Mystery

Mystery
Kekesalan Kimberly di tengah malam


__ADS_3

"Mulutmu ini sangat suka bicara sembarangan" ucap Raymond yang melepaskan tangannya


"Aku sengaja, lagi pula semua anggota keluargamu ini sangat aneh, mereka menganggapku sebagai musuh, semakin mereka aneh padaku. maka aku akan semakin sengaja pada mereka jadi kau jangan menyalahkanku" jawab Kimberly


"Sudah! tidur sana" kata Raymond yang mengendong Kimberly lalu menghempaskan istrinya ke kasur


Bruk...


"Aaarrrghh, kau kasar sekali" bentak Kimberly dengan kesal


"Tidur! jangan banyak bicara" kata ujar Raymond yang menarik selimut dan menutupi Kimberly


Tengah malam


Di tengah malam itu Simon yang baru selesai melakukan hubungan badan dengan Tina ia pun beranjak dari kamarnya, ia menuju ke kamar sebelah dengan menghubungi seseorang di handphonenya


"Hallo Tuan" sapa seorang pria yang di seberang sana


"Bagaimana, apa kalian sudah tiba?" tanya Simon yang sedang merencanakan sesuatu


"Tuan, kami sudah tiba di kota ini, perintahkan saja, apa yang ingin kami lakukan untuk Anda?"


"Aku ingin kalian mengambil nyawa kakak ku, Raymond Martinez. besok jam segini aku ingin melihat jasadnya di hadapanku"


"Baik Tuan, serahkan pada kami"


Setelah beberapa saat kemudian mereka memutuskan panggilannya


"Kakakku yang tercinta, aku tidak percaya jika rencanaku gagal lagi, aku tidak tahu bagaimana di saat itu utusanku bisa menghilang begitu saja, tapi untuk kali ini utusan yang ku kirim sekitar 20 orang, aku ingin melihat dengan cara apa kau bisa mengalahkan mereka" ucap Simon dengan senyum sinis


Kamar Raymond


Kimberly membolak-balikan badannya karena tidak bisa tidur, lalu ia pun membuka matanya, saat ia membuka matanya dan melihat sesuatu yang ada di ujung kasur lalu ia pun menutup matanya dan ketakutan, sehingga tangannya menepuk tubuh Raymond berulang kali


"Bangun" ucap Kimberly yang bersembunyi di bawah selimut dan mendekatkan dirinya ke Raymond


"Bangun" panggil Kimberly sambil menepuk tubuh Raymond


Kimberly yang berusaha membangunkan Raymond akan tetapi suaminya itu tidak ada reaksi, lalu Kimberly mencoba mengintip ke arah ujung kasur dan mendapati benda itu masih di sana

__ADS_1


"Setan apa itu, kenapa masih di sana?" batin Kimberly


"Raymond, bangun" panggil Kimberly yang menepuk wajah suaminya itu, akan tetapi suaminya lagi-lagi tidak ada reaksi.


"Dasar pria aneh, sudah di panggil masih saja tidak bangun" gumam Kimberly


"Raymond Martinez, banguuuuuuuuuuun" teriak Kimberly yang di telinga Raymond dengan nada memenuhi satu ruangan kamar


"Kimberly, ada apa denganmu?" tanya Raymond yang terbangun karena kaget dengan teriakan Kimberly


"Aku sudah membangunkan mu berapa kali, tapi kamu tidak mau bangun" bentak Kimberly dengan kesal sehingga sudah lupa sesaat apa yang baru dia lihat tadi


"Kenapa kau membangunkan ku?" tanya Raymond yang bangkit dan duduk dengan menatap ke arah istrinya


"Itu" jawab Kimberly dengan menunjukan jari ke arah benda yang dia lihat itu, dan tanpa menoleh ke arah sana


"Apa yang kamu maksudkan?" tanya Raymond yang melihat ke arah tunjukan Kimberly


"Ada hantu jelek yang tidak punya wajah, tidak punya kaki, tidak punya tubuh dan hanya ada dua biji mata di ujung kasur sanaaaaaaa" jawab Kimberly dengan kesal dan memejamkan matanya


Raymond melihat seluruh ruangan kamarnya dan tidak mendapati ada apapun di kamarnya


"Aku melihat ada dua biji mata yang sedang menatap kita, mana mungkin aku salah melihat" ucap Kimbery dengan melihat ke arah ujung kasur sana


"Tidak ada apa-apa sama sekali, mungkin kau salah lihat"


"Dia hantu apa sebenarnya, kenapa melihat kita sedang tidur? apa hantu me.sum ya, sehingga melihat orang yang sedang tidur" bentak Kimberly dengan kesal


"Sudahlah, tidak ada apa-apa di sini" kata Raymond dengan senyum


"Raymond, sebenarnya keluarga mu ini berasal dari planet mana? satu keluarga mu aneh dan rumah mu juga aneh, bahkan hantu saja juga aneh" tanya Kimberly dengan menatap kesal ke arah suaminya itu


"Hahahaha, istriku, apa kau tahu di saat kau marah kau sangat lucu" ucap Raymond dengan menyubit wajah istrinya yang sedang cemberut


"Lucu? apa menurut di saat sedang tidur di lihat oleh hantu, adalah sesuatu yang lucu?"


"Mungkin saja dia melihat ada gadis cantik yang sedang tidur denganku, oleh sebab itu dia hadir di sini"


"Perkataan tidak masuk akal, hantu bisa melihat orang tidur" gumam Kimberly

__ADS_1


"Heii......hantu dua mata, cepat muncul sekarang juga, kurang ajar. jangan sembunyi macam pengecuuut, di rumah ini terdapat begitu banyak kamar, kenapa kau tidak ke kamar mereka saja, kenapa harus ke sini?" teriak Kimberly dengan kesal


"Woiii...hantu dua mata, kalau kau berani muncul lagi di hadapanku, percaya atau tidak aku akan mencongkel matamu, dasar hantu tidak punya otak dan me.sum, aku sedang menantangmu apa kau mendengarnyaaaa? keluar sekaraaaaaang" teriak Kimberly dengan nada tinggi


"Sudah malam, jangan berteriak. tidurlah" ucap Raymond yang berbaring di samping Kimberly


"Aku mau pindah keluar" pinta Kimberly dengan menatap ke arah Raymond yang tidur di sampingnya


"Kenapa, apa karena yang kau lihat tadi? bisa saja itu hanya mimpi karena kamu baru bangun" ucap Raymond


"Aku tidak salah melihat, kenapa tidak percaya dengan perkataanku" kata Kimberly yang merasa kesal dan tidur dengan memalingkan punggungnya ke arah Raymond


Raymond hanya tersenyum melihat istrinya yang sedang marah dan sangat mengemaskan itu


Keesokan harinya


Tina yang tidak sadar diri dari semalam, akhirnya ia pun membuka matanya, dirinya melihat ke sekeliling dan mendapati ia berada di sebuah kamar mewah dan luas


"Kepala ku sakit sekali, apa yang sudah terjadi?" gumam Tina yang bangkit dan duduk di kasur


"Pakaianku? kenapa aku bisa tanpa pakaian? apakah semalam aku dan Raymond sudah...?" batin Tina


Tina yang mengira pria yang melakukan hubungan dengannya adalah Raymond membuat dirinya sangat bahagia


"Akhirnya aku berhasil, semalam aku mengodanya, berarti dia termakan godaanku, aku baru ingat, aku melihat dia berada di atas tubuhku, dan melakukannya berkali-kali, kami sangat menikmatinya" ucap Tina dengan tersenyum bahagia


Suara air berjatuhan dari kamar mandi terdengar oleh Tina, ia menyangka jika pria yang sedang mandi di dalam kamar mandi adalah pria idamannya itu


"Apakah Raymond sedang mandi di sana? jika saja wanita bodoh itu melihat kami seperti ini dia pasti marah besar dan cemburu, apa lagi jika aku bisa hamil maka dia tidak akan punya kedudukan di sini lagi" gumam Tina dengan merasa bangga


Tina yang merasa bahagia berniat ingin mengoda pria yang ada di kamar mandi itu, dengan tubuhnya yang hanya mengenakan celana dal*m dan Bra tranparant


Tuk....tuk...tuk...


Ketukan pintu kamar mandi di lakukan oleh Tina yang berdiri di luar kamar mandi


"Raymond, aku ingin mandi bersamamu. buka pintunya" kata Tina dengan tersenyum


"Apa kamu malu? tidak perlu malu. aku dan dirimu sangat menikmatinya semalam, aku bahkan masih mengingatnya atas apa yang kamu lakukan padaku, dan aku akan menjelaskan ke Kimberly tentang kita, setelah kita menikah aku ingin menjadi istri pertama" ucap Tina dengan berharap

__ADS_1


__ADS_2