
5 tahun kemudian.
Jepang...
Sebuah rumah sederhana yang memiliki halaman kecil serta bunga-bunga tanaman. di siang itu seorang wanita yang berpakaian seragam kantor pulang ke rumahnya. saat baru menginjak halamannya ia di kejutkan karena halamannya yang berantakan..pot bunga pecah berkeping-keping. serta bunga-bunga yang hangus terbakar. wanita itu yang tak lain adalah Kimberly lalu melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan penuh emosi.
Dan saat Kimberly menginjak ke dalam rumah ia melihat barang-barang yang berserakan di mana-mana. bantal sofa berada di atas lemari tv, sofa-sofa ruangan dalam posisi terbalik serta meja berpindah ke pojokan sana. tidak ada yang tersusun semua barang dalam rumah itu.
"Mon-Mon, keluaaaaaaarrrr....." teriakan Kimberly yang mengema satu rumah.
"Aku hitung sampai tiga kalau kalian masih tidak mau keluar, jangan salahkan aku meledakan rumah ini," teriak Kimberly dengan nada tinggi.
Tidak lama kemudian terdengarlah suara hentakan kaki yang berlarian ke ruang depan. dua anak kecil laki-laki dan perempuan yang berusia empat tahun. mereka adalah anak Kimberly pasangan kembar yang terkenal dengan kejahilannya dan kenakalannya.
Anak perempuannya bernama Doraemon, penampilannya berambut panjang di ikat belah dua model Pigtails. wajahnya bulat, mata besar, hidung mancung dan bibirnya yang tipis, sifatnya yang nakal dan wajahnya sangat mirip dengan mamanya.
Sementara anak laki-laki bernama Pokemon, dari wajah tampannya dan mata yang menawan sangat mirip dengan papanya. Pokemon juga memiliki kekuatan api seperti ayahnya itu. selain nakal dia juga adalah pemberani.
Doraemon dan Pokemon sama-sama memiliki kekuatan api dan juga sangat pintar. di usianya yang baru empat tahun sudah bisa menjaga diri sendiri di saat ibunya pergi bekerja. akan tetapi setiap kali ibunya pulang semua barang di rumah telah berganti posisi.
"Mama, maaf. kami berjanji tidak akan melakukannya lagi," ucap serentak mereka berdua sambil menarik telinganya.
"Mon-Mon, kalian berdua sudah berjanji dari dulu dan setiap mama pulang, rumah pasti berantakan lagi," kata Kimberly.
"Mama, janji kami hanya berlaku untuk hari ini dan tidak berlaku untuk besok lagi," jawab Doraemon dan Pokemon dengan serentak.
"A-apa, kenapa bisa begini?" tanya Kimberly dengan menahan emosi.
"Di dunia ini tidak ada janji yang abadi," jawab Doraemon dan Pokemon dengan serentak.
"Kenapa kalian bisa mirip denganku dan bukan mirip dengan papamu," ucap Kimberly.
"Karena mama yang melahirkan kami," jawab Doraemon dan Pokemon dengan serentak.
"Dasar iblis kecil," gumam Kimberly.
"Mari kita susun kembali barangnya!" ajak Kimberly.
"Mama, biarkan kami saja yang melakukannya, mama pergi istirahat saja," ucap Doraemon.
__ADS_1
"Iya, Mama sudah bekerja seharian jadi biarkan kami saja yang melakukannya, setelah kami sudah selesai nanti kami akan memijat pinggang mama agar tidak sakit lagi," kata Pokemon.
"Baiklah, anak mama yang pintar. malam ini mama akan masak lauk kesukaan kalian ya," jawab Kimberly dengan mencium pipi ke dua kembaran itu.
"Mama, jangan lupa masakan udang saos ya! Doraemon mau makan itu saja," pintanya dengan tersenyum manis.
"Mama akan memasak apa saja yang kalian suka," jawab Kimberly dengan menyubit pipi ke dua anaknya itu.
"Terima kasih, Mama,"ucap Doraemon dan Pokemon dengan serentak.
Kimberly melangkah masuk ke kamarnya dan menghempaskan dirinya di atas kasur.
"Sudah lima tahun, tidak ku sangka sudah selama ini juga kami tinggal di sini. Demon, bagaimana dengan mu di sana? apakah kamu sudah menikah? dan sudah berapa orang istrimu sekarang? kalau saja dirimu sudah menikah, mana mungkin aku membawa Doraemon dan Pokemon bertemu denganmu. aku tidak mau buah hatiku di rebut oleh nenekmu. nenekmu selama ini sangat menginginkan cucu. andaikan dia tahu bahwa Doraemon dan Pokemon juga memiliki kekuatan api maka dia pasti akan membawanya pergi," ucap Kimberly sambil menatap langit-langit kamarnya.
Malam hari..
Prang...
"Aarrggh...."
Prang...
"Aarrggh...."
Prang...
"Aarrggh...."
Prang...
"Aarrggh...."
Prang...
"Aarrggh...."
Bunyi pecahan kaca akibat beberapa wanita yang di lempar keluar dari jendela. beberapa orang itu di lempar dari apartemen lantai 12.
"Aaarrgghh..." teriakan seorang pria yang juga di lempar dari lantai 12 itu.
__ADS_1
"Aaughk," jerit pria itu yang merasa ngilu di tubuhnya.
"Pergi! sebelum aku bakar kalian semua!" bentak pria itu yang sedang berdiri di apartemen lantai 12.
Suaranya mengema satu kawasan itu sehingga membuat mereka yang menjadi korban lemparan tadi langsung lari karena ketakutan.
Istana Api.
Lima wanita dan satu pria yang di lempar dari lantai 12 datang menghadap Diana.
"Nenek Raja," sapa mereka dengan serentak.
"Hm...Lihat dari penampilan kalian rencana kita pasti gagal lagi," ujar Diana yang melihat enam orang itu yang berpenampilan berantakan.
"Nenek Raja, ini sudah ke 65 kali saya di lempar dari lantai 12 lewat jendela dalam lima tahun ini," kata pria itu yang tak lain adalah Teddy.
"Selama lima tahun ini dia tidak pernah menerima wanita manapun. setiap kali dia pasti akan melempar mereka seperti melempar anak kucing keluar jendela," ujar Diana.
"Dan bukan hanya itu saja, selama lima tahun ini semua perabot termasuk kaca jendela juga sudah di ganti sebanyak 65 kali," ujar Teddy.
"Nenek Raja, kami tidak berani pergi lagi. Raja sangat menakutkan saat sedang marah. dia melempar kami ke sana ke mari dan terakhir baru melempar kami keluar dari jendela," kata salah satu wanita iblis.
"Selama lima tahun ini Demon mengalami banyak perubahan, dia sangat berbeda dengan dulu," batin Diana.
Tidak lama kemudian seorang pria yang bermata api dan berambut putih muncul di istana api. saat mereka semua yang melihatnya langsung menjauh karena ketakutan.
"Demon, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Diana yang merasa cemas.
"Aku datang untuk memberi peringatan jangan pernah mengirim wanita ke tempat ku lagi. aku tidak butuh wanita manapun,"kecam Demon yang menatap ke arah Diana.
"Demon, tidak salah kalau kau mencobanya, lagi pula usiamu tidak muda lagi dan masih belum menikah juga. kau bisa memilih salah satu yang mana kau suka, mereka semua sangat cantik," kata Diana dengan berusaha membujuk cucunya itu.
"Mereka sangat menjijikan, aku benci dengan aroma mereka. jangan sampai kirim wanita lagi, kalau tidak mau mereka mati dengan mengenaskan," kata Demon dengan mengancam dan kemudian menghilang.
"Demon sekarang setiap kali muncul pasti membuat ku takut, dia sangat menyeramkan sekarang," batin Diana.
Jepang.
Kimberly makan malam bersama sang buah hatinya.
__ADS_1
Setiap makan udang Pokeman pasti akan membantu adiknya mengupas kulit udang, dan kemudian ia akan menyuapi adiknya itu.
Setiap Kimberly melihat dua buah hatinya itu ia merindukan masa-masa di saat bersama dengan suaminya. bagaimana tidak, sikap dan tingkah Pokemon sangat mirip dengan papanya.