
Raymond sedang mencium seluruh tubuh istrinya dengan begitu naf.su. sementara Kimberly yang sedang berbaring sibuk dengan makanannya.
"Kimberly, apa kamu bisa berhenti, jangan makan dulu?" tanya Raymond dengan mencium daun telinga istrinya.
"Aku sedang menikmati makanan ringan," jawab Kimberly yang sedang mengunyah.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Aku ingin kau fokus padaku!"pinta Raymond yang merebut jajanan yang di tangan istrinya dan lempar ke arah lain.
"Kenapa aku tidak boleh makan?"
"Aku ingin kau fokus pada kita berdua, dasar gadis nakal!" jawab Raymond yang mengigit daun telinga istrinya.
"Aarrgghhh...." teriakan Kimberly yang sedang kesakitan.
"Kenapa kau mengigitku lagi?" teriak Kimberly dengan kesal.
"Karena kau sangat mengemaskan! aku ingin menjinakkan mu sampai pagi," jawab Raymond dengan senyum dan melepaskan celananya sehingga sudah tanpa sehelai benang.
Tidak lama kemudian Raymond mulai memasukan senjatanya dan bergerak maju mundur tanpa berhenti.
Di saat Raymond sedang melakukan pergerakan di bawah sana Kimberly langsung mengambil salah satu bungkusan jajanan itu, dan kemudian ia membuka dan mengunyah cemilan yang di dalam mulutnya.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Kimberly, mana ada suami istri yang sedang melakukan hubungan sambil mengunyah makanan!" ujar Raymond yang sedang bergerak maju mundur di atas tubuh istirinya.
"Aku mengantuk! makanya aku mengunyah makanan!" jawab Kimberly yang sedang merasakan gesekan di bagian kewani.taannya. sambil mengunyah cemilannya.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Raymond melakukan pergerakan semakin cepat karena hampir mencapai puncak, semakin cepat gerakannya dan kemudian ia pun berhasil menuntaskan hasratnya.
"Apa sudah selesai?" tanya Kimberly yang merasakan suaminya itu sudah pelepasan.
"Belum! aku masih ingin menjinakkanmu," jawab Raymond yang melanjutkan gerakannya.
"Jangan kasar ya, aku masih mau berjalan besok!" pinta Kimberly yang sambil mengunyah makanan.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Kau ini...memang anak kecil yang tak lepas dari makanan anak-anak. seharusnya kau membeli sesuatu yang mahal," ujar Raymond yang sedang melakukan pergerakan di bawah sana.
"Kalau beli perhiasan aku tidak bisa pakai juga, nanti bisa di rampok. kalau beli tas bermerk untuk apa, itu hanya buang duit untuk pamer, kalau beli baju mahal juga tidak berguna. di lemariku sudah banyak baju yang kau beli kemarin. jadi, aku beli saja yang bisa membuatku kenyang," jelas Kimberly yang merasakan gesekan di bawah sana sambil melahap cemilannya.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
__ADS_1
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Kau adalah gadis yang aneh!" ujar Raymond dengan mencium pipi istrinya sambil bergerak tanpa berhenti.
Satu jam kemudian.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Kimberly, apa kau tidak bisa berhenti makan?" tanya Raymond yang masih melakukan gerakannya
"Kau juga belum berhenti! aku sudah menghabiskan tiga puluh bungkus cemilan," jawab Kimberly.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Aku ingin melakukannya lebih lama," jawab Raymond.
"Raymond, kau tidak ingin aku hamil tapi kau pelepasan berkali-kali apa mungkin di dalam rahimku tidak bisa muncul janinmu?"
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Selagi aku tidak mengeluarkan mutiara api mu maka kau tidak bisa hamil!"
"Kenapa begitu?"
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Kenapa aku tidak boleh melahirkan? usiaku sudah 23 tahun, dan pada umumnya gadis seusiaku sudah melahirkan anak." tanya Kimberly yang merasakan gerakan dari suaminya.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Kau masih anak kecil di mataku, Kimberly," jawab Raymond dengan senyum.
"Kau selalu saja menganggapku anak kecil, tapi kau mau melakukan hubungan denganku," ketus Kimberly dengan kesal.
"Kau adalah istri kecilku! jika aku tidak melakukan denganmu. lalu, aku harus melakukan dengan siapa?" tanya Raymond dengan senyum.
"Laki-laki apa memang begitu ya, hanya ingin bersenang-senang dan tidak mau anak, padahal aku yang hamil dan aku yang melahirkan. kenapa kau tidak izinkan?" bentak Kimberly yang sambil makan cemilannya.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Hahahaha...apa istriku sedang marah? Kimberly, kita akan punya anak setelah beberapa tahun mendatang, untuk sekarang kau masih belum bisa menjadi seorang ibu. untuk saat ini kau seharusnya melakukan apapun yang kau suka. berjalan-jalan, berbelanja sesuka hatimu, karena aku mencintaimu maka aku tidak ingin menuntutmu agar segera memberiku keturunan. pernikahan yang bahagia bukan karena kehadiran seorang anak, akan tetapi dari hubungan kita dan juga perasaan kita," jelas Raymond dengan membujuk istrinya.
"Kau jangan lupa kalau kita bisa bersama selama ribuan tahun, dan untuk apa kita harus cepat-cepat memiliki anak padahal hidup kita masih lama," ujar Raymond yang mencium wajah istrinya.
__ADS_1
"Ada benarnya katamu! usia kita bisa mencapai ribuan tahun, andaikan usia kita hanya sampai enam puluh ataupun tujuh puluh kita baru keburu melahirkan. akan tetapi karena kita bisa hidup selama ribuan tahun maka aku masih bisa menjalani kehidupan yang bebas. jadi aku tidak perlu hamil dan menjaga anak dulu. aku setuju denganmu," jawab Kimberly yang melanjutkan makanannya.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Dasar anak kecil!" ucap Raymond dengan tertawa.
"Apa kamu sudah selesai?" tanya Kimberly.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Belum! aku ingin menuntaskanmu sampai pagi!" jawab Raymond dengan mengoda istrinya dan sambil melanjutkan gerakannya.
Satu jam kemudian.
"Aku sudah menghabiskan lima puluh dua bungkusan cemilan, apa kau masih belum selesai?" tanya Kimberly yang sudah mulai mengantuk sambil mengunyah.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Kau bisa tidur dulu!" jawab Raymond yang masih sedang melakukan pergerakan di bawah sana.
"Bagaimana aku bisa tidur? tubuhku terguncang-guncang dari tadi, dan pinggang ku juga mulai sakit," jawab Kimberly.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Hahahaha...baiklah, aku akan segera berhenti," jawab Raymond.
"Cepat selesaikan! aku sudah mengantuk!"
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Setelah beberapa saat kemudian Raymond menghentikan gerakannya.
"Kimberly, kau sudah menghabiskan begitu banyak makanan ringan ini. kau akan panas dalam dan kau bisa batuk juga," ujar Raymond yang masih sedang menindih istrinya.
"Ini salahmu melakukannya dengan begitu lama, karena aku bosan dan mengantuk makanya aku makan jajanan saja," jawab Kimberly yang tidak mau kalah.
"Kau ini...mana ada orang yang sedang melakukan hubungan sambil menyantap cemilan!" jawab Raymond.
"Orang lain adalah orang lain! aku adalah aku, suka hati aku mau makan di saat berhubungan atau tidak," jawab Kimberly yang tidak mau kalah.
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...Kriuk...
"Sudah jangan makan lagi! mari kita mandi!" ajak Raymond yang sedang mengendong istrinya.
__ADS_1