuat wanita itu tersiksa, dan aku ingin melihat bagaimana caranya kau memberi penjelasan pada keluarga Yoliders" kecam Raymond dengan tegas
"Kau berani membantahku? aku adalah orang tua mu" bentak Alex
"Lalu, kenapa jika kau adalah orang tuaku? bukan berarti kau bisa sesuka hatimu untuk memaksaku melakukan sesuatu yang aku tidak suka" ketus Raymond
"Simon, bagaimana denganmu?" tanya Cecilia yang merasa cemas dan menghampiri putranya itu
"Tanganku sakit sekali, mungkin tulangku sudah retak" jawab Simon yang berbaring di lantai sambil menahan sakit
"Raymond, kau sangat kurang ajar" teriak Cecilia yang ingin melayangkan tangannya akan tetapi langsung di tahan oleh Raymond
"Perempuan gila, kau ingin menamparku? kau tidak layak sama sekali" ketus Raymond yang mendorong Cecilia hingga terhentak ke lantai
Brugh..
__ADS_1
"Aaargghh" pekikan Cecilia yang merasa kesakitan
"Raymond" bentak Alex dengan nada tinggi
"Alex Martinez, Sea World Group bisa bangkit juga bisa bangkrut, aku yang membangkitkan perusahaanmu itu, dan aku juga bisa membuatnya hancur dalam hitungan detik" kata Raymond dengan mengancam ayahnya itu
"Kau berani mengancamku?" tanya Alex
"Papaku yang baik, seberapa dalam kamu memahamiku? aku tidak mengancammu, aku hanya tidak suka di paksa, ingin aku menikahi wanita itu aku menolak, ingin aku menyewa tempat tinggal untuk Kimberly aku juga menolak, aku memiliki Villa pribadi untuk apa aku harus membiarkan istriku tinggal di luar, tentu dia harus tinggal di Villaku bersamaku, jangan ikut campur urusan pribadiku, jika tidak mau aku melukai mereka lagi" kecam Raymond yang lalu meninggalkan ruangan baca
"Alex, cepat bawa Simon ke rumah sakit" kata Cecilia yang merasa cemas
Jacky yang terlempar keluar juga merasakan sakit di bagain tubuhnya, sehingga malam itu Simon dan Jacky harus di larikan ke rumah sakit
Kamar Raymond
"Satu, dua, tiga, empat, lima, sepuluh" sebut Kimberly yang menghitung bintang-bintang di langit
"Salah hitung lagi, kenapa setiap kali aku menghitungnya pasti salah, ke mana Raymond? bukankah dia pergi mencari papanya?" gumam Kimberly yang sedang berdiri di jendela
Kimberly yang berniat berjalan menghampiri kasurnya, tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu yang ada di kamarnya itu, lalu dirinya melihat ke arah lemari sana dan mendapati ada sesuatu di sana, sesuatu yang lagi-lagi membuatnya ketakutan
"Ke-kenapa i-itu bi-bisa a-ada di-di sini?" gumam Kimberly yang melangkah pelan ke arah pintu
"Sotoooooooong" teriak Kimberly yang langsung berlari menuju ke lantai bawah
Karena ketakutan Kimberly telah melupakan sejenak kakinya yang masih terluka itu, dengan lajunya dia menuruni anak tangga
"Sotong siapa yang tertinggal di kamarku, cepat bawa pulang sanaaaa" teriak Kimberly yang menuju ke lantai bawah
Saat tiba ke lantai dasar Kimberly menabrak Tina yang ingin naik ke tangga
Brugh....
Tabrakan tubuh dua wanita itu yang hampir terjatuh dengan tangan mereka yang memegang besi tangga itu
"Aaarargghh" pekik serentak Kimberly dan Tina
"Dasar ceroboh, kenapa kau berjalan tidak mengunakan mata?" bentak Tina dengan kesal
"Apa kau masih waras? berjalan harus mengunakan kaki bukan mata" ketus kimberly yang telah lupa sesaat dengan apa yang dia lihat tadi
"Dasar kampungan tidak sopan dan kasar" bentak Tina dengan ngehina
__ADS_1
"Kau ini bicara tidak mengunakan otakmu" ketus Kimberly
Di saat perdebatan terjadi benda itu lagi-lagi menuju ke anak tangga sehingga membuat Kimberly langsung bersembunyi di belakang Tina
"Hei...apa yang kau lakukan?" tanya Tina yang tubuhnya di tahan oleh Kimberly
"Ada sotong yang kelaparan" jawab Kimberly yang bersembunyi di belakang Tina
"Singkirkan tangan mu" bentak Tina yang berusaha ingin melepaskan tangan Kimberly
"Hai..sotong, aku tidak kau punya siapa, jika kau lapar makan saja dia, aku yakin kau pasti suka karena dia memiliki celana d*lam yang bolong di tengahnya, jadi cari saja dia, tolong jangan cari aku terus" ngoceh Kimberly yang ketakutan
"Apa kau gila ya?" ketus Tina yang merasa kesal
"Hei....ambil saja dia, jangan mencari ku terus" teriak Kimberly mendorong Tina hingga terlungkup di tangga
Brugh..
"Aaarrrgghhh" pekikan Tina yang merasa sakit
"Dasar kurang ajaaaar" teriak Tina dengan kesal
"Ada sotong yang nyasaaaaaaar" teriak Kimberly dengan mengema satu ruangan
"Kenapa tidak ada orang di rumah ini? Raymond Martinez, kau di manaaaaaa?" teriak Kimberly yang berlari ke sana sini di dalam rumah itu
"Ratu, jangan takut ini aku" ucap Teddy yang ikuti langkah Kimberly, niat ingin menenangkan gadis itu akan tetapi malah semakin rusuh
"Aaarrrrgghhhh, kenapa sotong bisa bicara?" teriak Kimberly yang memanjat ke atas lemari Televisi itu
"Ratu, jangan takut. namaku adalah Teddy"
"Tolonnng..ada sesiapa yang di sini bisa mengusir sotong ini, dia bukan hanya bisa bicara tapi juga memiliki namaaa" teriak Kimberly yang sedang ketakutan
"Ratu, jangan takut. jika kau takut Raja akan membunuhku" bujuk Teddy yang tidak munculkan dirinya
"Apa, kau memanggil ku Ratu? dan kau juga punya Raja? sebenarnya sotong apa ini kenapa bisa memiliki Raja dan juga memanggilku Ratu?" tangisan Kimberly tanpa berhenti
Aneh! aku sudah menghilang tapi kenapa Ratu masih bisa melihatku, dan aku juga ada pakai celana dal*m, tapi kenapa dia masih menyebut sotong?" batin Teddy
"Coba aku periksa pakaianku" batin Teddy
"Hah, gawat. aku pasti akan di marahi lagi sama Raja, kenapa aku bisa begitu lalai, celana dal*m ku koyak" batin Teddy
__ADS_1