
"Papa, aku ingin menjadi sehebat papa, agar bisa melindungi mama dan adik," kata Debermon.
"Hahahahahah...putraku sayang, untuk saat ini biarlah papa yang melindungi mama dan adikmu, sementara untukmu kamu harus rajin belajar dan suatu saat papa akan menyerahkan bisnis padamu," kata Demon dengan tertawa.
"Baik, Pa. kalau begitu aku ingin belajar dengan giat agar menjadi orang sukses, setelah dewasa aku ingin membantu bisnis papa dan aku sudah bisa merawat papa dan mama di saat itu," jawab Debermon.
"Anak papa yang berbakti," ucap Demon yang memeluk Debermon dengan erat.
"Papa, aku ingin menjadi pria yang hebat seperti papa setelah dewasa nanti," ucap Debermon.
"Kamu pasti bisa, sayang," jawab Demon.
Malam hari.
Teddy dan Licon memantau kejadian di kota yang semakin hari semakin banyak yang meninggal.
"Situasi sangat tenang, tidak melihat ada yang aneh," ujar Teddy yang berada di udara.
"Aku penasaran iblis mana yang membunuh mereka," kata Licon.
"Kita memiliki pikiran yang sama," kata Teddy.
Keesokan harinya.
Sekolah tempat si kembar belajar.
Dowie muncul di salah satu kelas untuk mencari sasarannya yang tidak lain adalah Debermon dan Deberly.
Dowie berada di kelas lain dan mengamati semua anak-anak di sana.
"Aku juga boleh menghirup energi anak-anak, sekalian mencari dua anak setan itu," ketus Dowie.
Empat puluh jumlah murid-murid di setiap kelas, Dowie mendekati semua anak-anak itu dengan berniat menghidup energi mereka.
Kemunculan Dowie sama sekali tidak di ketahui oleh siapapun. tidak ada yang bisa melihatnya. sehingga dia bisa berleluasa melakukan apapun yang dia inginkan.
Sementara Demon yang berada di luar kelas si kembar ia merasakan adanya hawa iblis disekitaran sana. bola matanya berubah menjadi merah dan sambil melihat kesekitaran sekolah itu.
"Ada apa, Demon?"tanya Kimberly.
"Ada hawa iblis, Kimberly, awasi anak kita. aku pergi periksa dulu!" kata Demon.
"Iya, hati-hati!" jawab Kimberly.
__ADS_1
Demon berjalan sambil mendeteksi keberadaan iblis yang tidak jauh darinya.
Dowie mulai menghirup energi anak-anak di kelas itu satu-persatu.
"Guru, ada yang pingsan," teriak salah murid di kelas itu.
"Kenapa mereka pingsan satu-persatu?" tanya murid lainnya.
"Anak-anak ada apa denganmu?" tanya Guru di sekolah itu yang menghampiri murid yang telah meninggal.
"Guru, dia juga tidak bergerak."
"Guru, dia juga....," teriak salah satu murid yang terhenti karena dirinya juga menjadi korban Dowie.
Guru kelas merasa cemas dan tidak tahu apa yang harus di lakukan, ia memeriksa semua nafas murid-muridnya dan mendapati mereka telah meninggal.
"Kenapa bisa begini? ada apa dengannya?" gumam Gurunya yang kebingunan.
"Anak-anak, cepat bangun! kita masih berada di kelas, jangan tidur lagi!" teriak Gurunya yang merasa cemas dan sedih karena muridnya meninggal secara tiba-tiba.
Tidak lama kemudian Demon mendobrak pintu kelas sehingga terbuka.
Brak...
Bunyi hentakan pintu dengan kuat yang dilakukan oleh Demon.
"Kamu siapa?" tanya Guru itu yang takut karena melihat bola mata pria itu.
"Hentikan!" teriak Demon yang melihat Dowie sedang menghirup energi anak-anak di kelas itu.
Dowie yang kaget melihat kemunculan raja api di sana ia langsung menghilang. begitu juga dengan Demon yang mengejar sasarannya itu.
Dowie yang takut ditangkap oleh raja api ia lalu berlari ke hutan.
"Ternyata kau masih belum mati," bentak Demon yang mengejar Dowie yang sedang berlari dengan kencang.
Hanya sesaat saja Demon langsung berada di hadapannya sehingga membuat Dowie tidak bisa melepas diri.
"Hah...."
"Apa masih ingin lari? kelihatannya kau di bantu oleh energi iblis lain," bentak Demon yang menghampiri sasarannya itu.
"Jangan mendekat!" teriak Dowie yang semakin mundur langkahnya.
__ADS_1
"Aku bisa membunuhmu kemarin, dan hari ini aku tetap bisa. kau yang membunuh begitu banyak orang belakangan ini. terhadap anak kecil saja kau juga tidak melepaskan mereka. kau sangat kurang ajar," ketus Demon yang mengeluarkan api membakar tubuh Dowie.
"Aaarrrgghh...." teriakan Dowie yang kesakitan.
"Kembalikan energi mereka!" bentak Demon yang mengcengkeram leher sasarannya.
"Aaarrghh...."teriak Dowie.
"Tolong aku....iblis hutan...." teriakan Dowie.
"Dia iblis yang paling pengecut, tidak mungkin dia akan muncul untuk selamatkan roh yang tidak berguna sepertimu, kau hanyalah mainan baginya," kata Demon yang menarik semua energi anak-anak yang baru di hirup tadi.
Setelah menarik kembali energi anak-anak Demon langsung melenyapkan roh Dowie.
"Aarrghhghh...."
"Tidak ada yang bisa melindungimu, kini kau akan lenyap untuk selamanya," bentak Demon dengan menahan roh Dowie agar tidak terlepas.
"Jangan lenyapkan aku! tolong jangan melakukan ini padaku!" pinta Dowie yang sambil menangis.
"Tidak akan ku biarkan kau menjadi roh gentayangan yang merengut nyawa orang," ketus Demon.
"Bukan aku, tapi penunggu hutan yang berikan perintah padaku," jawab Dowie.
"Dia juga akan ku lenyapkan, kau tenang saja," bentak Demon langsung membakar roh Dowie sehingga lenyap.
"Aaarrghhh...."teriakan Dowie yang kemudian lenyap.
Sementara di sisi lain semua murid-murid yang kehilangan energi akhirnya hidup kembali.
Demon masih berada di dalam hutan karena mengetahui dalang utamanya ada di sekeliling sana.
"Aku tahu kau ada di sini, keluar dan hadapi aku," tantang Demon dengan nada keras.
"Apakah....kau adalah iblis pengecut? berani berbuat tidak berani bertanggung jawab, hanya dalam beberapa hari sudah ratusan orang meninggal karena ulahmu. kalau masih saja tidak mau keluar jangan salahkan aku membakar hutan ini," kecam Demon yang tangannya mengeluarkan api besar.
Demon lalu melempar bola api ke salah satu pohon besar lebat yang tidak jauh dari jaraknya itu. pohon itu terbakar karena lemparan bola api dari Demon.
"Hutan ini sangat banyak penunggunya bukan hanya satu, pantas saja dalam sehari lima puluh orang menjadi korban," batin Demon.
Pohon yang di bakar oleh Demon akar besarnya keluar dari tanah menuju ke arah Demon. Demon yang melihat akar yang besar itu ia hanya tersenyum dan mengeluarkan kekuatannya.
"Kau ingin melawan? kau tidak mengenal siapa aku, aku bukan saja bisa membakar dirimu, tapi aku juga bisa membakar seluruh hutan ini," ujar Demon yang mengeluarkan kekuatan api yang membakar akar besar itu.
__ADS_1
Saat di bakar akar itu mengeluarkan suara iblis yang memenuhi seluruh hutan yang menyeramkan itu. akar besar itu melayang sana sini sehingga mengenai pohon-pohon di sekitarannya.
"Masih ada yang mau maju? aku tahu di hutan ini sangat banyak penghuni tidak kasat mata," tanya Demon sambil melihat kiri dan kanan.