
"Kimberly, apa lagi yang kau ingin lakukan setelah kau korbankan semua ayam dan ikanku?" tanya paman Sean.
"Tidak ada! aku hanya mau di sini!" jawab Kimberly yang sedang terlungkup di bawah kolong tempat tidur.
"Istriku, apa kau merasa nyaman di dalam sana?" tanya Raymond dengan senyum.
"Iya, di sini sangat nyaman!" jawab Kimberly dengan kesal.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Kimberly dengan ketus.
"Aku ingin menjemputmu!" jawab Raymond.
"Aku tidak mau pulang! untuk apa kau menjemputku? seharusnya malam ini kau makan bersama dengan wanita itu!" ketus Kimberly.
"Hahahaha...aku tidak mengundangnya sama sekali, aku hanya bercanda denganmu. apa karena ini kau marah sehingga masuk ke dalam sana?
"Di sini lebih nyaman! aku tidak mau pulang!" jawab Kimberly.
"Kimberly, sepasang suami istri kalau bertengkar itu adalah hal yang biasa, tidak perlu sampai harus begini," ujar paman Sean.
"Pa, bagi orang lain adalah hal biasa, tapi bagi dia ini luar biasa. lihat saja apa yang sudah dia lakukan hari ini, dia mengunakan ayam dan ikanmu untuk menjadi pelampiasan kemarahannya, dan selain itu dia juga masuk ke dalam kolong tempat tidur. bisa saja nanti dia malah duduk di atas pohon sambil memeluk tiang lampu," ujar Holdie.
"Itu ide yang bagus!" jawab Kimberly.
"Kau jangan coba-coba melakukannya!" bentak paman Sean dan Holdie dengan serentak.
"Istriku, apa kau berencana tidak mau keluar?" tanya Raymond dengan senyum.
"Tidak!" ketus Kimberly.
"Apa kau sangat nyaman berada di dalam sana?"tanya Raymond dengan tertawa lucu.
"Iya," jawab Kimberly dengan kesal
"Baru kali ini aku melihat seorang wanita yang sedang merajuk dengan cara bersembunyi di bawah kolong tempat tidur, semoga saja calon istriku tidak begini. kalau tidak aku pasti bisa darah tinggi !" batin Wilson.
"Kimberly, kalau kau tidak mau keluar lagi maka jangan pernah keluar, tinggal di bawah sana seumur hidupmu!" bentak paman Sean dengan kesal.
"Paman jahat!" teriak Kimberly sambil menangis.
"Pa, apakah dulu saat papa dan mama bertengkar pernah separah ini?" tanya Holdie.
"Mana ada seperti ini, mamamu sangat dewasa, tidak seperti temanmu ini adalah anak gadis yang paling aneh di sejagat dunia," jawab paman Sean mengeluh.
__ADS_1
"Apa perlu aku membawa pulang kasur ini dan saat di rumah kau bisa tidur di bawahnya lagi!" ujar Raymond.
"Tidak usah! aku tidak mau pulang! aku tegaskan aku tidak mau pulang!" kata Kimberly dengan menangis.
"Kimberly, apa kau bisa keluar dulu dari sana? mana mungkin kami bicara denganmu dengan gaya membungkuk, apa kau tahu pinggangku sedang sakit!" bentak paman Sean.
"Suruh dia pergi aku baru keluar!" ujar Kimbery.
"Sebenarnya ada apa denganmu? memangnya tidak bisa di bawa berdamai?" tanya paman Sean.
"Tidak bisa! aku sudah melihat semuanya, dia sedang bermesraan dengan wanita cantik itu, dan bahkan ingin menikahinya. aku hanya tidak mau menganggu saja. makanya aku di sini!" bentak Kimberly dengan kesal.
"Raymond, apa yang sudah terjadi?" tanya paman Sean.
"Paman Sean, sebenarnya bukan begini. ini semua hanya kesalahpahaman saja. tuan dan wanita itu sama sekali tidak melakukan apapun, bos hanya bercanda dengan nyonya!" jelas Wilson.
"Kimberly, kau sudah mendengarnya kan? Raymond dan wanita itu tidak ada hubungan apa-apa, cepat keluar dari sana!" kata paman Sean.
"Iblis adalah iblis! perkataannya tidak ada yang bisa di percaya, dia yang mengatakan ingin menikahi wanita itu dan sekarang dia mengatakan hanya bercanda. memangnya aku bodoh harus percaya dengannya!" bentak Kimberly.
"Kimberly, sebenarnya kau mau apa? bagaimana caranya supaya kau keluar dari sana?" tanya Holdie.
"Aku tidak mau melihatnya!" jawab Kimberly dengan kesal.
"Kau pembohong! aku tidak percaya denganmu, aku tidak mau pulang. hatiku sakit sekali, aku tidak mau melihatmu!" tangisan Kimberly dengan terisak.
"Kimberly, ini salahku aku bisa membuktikan jika aku tidak bersalah, aku dan dia sama sekali tidak ada hubungan apa-apa!" bujuk Raymond dengan penuh kesabaran.
"Kau pembohong! di dunia ini semua pria sama saja, setiap melihat wanita yang cantik pasti sudah lupa dengan janji terhadap istrinya. aku sudah termakan janji kosongmu," kata Kimberly sambil menangis.
"Aku akan pergi dan tidak akan menganggumu, kalian sangat cocok. satu iblis dan satu lagi siluman, sementara aku hanya anak kecil di matamu!" tangisan Kimberly.
"Kelihatannya aku sudah menyakiti perasaannya, aku hanya ingin bercanda tidak menyangka dia menganggap benar dan merasa sakit hati," batin Raymond.
"Kimberly, katakan saja apa yang harus ku lakukan agar kau memaafkanku!" ucap Raymond.
"Aku mau tinggal di sini! aku tidak mau menganggumu, aku tidak mau melihat mu lagi, kau sudah tertarik pada wanita lain untuk apa kau mencariku lagi, jika hanya karena dua mutiara itu maka aku akan mengeluarkannya dan mengembalikan padamu," jawab Kimberly yang sambil menangis tanpa berhenti.
"Di sudah menangis selama tiga jam dari tadi!" kata Holdie.
"Temanmu ini memang begitu, setiap menangis pasti selama berjam-jam, ketika dia sudah lelah dia baru bisa diam, dan kau dengarlah setiap ucapannya semakin tidak benar!" ujar paman Sean.
"Kimberly, keluarlah dari sana atau aku akan memindahkan kasur ini ke rumah kita, dan kau bisa menangis lagi di rumah nanti!" bujuk Raymond dengan senyum.
__ADS_1
"Aku tidak mau!"tegas Kimberly.
"Kimberly, apakah kau berencana ingin berada di bawah sana dan tidak mau keluar?" tanya paman Sean dengan tegas.
"Iya!" jawab Kimberly dengan terisak.
"Kau ini....kalau begitu kau di dalam sana saja, jangan pernah keluar lagi!" bentak paman Sean.
"Paman jahat! kalian semua jahat!" ketus Kimberly yang sambil menangis dan terlungkup di bawa kolong tempat tidur sana.
"Kimberly, mari ikut aku pulang. kau bisa meminta apa saja padaku," bujuk Raymond dengan mata berkaca-kaca karena melihat istrinya yang sedang menangis dengan sedih.
"Apa benar aku bisa meminta apa saja?" tanya Kimberly.
"Kau bebas meminta apa saja!" jawab Raymond dengan mata berkaca-kaca
"Kalian semua keluar dulu! kalau tidak, aku tidak mau keluar!" tegas Kimberly yang masih sedang menangis.
"Kau ini...iya...iya, mari kita keluar!" ajak Holdie yang sedang melangkah keluar dari kamar bersama paman Sean, Wilson dan Raymond.
"Enak saja! ingin aku ikut kau pulang! tidak semudah itu, kau beraninya bercanda denganku." ketus Kimberly dari dalam hati.
Setelah beberapa menit kemudian
"Kenapa temanmu belum keluar juga?" tanya paman Sean yang sedang duduk di ruang tamu.
"Apa dia ketiduran di kamar? coba aku melihatnya," kata Holdie yang masuk ke kamar temannya itu.
"Pa, dia tidak ada di sini!" .
"Memang kemana dia pergi?"tanya paman Sean.
Raymond dan lainnya melangkah keluar dari rumah dan melihat sekeliling, akan tetapi tidak mendapati keberadaan Kimberly.
"Kimberly kau ada di mana?" teriak paman Sean.
"Aku tahu dia di mana!" ujar Raymond dengan tertawa lucu melihat tingkah istrinya itu.
Paman Sean, Holdie dan Wilson langsung melihat ke tempat yang di mana Kimberly sedang berada.
"Hei...apa kau sudah gila ya? kenapa duduk di sana?" teriak paman Sean yang kesal melihat tingkah gadis itu.
"Aku sedang menghitung bintang!" jawab Kimberly yang sedang duduk di atas pohon sambil memeluk tiang lampu.
__ADS_1
"Menghitung bintang kepalamu!" bentak paman Sean dan Holdie dengan serentak