
"Gadis nakal ini kenapa melakukan pekerjaan rumah lagi? bukankah ada pembantu rumah tangga, apakah mereka tidak datang?" gumam Demon.
Demon yang sedang duduk di kantornya langsung menghilang dan menuju ke rumahnya. sementara Kimberly sedang mengepel lantai dua. sesaat kemudian Demon muncul di depan matanya.
"Kimberly," seru Demon yang menghampiri istrinya dan merebut kayu pel dari tangan istrinya.
"Demon? kenapa kamu berada di sini?"tanya istrinya yang menhentikan kesibukannya.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kamu lakukan? dan di mana pembantu kita?" tanya Demon yang menghampiri istrinya.
"Sudah ku pecat semua," jawab Kimberly.
"Pecat semua? kenapa?"
"Aku ingin mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan tangan sendiri," jawab Kimberly yang ingin mengambil kembali kayu pel dari tangan suaminya.
"Sudah! jangan melakukannya lagi!cepat hentikan! aku akan mencari pembantu baru untuk mengerjakan semua ini," ujar Demon.
"Kenapa? aku merasa bosan jika aku tidak melakukan apapun, lagi pula aku juga memiliki banyak waktu luang."
"Kimberly, tugasmu hanya temani anak-anak kita dan menungguku pulang. aku tidak ingin istriku mengerjakan pekerjaan ini," jawab Demon dengan tegas.
"Sekarang aku tidak bisa bekerja di luar lagi, karena aku ingin merawat si kembar dan aku juga tidak ada aktivitas lainnya, oleh sebab itu aku ingin mengerjakan ini semua. biarkan saja aku yang melakukannya!"
"Tidak perlu! istriku tidak perlu melakukan pekerjaan seperti ini. cukup merawat anak kita dan menunggu aku pulang setiap hari, itu saja!" kata Demon dengan tegas.
"Tapi, Demon..."
"Sudah jangan melawan lagi! pergilah temani putra putri kita! jangan melakukan pekerjaan rumah, kalau ingin memasak tidak apa-apa, tapi jangan melakukan hal lainnya!" kata Demon dengan tegas.
"Kau ini sangat...." ucap Kimberly yang terhenti karena di cium oleh suaminya.
Sesaat kemudian Demon melepaskan ciumannya.
"Aku akan menyuruh Rico mencari pembantu lain, jangan melakukan pekerjaan ini lagi!" ujar Demon dengan tegas.
"Ini adalah pekerjaan ringan, dan juga tidak perlu serius begini!"
"Karena kamu adalah wanita kesayanganku. oleh karena itu kau tidak di izinkan untuk melakukan pekerjaan seperti ini," ucap Demon sambil mengecup dahi istrinya.
__ADS_1
"Iya, aku tahu!" jawab Kimberly dengan merasa tidak gembira.
"Apa kamu merasa tidak gembira?"tanya Demon dengan senyum.
"Aku hanya lebih suka beraktivitas."
"Menjadi istriku tidak boleh kewalahan, kau harus banyak istirahat," kata Demon dengan senyum.
"Baiklah, aku mengerti. kamu kembalilah bekerja!"
"Jangan melakukannya lagi ya!"
"Iya, aku sudah tahu!" jawab Kimberly dengan senyum.
Sesaat kemudian Demon menghilang dan kembali ke perusahaannya.
Di sisi lain Wilson sedang menyantap sarapannya dan sambil membaca koran di rumahnya.
"Wah, gila sekali kejadian belakangan ini. dua puluh gedung dan tiga puluh rumah habis begitu saja," ucap Wilson yang sedang membawa koran dan sambil makan begitu lahap.
"Banyak kejadian aneh di kota ini, sebelumnya ular raksasa, burung jelek itu, kemudian hantu yang berwajah jelek itu. dan kini kebakaran ini sangat menakutkan sekali," gumam Wilson.
"Sangat panas, lebih baik saya pergi mandi!" ucap Wilson yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah ke kamar mandi.
Wilson melepaskan semua pakaiannya dan menghidupkan shower. sementara di rumah sebelahnya tiba-tiba saja mengalami kebakaran, api yang tiba-tiba membakar atap rumahnya. api itu tiba-tiba muncul dan merebak semakin membesar.
Kebakaran itu dengan begitu cepat melalap satu rumah itu dan kemudian menjalar ke rumah Wilson yang pas di sebelahnya.
"Kebakaran...kebakaran...kebakaran..," teriak tetangga sebelah yang langsung keluar dari rumahnya.
Api itu dengan begitu cepat membakar rumah yang Wilson tempati. sementara Wilson yang masih tidak menyadari kebakaran yang terjadi sedang menikmati air shower yang berjatuhan ke tubuhnya.
Teriakan dari tetangga tidak terdengar oleh Wilson.
"Kenapa panas ya? seharusnya airnya dingin," ucap Wilson yang mematikan shower.
Api menjalar ke ruang tamu dan kamar, dengan begitu cepat membakar sebagian rumahnya.
Wilson menarik handuk dari gantungan dan melilit bagian bawah tubuhnya.
__ADS_1
Saat ia melangkah keluar dari kamar mandinya ia langsung berteriak dengan merasa cemas.
"Api.....," teriakan Wilson yang mengema satu rumahnya.
"Kenapa bisa terbakar?" teriak Wilson yang melihat maraknya api yang melalap rumahnya itu.
Ia langsung berlari keluar dari pintu belakang dengan hanya balutan handuk.
"Kebakaran...kebakaran...kebakaran..,apinya kurang ajar...." teriak Wilson yang mempercepatkan langkahnya.
"Kenapa bisa begitu cepat sekali apinya merebak ke rumah lain? aku harus keluar dari rumah tanpa membawa apapun dan hanya dibalut handuk. benar-benar api kurang ajar," ocehan Wilson dengan kesal.
"Perumahan yang di tempati oleh Wilson adalah rumah yang sederhana. deretan di sana sekitar puluhan rumah bulatan. hanya dalam sesaat perumahan itu di lalap si jagoan merah sehingga habis tak tersisa.
"Woi....api kurang ajar, sesuka hatimu membakar rumah orang tanpa sebab. apa kau mengira rumah itu milik kakek moyangmu..ha?" teriak Wilson dengan kesal.
"Barang ku habis begitu saja," tangisan warga sana dengan histeris.
"Semua uangku di dalam dan aku tidak sempat untuk membawa keluar," tangisan warga lainnya.
"Kalian masih mending, lihatlah aku! bukan hanya uang tidak sempat ku bawa, tapi di tubuhku juga tidak ada pakaian dan hanya handuk yang ku bawa," ujar Wilson pada semua warga sana yang sedang menangis.
"Pemadam kebakaran sangat kurang ajar, semua rumah di sini sudah habis terbakar dan mereka juga belum menampakan batang hidungnya," bentak Wilson dengan merasa kesal.
"Kami sudah menghubunginya, mereka sedang sibuk memadamkan kebakaran di tempat lain,"ujar salah satu warga di sana dan sambil menangis.
"Apa, masih ada kejadian kebakaran di tempat lain!"tanya Wilson dengan merasa heran.
"Aku harus memastikan dan berjalan ke kantor mereka," ketus Wilson yang melangkah pergi dengan tubuhnya yang hanya dililit handuk.
Di malam itu terjadi kebakaran di lima lokasi. sehingga petugas pemadam kebakaran tidak sempat untuk mendatangi perumahan yang di tempati oleh Wilson.
Empat lokasi lainnya terjadi di dekat hotel, perumahan komplek, pusat perbelanjaan, dan juga toko pakaian.
Masing-masing lokasi kejadian terjadinya kebakaran besar sehingga menghabiskan puluhan rumah serta hotel. arus listrik lagi-lagi padam di seluruh kota itu.
Demon yang berada di laut yang jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian itu, ia berusaha untuk mengunakan kekuatannya untuk menarik air laut dan menyembur ke lima lokasi tempat kebakaran. tentu saja kekuatan yang di gunakan oleh Demon sangat tinggi.
Satu kota itu seperti sedang hujan deras karena air dari laut itu.
__ADS_1