
" Kimberly...Kimberly..kau ada di mana?" Teriak serentak Holdie dan paman Sean yang mencari keberadaan Kimberly yang dalam keadaan basah kunyup
"Di mana Kimberly? Apa dia sudah menjadi santapan singa itu?" Tanya Paman Sean melihat ke sekeliling
"Tidak mungkin, Pa. dia bisa lari dengan begitu laju, bahkan singa saja bisa kalah darinya" jawab Holdie yang sedang melihat-lihat ke sekitaran kebun itu
"Kimberly, kau ada di mana?" Teriak paman Sean
"Kimberly, apa kau masih hidup?" Teriak Holdie dengan nada tinggi
"Tadi mereka hanya membawa pergi singa-singa itu dalam kondisi tidak sadar, tidak mungkinkan Kimberly di dalam perut mereka?" Ujar Paman Sean dengan penasaran
"Dia tidak mungkin bisa masuk ke dalam perut singa, tapi karena ulahnya aku hampir saja menjadi santapan sekelompok buaya" jawab Holdie yang merasa kesal
"Hm...tadi papa juga terlempar jauh ke kolam ikan sana, padahal jarak kita berlari tadi dengan kolam ikan ada ratusan meter, bagaimana caranya dia bisa mendorong kita sejauh ini?"
"Apa dia memiliki kekuatan ya? Aku juga di lempar ke kolam buaya, jaraknya juga ratusan meter" Kata Holdie yang berjalan bersama ayahnya sambil mencari Kimberly
"Di mana dia, kenapa bisa menghilang?" Tanya paman Sean yang merasa aneh
"Aku di sini" jawab Kimberly yang di atas pohon yang dekat paman Sean dan Holdie berdiri
"Haaaa...ke-kenapa kau bisa di atas sana?" Tanya serentak paman Sean dan Holdie sambil memandang ke atas dengan penuh kaget
"Pohon ini begitu tinggi, bagaimana caranya kau bisa panjat ke atas sana?" tanya Paman Sean
"Kimberly, apa kau bisa turun?" Tanya Holdie
"Tidak bisa, aku takut tinggi, ini terlalu tinggi" jawab Kimberly sambil memeluk pohon
"Bagaimana caranya kau panjat, kau ikuti saja cara itu untuk turun" ujar paman Sean
"Paman, panjat sama turun mana bisa sama, aku sudah lupa caraku memanjat tadi" jawab Kimberly
"Kau tunggu di sana aku panggilkan orang untuk membantumu" ucap Holdie
"Cepat sedikit, aku tidak mau mati di sini, aku masih muda dan belum menikah juga, belum memiliki suami dan anak, jadi aku belum mau mati" ocehan Kimberly
"Apa yang kau bicarakan?" tanya serentak paman Sean dan Holdie dengan kesal
"Paman, aku sudah berubah pikiran"
"Ada apa?" Tanya paman Sean yang melihat ke atas pohon itu
"Jika aku masih hidup aku mau paman membantuku mencarikan pria tampan untukku, aku mau menikah besok" jawab Kimberly
"Apa, mau menikah besok? Apa kau sudah gila karena berada di ketinggian ya?" Tanya serentak Holdie dan paman Sean
__ADS_1
"Kenapa aku gila? aku masih waras" ujar Kimberly
"Apa kau sudah lupa, kau sudah memiliki seorang suami yang tampan dan kaya raya, dia adalah pria yang sempurna, apa kau sudah lupa kalian sudah menikah minggu lalu, dan kau mau berapa kali menikah?" Ujar Holdie
"Iya juga, aku sudah menikah dengannya, kenapa aku bisa melupakan dia ya" jawab Kimberly
"Jadi apa kau sudah mengakui dia sebagai suami mu?" tanya paman Sean
"Sudah! Tapi hanya 50 persen" jawab Kimberly yang masih di atas pohon itu
"Ke-kenapa bisa 50 persen?" Tanya paman Sean dengan heran
"Karena aku masih di sini"
"Lalu, jika kau sudah turun apa kau akan mengakuinya sebagai suamimu sebanyak 100 persen?" Tanya Holdie
"Tidak sama sekali, cepat panggilkan orang untuk turunkan aku dulu, sebelum aku turun sendiri" ujar Kimberly
"Kau ini aneh sekali, bisa naik tidak bisa turun, tunggu di sana" ketus Holdie yang melangkah pergi mencari bantuan
"Paman, bagaimana jika aku lompat dari sini?"
"Kalau kau ingin mencoba tulang mu bisa patah atau tidak silakan di coba saja" jawab paman Sean
"Apa paman bisa menyambutku?"
"Kalau paman menyambutmu maka paman akan langsung masuk ke dalam tanah"
"Huff...kau ini bodoh sekali, coba saja kalau kau berani lompat saja dari sana"
"Aku akan lompat dengan perlahan, tapi paman menyambutku ya?"
"Kau gila, yang namanya lompat bagaimana bisa perlahan?"
"Dasar sialan Raymond Martineeeeeeeez" teriak Kimberly yang merasa kesal
"Kenapa kau malah memarahi dia?"
"Bukankah aku adalah istrinya tapi kenapa di saat aku sedang dalam bahaya dia tidak muncul di sini"
"Apa dia tahu kau berada sini?"
"Tidak!"
"Apa dia tahu kau mencabut kumis singa sehingga di kejar?"
"Tidak!"
__ADS_1
"Apa dia tahu kau naik ke atas pohon?"
"Tidak!"
"Jadi kenapa kau menyalahkan dia?" tanya paman Sean dengan kesal
"Paman, aku mau turun, aku takut tinggi" teriak Kimberly yang sedang menangis
"Sudah! sudah, jangan menangis lagi"
"Jika aku bisa selamat kali ini aku mau ceraikan dia dan menikah lagi" ketus Kimberly yang sedang menangis
"Kau beruntung karena pria yang begitu sempurna ingin menikahi mu, jika tidak kau akan menjadi perawan tua"
"Masih mending aku menjadi perawan tua dari pada paman sudah tua dan tidak ada yang mau" balas Kimberly yang tidak mau kalah
"Paman mu ini setia pada ibunya Holdie, oleh sebab itu paman tidak mau menikah, walau paman sudah tua tapi masih banyak wanita yang berbaris untuk menunggu paman" kata paman Sean dengan merasa bangga
"Mereka berbaris menunggu paman karena ingin mengantar paman pergi" jawab Kimberly yang tidak mau kalah
"Pergi ke mana?"
"Ke dunia lain" jawab Kimberly dengan ceplas ceplos
"Dasar, kau sengaja mengejak ku ya" teriak paman Sean yang kesal dan melepaskan sandalnya dan melempar ke arah Kimberly yang berada di atas pohon sana
Lemparan paman Sean berhasil di tangkap oleh Kimberly, di saat Kimberly memegang sandal itu dengan erat tanpa dia sadari pegangannya itu mengeluarkan asap dan tidak lama kemudian sandal milik paman Sean terbakar
"Aaaarrgghhhh, kebakaraaaaaaan" teriak Kimberly yang melepaskan pegangan pada pohon itu, lalu dirinya pun jatuh dari atas sana
"Kimberly" teriak paman Sean
"Aaaaarrggghhhh" teriakan Kimberly yang sedang terjatuh dari ketinggian
Saat Kimberly terjatuh Raymond yang muncul sebagai bayangan menahan tubuh Kimberly hingga ke atas tanah, sehingga Kimberly tidak merasakan sakit pada tubuhnya, dan juga tidak merasakan sentuhan suaminya itu
"Kimberly" teriak paman Sean yang merasa cemas dan menghampirinya
"Apa kau terluka?" Tanya paman Sean
"Hah...kenapa aku tidak merasakan apapun ya? tidak sakit dan tidak terasa apa-apa, wah...apakah pohon ini ada hantunya?" Ucap Kimberly yang merasa heran dan melihat ke arah pohon itu
"Sudah, jangan bicara sembarangan" kata paman Sean yang memapah Kimberly
"Paman, ini sandalnya aku kembalikan, tinggal separuh" kata Kimberly yang memberikan sandal milik pamannya itu yang tinggal sebagian akibat terbakar
"Kenapa bisa terbakar? bagaimana caranya kau membakarnya?" Tanya paman Sean dengan penasaran
__ADS_1
"Dia keluar api tiba-tiba, mungkin saja pohon ini ada hantunya dan tidak menyukai sandal paman karena aroma yang tidak sedap" ujar Kimberly yang berbisik di telinga pamannya itu
"Jangan bicara sembarangan lagi, mari kita pergi mencari Holdie dan kemudian pulang" ujar paman Sean yang mengenakan sandal yang sisa sebagian itu