
Makan malam bersama.
"Paman kenapa tidak mau menikah lagi? bibi sudah lama meninggal," tanya Kimberly dengan penasaran.
"Paman sudah tua! dan tidak memikirkan itu lagi," jawab paman Sean dengan sambil menyantap makanannya.
"Jadi, kenapa saat paman masih muda tidak mau menikah lagi?" tanya Kimberly.
"Saat paman masih muda, paman hanya ingin merawat Holdie dengan baik, jika paman menikah belum tentu wanita itu akan menyayangi Holdie!"
"Paman sangat setia! walau bibi sudah meninggal begitu lama paman juga masih hidup sendiri, aku jadi ingin menikah lagi dengan pria yang sesetia paman," ucap Kimberly.
"Apa yang kamu katakan..ha?" tanya Raymond dengan menyubit pipi istrinya.
"Cinta tanpa alasan, mencintai pasangan kita tanpa alasan, mencintai kekurangannya, dan semuanya yang ada hubungan dengannya, walau dia sudah tidak ada di dunia ini, cinta itu tetap ada," jelas paman Sean dengan senyum
"Paman, tipe pria seperti ini sangat sulit di cari, sudah dua puluh tahun lamanya paman menduda, tapi cinta paman terhadap bibi masih ada," kata Kimberly.
"Di dunia ini ada dua jenis cinta, pertama cinta abadi tanpa memandang fisik dan tanpa alasan, ke dua adalah cinta karena naf.su, jika saja pasangannya berubah tidak secantik dulu lagi maka cinta mereka akan semakin pudar, seiring waktu berjalan maka perselingkuhan akan terjadi, dan akan berakhir dengan penderitaan," jelas paman Sean.
"Kata paman memang benar! paman begitu baik dan setia, aku yakin Holdie pasti akan mendapatkan pria yang seperti paman," ucap Kimberly
"Heheheehe..mudah-mudahan saja! dulu paman masih khawatir denganmu, dan sekarang paman sudah tenang, dan hanya sisa Holdie yang belum menikah sekarang," kata paman Sean.
"Hah....Raymond, bagaimana kalau Wilson kita jodohkan saja dengan Holdie?" tanya Kimberly yang menatap ke arah Raymond.
"Kimberly, kita tidak bisa menjodohkan mereka, semua ini tergantung pada perasaan," jelas Raymond dengan senyum.
"Ada benarnya kata Raymond, sifat Holdie agak tomboy, oleh karena itu tidak ada pria yang menghampirinya," kata paman Sean.
"Paman, selagi dia adalah wanita maka pasti ada pria yang mau dengannya, mungkin saja sekarang jodohnya belum tiba," ucap Kimberly.
"Hahahaa...benar juga katamu!" ucap paman Sean dengan tertawa.
"Paman, aku penasaran dengan satu hal selama ini" kata Kimberly.
"Ada apa?" tanya paman Sean yang sambil menyantap makanannya.
"Apa paman kenal dengan orang tuaku?" tanya Kimberly yang menatap ke arah paman Sean.
__ADS_1
"Uhuk...uhuk...uhuk..."
"Paman, kalau makan jangan terburu-buru!" kata Kimberly.
"Paman tidak apa-apa!" jawab paman Sean dengan meminum air putih yang di gelasnya.
"Apa paman kenal dengan orang tuaku? aku sangat merindukan mereka, bahkan aku sudah lupa bagaimana dengan wajah mereka," tanya Kimberly dengan merasa sedih.
"Kimberly, apa kamu tidak pernah melihat orang tuamu?" tanya Raymond.
"Aku hanya ingat terakhir kali melihat mereka saat usia ku delapan tahun, dan sekarang aku sudah lupa bagaimana dengan wajah mereka," jawab Kimberly.
"Apa kamu tidak memiliki foto mereka?" tanya Raymond yang menyentuh kepala istrinya.
"Tidak ada! mereka hanya pergi begitu saja dan tidak memberiku apa-apa, di saat itu aku di tinggalkan di taman anak-anak, aku menunggu dari pagi hingga malam, dan mereka tidak datang menjemputku," jawab Kimberly dengan berkaca-kaca.
"Kimberly, mungkin saja mereka ada kesulitan yang tidak bisa di ungkapkan, oleh karena itu mereka tidak datang menjemputmu," kata paman Sean.
"Aku tidak tahu apa mereka masih hidup atau sudah meninggal, dan aku juga ingin bertemu kembali dengan mereka," ujar Kimberly.
"Andaikan jika kalian bertemu lagi, apa yang akan kau lakukan?" tanya paman Sean.
"Kimberly, jika kalian masih berjodoh, maka Tuhan pasti akan mempertemukan kalian kembali, hanya saja paman ingin mengingatkanmu jangan terlalu berharap, paman hanya tidak mau kau merasa kecewa!" kata paman Sean.
"Iya, Paman. aku mengerti," jawab Kimberly.
Di sisi lain Nana yang telah di beri peringatan dari Raymond, bukannya kembali ke habitatnya, dan di malam itu ia melakukan hubungan dengan seorang pria di dalam rumah pria tersebut.
"Nona, kau sangat suka bermain dengan posisi di atas," kata pria itu yang sedang mencapai kenikmatan.
"Aku suka menguasai permainan," kata Nana yang sedang mengoyang pinggulnya tanpa berhenti.
Mereka melakukan hubungan itu selama beberapa jam lamanya, sementara pria itu mulai lemas dan pucat serta keringat membasahi seluruh wajahnya.
"Sudah cukup! kau sangat hebat. dan tidak kewalahan," pinta pria itu yang senjatanya masih di kuasai wanita itu.
"Teruslah berdiri! aku belum puas," ujar Nana yang mengerakkan pinggulnya tanpa berhenti.
Nana yang adalah siluman ular tidak mengenal lelah, karena kehidupan siluman ular setiap hari adalah melakukan hubungan dengan lawan jenis untuk kepuasan di kehidupan sehari-harinya.
__ADS_1
Setelah lima jam kemudian Nana yang telah merasa puas menghentikan aksinya.
"Nona cantik, siapa namamu? kau sangat hebat, bahkan lebih hebat dari istriku, untuk seminggu ini dia masih berada di luar negeri, aku berharap kita selalu seperti ini!" ujar pria itu yang sedang meremas dua buah dada siluman itu.
"Jika kau ingin aku datang maka aku ingin kau menceraikan istrimu! apa kau bisa melakukannya untukku?"
"Tidak bisa! dia sudah melahirkan empat orang anak untukku, aku tidak bisa menceraikan dia begitu saja!"
"Apa kau mencintaiku?"
"Tentu saja!"
"Apakah kau akan menikahiku?" tanya Nana yang masih berada di atas tubuh pria itu.
"Aku tidak bisa menikahimu! tapi aku akan selalu bersamamu, dan lebih mencintaimu dari istriku,"
"Hahahaha...mencintaiku tapi tidak menikahiku..."kata Nana yang merasa kecewa.
"Hanya karena aku lebih hebat dari istrimu kau mau aku menjadi simpananmu? yang kau inginkan hanyalah kesenangan sendiri," ujar Nana.
"Nona, kau juga merasa bahagia saat memainkannya, bukan? kita sama-sama membutuhkannya,"
"Iya! kita akan bermain sepuasnya malam ini," kata Nana yang melanjutkan gerakannya.
Tidak lama kemudian Nana berubah wujud menjadi ular berwarna biru dan sambil mengerakan bagian bawahnya, sementara pria itu yang sedang memejamkan matanya tidak menyadari jika wanita yang sedang menguasi senjatanya itu telah berubah wujud asli.
Sesaat kemudian pria itu merasakan keanehan dan membuka matanya.
"Aaaaarrghhhh...."teriakannya memenuhi dengan nada tinggi.
"U-ular..."
"Iya, aku adalah siluman ular yang mencari mangsa, malam ini kau akan menjadi santapanku," kata ular itu yang berwajah manusia
"Ti-tidaaaak...."
"Kau hanya ingin mencari kesenangan dan ingin membodohiku! jangan mengira kau akan lolos dariku,"
"Aarrgghh...."
__ADS_1
Ular itu langsung membuka besar mulutnya dan menelan pria itu dalam keadaan hidup-hidup, dan hanya dalam waktu sekejap korbannya langsung di telan habis tak tersisa.