Mystery

Mystery
Kimberly bersembunyi


__ADS_3

"Aku ingin kalian melihat model baru celana dal*m yang ada bolong di tengahnya," teriak Kimberly yang menarik dua kaki Joline yang sedang tergeletak di atas serpihan kaca itu.


"Aarghhh...hentikan..." teriak Joline yang kesakitan karena tubuhnya di penuhi luka-luka.


Joline yang ke dua kakinya di tarik oleh Kimberly mengerang kesakitan dan harus menanggung malu akibat seluruh tubuhnya telah di lihat oleh pria dan wanita yang di sana.


"Cepat kalian datang melihat celananya yang bolong di tengah!" perintah Kimberly yang sedang menarik ke dua kaki Joline dan kemudian membuka kaki wanita itu sehingga menampakan bagian kewanita.an nya dengan jelas.


Karyawan pria yang melihatnya langsung memalingkan wajah mereka karena merasa canggung. sementara karyawan wanita sedang bergosip.


"Lepaskan tanganmu! dasar bajin.gan," teriak Joline yang merasakan malu ke ubun-ubun.


"Jangan bergerak! aku juga penasaran punya mu apa bedanya dengan manusia," bentak Kimberly yang menarik celana dal*m yang di kenakan Joline.


Joline yang sudah hampir telanjang berusaha melawan Kimberly yang berniat melepaskan celananya itu


"Singkirkan tanganmu dasar murahan," bentak Joline yang merasa kesal.


"Murahan? kau mengatakan aku murahan. kau tidak tahu malu.kau suka mengoda suami orang dan tidur dengan suami orang. siapa yang murahan...ha!" bentak Kimberly yang merobek celana yang di kenakan oleh Joline, sehingga menampakan bagian kewanita.an nya dengan jelas.


Joline yang ingin bangkit akan tetapi rambutnya di tarik oleh Kimberly sehingga memaksanya untuk berdiri.


"Aarrghh...lepaskan tanganmu!" teriakan Joline yang ikuti langkah Kimberly dengan paksa


"Di hadapanku kau berani mengoda suamiku, kalau kau tidak murahan maka pria yang akan datang mencarimu dan bukan kau yang menemui suami orang, apa kau begitu gatal sehingga suka bermain dengan suami orang...ha!" teriak Kimberly dengan kesal dan sambil menarik Joline menghampiri jendela


"Buka kaca jendelanya!" perintah Kimberly yang sedang menarik rambut Joline.


"Nyonya, sini adalah lantai dua puluh," ujar salah satu karyawan pria.


"Tidak apa-apa! dia tidak akan tewas! buka saja jendelanya, cepat!" perintah Kimberly.


"Iya..." jawab karyawannya dengan menurut.


"Apa yang kau lakukan? lepaskan aku!" teriak Joline yang berusaha ingin meronta, akan tetapi Kimberly menarik rambutnya dengan kuat.


"Lihat ke bawah! sudah ku katakan tadi, kalau kau bisa mengalahkan ku maka kau bisa ambil suamiku. dan kalau kau kalah maka aku akan melempar mu ke bawah," kata Kimberly yang menekan kepala Joline di jendela.


"Aarrgh..., lepaskan aku!" erang Joline yang berusaha melawan.


"Nyonya, dia akan tewas jika di lempar dari sini," kata salah satu karyawan wanita.


"Dia tidak akan mati!" jawab Kimberly yang mendorong Joline dari jendela.


"Aarrghh...." teriakan Joline yang di dorong sehingga jatuh ke bawah

__ADS_1


"Aarrghh...."


"Aarrghh...."


"Aarrghh...."


Semua mata berfokus pada wanita itu yang jatuh ke bawah sana.


Brugh...


Hentakan tubuh Joline yang jatuh dari ketinggian.


"Apakah dia masih hidup?" tanya salah satu karyawan yang melihat ke bawah


"Dia tidak akan mati, tenang saja!"jawab Kimberly dengan santai.


Joline yang jatuh dari ketinggian telah menarik perhatian semua yang sedang lalu lalang di sana. bagaimana tidak, selain jatuh dari ketinggian tubuhnya juga tanpa balutan apapun, semua mengelilinginya dan melihat wanita itu dengan penuh penasaran.


Tidak lama kemudian Joline bangkit dan melihat sekeliling dan merasa malu dengan kondisinya. mereka yang melihatnya dengan mengejek dan menghina dirinya.


"Bisanya dia telanjang di sini, apa dia mengoda suami orang ya?"


"Iya, tidak tahu malu sekali!"


"Dia adalah pela.cur!"


"Cepat potret biar semua orang melihat ada wanita pengoda di sini."


"DIAAAAM," Bentak Joline yang merasa malu dan berlari dengan cepat.


"Hahahaha...lihatlah kau sudah kalah. ingin melawanku, lihat siapa aku dulu," teriakan Kimberly yang sedang melihat lawannya itu berlari dengan tanpa balutan di tubuhnya.


"Wah..Nyonya, hebat sekali! wanita itu pantas di hajar!"


"Nyonya mengagumkan! dia adalah wanita pengoda, aku yakin dia pasti hancur setelah ini."


"Aku juga tidak suka melihatnya, dan tidak menyangka dia harus kalah dari nyonya"


"Nyonya sudah berhasil melawannya akan tetapi itu..."


"Ada apa?" tanya Kimberly.


"Semua barang di sini...." jawab salah satu karyawan yang menunjuk ke arah semua barang yang telah rusak dan kaca besar yang suda pecah.


Kimberly yang melihat ke arah komputer yang rusak, meja yang terbelah dua dan juga kaca besar yang pecah merasa hampir tidak percaya jika dirinya telah menghancurkan hampir semua barang di sana.

__ADS_1


"Nyonya, bagaimana kalau di ketahui oleh presiden direktur dia akan marah besar!" ujar salah satu karyawan wanita dengan suara pelan.


"Dia pasti akan membunuhku!" jawab Kimberly yang kebinggungan.


"Raymond pasti marah besar karena aku telah merusakkan barang-barang di sini, kenapa aku bisa begitu ceroboh." batin Kimberly.


"Nyonya..Nyonya...presiden direktur datang!" ucap salah satu karyawan pria dengan suara pelan.


"Hah...gawat dia pasti marah," ucap Kimberly yang merasa cemas.


Tidak lama kemudian Raymond berjalan ke ruangan yang sudah berantakan karena ulah istrinya itu dengan di temani oleh Wilson.


"Presiden direktur," sapa semua karyawan dengan serentak.


"Hm...di mana nyonya?" tanya Raymond yang melihat kesekelliling


"Nyonya di si..." jawab mereka yang melihat ke arah tempat Kimberly berdiri akan tetapi gadis itu sudah menghilang entah kemana.


"Eh...kemana nyonya?"


"Tadi dia masih di sini!"


"Apa nyonya sudah keluar?"


"Tidak mungkin! aku berdiri di dekat pintu, kalau nyonya keluar pasti aku melihatnya!"


"Presiden direktur, tadi nyonya masih berdiri di sini."


Raymond mengeluarkan hanphonenya dan melihat rekaman cctv.


"Aku tahu dia di mana!" ujar Raymond yang kemudian melangkah pergi ke arah lain dengan di ikuti oleh karyawannya.


Semua karyawan mengikuti langkah Raymond ke arah pojokan sana.


"Presiden direktur, kenapa kita ke sini? nyonya tidak ada di sini!" tanya salah satu karyawan yang melihat kesekeliling sana. di pojokan sana hanya terdapat kursi dan meja.


Semua anggota dan Wilson melihat ke semua arah akan tetapi tidak melihat keberadaan Kimberly.


"Hai...istriku, apa kabar dan apakah kau sedang menghitung bintang di dalam sana?" tanya Raymond yang sedang memandang ke atas pojokan itu.


Semua karyawan memandang ke arah yang di mana Kimberly berada. tentu saja ulah Kimberly lagi-lagi membuat mereka kebinggungan.


"Hai...Raymond apa kabar, lama tidak berjumpa," balas sapaan Kimberly yang sedang bertelungkup di dalam plafon.


"Kabarku baik! dan kenapa kau bisa berada di sana? apakah di dalam sana ada bintang?" tanya Raymond dengan senyum.

__ADS_1


__ADS_2