Mystery

Mystery
Kehilangan Delapan Puluh Persen Aset


__ADS_3

"Apakah gadis sialan itu telah membohongi kita?" tanya Veronica dengan kesal.


"Pihak bank mengatakan dana dari tiga kartu ini telah di pindahkan kemarin. itu berarti dia melakukan pemindahan dana saat surat rumah dan mobil sudah di tangannya," jawab Almost.


"Lalu, bukankah ini sama saja kita memberikan semua rumah dan mobil kita secara gratis untuk dia?" tanya Veronica dengan kesal


"Tidak mungkin, ini semua pasti tidak benar. dia tidak semampu itu untuk membohongi kita. ini pasti ada kesalahan. kita pergi ke bank sekarang juga untuk memastikannya!" ajak Yolanda yang masuk ke dalam mobilnya.


Tidak lama kemudian mereka meninggalkan rumah mewah itu dan menuju bank untuk pertanyakan mengenai saldo-saldo yang telah di kosongkan sebelumnya.


Setelah dua jam kemudian keluarga Almost melangkah keluar dari bank. di hari itu mereka bertiga mendatangi tiga cabang bank tersebut. setelah itu mereka baru sadar apa yang telah mereka alami.


"Kurang ajar! gadis itu telah menipu kita. aku ingin melaporkan ke polisi!" bentak Veronica dengan merasa tertekan.


"Lapor polisi dengan mengunakan apa? kita tidak ada bukti mengatakan kita di bohongi oleh dia, tiga kartunya di tangan kita, apakah kau ingin mengunakan cara ini untuk melaporkan dia?" tanya Almost.


"Tentu saja bisa! ini buktinya dia adalah pemilik kartu ini. kita bisa menuntut dia membohongi semua aset kita dengan kartu yang tanpa dana ini,"kata Veronica.


"Veronica, kau sudah salah. gadis itu tidak bodoh. justru kitalah yang bodoh. apa kau tahu dia menyuruh kita membuat atas nama dia di semua surat aset kita itu, ini tandanya semua aset itu sudah menjadi milik dia. dengan kartu ini kita tidak bisa menuntut dia. karena kalau kita melaporkan dia..dia akan menuduh kita mencuri kartunya, oleh karena itu dia memindahkan dana nya untuk antisipasi. jadi, kalau kita ingin menuntut dia maka kita akan kalah telak," jelas Almost dengan panjang lebar.


"Pa, apakah kita membiarkan dia begitu saja? tiga rumah dan dua mobil lenyap begitu saja? dan apa lagi yang kita punya sekarang selain perusahaan itu?" tanya Yolanda dengan tidak bisa menerima kenyataan.


"Almost, ini tidak bisa dibiarkan, aku ingin mencarinya!" ketus Veronica


"Sia-sia saja, dia tidak akan mengembalikan semua yang sudah jatuh ke tangan dia. dia membenci kita dan mengunakan cara ini untuk membohongi kita, kita sudah salah sejak awal. selama ini kita menganggap dia bisa kita gunakan untuk sumber dana kita. tapi yang terjadi malah sebaliknya, harta kita di kuras hingga tak tersisa," ucap Almost.


"Bagaimana tempat tinggal kita? apakah kita masih mampu untuk membeli rumah? uang kita di putar menjadi modal dan membayar hutang dan bukan hanya itu saja. uang kita juga terkuras karena gadis itu kemarin. ini semua karena dia. aku menyesal karena bertemu kembali dengan dia. kalau aku tahu dia adalah pembawa sial, saat itu aku tidak akan melahirkan dia ataupun jualkan saja kepada orang lain," kata Veronica dengan kesal.


"Mari kita kembali hotel dulu! setelah di sana kita baru bicarakan lagi bagaimana caranya membujuk gadis itu," ujar Almost.


"Dengan kondisi kita seperti ini kita tidak bisa tinggal lama di hotel, dan aku yakin bayarannya pasti sangat mahal. karena semalam kita sudah memesan makanan dan minuman yang paling mahal," kata Yolanda.

__ADS_1


"Benar juga, kita harus mencari tempat tinggal untuk sementara ini. dana kita sudah menipis karena banyak pengeluaran," kata Veronica yang merasa tertekan dan kemudian ia pun tumbang tidak sadarkan diri.


"Ma."


"Veronica."


"Veronica, bangun!" teriak Almost yang menepuk wajah istrinya dengan pelan.


Veronica yang tidak sadarkan diri langsung di larikan ke rumah sakit.


Beberapa saat yang lalu dokter yang menanganinya selesai melakukan penyelamatan terhadap Veronica.


"Bagaimana dengan mamaku?" tanya Yolanda


"Darah tinggi pasien mencapai 240 sehingga menyebabkan pasien merasa pusing dan tidak sadarkan tinggi. emosi pasien juga tidak stabil. mengenai makanan harus di jaga. dan di rawat dengan baik. jika tidak berhati-hati, maka pasien akan terkena stroke ringan," jelas dokter.


"Stroke? ini semua gara-gara wanita sialan itu," gumam Yolanda.


"Kami sudah memberikan obat penurun darah dan obat penenang untuk pasien,"jawab dokter.


"Dokter, terima kasih," ucap Almost.


"Sama-sama," jawab dokter itu yang kemudian melangkah pergi.


"Pa, aku merasa tidak puas! usaha kita selama ini jatuh ke tangannya dengan begitu mudah. dan kita malah tidak bisa melakukan apa-apa," ketus Yolanda dengan merasa kesal.


"Yolanda, kita tidak bisa keras dengannya, papa akan mencari cara untuk membujuknya agar dia mau kembalikan semua aset kita, kita hanya bisa bersabar dan jangan kasar terhadapnya. karena kita sudah kehilangan delapan puluh persen aset kita," kata Almost.


Di sisi lain Kimberly berjalan menuju pintu utama perusahaan Geffrey World milik suaminya.


"Makan siang ini aku yakin Demon pasti akan menyukainya," gumam Kimberly dengan melihat bekal yang dia bawa dan kemudian melangkah masuk ke dalam perusahaan.

__ADS_1


Saat Kimberly melangkah masuk ia melihat suaminya sedang berbicara dengan seorang wanita cantik, wajah Demon tersenyum saat sedang berbincang dengan wanita cantik itu. wanita yang berambut pirang dan pendek sebahu memiliki paras yang cantik serta kulit putih dan mulus. mereka berbicara sambil tertawa ria.


"Kenapa selalu saja ada wanita cantik yang mendekatinya? tidak benar, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Demon sangat gembira dan tatapannya juga sangat mesra,"batin Kimberly.


Kimberly lalu menatap ke arah wanita itu selama beberapa saat.


"Wanita itu adalah iblis api, dia adalah sesama dengan Demon. pantas saja Demon bisa begitu akrab dengannya," batin Kimberly.


Kimberly yang melihat suaminya begitu gembira saat sedang berbicara dengan wanita itu, ia pun berpaling ke arah pintu utama dan beranjak dari sana dengan raut wajah yang sedih.


Berjalan keluar dari perusahaan sambil melamun.


"Kenapa aku harus merasa sakit dan sedih? di dunia ini begitu banyak wanita cantik yang akan muncul kapanpun di hadapannya. jadi aku harus bersiap tidak boleh marah atau menyalahkan dia. wanita itu sangat cantik, sedangkan aku tidak bisa di bandingkan dengan dia. jadi wajar kalau Demon bisa tertarik padanya," batin Kimberly.


"Kimberly," sapa seorang pria yang tiba-tiba muncul di sana.


Kimberly yang mendengar suara panggilan ia pun menoleh ke arah pria itu yang sedang menghampirinya.


"Vincent?"


"Kenapa kau ada di sini?"tanya Kimberly dan Vincent dengan serentak.


"Aku ingin bertemu dengan seseorang, dan kemudian aku melihat mu di sini," jawab Vincent.


"Aku hanya singgah sebentar di sini,"jawab Kimberly.


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama!" ajak Vincent.


"Dari pada aku harus merasa sakit hati dengan kejadian tadi, lebih baik aku mencari angin segar," batin Kimberly.


Demon yang sedang berbicara dengan wanita itu, lalu ia pun memandang ke arah luar dan melihat istrinya sedang berbicara dengan seorang pria yang tidak asing baginya. raut wajah Demon berubah dalam sesaat sehingga wanita itu merasakan aura panas yang keluar dari rajanya itu.

__ADS_1


__ADS_2