Mystery

Mystery
Petanda buruk


__ADS_3

"Pa, Ma, lihatlah sikap Lolipop sekarang, dia sama sekali tidak tahu cara menghormati orang. bahkan dengan kalian saja dia juga melawan. aku tidak berani membayangkan andaikan kalau kita membawanya pulang dia pasti berani menginjak kepala kita. dan dia pasti akan merebut harta kalian," kata Yolanda dengan sengaja.


"Namamu Yolanda kan?" tanya Sean.


"Iya, aku adalah Yolanda," jawabnya dengan sinis.


"Saat di restoran aku melihat kau menghinanya, kau jangan lupa atas kejadian itu kalian dulu yang menghina dia. kalian merasa sudah kaya dan ingin menginjak dia. kalian tidak berhak sama sekali. dia membesar dengan andalkan diri sendiri bukan aku juga bukan kalian yang membesarkan dia. jadi, dia sudah mandiri sejak dini. kalian walau adalah keluarganya tapi dia tidak berhutang pada kalian. justru kalianlah yang berhutang padanya," kata Sean yang menatap mereka bertiga


"Yolanda, asal kau tahu suami Kimberly sangat kaya sekali, dia bahkan lebih kaya darimu. jadi, mana mungkin dia berminat dengan harta keluarga mu. dan aku yakin kartu kredit yang dia miliki isi uangnya pasti lebih banyak darimu," ketus Holdie yang menatap kesal ke arah Yolanda.


Yolanda merasa kesal dan iri saat mendengar setiap ucapan Holdie.


"Sudahlah! kalian cepat pergi! jangan datang ke sini lagi! kami di sini tidak menerima tamu seperti kalian," ujar Sean yang bangkit dari tempat duduknya dan membuka pintu depan.


"Pergilah!" titah Sean yang berdiri di pintu


"Sean, apa kamu bisa memberitahuku di mana tempat tinggalnya?" tanya Almost.


"Tidak bisa! aku tidak ingin kalian menganggu kehidupannya. dan kalian seharus mempersiapkan diri jika ingin bertemu dengannya. siapkan jantung dan mental kalian agar tidak koma saat menghadapi gadis itu!" ujar Sean.


"Apa aku bisa meminta nomornya agar aku bisa menghubungi dia?" tanya Veronica.


"Untuk apa kau menghubungi dia? apakah kau ingin mengatakan lewat handphone kalau kau adalah ibunya dan sudah kembali ingin mengakuinya?" tanya Sean dengan kesal.


"Tidak perlu lagi! semua ini tergantung pada takdir saja. jika kalian ikhlas menyayangi anak ini dia pasti bisa merasakannya. tapi jika hanya karena dia memiliki suami yang kaya dan kalian ingin mengakuinya, aku yakin Tuhan juga tidak akan mengizinkan kalian berhasil," kata Sean.


Tidak lama kemudian Almost bersama anak dan istrinya meninggalkan tempat tinggal paman Sean.


"Pa, sekian lama mereka pergi, untuk apa mereka ingin bertemu lagi dengan Kimberly dan apa reaksi Kimberly jika tahu orang tuanya sudah kembali dan sedang mencarinya?"

__ADS_1


"Tidak tahu juga apa yang akan di lakukan oleh gadis itu jika dia bertemu dengan mereka. bisa saja kemunculan mereka hanya membuat Kimberly sakit hati," jelas paman Sean .


"Iya juga! tidak tahu apa tindakan nya," jawab Holdie.


Perjalanan.


"Gadis yang bertengkar dengan kita ternyata adalah Lolipop, sangat tidak di sangka," ucap Almost


"Dia menyiramku dua kali di dua kali pertemuan," lanjut Veronica.


"Dia juga melempar lauk ke wajahku, sikap dia seperti orang yang tidak berpendidikan," ketus Yolanda.


"Apa mungkin dia akan mengakui kita?" tanya Veronica.


"Kita sudah melihat sifatnya, dia pasti akan merasa terkejut karena orang yang berseteru dengannya adalah keluarganya sendiri," ucap Almost.


"Pa, Ma, apa kalian tidak marah dengan kejadian sebelumnya? di restoran dan Sea World Group?"


"Seperti kata Sean, selama ini Lolipop tidak bisa di bully dan dia juga bisa melindungi sendiri. mungkin di saat ada yang mencari masalah dengannya, dia harus bersikap lebih keras dari orang itu," ujar Almost.


"Kalau begitu lebih baik kita jangan mencarinya lagi!" jawab Yolanda.


"Kita harus mencarinya dan membuatnya mengakui kita, apa kau sudah lupa? sebelumnya Sean sudah mengatakan jika suami dia sangat kaya, dan hari ini kita sudah tahu siapa suaminya itu. dan itu akan menjaminkan keselamatan untuk perusahaan kita," jelas Veronica.


"Apa maksudnya, Ma?"


"Papa dan mama mu sudah berbincang sebelumnya. selain karena dia adalah bagian keluarga kita, dia juga sudah kaya. oleh sebab itu kita harus mengambil hatinya dan membuatnya menerima kita," jelas Almost.


"Apakah maksud papa adalah kita bisa mengunakan kekayaan suaminya untuk membantu perusahaan kita?"

__ADS_1


"Iya, kita berhutang banyak terhadap lintah darat, kita hanya di beri waktu selama dua bulan, waktu kita tidak banyak. andaikan Lolipop menerima kita, kita bisa mengunakan cara ini untuk meminta uang dengannya. dia pasti akan membantu kita," lanjut Veronica.


"Dan selain itu kita juga bisa bekerja sama dengan perusahaan suaminya. dua hal yang sangat menguntungkan," kata Almost dengan berharap.


"Selain itu aku juga bisa mendekati Raymond si pria tampan yang memiliki segalanya," batin Yolanda.


Mansion Demon.


Jam dinding menunjukan pukul 20.00.


Kimberly yang tertidur di sofa dengan berkeringat dingin, ia bergumam tanpa berhenti. tidak tahu apa yang dia mimpikan. Demon yang menemani di samping istrinya ia mengunakan sapu tangan lap keringat yang membasahi wajah istrinya itu.


Demon lalu menyentuh bagian perut istrinya.


"Kenapa mutiara sedang memanas? apa yang terjadi sebenarnya? kalau selalu begini ini akan bahaya untuk Kimberly," batin Demon.


Demon lalu mencium bibir Kimberly selama beberapa saat.


"Kenapa tidak stabil? dan masih sedang panas sehingga tubuh gadis ini kepanasan. kenapa kekuatan ku tidak bisa merendam mutiara ini? sebelumnya tidak seperti itu. lebih baik aku mengeluarkan mutiaranya dulu, agar tidak melukai Kimberly," batin Demon.


Demon mengeluarkan mutiara tersebut dengan mengunakan kekuatannya. sesaat kemudian mutiara api itu berhasil di keluarkan dari tubuh Kimberly. Demon memegang mutiara api yang sedang memancarkan cahaya merah seakan ada petanda akan terjadi sesuatu pada sang majikannya yaitu Demon. karena mutiara tersebut adalah milik Demon, oleh karena itu ia bisa merasakan akan terjadi bencana besar dalam waktu yang dekat, yang tidak bisa di hindarkan dan akan di hadapi oleh sang majikannya itu.


"Petanda akan terjadi bencana besar, ini tidak akan bisa menghindar. jangan-jangan iblis yang ada di dasar lautan sana," batin Demon.


Tidak lama kemudian Kimberly membuka matanya dan melihat suaminya duduk di samping sambil memegang mutiara api itu


"Demon, bukankah itu mutiara api, apakah kamu mengeluarkan dari tubuhku?" tanya Kimberly yang bangkit dan duduk di sofa.


"Iya, aku memeriksa tubuhmu sedang kepanasan, oleh karena itu aku mengeluarkan dia dulu!" jawab Demon yang menyentuh dahi istrinya.

__ADS_1


"Kenapa dia mengeluarkan cahaya terus?" tanya Kimberly yang melihat mutiara api itu.


"Mungkin saja karena dia sudah lama berada di dalam tubuhmu, oleh karena itu dia ingin keluar sebentar," jawab Demon dengan seraya bercanda.


__ADS_2