
Kimberly mengeluarkan rekaman dari dalam tas dan langsung menunjukan kepada mereka. mereka semua berfokus pada rekaman yang di pegang oleh Kimberly.
Sebuah rekaman yang menayangkan seorang pria dan wanita muda sedang melakukan hubungan, suara de.sa.han mereka terdengar dengan begitu jelas, serta suara erangan dari pria itu tak kalah keras dari suara wanita tersebut.
Semua mata berfokus dan tidak bicara sama sekali, Cecilia yang melihat suaminya yang sedang melakukan hubungan dengan wanita lain merasa semakin histeris, sementara Alex merasa malu sehingga perlakuannya di lihat oleh pihak keluarganya. Jacky dan Simon mengeleng kepala dan menatap ke ayahnya.
Rekaman itu terlihat dan terdengar sangat jelas , Alex mengerang berkali-kali dengan kuat karena mencapai puncak kenikmatan, ia bergerak maju mundur sambil menekan pinggang wanita itu yang sedang ber.de.sah.
"Matikan! kenapa kau bisa ada rekaman ini?" tanya Alex dengan nada kesal dan ingin menghampiri Kimberly.
"Eh...jangan coba-coba merebut dariku! rekaman ini sangat bernilai dan ini juga bisa memperlihatkan kehebatan mu di ranjang," ujar Kimberly.
Cecilia yang merasa kesal menghampiri suaminya dengan sambil memukulnya tanpa berhenti dan berteriak dengan histeris.
"Alex Martinez, kau keterlaluan! kau melakukannya di belakangku. saat aku tanya kau masih saja tidak mau mengakuinya!"teriak Cecilia dengan kesal dan kemudian melayangkan tamparan ke wajah suaminya itu.
PLAK...
PLAK...
"Selama hidupku yang paling membuatku menyesal adalah menikah denganmu," bentak Cecilia dengan histeris sambil menampar suaminya tanpa berhenti.
PLAK...
PLAK...
Simon dan Jacky yang melihat ibunya sedang emosi berusaha menahan dan menjauhkan dari ayahnya.
"Mama, bertenanglah!" bujuk Jacky yang sedang menahan ibunya.
"Alex Martinez, kau tidak tahu malu. kau sangat menikmati tubuh wanita itu, bukan? pria tua yang tidak tahu malu. aku bersama mu di saat aku masih usia 20 tahun lebih. aku memberikan segalanya padamu dan aku juga sudah melahirkan dua putra untukmu. apa masih tidak cukup pengorbananku? dan aku menyesal menikah dengan breng.sek sepertimu," teriak Cecilia yang sangking kesalnya.
"Sebentar...sebentar...Bibi, jangan emosi dulu. biarkan papa lihat dulu siapa wanita yang selama dia tiduri," ucap Kimberly yang menunjukan rekaman selanjutnya.
Di saat Kimberly menunjukan rekaman lain mereka semua terdiam karena melihat laba-laba raksasa yang sedang bercinta di kamar yang sama.
"Kamar ini adalah kamar Joline, kenapa bisa ada hewan buruk itu!" ujar Alex dengan merasa heran.
"Pa, aku beritahu padamu. selama ini papa sedang menikmati alat kel.min laba-laba betina. mungkin saja pusaka papa akan berkerut secara perlahan," kata Kimberly dengan ceplas ceplos
Raymond yang mendengar ucapan istrinya langsung menyentil bibir istrinya itu.
"Aukh..."
__ADS_1
"Apa kau bisa diam!" tegur Raymond.
"Aku hanya berkata yang sebenarnya!" jawab Kimberly.
Rekaman dua hewan yang sedang melakukan hubungan itu masih di saksikan oleh keluarga Martinez, tidak lama kemudian dua hewan berkaki delapan itu berubah wujud menjadi seorang wanita dan pria yang sedang melakukan hubungan.
Saat Alex melihat wajah wanita itu dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. seorang wanita yang selama ini memuaskan hasratnya bahkan hampir setiap hari ternyata adalah siluman. rasa tidak percaya dan histeris membuat Alex terdiam dan memundurkan langkahnya.
"Papa hebat sekali, karena bisa menikmati alat kela.min laba-laba itu, ternyata selama ini papa sedang berciuman dengan hewan jelek itu, bayangkan saja jika papa mencium seluruh tubuhnya maka yang papa cium itu adalah tubuh laba-laba, dan yang paling parahnya adalah dia sudah menyihirmu menjadi bingung dan salah melihat, sebenarnya adalah di setiap kali papa menikmati tubuhnya papa sedang halusinasi sedang tidur dengan wanita cantik. aslinya adalah laba-laba, dan bukan wanita, Pa," kata Kimberly dengan panjang lebar.
"Cukup!" bentak Alex dengan hampir tidak percaya.
"Bayangkan saja di saat papa sedang berciuman dan melakukan itu. papa sudah tergoda dan karena na*su yang tinggi sehingga tidak bisa lagi membedakan bahwa dia manusia atau hewan, dan apakah dia lebih memuaskan dari pada bibi?" ujar Kimberly dengan sengaja.
"Apa kau bisa diam!" bentak Cecilia.
"Apa masih mau menikahi dia? baik juga kalau papa menikahi dia karena papa sangat menyukai alat kela.min laba-laba itu," ujar Kimberly dengan sengaja.
Alex yang terbayang setiap ciuaman yang dia lakukan kepada wanita itu membuatnya merasa mual dan tidak lama kemudian Alex muntah sehingga mengotori lantai keramiknya.
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
"Sudah, Pa. jangan di pikirkan lagi. semuanya sudah terjadi," ucap Kimberly.
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
Alex muntah selama beberapa menit dan akhirnya ia berhenti, berkeringat di seluruh wajah sehingga wajahnya memucat.
"Apa sudah habis dan tidak muntah lagi?" tanya Kimberly.
Karena melihat Alex yang sudah berhenti dan sedang lap wajahnya yang di basahi oleh keringat, Kimberly lagi-lagi menunjukan rekaman dua hewan itu sedang melakukan hubungan.
"Pa, apa bisa memberitahuku bagaimana bentuk alat kela.min laba-laba betina? kalau yang jantan aku sudah melihatnya bentuknya sangat jelek, dan sudah ku potong. kalau yang betina apa papa bisa coba beritahu padaku?" tanya Kimberly dengan sengaja menunjukan kembali rekaman di saat Alex sedang mengagahi siluman itu dengan suara erangannya.
Di saat melihat dua rekaman itu Alex lagi-lagi muntah tanpa berhenti.
__ADS_1
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
"Papa, kenapa sekarang muntah terus, lagi pula muntah juga tidak berguna karena sudah ternoda dengan alat kela.min laba-laba itu, kecuali punya papa di potong saja," kata Kimberly dengan ceplas ceplos.
"APA KAU BISA DIAM!" bentak Simon dan Jacky.
"Kimberly, kemari. jangan bicara terus!" seru Raymond.
Cecilia yang melihat suaminya merasa senang dan tertawa sambil berkata," Alex...Alex...kau ingin kepuasan? iya...kau sangat puaskan? yang kau nikmati ternyata adalah laba-laba betina. hahahahah....kalau begitu nikmati saja."
Woak...woak...woak...woak...woak...
Woak...woak...woak...woak...woak...
"Ini sudah zaman apa kenapa bisa ada siluman laba-laba?" tanya Simon dengan heran.
"Dan dia satu-satunya akan menjadi ibu tiri kalian berdua, oh iya..aku ingat satu hal!" ujar Kimberly.
"Apa lagi yang ingin kau lakukan?" tanya Simon dengan kesal.
"Aku ada mengundang ibu tiri kalian datang ke sini!" jawab Kimberly.
"A-apa?" tanya Jacky
"Aku mengundang wanita laba-laba itu ke rumah ini, sebentar lagi dia akan tiba. oh iya..jika kalian merasa penasaran kalian juga bisa melakukan hubungan dengan dia, papa saja merasa nikmat, kalian boleh mencobanya!" ujar Kimberly
"Apa kau gila ya mengundangnya ke sini!,"bentak Simon dan Jacky dengan serentak.
"Aku rasa papa sangat ingin bertemu dengannya," ucap Kimberly.
Alex yang baru berhenti muntah lagi-lagi dia harus merasa mual karena mendengar ucapan Kimberly yang menyebut siluman itu.
Woak...woak...woak...woak...woak...
__ADS_1
Woak...woak...woak...woak...woak...