
Keesokan harinya.
Di sisi lain Jacky yang sudah keluar dari rumah sakit setelah merawat inap selama dua minggu, kulit wajahnya yang tanggal telah menyebabkan kecacatan di wajahnya
Di siang itu Alex menjemput putranya dan Cecilia yang sudah sadar sebelumnya juga telah di izinkan pulang ke rumah.
Jacky yang masih menaruh dendam dengan perlakukan Raymond terhadap dirinya berniat ingin membalas dendam.
Di ruangan tengah
Cecilia berkumpul dengan Simon dan Jacky.
"Aku merasa sangat tidak puas! wajahku cacat tidak mungkin aku membiarkan begitu saja!" bentak Jacky dengan kesal.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan? wanita itu berani mempermainkanku, aku juga tidak akan tinggal diam!" ucap Cecilia yang merasa kesal.
"Kita sama-sama berdendam dengan sepasang suami istri itu, apa kalian yakin akan mengambil nyawa mereka?" tanya Simon yang berdiri dengan menyandarkan diri di dinding ruangan itu.
"Dia harus mati! lagi pula selama dia masih hidup maka kita tidak akan berkesempatan untuk mendapatkan saham di Sea World Group," kata Jacky dengan kesal.
"Simon, sebelumnya kau sudah mengirim banyak pembunuh untuk membunuhnya, akan tetapi tidak ada yang berhasil dan bukan hanya itu, mereka menghilang tanpa jejak. selama ini kau sudah mengunakan banyak uang hanya untuk membunuhnya," ujar Cecillia.
"Aku juga gagal kemarin! kali ini jangan gagal lagi, jika tidak, maka dia pasti akan mencari kita lagi, dan bisa saja dia akan membunuh kita semua!" kata Jacky.
"Simon, apakah ada pembunuh bayaran yang profesional? berapa bayarannya juga tidak apa-apa!" tanya Cecilla.
"Aku akan menghubungi seseorang! aku berharap dia bisa membantu kita!" jawab Simon.
"Katakan padanya berapa tinggi pun bayarannya, tetap kita bayar!" ucap Cecilia.
"Aku tahu! aku akan segera menghubunginya," jawab Simon yang melangkah keluar dari ruangan itu.
"Mama tidak sabar ingin melihat sepasang suami istri itu mati bersama, Kimberly si ja.lang itu aku pasti tidak akan membiarkannya!" ketus Cecilia
"Ma, tenang saja! suatu saat semua harta keluarga ini pasti akan jatuh ke tangan kita," ujar Jacky.
"Itu sudah pasti! kalian adalah anak kandung mama, oleh sebab itu kalian harus mendapatkan posisi di Sea Wold Gruop."
"Kemarin anggotaku sudah mendapatkan Kimberly, tidak tahu bagaimana caranya bisa begitu cepat di ketahui?"
"Apa ada yang melindungi wanita itu?"
"Tidak mungkin, Ma. karena mereka sudah membawanya pergi, bukan itu saja, Kimberly di kurung salah satu gudang di tempat itu, dan bagaimana Raymond bisa tahu soal ini," kata Jacky dengan merasa heran.
__ADS_1
"Kita tidak perlu berpikir tentang itu lagi, yang paling penting adalah untuk rencana kita selanjutnya," ujar Cecilia.
Malam hari.
"Aaaarrghh..."
"Aaaarrghh..."
"Aaaarrghh..."
"Aaaarrghh..."
Teriakan para pengunjung yang lari berhamburan di jalan besar itu, mereka di takuti oleh ular-ular yang berkeliaran di jalan sana.
Tidak lama kemudian Teddy, Licon dan para iblis lainnya muncul di sana, mereka melihat terdapat banyak hewan melata itu merayap ke mana-mana.
"Kenapa bisa begini ya?" tanya Licon.
"Sebagian dari mereka adalah siluman dan sebagiannya bukan," kata Teddy.
"Apakah siluman itu yang membawa ular-ular masuk kota?"
"Mungkin saja!" jawab Teddy.
"Kalian semua masukan ke karung ular-ular biasa itu! dan kemudian lepaskan ke habitatnya, dan bakar semua siluman ularnya!" perintah Teddy.
Di malam itu para iblis menangkap satu-persatu hewan melata dan kemudian memasukkan ke dalam karung, sementara Teddy dan Licon yang mendapati siluman ular mereka langsung mengeluarkan api dari mulut mereka.
"Aargghh..."
"Aargghh..."
"Aargghh..."
"Aargghh..."
"Aargghh..."
Jeritan siluman yang di bakar hidup-hidup.
"Jangan sampai ada yang tersisa!" kata Teddy yang sedang membakar siluman-siluman itu.
Sebagian siluman itu berubah wujud karena melihat temannya di bakar. lalu mereka pun menghampiri para iblis api dengan berniat ingin meracuni mereka.
__ADS_1
"Dasar iblis api sia.lan!" ketus salah satu siluman yang menghampiri iblis apa itu dengan ingin meracuni mereka.
"Hei....siluman! kalian berani sekali muncul di dalam kota dan membuat keributan di sini, malam ini aku akan membakar kalian semua!" bentak Teddy yang menyembur api ke arah lawan-lawannya.
Terjadi perlawanan di antara iblis api dan siluman ular di malam itu. semua pejalan kali telah meninggalkan lokasi kejadian di saat munculnya puluhan ekor ular yang merayap di sana.
"Mulai hari ini kami akan membasmi kalian setiap kalian muncul di sini! siluman sia.lan!" ketua Licon.
"Jika kami mati kalian akan mendapatkan pembalasan dari Raja kami!" bentak salah satu siluman ular yang dengan cepatnya berubah menjadi ular raksasa dan melilit tubuh Licon.
"Aku akan melilit tubuhmu sampai patah semua tulangmu," ketus siluman itu yang sedang melilit seluruh tubuh Licon.
Licon melawan dengan mengeluarkan api dari tubuhnya sehingga mengeluarkan asap di lilitan ular tersebut, dan tidak lama kemudian tubuh ular itu terbakar.
"Aaarrggh.." jeritan siluman ular yang tidak lama kemudian melepaskan mangsanya, karena api yang mulai melalap tubuhnya itu.
"Ingin melilitku dengan tubuhmu yang busuk itu! lihat saja aku akan membakarmu sehingga kau hangus!" bentak Licon yang mencengkeram tubuh ular itu dengan erat.
"Aaarrghhh..." jeritan siluman ular yang di bakar dan berusaha meronta ingin melepaskan diri. dan tidak lama kemudian api semakin marak membuat ular itu hanya bisa pasrah di bakar sambil meronta-ronta kesakitan.
"Ingin melawan kami inilah akibatnya!" ketus Licon yang melempar siluman ular itu ke lantai.
"Aaarghh..."
"Aaarghh..."
jeritan ular itu yang tidak lama kemudian tewas dan tergeletak dalam keadaan mengenaskan.
Sementara Teddy sedang melawan beberapa siluman ular yang ingin menyelamatkan diri. beberapa siluman ular itu melilit tubuh Teddy dengan erat.
"Hanya ini yang kalian bisa lakukan!" bentak Teddy dengan kesal dan sambil menyembur api ke tubuh ular yang sedang melilitnya.
Karena merasa kepanasan mereka akhirnya melepaskan lilitannya, Teddy mengeluarkan api membakar mereka semua.
Setelah satu jam kemudian iblis api berhasil membakar siluman-siluman itu hingga tewas tak tersisa, terdapat puluhan ekor siluman sudah tewas tergeletak dalam kondisi mengenaskan, dan para iblis api memasukkan mereka ke karung, sementara ular biasa lainnya di lepaskan kembali ke habitat mereka.
Mansion Raymond
Teddy dan Licon serta iblis lainnya menghadap raja mereka.
Raymond yang sedang menuang minuman ke gelasnya sambil mendengar laporan dari anak buahnya.
"Mereka sudah mulai menyerang manusia, dan kini yang paling penting adalah sarang mereka, jika kita sudah mendapatkan sarangnya aku ingin membakar mereka sampai mati!" kata Raymond dengan tegas.
__ADS_1
"Raja, jika kita menemukan sarang mereka aku yakin Raja ular pasti akan keluar, dan aku yakin kejadian malam ini pasti membuatnya marah besar," kata Licon.
"Raja, bagaimana dengan kondisi Anda?" tanya Teddy.