Mystery

Mystery
Teriakan Kimberly


__ADS_3

"Aaaaarrrgghhhhhh" teriakan Kimberly yang memenuhi satu ruangan kamarnya


"Apa kau merasa sangat senang saat mengunakan namaku?" ujar Raymond yang sedang menyubit wajah Kimberly karena merasa geram


"Lepaskan tanganmu, jangan mencubit wajahku" bentak Kimberly yang sedang duduk di kasur


"Kau pintar sekali melawannya, dan kau juga selalu mengunakan namaku" ucap Raymond dengan senyum


"Ini semua salahmu, aku di tuntut harus melawan begitu banyak orang dan kau hanya diam saja, saat aku di suruh menyiapkan makan malam kau juga diam, mana bayaranku?" tanya Kimberly dengan mengulurkan tangannya


"Apa kamu sudah menghabiskan dua kartu yang kau ambil sebelumnya?"


"Tidak!"


"Lalu untuk apa kau meminta bayaran terus jika kau tidak mengunakannya?" tanya Raymond dengan senyum


"Ini urusanku, aku mau bayaran lagi karena aku harus memasak" pinta Kimberly


"Apa yang sudah kamu campurkan ke dalam sop itu?"


"Kenapa kau bisa tahu, jika aku memasukan sesuatu?"


"Tidak ada yang bisa melewati penglihatanku" jawab Raymond dengan senyum


"Lihat saja nanti tengah malam, apa yang akan terjadi pada mereka"


"Sudah malam, aku mau mandi dulu" ujar Raymond yang menyentil dahinya Kimberly


"Aakkhh" jeritan Kimberly yang memegang bagian dahinya


"Hah, apa malam ini aku tidur bersamanya? tidak, tidak. aku tidak mau, dia harus tidur di sofa" batin Kimberly


Di saat Raymond sedang mandi Kimberly memindahkan bantal ke sofa, lalu dirinya tidur di kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut


Raymond yang sudah selesai mandi dia berjalan menuju ke kasurnya, di saat itu ia melihat Kimberly yang tiduran di tengah kasur itu


"Kau ingin menyuruh ku tidur di sofa?" gumam Raymond dengan senyum


Raymond lalu mengambil bantalnya dan melempar ke arah Kimberly


"Aaarrgghh, kenapa kau melemparku?" tanya Kimberly yang merasa kesal


"Kimberly, ini adalah kamarku tentu saja aku tidur di kasur" jawab Raymond yang naik ke atas kasur dan berbaring di sana


"Hei...kita tidak boleh tidur bersama, jika kau mau tidur di sini, maka aku akan tidur di sofa" bentak Kimberly dengan kesal dan turun dari kasur, saat kakinya menginjak ke lantai tiba-tiba saja Raymond memeluk pinggangnya dan menarik ke kasur dan langsung di tindih oleh Raymond


"Singkirkan tubuhmu, berat sekali" bentak Kimberly yang ingin mendorong tubuh Raymond akan tetapi ke dua tangannya di tahan oleh Raymond


"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Kimberly yang tidak berdaya


"Seharian kau bicara tidak karuan, apa kau tidak merasa lelah?" tanya Raymond dengan senyum

__ADS_1


"Jika aku tidak bicara bagaimana caranya melawan calon mu itu dan juga ibu tirimu yang menjengkelkan itu" jawab Kimberly yang di tindih oleh Raymond


"Aku tidak peduli kau mengunakan cara apa, tapi kau selalu saja melibatkan namaku"


"Ini adalah keluargamu, dan kau juga melibatkan ku, jadi aku tidak salah jika melibatkan mu"


"Apa kau tidak cemburu jika aku menikahinya?"


"Kenapa aku harus cemburu?"


"Suami mu akan menikahi wanita lain, apakah kau mendukungku?"


"Iya, lagi pula ini adalah urusanmu"


"Baik sekali istriku ini, bisa saja kau mendukung ku"


"Apa kau sudah bisa melepaskanku?"


"Belum bisa! karena kau sudah mempermalukan ku di hadapan mereka maka aku harus memberi hukuman untuk mu" jawab Raymond dengan mencium bibirnya Kimberly


"Em...em..., lepaskan" ketus Kimberly yang mengelak ke kiri


"Kau tidak bisa melawanku, istriku. malam ini aku akan mencium mu hingga aku puas, jika kau berani menolak maka aku akan melakukan hal lain" kecam Raymond dengan sengaja


"Kita hanya akting, jangan serius!"


"Akting hanya di depan mereka, tapi kita adalah suami istri yang sudah sah, jadi tidak ada salahnya aku mencium mu" jelas Raymond yang menahan wajah Kimberly dan melanjutkan ciumannya


Selama berciuman Kimberly hanya bisa pasrah karena ke dua tangannya di tahan oleh Raymond


Tengah malam


Di malam itu Alex beserta Cecilia, Simon dan Jacky keluar masuk kamar mandi, karena masakan Kimberly yang di campur sesuatu sehingga membuat mereka mengalami diare sepanjang malam


Keesokan harinya


Jam dinding menunjukan pukul 06.00 pagi


Kimberly yang membuka matanya menyadari jika dirinya tidur di pelukan suaminya itu


"Aaaarrrrggghhhhh" teriakan Kimberly yang mengema satu ruangan itu, dan karena terkejut dia mengeser tubuhnya sehingga~✓


Brugh


Hentakan tubuh Kimberly yang terjatuh dari kasur


"Aaaarrggghhhhh" pekikan Kimberly yang merasa sakit pada tubuhnya itu


"Kimberly, kenapa masih pagi-pagi begini kau sudah berteriak?" tanya Raymond yang menatap ke arah Kimberly yang duduk di lantai itu


"Kenapa kita bisa tidur bersama?" tanya kImberly dengan kesal

__ADS_1


"Kita berciuman selama 20 menit di saat aku belum puas, kau sudah ketiduran dan kemudian kita tidur bersama" jawab Raymond dengan senyuman


"Memasak, menciumku dan tidur bersama, aku sudah rugi banyak, aku mau bayaran" bentak Kimberly yang naik kembali ke kasur


Raymond mengambil dompet dan melempar ke arah Kimberly


"Ambil saja" ucap Raymond dengan senyum


"Aku akan menghabiskan uangmu" kata Kimberly dengan membuka dompet suaminya itu dan mengambil salah satu kartu kreditnya


"Apa kau sudah memilihnya?"


"Iya" jawab Kimberly dengan mengembalikan dompet suaminya itu


"Untuk apa kau mengambil kartu itu, sedangkan dirimu sudah memiliki dua kartu lainnya?


"Karena aku melakukan tugas yang tidak seharusnya"


"Apa saja?"


"Kau masih berani bertanya, aku harus memasak untuk keluarga aneh mu itu, dan sekarang aku malah harus tidur bersama mu dan selain itu kau juga menciumku dengan secara paksa" jawab Kimberly dengan paksa


"Apa karena aku menciummu maka kau meminta bayaran lebih?" tanya Raymond yang mendekati Kimberly


"Iya"


"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Kimberly yang di tindih oleh Raymond dan kemudian bibirnya di cium lagi oleh suaminya itu


Di sisi lain keluarga Raymond sedang duduk lemas di sofa di ruangan tamu akibat diare semalaman


"Paman, Bibi, Simon, Jacky, ada apa dengan kalian?" tanya Tina yang duduk bersama mereka


"Tidak tahu apa yang di masak oleh gadis kampung itu, sehingga menyebabkan kami diare semalaman" jawab Cecilia yang sedang lemas


"Dia tidak bisa masak sama sekali, bagaimana jika aku mengantar kalian semua ke rumah sakit?" ujar Tina


Di saat mereka kumpul bersama tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan teriakan Kimberly yang di kamarnya yang berada di lantai dua


"Raymond Martineeeeeeeeeez, hentikaaaaaaaaaan"


Mendengar teriakan Kimberly semua orang yang berada di sana memandang ke arah lantai dua


"Dasar pria mesuuuuuum, kenapa kau tidak mencari Tina saja, walau dua buah dadanya kecil tapi bagian lainnya masih bisa memuaskan muuuu" teriakan Kimberly yang sengaja


"Hentikaaaaan, jangan sentuh aku lagiiii, pergi cari Tina yang memiliki celana dal*m bolong yang di tengahnyaaaaa" teriakan Kimberly menembus ke ruangan


Tina yang mendengar teriakan itu lagi-lagi di buat malu sambil menahan emosi


"Aku tahu jika ukuran dia hanya sebesar buah strawberry tapi kau lihatlah celana dal*mnya yang seksi itu, itu tandanya dia sedang mengoda mu secara terbuka, dan artinya kau bisa melakukan kapanpun" teriakan Kimberly yang lagi-lagi mengheningkan suasana ruangan itu, semua mata pada berfokus ke arah Tina sehingga membuat Tina merasa malu ke ubun-ubun


"Jangan menyalahkan dadanya yang kecil itu, dia juga sadar karena ukurannya kecil makanya dia sengaja mengenakan celana dal*m itu agar bisa memancing mu, dia sudah membuka pintu untukmu, makanya pergi sanaaaaa" teriakan Kimberly dengan asal-asalan

__ADS_1


"Ehem...eh..Tina, kau jangan dengarkan kata dia, dia tidak waras" ucap Cecilia


"Tina, ada benarnya kata Kakak ipar, kau harus besarkan bagian dadamu agar bisa mengalahkan kakak iparku" ujar Simon dengan sengaja, karena dirinya selalu ingin mendapatkan wanita ini, akan tetapi karena Tina memilih Raymond untuk menjadi suaminya oleh sebab itu Simon merasa benci padanya


__ADS_2