Mystery

Mystery
Perubahan Joline


__ADS_3

"Aarghh..." jeritan Joline yang merasa kesakitan yang tak terhingga, dirinya yang tidak sanggup menahan sakit terduduk di lantai dan sambil berbolak-balik badannya.


"Sakit sekali...."erangan Joline yang mengeluarkan air mata.


"Kenapa dengan dia?" tanya Alex.


"Mungkin dia hamil anakmu, Pa!" jawab Kimberly dengan sengaja.


"Jangan sembarangan bicara!" ketus Alex.


"Aarghhh...." jerit Joline yang sedang kesakitan.


"Kenapa badanku bisa sakit?" jerit Joline sambil berteriak


"Mungkin kau terminum sop laba-laba!" jawab Kimberly dengan sengaja.


"Raymond, apa minuman itu akan berhasil membuatnya berubah wujud?" tanya Kimberly yang sedang berdiri di samping suaminya.


"Bisa! seluruh tubuhnya akan semakin sakit dan karena tidak bisa tahan maka dia akan berubah tanpa bisa mengendalikan diri sendiri," jelas Raymond yang sedang merangkul pundak istrinya.


"Kalian cepat bawa dia keluar!" perintah Alex yang merasa ketakutan.


"Papa jahat! padahal selama ini papa sangat suka pada tubuhnya, kenapa sekarang malah tidak peduli padanya? bukankah dia adalah calon istri barumu!" ucap Kimberly.


"Aaarrghhh...." gerangan Joline yang sedang berguling-guling di lantai.


"Tolong aku! tolong aku!" teriak Joline dengan tanpa berhenti.


Tidak lama kemudian dengan secara perlahan kaki laba-laba mulai keluar satu-persatu.


"Aarghhh...." teriakan Joline yang sedang kesakitan.


Alex dan keluarganya yang melihat perubahan secara perlahan wanita itu merasa terkejut dan ketakutan. Cecilia mendekati dua anaknya sambil melihat perubahan wanita itu.


"Wah...ternyata tidak mudah juga proses perubahannya dan sangat menyakitkan!" kata Kimberly.


"Berubah wujud tidaklah sakit. hanya saja dia sudah terminum minuman racun yang kita berikan. oleh karena itu seluruh tubuhnya merasa sakit karena efek racun itu!" jelas Raymond.


"Apa dia akan mati?"


"Racun itu akan menghancurkan organ dalamnya secara perlahan!" jawab Raymond.


"Aaarghhh..." teriakan Joline yang merasakan kesakitan yang luar biasa.

__ADS_1


"Aaarghh....tolong aku!" pinta Joline yang delapan kakinya sudah keluar dari tubuhnya.


"Siluman...." teriakan Cecilia yang ketakutan begitu juga dengan Simon dan Jacky.


Alex yang melihat wanita itu menjadi gemetaran seluruh tubuhnya, karena kakinya yang lemas ia pun terduduk di lantai sambil melihat wanita yang pernah menjadi simpanannya itu.


"Papa, kamu tidak apa-apa? jangan takut dia tidak akan bisa menyerang kita. lagi pula dia pasti tidak akan melukai papa karena mengingat masa-masa lalu kalian yang sangat menyenangkan itu," ucap Kimberly dengan sengaja.


"Selama ini aku sudah menyetubuhi seorang siluman, dia sangat menjijikan sekali," batin Alex yang sedang melihat kaki panjang hewan itu.


"Aaarrgghh...." teriakan Joline yang masih sedang kesakitan.


Semua kaki panjang laba-laba telah keluar seutuhnya dan hanya sisa badan Joline yang masih berwujud manusia dan sambil berteriak.


"Aarghhh...." teriakan Joline yang merasa kesakitan.


"Tolong....tolong...." teriaknya tanpa berhenti.


"Kalian...berikan minuman apa padaku?" tanya Joline dengan merasa kesal


"Hanya sejenis racun yang membuatmu merasa sakit!" jawab Kimberly.


"Aku akan membunuh kalian!" teriak Joline yang ingin melangkah menghampiri Raymond dan Kimberly akan tetapi karena rasa sakit yang dia rasakan membuatnya tidak mampu berjalan.


"Kimberly, sepertinya apa yang kau katakan tadi sangat betul sekali. janji adalah janji. tapi kenapa kau malah tidak bisa melakukannya?" tanya Raymond dengan merangkul pundak istrinya dengan erat.


"Itu karena janjiku berbeda dengan dia, dia adalah pria oleh sebab itu janjinya harus di tepati," jawab Kimberly.


"Apakah janjimu itu tidak bisa di anggap janji?" tanya Raymond dengan senyum.


"Janjiku hanya berlaku sehari saja. besok tidak berlaku lagi," jawab Kimberly yang tidak mau kalah.


"Alasan istriku sangat masuk akal sekali," ucap Raymond yang menyubit pipi istrinya.


"Oh iya aku ingat satu hal. laba-laba jantan itu sudah mati di bunuh oleh Raymond, dan sotong yang biasa kau cicipi itu sudah ku potong. kemarin aku ingin memberikan padamu, tapi karena ada kejadian maka sotongnya tidak tahu hilang ke mana!" kata Kimberly dengan ceplas ceplos.


"Jangan sembarangan, diam..." bentak Joline dengan kesal sambil menahan sakit.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya kenapa kau marah? coba kau lihat rekaman ini! kau sangat hebat mampu memuaskan manusia dan juga siluman laba-laba," kata Kimberly yang sedang menunjukan rekaman saat Joline dan siluman laba-laba itu sedang melakukan hubungan itu.


"Kenapa kau bisa mendapatkan rekaman itu?" teriak Joline.


"Karena Raymond memasang kamera di kamarmu, dan tidak menyangka kau sangat hebat bisa melayani dua pria selama berjam-jam. dan kau masih tidak puas dan ingin mendekati Raymond lagi. kau memang laba-laba betina yang luas biasa. hebat sekali!" ucap Kimberly yang tanpa berhenti.

__ADS_1


"Cepat pergi dari sini! pergi!" teriak Jacky yang melempar cangkir ke arah laba-laba itu


Brugh...


Lemparan cangkir mengenai kepala Joline dan jatuh ke lantai.


Prang...


Pecahan cangkir yang pecah berkeping-keping.


"Kurang ajar!" bentak Joline yang ingin menikam Jacky dengan kaki panjangnya.


Jacky yang melihat gerakan siluman itu ia langsung menjauh dengan keluarganya, Simon menarik ayahnya yang sedang lemas menjauh dari siluman itu.


"Joline, hari ini kau tidak bisa lolos lagi. racun itu sudah masuk ke dalam tubuhmu. kau akan mati dengan perlahan!" ujar Kimberly.


"Tujuan kalian menyuruhku ke sini hanya ingin meracuniku?"


"Benar siluman laba-laba, racun yang sudah kau telan akan menghancurkan organ dalammu," jawab Raymond.


"Jika aku mati aku ingin kalian semua mati bersamaku!" bentak Joline.


"Kau aneh! yang sering mengambil kesempatan atas dirimu adalah pria itu. kenapa kau malah ingin kami mati bersamamu!" ketus Kimberly.


"Alex Martinez, bukankah kau mengatakan jika kau puas dengan punyaku? maka datanglah ke sini dan kita akan melakukan nya lagi!" ujar Joline.


"Ti-tidak! kau sangat menjijikan. aku menyesal...aku menyesal" teriak Alex dengan histeris


"Hahaha..menyesal? kau mengerang nikmat di saat kau butuh dan sekarang kau malah mengatakan menyesal, apa kau mengira semudah itu kau bisa terlepas dariku!" ketus Joline.


"Apa maksudmu?" tanya Alex dengan merasa cemas.


"Coba kau periksa pusaka mu itu! apakah tidak ada perubahan? aku tidak membiarkanmu begitu mudah menikmati tubuhku. satu yang kau tidak tahu adalah aku sudah meracunimu dan kau tidak bisa kembali seperti semula!" ujar Joline.


"Apa yang kau katakan itu?"tanya Alex dengan penasaran.


"Yang ku katakan adalah pusaka mu yang busuk itu sudah keracunan," kata Joline.


"Wah...Pa, jika memang benar maka sotong papa harus segera di potong saja," ucap Kimberly dengan ceplas celplos.


Raymond yang mendengar ucapan istrinya langsung menutup mulut gadis itu.


"Em...em...po...em...tong...em...saja..." kata Kimberly yang mulutnya di bekap suaminya.

__ADS_1


__ADS_2