Mystery

Mystery
Wilson Bertemu Sikembar


__ADS_3

"Deberly, apa kau bisa jangan bicara seperti itu," ujar Kimberly.


"Deberly, mamamu masih belum sehat, jangan pikirkan itu dulu!" ucap Demon.


"Adik, jangan meminta sesuatu yang tidak masuk akal!" ketus Debermon yang kesal dengan permintaan adiknya.


"Iya, aku hanya mau adik saja. ini tidak termasuk berlebihan, kan?" tanya Deberly.


"Deberly, papa sudah mengatakan luka mama masih belum sembuh. jadi kau jangan berulah lagi!" kata Deberly dengan kesal.


Deberly yang mendengar teguran Debermon ia meneteskan air mata.


"Debermon, sudah jangan marah adikmu lagil!" ujar Kimberly yang melihat ke arah putranya yang duduk di belakangnya.


"Mama, jangan marah padaku ya! aku tidak berminat memaksa," kata Deberly yang sedang menangis.


"Sayang, mama tidak marah padamu. mama dan papa sangat menyayangimu dan juga kakakmu. jadi mana mungkin mama marah padamu," bujuk Kimberly dengan senyum.


"Deberly, jangan menangis! sebentar lagi kita sampai ke tempat jual mainan. belilah apa yang kamu mau," kata Demon yang menenangkan putrinya.


"Apa aku bisa meminta beberapa boneka? aku ingin tidur sambil memeluknya," pinta Deberly yang mengusap air matanya.


"Tentu saja bisa, hari ini kalian bebas memilih mainan apa saja yang kalian suka," jawab Kimberly dengan senyum.


Tidak lama kemudian mereka tiba di pusat perbelanjaan mainan anak-anak.


Kimberly mengendong Deberly, sementara Demon mengendong putra kesayangannya.


Demon membiarkan si kembar memilih mainan yang mereka suka tanpa memandang harganya.


Demon memilih beberapa mobil-mobilan, dan Deberly memilih boneka beruang, boneka hello kitty, boneka panda dan boneka doraemon favoritnya.


"Debermon, Deberly, apa kalian cukup dengan mainan yang kalian pilih? kalian bisa memilih lagi yang kalian suka!" tanya Demon.


"Demon, ini sudah terlalu banyak mainannya," kata Kimberly.


"Tidak apa-apa, asal mereka menyukainya," jawab Demon dengan senyum.


"Papa, aku mau pesawat itu!" pinta Debermon yang menunjuk ke arah pesawat mainan yang pajang di atas rak.


"Aku juga mau bola cristal itu!" pinta Deberly.


"Papa akan membelinya untuk kalian" ajak Demon yang memegang tangan si kembar yang mungil itu.


Di siang itu Demon memborong banyak mainan untuk sang buah hatinya. apapun yang di inginkan dua buah hatinya Demon langsung memenuhi keinginan mereka.


"Demon, kita sudah belanja banyak mainan, ini sudah cukup," ujar Kimberly yang memegang tangan si kembar.


"Mari kita pergi makan dulu!" ajak Demon yang sedang memegang semua barang belanjaan untuk si kembar.


Tidak lama kemudian Demon bersama keluarganya makan bersama di salah satu restoran mewah. dan di saat yang sama Wilson juga berada di restoran yang sama.


"Mama, aku mau mencuci tangan!" pinta Deberly.


"Biar papa yang menemanimu," ujar Demon yang bangkit dari tempat duduknya.


"Biarkan aku saja yang menemaninya, Deberly harus ke toilet wanita. kau juga tidak bisa masuk ke dalam," kata Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya dan memegang tangan putrinya.

__ADS_1


"Baiklah, aku lupa," jawab Demon dengan senyum.


Kimberly mengantar putri kecilnya keluar dari ruangan tempat mereka makan tadi. mereka menuju ke toilet wanita. di sisi lain Wilson yang melangkah dengan terburu-buru menuju ke toilet pria tanpa sengaja ia menabrak Deberly.


Bruk...


"Aarrgghhh....," jeritan Deberly yang hampir terjatuh dan langsung di peluk oleh Kimberly.


"Maaf, adik kecil," ucap Wilson yang melihat ke arah Deberly.


"Nyonya....?" sapa Wilson.


"Wilson? ternyata kamu ya!" balas sapaan Kimberly.


"Nyonya, apakah ini adalah putrimu dan Tuan Raymond?"


"Iya, namanya adalah Deberly," jawab Kimberly dengan senyum.


"Lucu sekali," ucap Wilson yang menyubit pipi tembam Deberly


"Paman, mari sini aku bisikan sesuatu!" pinta Deberly dengan senyum .


"Ada apa adik kecil?" tanya Wilson yang membungkuk.


Deberly yang ingin berbisik sesuatu di telinga kemudian dia pun ~√


"Aaaarrrrghhh...." teriakan Wilson yang telinga kirinya di gigit oleh Deberly.


"Deberly, hentikan!" ujar Kimberly yang menjauhkan putrinya dari Wilson.


"Sakiiiit....," teriak Wilson yang menyentuh telinganya.


"Telingaku berdarah," kata Wilson yang sedang kesakitan.


"Deberly, cepat minta maaf!"


"Maaf, Paman. aku tidak sengaja," ucap Deberly dengan menahan tawa.


"Wilson, bagaimana kalau aku mengantarmu ke rumah sakit?" ajak Kimberly.


"Tidak perlu, Nyonya. aku bisa pergi sendiri," jawab Wilson.


"Aku permisi dulu, Nyonya," pamit Wilson yang melangkah cepat.


"Deberly, kenapa kamu nakal sekali?" tanya Kimberly.


"Mama, paman Itu menabrakku, dia berjalan tidak melihat jalan," jawab Deberly.


"Hanya masalah kecil saja, lain kali tidak boleh di ulang lagi ya!"


"Iya, Ma," jawab Deberly.


Sementara Wilson yang merasa sakit dengan gigitan kuat dari Deberly ia mengunakan sapu tangannya menutup bagian lukanya.


Bruk...


Tabrakan Wilson dengan seorang anak kecil.

__ADS_1


"Adik kecil apa kamu baik-baik saja?" tanya Wilson.


"Paman, kenapa tidak melihat jalan?" tanya Debermon yang terduduk di lantai akibat di tabrak oleh Wilson.


"Kau juga aneh, kenapa kau tidak mengelak?" tanya Wilson yang tidak mau kalah.


"Paman berjalan dengan cepat, bagaimana aku bisa mengelak?" tanya Debermon dengan kesal.


"Dasar bocah, kau sangat cenggeng pada hal kau adalah pria," ucap Wilson dengan mengejek.


"Cepat bantu aku berdiri!" pinta Debermon yang mengulurkan tangannya.


"Kau sangat lemah seperti wanita saja," ujar Wilson dengan mengejek.


Saat Wilson ingin menarik tangan Debermon dirinya langsung di tarik oleh anak kecil itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Wilson yang di tarik sehingga dekat dengan putra Kimberly.


"Dasar Paman bodoh," ketus Debermon yang langsung mengigit telinga kanan Wilson.


"Aaaarrrrghhh...." teriakan Wilson yang lagi-lagi kesakitan.


"Lepaskan telingaku! dasar setan kecil," teriak Wilson dengan kesal.


"Debermon, hentikan!" teriak Kimberly yang baru datang dan menarik putranya.


"Nyonya, siapa anak kecil ini?"


"Dia adalah putraku," jawab Kimberly.


"Bagaimana dengan lukamu?" tanya Kimberly.


"Nyonya, gadis kecil ini sama bocah ini apakah kembar?"tanya Wilson dengan heran.


"Benar, mereka adalah kembar. Wilson, telinga kanan mu sedang berdarah."


"Aku permisi dulu, Nyonya," pamit Wilson yang pergi dengan terburu-buru.


"Debermon..." seru Kimberly yang menatap ke arah putranya.


"Mama, paman itu menabrakku sehingga terjatuh. aku hanya membalasnya saja," ujar Debermon.


"Lain kali kalian tidak boleh mengigit telinga orang lagi ya! paman tadi itu adalah asisten papa dulu. kalian harus menghormatinya!"


"Iya, Ma," jawab Debermon dan Deberly dengan serentak.


"Debermon, kenapa kamu berada di luar?" tanya Kimberly.


"Aku ingin pergi ke toilet," jawab Debermon.


"Mana papamu? kenapa membiarkan mu pergi seorang diri?"


"Papa bilang aku sudah dewasa jadi harus belajar sendiri. katanya pria harus berani, tidak boleh takut!" jawab


Debermon.


"Baiklah, kalau begitu mama akan menemanimu!"

__ADS_1


"Tidak perlu, aku sudah dewasa dan bisa jaga diri sendiri," jawab Debermon yang langsung melangkah pergi menuju ke toilet pria.


__ADS_2