Mystery

Mystery
Raymond tewas


__ADS_3

"Coba lihatlah dengan teliti lagi! siapa dia," jawab Raymond dengan senyum.


Pria yang tepar di lantai itu dalam kondisi lemas tak berdaya, pakaian kusam dan robek, serta rambut yang kusut. aroma yang keluar dari tubuh pria itu sangat menyengatkan. bagaimana tidak, selama sepuluh tahun di tahan dalam penjara tanpa mandi sekalipun.


Alex bersama Jacky dan Simon memerhatikan pria itu selama beberapa menit sambil menutupi hidung mereka.


"Raymond, siapa dia?" tanya Alex yang bangkit dari tempat duduknya dan menjauh dari pria itu, karena tidak bisa menahan aroma yang tidak sedap.


Pria itu lalu bergerak dan mengangkat kepalanya dengan perlahan, posisinya yang sedang terlungkup serta rambutnya yang menutupi wajahnya membuat ahli keluarganya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.


"Kalian ingin tahu siapa dia, maka perhatikanlah dengan jarak dekat!" ucap Raymond.


"Kalian tidak perlu takut! karena dia bukan pemakan daging manusia," kata Kimberly.


Pria itu yang tak lain adalah putra pertama Alex, Raymond Martinez yang aslinya. dia membuka mata dan melihat ke arah tiga orang yang sedang berdiri di hadapannya itu. pandangannya yang masih samar-samar membuatnya menatap lama ke arah mereka. tidak lama kemudian pandangannya pun jelas.


"Pa-pa," ucapnya dengan suara pelan sehingga tidak di dengar oleh ayahnya itu.


Raymond asli sedang menatap ayah dan dua adiknya, wajahnya yang di tutupi oleh rambut dan kurus kering tidak bisa di kenal lagi oleh keluarganya. ia berusaha ingin merangkak ke arah ayahnya itu.


Mencoba dengan tenaga yang tersisa dia mengangkat tangannya dan menujukan ke arah sang ayahnya itu.


Marcus lalu berjalan ke ruang makan dengan tanpa ragu dan menghampiri Raymond yang sedang terlungkup di sana. ia membalikan tubuh Raymond yang kurus kering itu. lalu ia menepikan rambutnya. sehingga Alex dan dua putranya masih melihat dengan tatapan tidak kenal.


"Pa-pa, " ucapnya dengan nada pelan.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Marcus yang mendekatkan telinganya.


"Pa-pa," jawabnya lagi.


"Apakah Anda adalah putra pertama keluarga Martinez?"


Dengan pertanyaan Marcus pria kurus itu mengangguk kepalanya dengan pelan dan mengeluarkan air matanya.


"Tuan Alex, dia adalah putra pertama Anda!" kata Marcus.


"Apa, Raymond?" tanya Alex yang merasa tidak percaya dengan penampilan anaknya yang telah berubah drastis.


"Pa-pa, a-aku ada...lah...putra...mu," kata Raymond yang lemas tak berdaya.


"Tidak mungkin, kenapa bisa begini?" ujar Alex dengan tidak percaya.

__ADS_1


"Ini adalah kesalahannya, 10 tahun yang lalu dia membunuh adik dari raja dan kemudian dia di tangkap dan di tahan oleh kami selama ini," jelas Teddy.


"Apa maksud mu raja? siapa raja?" tanya Alex.


"Raja kami selama ini tinggal bersama kalian dan mengantikan posisi si pembunuh ini," jawab Teddy.


Alex memandang ke arah Raymond yang selama ini menyamar sebagai putranya, dengan merasa tidak percaya bahwa selama ini dirinya tinggal dengan orang asing dan bukan anak sendiri.


"Lalu, kau siapa? kenapa wajahmu bisa mirip dengan putraku?" tanya Alex.


"Hahahahaha...Alex Martinez, apakah kau mengira dengan cairan yang kau campurkan ke jus ini bisa membuatku berubah wujud asliku? maka kau sudah salah," kata Raymond yang mengambil gelas yang dia gunakan tadi.


"Kalian sudah salah dari awal, cairan itu bukan apa-apa bagiku, dan trik yang kalian gunakan ini sangat murahan. dengan mengundang seorang supranatural untuk melawanku, apa kalian tidak salah?" ujar Raymond dengan melepaskan gelas dan jatuh ke lantai sehingga pecah berkeping-keping.


Prang...


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Marcus yang berdiri dan melihat ke arah sasarannya itu.


Raymond yang bangkit dari tempat duduknya, lalu ia berubah wajah aslinya.


Saat ia berubah semua mata berfokus pada dirinya dengan merasa terkejut dengan perubahan pria itu. pria yang selama ini menjadi putra pertama Alex dan juga presiden direktur Sea World Group ternyata adalah orang lain.


"Namaku adalah Demon Fire!" jawabnya yang melangkah mendekati Marcus yang sedang berdiri di samping Raymond yang sedang tergeletak di lantai itu.


"Demon Fire?" tanya Marcus.


Demon mengeluarkan api di telapak tangan kanannya, tampak api yang sedang membakar tangannya itu. akan tetapi ia tidak merasakan apapun


Alex, Simon dan Jacky yang melihat api di tangan Demon merasa cemas dan gemetaran. sementara Marcus tidak bisa menebak siapa lawannya itu.


"Apakah kalian masih tidak tahu siapa aku?" tanya Demon dengan bola matanya yang berubah menjadi api.


"Kau adalah?" ucap Marcus yang memundurkan langkahnya ke belakang.


"Apa masih tidak jelas siapa aku?" tanya Demon.


"To...long...jangan menyakiti keluargaku!" pinta Raymond dengan suara pelan


"Keluargamu ini sama sekali tidak peduli dengan hidup mati mu, termasuk ayahmu yang tidak berguna ini. dia selalu saja ingin mengusirku. di matanya hanya ada dua anak yang tidak berguna itu, dan dirimu sama sekali bukan siapa-siapa," ucap Demon.


Tangan kiri Demon mengenggam tengkuk Raymond dengan erat sehingga membuat pria itu berdiri dengan paksa. kaki kurusnya yang lemah itu tidak sanggup bertegak lurus.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Alex.


"10 tahun yang lalu dia telah membunuh adikku, dan hari ini sudah waktunya untuk aku mengakhiri semuanya," jawab Demon.


"Sebenarnya ka-kau siapa?" tanya Jacky dengan gemetaran.


"Aku adalah iblis api. yang akan membakar siapapun yang sebelumnya mencari masalah denganku,"jawab Demon.


"Iblis api?" tanya Alex yang kakinya lemas dan gemetaran dan kemudian terduduk di lantai. sementara Simon dan Jacky menjaga jarak dengan iblis api itu.


"Kenapa, kalian takut? bukankah selama ini kalian selalu saja berusaha ingin membunuhku? kenapa sekarang kalian malah ketakutan begini?" tanya Demon dengan senyum.


"De-demon, apa yang kau inginkan?" tanya Alex dengan gemetaran.


"Aku ingin 3 nyawa darimu," jawab Demon.


"Jangan...katakan saja apa mau mu!" pinta Alex .


"Hahahaha...manusia seperti kalian memang serakah dan takut mati," ketus Demon.


Marcus yang ingin mengambil kesempatan menikam Demon ia pun mengeluarkan senjata tajamnya. dan kemudian ia perlahan melangkah menghampiri ke arah Demon yang sedang menahan Raymond sambil berbicara dengan Alex


Saat dia mengarahkan senjata tajammya ke punggung Demon, Demon langsung menghadang dengan mengunakan tubuh Raymond.


Srek...


Tusukan senjata tajam itu yang mengenai ke perut Raymond yang kurus kering hingga tembus ke belakang.


"Aaargghhh...." jerit Raymond yang merasa kesakitan. darah mengalir keluar hingga menetes ke lantai.


"Raymond...." teriak Alex


"Pa-pa," ucap Raymond yang masih di tahan oleh Demon.


Demon menghempaskan tubuh Raymond ke hadapan Alex. Alex yang melihat kondisi putra pertamanya merasa hancur tak berdaya.


"Raymond, bertahanlah!" ucap Alex yang mengeluarkan air matanya.


"Pa, ini salahku..sudah membunuh adiknya, dan aku bersalah terhadap Cindy dan anaknya. maafkan aku, Pa. aku tidak sanggup lagi," ucap Raymond dengan suara pelan dan kemudian menghembuskan nafas terakhir.


"Raymond....Raymond....Raymond...."teriak Alex dengan histeris.

__ADS_1


__ADS_2