
"Pantas saja kamu yang sudah dewasa masih begitu kasar, ternyata ayah dan anak sama saja tidak masuk akal!"ketus Kimberly.
"Di mana keluargamu? kalau kau tidak ingin berlutut dan berminta maaf maka aku akan mendatangi rumahmu!" kecam Almost dengan tegas.
"Apa kamu bodoh ya, sudah ku katakan aku tidak ada orang tua untuk apa kau ke rumahku. lagi pula anakmu yang kurang ajar. seharusnya kau mendidik anakmu dan bukan ikutan menimbulkan masalah. orang tua macam apa kamu!" ketus Kimberly.
"Kau...."
"Kenapa, anakmu ini seperti orang yang tidak berpendidikan saja padahal adalah anak orang kaya. kelihatannya kamu sebagai orang tua tidak tahu caranya mendidiknya," ketus Kimberly
Setelah beberapa saat kemudian pelayan membawakan pesanan dan minuman Kimberly yang tadinya.
"Hari ini jika kau tidak berlutut maka kau tidak bisa pergi!" bentak Almost dengan menarik lengan Kimberly dengan kuat dan memaksanya berlutut.
"Jangan memaksaku dasar tua bangka," ketus Kimberly yang merasa kesal dan menempelkan piring yang dia pegangnya ke wajah Almost.
"Pa...." teriak Yolanda.
"Nona, ini pesanannya!" kata pelayan itu dan memberikan kepada Kimberly.
"Tolong bawakan ke mobil ya! terima kasih!" ucap Kimberly.
"Kau sangat keterlaluan," ketus Yolanda yang ingin menampar Kimberly.
Brugh....
Tendangan yang di lakukan oleh Kimberly mengenai bagian perut Yolanda sehingga menyebabkan wanita itu terkapar di lantai.
"Aarghh...." teriakan Yolanda yang merasa kesakitan.
Wajah Almost dan pakaiannya telah di kotori oleh lauk itu, ia yang meledak emosinya juga ingin melayangkan tangannya dengan berniat ingin menampar Kimberly
"Tampar saja kalau kau berani! aku akan menuntutmu. kau adalah pria jika melakukan kekerasan maka harus tanggung akibatnya," kecam Kimberly.
Mendengar kecaman gadis itu Almost hanya bisa menahan diri.
"Kakak, semua pesananku apakah sudah di totalkan?" tanya Kimberly kepada kasir
"Sudah Nona."
__ADS_1
"Kalau begitu masuk saja ke hitungan mereka, anggap saja ini permintaan maafku!" ucap Kimberly.
"Apa....? kenapa harus aku yang membayar pesanan mu?" tanya Almost dengan kesal.
"Bukankah kalian ingin aku minta maaf? jadi, kamu bayar saja semua pesananku. anggap aku sudah minta maaf pada kalian!" jawab Kimberly dengan melangkah pergi
"Hei...kau jangan pergi!" teriak Almost dengan kesal yang ingin mengejar langkah Kimberly.
"Tuan, Anda tidak bisa pergi. Anda harus membayar dulu semua pesanan nona itu," pinta salah pelayan restoran.
"Sia.lan, apa kalian tidak melihat dia sudah menimbulkan keributan di sini, kenapa kalian tidak mengambil tindakan!" tanya Almost dengan merasa kesal
"Melalui rekaman yang kami perhatikan, putri anda yang duluan mulai keributan ini. jadi sebaiknya Anda bekerja sama dengan kami," jawab pelayan itu dengan sopan.
"Dia sudah mengotori bajuku dan sekarang kami pula yang harus membayar pesanannya!" ketus Yolanda yang berusaha untuk berdiri.
Mau tidak mau Almost hanya bisa membayar semua pesanan yang di pesan oleh Kimberly yang nominalnya tidak sedikit.
Perjalanan.
"Hahahahaha...ingin melawanku lihat saja hasilnya!" tawaan Kimberly yang sedang duduk di samping Wilson.
"Aku juga tidak kenal mereka! yang ku dengar nama wanita itu adalah Yolanda. mereka juga orang kaya!" jawab Kimberly.
"Kimberly, aksimu sangat luar biasa hari ini!" ujar paman Sean dengan tertawa.
"Iya, aku yakin mereka pasti tidak bisa tidur malam ini. lihatlah wajah mereka yang di tempel lauk sehingga mengotori pakaian mereka, dan setelah itu mereka juga harus mengeluarkan sejumlah uang. seru sekali!" ucap Holdie.
"Hari ini aku sudah menghajar tiga orang. salah satunya adalah seorang wanita yang berebutan closet denganku, aku sirami air di saat dia sedang buang air besar, hahahahah!" kata Kimberly dengan kegirangan.
"Kimberly, hanya closet saja kau juga tidak mau mengalah!" ujar paman Sean dengan mengeleng kepalanya.
"Paman, dia sangat kasar padaku. dia mendorongku sehingga terjatuh dia sangat tidak sopan. makanya aku siram air saja!" jelas Kimberly.
"Kimberly, apakah wanita itu pakaiannya yang berwarna putih?" tanya paman Sean.
"Benar, Paman. dialah orangnya. kenapa paman bisa tahu ya?"
"Oh...tadi di saat masih di restoran paman melihat ada seorang wanita yang basah di seluruh tubuhnya!" jawab paman Sean.
__ADS_1
"Pertemuan yang sangat mengejutkan, baru pertama kali mereka bertemu dengan Kimberly sudah di hajar habis-habisan, apakah ini namanya karma karena mereka sudah menyakiti Kimberly. dan hari ini mereka dapat pembalasannya!" batin paman Sean.
"PAMAN," panggil Kimberly dengan nada tinggi.
"Ada apa denganmu, kenapa berteriak?" tanya Holdie dengan kesal karena di kejutkan oleh suara sahabatnya itu.
"Aku melihat paman sedang melamun!" jawab Kimberly
"Aku tidak melamun, hanya memikirkan sesuatu. lain kali jangan berteriak lagi!" kata paman Sean.
"Iya!" jawab Kimberly
Malam hari.
Kimberly bersama paman Sean dan Holdie serta Wilson sedang berbelanja di mall.
Di sisi lain Almost yang sudah tiba di rumah masih kesal dengan kejadian siang tadi. sama seperti Yolanda dan Veronica yang sama-sama mendapat pembalasan dari orang yang sama.
"Siapa wanita itu sebenarnya, kenapa begitu berani dia bersikap tidak sopan dengan kita, apakah dia tidak tahu siapa kita?" tanya Veronica dengan kesal.
"Hari ini terjadi banyak hal yang tidak menyenangkan," kata Almost.
"Pa, kejadian hari ini sangat memalukan. lain kali aku akan membalas jika melihatnya lagi!" ujar Yolanda.
"Dia anak siapa ataupun istri siapa? Almost, selidiki dan kalau sudah tahu dia berasal dari keluarga mana maka hancurkan saja!" kata Veronica dengan kesal
"Pasti akan ku selidiki! setelah mengetahuinya aku tidak akan tinggal diam. dia sudah mempermalukan kita," jawab Almost.
"Sayang sekali aku tidak tahu wanita mana yang menyiramku di saat itu. kejadian terlalu mendadak. jika tidak, aku juga ingin membalasnya," ucap Veronica dengan penuh emosi
"Aku mengeluarkan sejumlah uang untuk pesanan wanita itu, ini tidak seharusnya. dia dengan sengajanya memesan makanan termahal dan sepuluh botol wisky. uang ku terbuang sia-sia!" ketus Almost dengan merasa kesal.
"Kejadian tidak menyenangkan menimpa kita bertiga. dan aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Sean hari ini," ujar Veronica.
"Iya, aku juga tidak menyangka. tidak tahu bagaimana dengan Lolipop sekarang!" ucap Almost dengan penasaran.
"Pa, Ma, Lolipop kan sudah menikah. jadi, kalian jangan khawatir lagi!
"Apakah dia cantik? dia masih muda dan baru 23 tahun. dia bisa mendapatkan suami kaya dan tampan. seperti yang di katakan Sean tadi," ujar Almost.
__ADS_1
"Sia.lan, Lolipop sudah di tinggalkan dan bahkan dia lebih cepat menikah dariku. tidak menyangka dia malah hidup mewah sekarang. lebih baik tidak bertemu lagi. kalau sudah buang maka tidak perlu bersatu lagi. aku yakin dia pasti akan sangat gembira dan ingin kembali andaikan dia tahu kalau papa dan mama sudah kaya. jangan berharap di keluarga ini hanya akulah putri satu-satunya. walau dia adalah putri kandung papa dan mama juga tidak berguna. aku lebih rela tidak memiliki seorang adik demi harta," batin Yolanda.