
"Raja...."
"Raja...."
Teriak Teddy dan lainnya yang merasa cemas dan menghampiri Rajanya yang tidak sadarkan diri.
Di sisi lain raja ular yang dalam kondisi terluka parah tidak sadarkan diri. saat pertarungan di dalam air tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi di dalam sana, siapa yang menang dan siapa yang kalah hanya mereka yang tahu.
Tidak lama kemudian siluman ular yang sisa hanya beberapa ekor mendatangi raja mereka yang sedang tergeletak dengan tubuhnya yang penuh luka bakar, tentu saja pemandangan ini sangat mengejutkan bagi siluman itu
"Apa raja sudah meninggal?" tanya salah satu siluman ular yang berwarna hitam.
"Luka raja sangat parah! kulitnya terbakar semua, dan raja juga tidak berubah wujud menjadi manusia!" ucap siluman ular berwarna biru.
"Semua kawanan kita sudah tewas di tangan raja api, jika raja juga meninggal maka kita sudah tidak bisa tinggal di sini lagi!"kata siluman ular hitam.
"Kelihatannya raja api berhasil mengalahkan raja kita, lihat saja luka raja, kulitnya yang begitu tebal mampu di bakar oleh raja api, ini sangat tidak mudah!" ujar siluman ular biru.
"Raja pingsan! kita hanya bisa menunggu raja sadarkan diri."ucap siluman ular hitam yang sedang melihat tubuh rajanya itu.
"Aku berharap raja bisa hidup! hampir sembilan puluh persen tubuhnya terbakar, ini sangat menyakitkan!" kata siluman ular biru.
Istana Raja Api.
" Raja telah mengeluarkan banyak kekuatannya di saat bertarung, dan dia masih memaksakan diri untuk menyelamatkan ratu, semua ini tergantung pada nasib ratu lagi!" ucap Diana yang sedang berdiri di antara peti Kimberly dan Raymond yang sedang berbaring di sana.
"Nenek raja, apa yang di lakukan oleh raja terhadap ratu?" tanya Teddy.
"Raja memberikan mutiara untuk menyelamatkan ratu, mutiara ini di saat raja masih kecil ibunya yang memberikan padanya, karena di saat itu raja sedang kritis dan hampir meninggal, setelah mutiara ini di telan olehnya maka raja sadar kembali, dan jika dia terluka maka lukanya akan cepat sembuh dengan bantuan mutiara ini!" jelas Diana.
"Akan tetapi sekarang raja telah memberikan kepada ratu, apakah akan membahayakan raja?" tanya Teddy dengan khawatir.
"Raja tidak akan ada apa-apa! ini tidak pengaruh bagi tubuhnya, hanya saja di sini kita semua sudah tahu seberapa penting ratu bagi dirinya sehingga dia rela memberikan mutiara itu kepada gadis ini, mutiara itu adalah peninggalan dari ibunya. selama ini raja sangat mengutamakannya!" lanjut Diana.
"Tidak tahu bagaimana jika ratu tidak hidup kembali! apa yang akan terjadi!" ujar Licon dengan merasa khawatir.
"Jika memang sampai terjadi maka raja pasti tidak bisa menerimanya," jawab Diana dengan merasa cemas.
Diana menatap ke arah Kimberly dengan tatapan yang penuh harapan.
"Gadis kecil, kau harus hidup dan terus hidup, selama ini mutiara itu sangat berharga bagi Demon dan hari ini dia telah memberikan padamu, itu artinya dia sangat mengutamakan dirimu, oleh sebab itu kau harus hidup, jika cinta kalian adalah cinta abadi nenek yakin tidak ada yang bisa memisahkan kalian!" batin Diana
__ADS_1
Setelah enam jam kemudian raja api akhirnya sadarkan diri.
"Raja...." sapa Teddy dan Licon.
"Demon, bagaimana denganmu?" tanya Diana yang duduk di samping cucunya itu.
"Bagaimana dengan dia?" tanya Raymond yang masih pucat.
"Belum ada perubahan! hanya saja tubuhnya masih hangat, sudah enam jam gadis itu meninggal dan wajahnya masih berseri. nenek berharap mutiara itu bisa membuatnya hidup kembali."
Raymond yang dalam kondisi lemah lalu dia bangkit dan melangkah menghampiri peti yang di mana tempat istrinya sedang berbaring.
"Wajahnya tetap cantik walau sudah enam jam berlalu, dia tidak akan meninggalkanku!" ucap Raymond yang menyentuh wajah Kimberly.
"Demon, kau sudah berusaha. andaikan gadis ini tidak hidup kembali kau harus merelakan dia pergi!" ucap Diana.
"Jika dia tidak hidup lagi maka aku akan kesepian seumur hidup, tidak ada lagi yang bisa membuatku marah dan tertawa serta bahagia, dan tidak ada lagi seorang gadis yang suka meminta kartu kredit akan tetapi tidak pernah mengunakannya!" kata Raymond yang sedang mengeluarkan air mata.
"Demon, istirahatlah dulu! lihatlah dirimu sekarang begitu lemah!"
"Aku tidak apa-apa! aku ingin membawanya kembali, aku yakin dia pasti akan sadar!" ujar Raymond yang mengangkat tubuh istrinya.
"Demon, kenapa tidak membiarkan dia di sini saja?"
"Tapi, keadaanmu masih lemah, bagaimana jika raja ular datang lagi mencarimu?"
"Dia tidak akan bisa dalam waktu dekat ini, karena dia sedang sekarat. di saat itu terpaksa melepaskan dia karena aku mendeteksi mutiara itu keluar dari tubuh Kimberly, oleh karena itu aku segera meninggalkan pertarungan kami!" jelas Raymond.
"Kalau dia sudah terluka maka dia tidak bisa lagi mencarimu dalam waktu dekat ini, akan tetapi kau harus tetap berhati-hati!"
"Baiklah Nek, aku mengerti. aku permisi dulu!" ucap Raymond yang langsung menghilang.
Apartemen..
Raymond membawa Kimberly tinggal di apartemen miliknya, seharian ia menemani istrinya di samping kasur.
"Gadis nakal, kau sudah tidur seharian. cepat bangun!" ucap Raymond yang sedang menyentuh wajah istrinya.
Malam hari.
Raymond masih setia duduk di samping Kimberly sambil menunggu gadis itu membuka matanya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Kimberly mulai mengerakkan jari-jarinya dan dengan perlahan ia pun membuka matanya.
"Kimberly...."
"Raymond....apa yang terjadi?" tanya Kimberly yang lupa sesaat kejadian semalam.
"Apa kau sudah melupakan kejadian semalam?" tanya Raymond dengan mata berkaca-kaca.
Kimberly berusaha mengingat semula kejadian semalam yang telah menimpa dirinya, saat ia ingat semula ia memandang suaminya selama beberapa saat dan terdiam, setelah itu dia pun~✓
"Aaaaaarrghhhh...." teriakan Kimberly yang langsung turun dari kasur dan menjauh dari suaminya."
"Kimberly...."
"Jangan mendekat! ka-kau a-adalah i-iblis?" tanya Kimberly yang hampir tidak percaya.
"Iya! aku adalah iblis api? raja api!" jawab Raymond dengan senyum.
"Raja Api? memang ini sudah masuk zaman apa, kenapa bisa ada iblis api lagi...." teriak Kimberly yang merasa terkejut dan berdiri di pojokan kamar.
"Kimberly, aku tidak akan melukaimu, kita adalah suami istri!" bujuk Raymond yang menghampiri istrinya.
"Berdiri di sana jangan mendekat! siapa yang tidak tahu jika kita adalah suami istri? hanya saja aku baru tahu kalau aku adalah istri setan iblis...eh..bukan...iblis api!" kata Kimberly yang berdiri di pojokan sana.
"Kimberly, jangan takut padaku! aku mencintaimu dan aku tidak akan melukaimu!"
"Aku ingin keluar dari sini! jangan menghalangi jalanku!" ujar Kimberly yang ingin berjalan ke arah pintu akan tetapi ia menghentikan niatnya, karena ia melihat Raymond yang berdiri di hadapannya
"Kau tidak bisa pergi dariku!"
"Aku akan keluar dari jendela saja, kau jangan mendekat!" ujar Kimberly yang berjalan menghampiri jendela. di saat melihat ke bawah dia merasa hampir tidak percaya bahwa dia berada di ketinggian.
"Ke-kenapa tinggi sekali?" tanya Kimberly yang memeluk tiang jendela itu.
"Kita berada di tingkat tujuh belas!" jawab Raymond dengan senyum.
"Kenapa harus memilih tempat yang tinggi? aku akan melompat jika kau tidak membiarkan ku keluar dari sini!" kata Kimberly.
"Silakan!" jawab Ramond dengan senyum.
"Apa, silakan? kau adalah suami aneh, istrimu mau melompat kau malah menjawab silakan," bentak Kimberly dengan kesal.
__ADS_1
"Heheheheh...gadis nakal, apa kau tahu, jika kau melompat kau tetap tidak akan merasa sakit."
"Perkataan seperti apa itu? mana ada orang yang melompat dari ketinggian tidak merasa sakit, percuma bicara dengan makhluk aneh dari luar angkasa sepertimu!"ketus Kimberly dengan kesal