Mystery

Mystery
Raja ular mendatangi Kimberly


__ADS_3

Setelah selesai memangsa korbannya Nana pergi meninggalkan rumah pria itu.


"Seharusnya dia tidak berada di sini lagi! pria itu tadi akan ku jadikan sebagai santapan," ucap Nana yang sedang merayap ke pohon yang tidak jauh dari tempat tinggal paman Sean.


"Mobil pria itu sudah tidak ada di depan rumah, dan si tua itu sendirian, aku penasaran apakah dia masih bisa ku kuasai?" batin siluman ular yang menjulurkan lidahnya.


Hewan melata itu lalu merayap masuk ke dalam pagar rumah paman Sean, setelah masuk ke dalam pagar ia berubah wujud menjadi manusia.


"Dia hanya tinggal sendirian dan ini waktunya yang tepat," gumam siluman ular.


Saat ia ingin melangkah tiba-tiba saja seseorang yang muncul di hadapannya.


"Hah...kau...."


"Aku sudah memberi peringatan padamu! kelihatannya kau sudah lupa dengan ancamanku!" kecam pria itu yang tak lain adalah Raymond.


"Kau adalah iblis api?" tanya Nana dengan memundurkan langkahnya.


"Iya, dan kau tidak akan bisa kabur!" kata Raymond dengan kecaman.


Nana yang bersikap waspada dengan pria yang ada di depan mata, kemudian melompat ke arah Raymond dan berubah wujud asli dengan berniat ingin mematuk pria itu.


Raymond langsung mengenggam kuat tubuh hewan melata itu.


"Ingin menyerangku! dasar ular jal*ng!" ketus Raymond yang sedang memegang kepala dan ekor ular dengan dua tangannya.


"Lepaskan aku!" teriak ular itu yang tak berdaya.


"Aku tidak akan membiarkan kau mati dengan mudah!" kecam Raymond yang menarik tubuh ular itu sehingga putus terbagi dua


"Aaarrgghh...."


"Aaarrgghh...."


"Aaarrgghh...."


"Aaarrgghh...."


Jeritan hewan melata itu yang merasakan kesakitan yang luar biasa karena tubuhnya terputus menjadi dua bagian.


"Ingin melawanku? rasakan siksaan yang kau dapatkan!" kata Raymond yang melempar ke udara tubuh ular yang terbagi dua itu. dan sesaat kemudian Raymond menghilangkan siluman itu. tidak ada yang tahu ke mana tubuh ular yang terbagi dua itu menghilang.


Setelah selesai membunuh, Raymond langsung meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Di sisi lain raja ular sedang menyetubuhi sejumlah siluman-siluman dan menghirup semua kekuatan mereka. satu persatu siluman itu berubah ke wujud asli setelah di setubuhi dan di ambil kekuatannya.


Selama lima jam kemudian raja ular yang sudah puas ia pun menghentikan aksinya.


"Kembali ke habitat kalian!" perintah raja ular dengan tegas.


"Raja, kenapa begitu tega pada kami! kami hanya ingin hidup sebagai manusia, kenapa kamu harus menyiksa kami seperti ini, ini sama saja ingin kami menjadi santapan ular besar lainya," tangisan para ular yang tergeletak di atas tanah.


Raja ular yang merasa murka lalu menginjak ular-ular yang di depan matanya.


"Siluman kecil seperti kalian tidak layak hidup sebagai manusia dan menolakku, kalian hanya hidup sebagai manusia untuk memuaskanku, setelah itu kalian tidak berguna lagi dan harus kembali ke habitat kalian!" ketus Raja ular menendang dan menginjak tubuh mereka.


"Aarrgghhh..."


"Aarrgghhh..."


"Aarrgghhh..."


"Aarrgghhh..."


Teriakan semua ular itu yang lagi-lagi menerima siksaan dari raja ular, mereka ada yang terluka sehingga tewas akibat di injak.


"Aku adalah raja kalian! jangan berani memperotesku, siluman jal*ng," ketus raja ular yang kemudian berubah wujud dan meninggalkan goa itu.


Bagi ular yang masih hidup harus menderita sakit pada tubuh kecil mereka sehingga tidak bisa bergerak, dan sebagian harus tewas dengan tubuhnya yang hancur karena injakan sang raja ular.


"Aku tetap tidak bisa terlepas! sakit sekali! buruk sekali rasanya, dia dengan begitu mudah memutuskan tubuhku," batin Nana yang dalam wujud aslinya, selama satu jam menanggung rasa sakit akhirnya ia tewas di tepi sungai sana


Keesokan harinya...


"Ah....," pekik Kimberly yang terbangun dan berkeringat membasahi wajahnya.


"Kimberly, kenapa? apa kau tidak sehat?" tanya Raymond yang di kejutkan oleh pekikan istrinya.


"Aku bermimpi!" jawab Kimberly.


"Kamu bermimpi apa? kenapa ketakutan begini?" tanya Raymond yang menyentuh wajah istrinya yang di basahi oleh keringat.


"Aku bermimpi di kejar ular raksasa, rupanya jelek sekali!" jawab Kimberly yang sedang menghela nafas.


Raymond yang melihat istrinya sedang merasa cemas ia langsung memeluk istrinya dengan erat.


"Jangan takut! ini hanya sebuah mimpi!" bujuk Raymond.

__ADS_1


"Tapi nyata sekali! ular itu sangat besar dan menakutkan sekali bentuknya, matanya berwarna merah," kata Kimberly.


"Kimberly, jangan takut! tidak ada yang akan terjadi!"


"Apa karena aku telah membunuh ular itu makanya dia datang membalas dendam? aku ingat ular berwarna hijau itu pernah mengatakan jika raja ular akan membalas dendam, apakah di mimpiku itu adalah dia?"tanya Kimberly yang melepaskan pelukannya.


"Itu hanya sebuah mimpi! jangan di anggap kenyataan,"


"Aku malah merasa penasaran apa isi dalam tubuhnya jika saja ukurannya sebesar itu."


"Kimberly, jangan kau mengatakan kalau kau ingin membelah perutnya lagi."


"Aku hanya penasaran saja!"


"Kenapa kau tidak takut pada ular? lain kali jangan menyentuh mereka lagi!"


"Aku berjanji selagi mereka tidak muncul maka aku tidak akan menyentuh mereka, kalau saja mereka masih muncul aku pasti akan memberi pelajaran pada mereka."


"Kau ini...kenapa bisa begitu nakal!" kata Raymond dengan mencium bibir istrinya.


"Apa ini tandanya raja ular itu akan mengincar Kimberly? aku tidak akan membiarkan dia berhasil," batin Raymond.


Di siang hari itu Raja ular berada di sarangnya, sedang duduk dengan memejamkan matanya.


"Belakangan ini kekuatan ku semakin kuat, dengan begini aku yakin pasti bisa menghadapi Demon Fire, akan tetapi dia adalah iblis api yang sudah tiga ribu tahun, sebenarnya kekuatan yang dia miliki sekuat apa? dia bisa dengan membakar ratu, tentu saja kekuatannya tidak rendah, apakah tubuhku bisa menahan apinya?" batin Raja ular.


Aku sudah lama tidak mencari wanita di kalangan manusia, selama beberapa hari ini para siluman yang memuaskanku.


Raja ular lalu berubah menjadi pria muda dan tampan dengan berniat ingin mengoda para wanita.


"Di kota ada tempat orang yang bersenang-senang, yaitu pub di sana terdapat banyak wanita," ucap raja ular.


Tidak lama kemudian ia menghilang dari sarangnya.


Raja ular yang berubah menjadi pria lain yang berpenampilan biasa dan tampan muncul di komplek perumahan, ia berjalan sambil melihat semua rumah mewah yang ada di sana, dan di saat yang sama Kimberly sedang menyirami bunga di halaman rumahnya yang di pagari pagar besi. raja ular memandang dari jarak jauh sedang memerhatikan Kimberly.


"Makanan lezat! wanita ini akan menjadi santapanku malam ini," batinnya yang tersenyum jahat.


"Kenapa ada aroma tidak sedap di sini ya? seperti....seperti aroma ular?" gumam Kimberly yang sedang melihat ke sekeliling dan kemudian dia melihat ke arah pria tampan yang sedang menatap senyum ke arahnya.


"Bagus! dia melihat mataku! dengan begini maka dia akan lebih mudah menyerahkan dirinya," batin raja ular yang mengeluarkan cahaya di bola matanya dengan berniat ingin membuat Kimberly tertarik padanya.


"Tuan, apa mata mu ada masalah? kenapa melihatku terus? apa kau tidak pernah melihat seorang wanita sedang menyiram bunga? jangan mengunakan mata jelek mu itu mengodaku, kalau kau tidak pergi akan ku congkel matamu," bentak Kimberly dengan kesal dan sedang memegang gunting rumput

__ADS_1


"Kenapa tidak mempan? tidak ada yang bisa lari dari godaanku," gumam raja ular yang lagi-lagi mengeluarkan cahaya ingin mengoda Kimberly.


"Dasar pria hidung belang!" ketus Kimberly yang merasa kesal dan menyemprot air dengan mengunakan selang panjangnya ke arah pria itu.


__ADS_2