
Di saat ratusan pohon menghampiri Demon, ia langsung masuk ke dalam tanah selama beberapa saat. tidak lama kemudian pohon-pohon itu tiba-tiba saja tumbang satu-persatu.
Bruk...bruk...bruk...
Bunyi hentakan pohon itu yang tumbang dengan beruntun.
Bruk...bruk...bruk...bruk...
Tumbangnya ratusan pohon itu membuat hutan bagaikan terkena gempa bumi
"Aaarrgghh...."
"Aaarrgghh...."
"Aaarrgghh...."
Teriakan siluman yang ikut terbunuh akibat akar pohonnya yang di bakar oleh Demon didalam tanah.
Teriakan siluman lagi-lagi di dengar oleh para masyarakat, kali ini suara mereka terdengar lebih jelas. sekitar ratusan siluman yang di bunuh di saat itu.
"Cepat pergi dari sini, suaranya sangat mengerikan."
Karena merasa ketakutan mendengar suara yang sangat mencekam membuat mereka berlari berhamburan, tumbangan pohon juga di lihat dengan begitu jelas.
"Sebenarnya ini hantu apa? kenapa siang bolong bisa ada hantu, sangat mengerikan sekali," kata Wilson yang keluar dari kolam itu.
"Kota ini semakin tidak aman saja, lebih besok aku pindah kota sana, sini sudah mulai tidak aman," gumam Wilson.
Setelah keluar dari kolam itu Wilson langsung berlari sambil melihat ke arah hutan sana.
"Hutan itu walau masih jauh, tetap juga kelihatan suramnya," gumam Wilson mempercepatkan langkahnya.
"Tidak tahu di masa lalu apa aku berhutang budi dengan hantu atau iblis, sehingga hayat sekarang aku bertemu dengan masalah yang ada hubungan dengan siluman dan iblis," ocehan Wilson yang tanpa berhenti.
Demon yang sedang membakar dari bawah tanah sehingga menyebabkan ratusan pohon itu tumbang.
Tidak lama kemudian tanah hutan itu mulai bergerak, akar besar dari siluman ribuan tahun itu masuk ke dalam tanah menyerang Demon.
Sesaat kemudian Demon keluar dari tanah itu bersama akar dari pohon ribuan itu.
Tubuh Demon di lilit oleh akar dengan semakin erat.
"Hah...Raja...." teriak Teddy.
__ADS_1
"Serang saja!" perintah Licon yang menyerang kekuatannya ke arah akar yang sedang melilit tubuh rajanya itu.
Teddy dan Licon sama menyerang apinya untuk membakar akar tersebut. akan tetapi sama sekali tidak mempan.
"Hanya ini kehebatanmu, Ratu siluman...."bentak Demon dengan mengeluarkan kekuatannya dan membakar akar yang melilit tubuhnya itu.
"Aaaarrghh....," teriakan Demon yang mengunakan sekuat tenaga untuk melepaskan lilitan akar tersebut.
Lilitan akar itu akhirnya terlepas karena berhasil di hancurkan oleh Demon. akar dari ribuan tahun pohon akhirnya menghilang.
"Apa dia pergi?" tanya Licon yang melihat akar besar itu menghilamg begitu saja.
"Raja, apa dia melarikan diri?"tanya Teddy.
"Kejar!" perintah Demon yang mengejar akar itu dengan di ikuti olej Teddy dan Licon.
Akar itu masuk ke dalam tahan dengan begitu cepat.
"Raja api, aku tidak akan tinggal diam. aku akan membalas dendam," teriak Ratu siluman.
"Ratu pengecut, aku akan membakar hutan ini," bentak Demon yang mengeluarkan api besar dan membakar hutan itu.
Niat Demon ingin berhadapan dengan ratu siluman, akan tetapi siluman itu hingga kini tidak ingin berhadapan dengan raja api.
"Raja, dia sudah menghilang, apa yang harus kita lakukan?" tanya Teddy.
"Tapi, kita tidak tahu dia ke mana," kata Licon.
"Bakar saja! untuk memaksa dia keluar, jika tidak dia akan semakin merajelela," perintah Demon.
"Baik, Raja," jawab Teddy dan Licon
"Kita berpencar!" perintah Demon yang menghilang. begitu juga dengan Teddy dan Licon yang menuju ke arah lain.
Demon muncul di tempat lain yang berada di dalam hutan yang sama. ia masih mencari keberadaan siluman ribuan itu, ia memerhatikan semua pohon tu yang di sekitaran itu.
"Dia tidak ada di sini? sebenarnya dia berasa di pohon yang mana satu? aku tidak percaya kesulitan untuk mencarinya," batin Demon.
"Walau dia berada di dalam
hutan yang sama, akan tetapi dalam tiga hari juga belum tentu habis mengelilingi hutan ini,"batin Demon.
Demon membakar pohon-pohon tua itu yang terdapat siluman dari sana.
__ADS_1
Setelah satu jam kemudian Demon kembali ke rumahnya.
"Demon, apa kamu terluka?" tanya Kimberly yang merasa khawatir dan langsung menghampiri suaminya.
"Kimberly, aku tidak apa-apa, jangan khawatir," jawab Demon dengan senyum dan memeluk pinggang istrinya.
"Apa kamu yakin kamu baik-baik saja? kelihatannya di dalam sana banyak siluman. sehingga terdengar beberapa kali," kata Kimberly.
"Iya, tapi aku tidak apa-apa," jawab Demon dengan senyum.
"Percayalah padaku," ucap Demon yang mencium bibir istrinya.
"Anak-anak sedang menunggu mu pulang, dan aku membawanya ke kamar agar mereka istirahat di dalam, dan sekarang sudah ketiduran," kata Kimberly.
"Maaf, kamu dan anak-anak sudah menunggu lama," ucap Demon.
"Jangan meminta maaf! asal kamu baik-baik saja, ini lebih penting," jawab Kimberly.
"Mari temani aku!"ajak Demon yang melangkah menuju ke ruangan pribadinya.
Setelah beberapa saat kemudian.
"Apa hutan itu di bakar seluruhnya?"tanya Kimberly yang duduk bersama dengan suaminya.
"Tidak, hanya pohon yang di tempati oleh siluman saja yang ku bakar, akan tetapi tidak tahu sejak kapan hutan itu berubah menjadi tempat tinggal mereka," jawab Demon.
"Tindakan apa yang akan kamu ambil?"
"Mencari keberadaan ratu siluman itu, jika dia mati maka semua siluman itu akan meninggalkan hutan itu," jawab Demon.
"Demon, seluas itu hutannya, kamu ingin mengunakan cara apa untuk menangkapnya?"
"Aku akan mengunakan mutiara api untuk mencari jejak siluman itu. agar tidak membuang waktu."
"Berhati-hatilah saat berhadapan dengannya, kita tidak tahu dia sehebat apa, usianya sudah ribuan tahun dan aku yakin dia pasti kuat."
"Apa istriku sedang khawatir?" tanya Demon dengan senyum.
"Aku sangat ingin membantumu, tapi aku tidak berguna," ucap Kimberly dengan merasa bersalah.
"Kimberly, jangan berkata tentang dirimu seperti itu! kamu bukan tidak berguna, tapi kamu adalah manusia biasa, jadi mana mungkin kamu bisa sepertiku. walau kamu bisa sedikit kekuatan. tapi ini karena ada mutiara di dalam dirimu. mutiara mamaku bisa membuatmu panjang umur," jelas Demon.
"Sementara Deberly dan Debermon adalah keturunan iblis, oleh karena itu ia pasti bisa mengeluarkan api," jelas Demon lagi.
__ADS_1
"Aku bisa mengerti, katamu." jawab Kimberly dengan menurut.
"Jangan merasa kecewa pada dirimu sendiri? bersikap tenang saja." pinta Demon.