
Kejadian itu menghebohkan satu gedung orang yang di sana, tubuh Yolanda di penuhi dengan luka-luka karena serpihan kaca termasuk wajahnya. sementara Kimberly luka ringan di bagian telapak tangannya karena menyentuh serpihan yang berserakan di lantai itu..
"Manager, apakah masih ada yang lebih parah dari ini?"tanya salah satu karyawan di sana.
"Ini sudah cukup parah," jawab Rico.
"Aarrgghhh...."jeritan Yolanda yang kesakitan dan tidak bisa bergerak.
"Rasakan wanita gatal! mulai hari ini kau akan semakin malu. aku mau melihat pria mana yang tidak pernah melihat tubuhmu ini, aku sudah lama bersabar denganmu. orang tua mu membuangku dan menghinaku sama seperti dirimu juga menghinaku. dan hari ini aku ingin memberi peringatan padamu, jangan muncul lagi di hadapanku!" bentak Kimberly dengan kesal.
"Lolipop...." teriak Almost yang tiba di depan perusahaan. matanya memandang ke arah Yolanda yang tanpa balutan apapun di tubuhnya dan tergeletak tidak berdaya.
Pria itu dengan penuh emosi berjalan menghampiri Kimberly dan langsung ingin melayangkan tangannya ke wajah Kimberly, akan tetapi gadis itu langsung menahan tangan sang ayahnya.
"Ingin menamparku lagi? apa kau layak, Tuan Almost? asal kau tahu dia mengoda suami orang dan aku hanya memberi pelajaran kepadanya agar bisa menjaga sikapnya, supaya jangan terlalu murahan," bentak Kimberly.
"Kau sungguh keterlaluan! dia adalah kakakmu tapi kau tega memperlakukannya begini!" bentak Almost dengan kesal.
"Kakakku? kau mengatakan aku tega? sedangkan dirimu bukankah lebih parah, kau dan istrimu tega membuangku. dan kalian tidak merasa bersalah sama sekali. dan kini mengatakanku tega terhadap kakak sendiri. memangnya sejak kapan kalian mengakuiku," bentak Kimberly dengan nada tinggi sehingga di dengar oleh semua orang yang di sana.
Almost melepaskan jasnya menutupi tubuh Yolanda yang di penuhi luka-luka.
"Yolanda, bagaimana denganmu?" tanya Almost dengan cemas.
Almost memapah putrinya yang sedang histeris dan menangis dengan terisak. sementara Kimberly berpaling melangkah masuk dan mengabaikan mereka.
"Jangan takut papa ada di sini!" bujuk Almost yang memeluk Yolanda yang sedang histeris.
Yolanda yang merasa kesal ia menoleh ke arah Kimberly dengan penuh dendam. dan kemudian Yolanda berlari dengan berniat ingin menabrak Kimberly yang sedang berjalan dengan santai.
"Aku ingin kau mati....!" teriak Yolanda yang berlari ke arah Kimberly.
Kimberly langsung mengelak sehingga membuat wanita itu harus menabrak tembok.
Brugh...
"Yolanda...." teriakan Almost.
"Aaarrghh...." jerit Yolanda yang kesakitan di bagian kepalanya.
"Apa kau sudah gila ya? kalaupun malu jangan bunuh diri di sini!" ketus Kimberly yang menarik lengan Yolanda dan melangkah keluar dari perusahaan.
"Lepaskan dia!" bentak Almost dengan nada kesal dan ingin menarik tangan Kimberly.
Kimberly yang merasa kesal dengan sang ayahnya itu ia langsung mendorong Almost sekuat tenaganya, sehingga terlempar jauh mengenai mobil yang parkir di depan perusahaan.
Braak...
Hentakan kuat tubuh Almost yang mengenai samping mobil sehingga kaca mobil tersebut pecah dan berjatuhan mengenai Almost.
"Aaarrghhh...." jeritan Almost yang kesakitan sehingga terduduk.
__ADS_1
Kimberly menarik lengan Yolanda dengan erat dan mendorongnya yang dalam kondisi telanjang ke tengah jalan depan sana. sehingga menyebabkan kemacetan di jalan besar itu.
"Lepaskan aku!" teriak Yolanda yang merasa malu karena di lihat oleh semua pengendara yang keluar dari mobil.
Tit...tit...tit....tit...
Bunyi klakson dari mobil deretan yang sedang macet panjang hingga ke ujung.
"Kalau ingin bunuh diri di sini saja!" kata Kimberly dengan menggengam erat lengan wanita itu yang sedang merasa malu tak berdaya dan sambil menangis.
Salah satu pemilik mobil yang terlibat dalam kemacetan ia menghampiri Kimberly..
"Nona, ada apa dengan dia?"
"Dia mengoda suami orang, dan baru siap melakukan hubungan intim. oleh karena itu aku ingin membantu dia mencari suami orang untuk melakukan hubungan badan dengan dia. dalam satu malam dia mampu melayani kalian semua. apa kalian mau?" kata Kimberly yang ceplas ceplos sambil memandang ke semua pria yang sedang berdiri sana.
"Jangan mendengarkan dia! dia adalah adikku yang iri denganku!" tangisan Yolanda sambil menutup wajahnya.
"Dia adalah putri Almost namanya adalah Yolanda," ucap Kimberly dengan sengaja.
"Wanita ini sangat murahan, aku tidak berminat."
"Putri Almost, Yolanda. siapa tidak kenal. walau cantik tapi sifatnya menjijikan sekali."
"Aku tidak berminat dengannya, memalukan sekali wanita seperti ini!"
Ejekan dan hinaan yang di lontarkan pria dan wanita yang di jalan itu. mendengar hinaan dari semua orang di sana, Yolanda semakin teriak dengan histeris.
"Kimberly, hebat sekali dirimu. tidak cukup kau menghebohkan satu gedung. tapi kau juga menghebohkan sepanjang jalan," gumam Demon.
Setelah puas berulah Kimberly tinggalkan kakaknya yang sedang di tengah jalan menangis dengan sambil menjongkok.
Almost berusaha berdiri karena merasa sakit di bagian punggungnya.
Tit...tit...tit....tit...
Tit...tit...tit....tit...
"Hei...pergi sana dasar jal*ng! jangan menghalang jalan kami," teriak salah pemilik mobil.
Tit...tit...tit....tit...
"Tidak tahu malu, pergi sana!"
Tit...tit...tit....tit...
"Dasar pengoda, kenapa kau menangis di sana?"
Tit...tit...tit....tit...
"Pergi mati saja!"
__ADS_1
Tit...tit...tit....tit...
Mendengar hinaan dan caci maki dari mereka Yolanda semakin histeris.
"Yolanda," teriak Almost yang mengendong putrinya yang harus menerima caci maki dari orang-orang sana dan kemudian ia membawa putrinya berlari meninggalkan tempat itu.
"Nyonya, apa kamu baik-baik saja?" tanya Rico dengan menghampiri Kimberly.
"Aku tidak apa-apa, hanya saja kaca besarnya itu...." jawab Kimberly dengan mengaruk kepalanya.
"Nyonya, tenang saja! kacanya sudah dalam perjalanan ke sini," kata Rico.
"Sejak kapan kamu pesan kacanya?" tanya Kimberly dengan penasaran.
"Di saat Anda baru mulai menanggalkan pakaiaan wanita itu," jawab Rico.
"Kenapa kamu bisa pesan kacanya? di saat itu aku belum memecahkan kaca itu."
"Bos yang menyuruhku pesan, katanya kaca itu pasti akan menjadi korban nyonya," jawab Rico dengan menahan tawa
"Dasar Demon, aku pasti di tertawakan oleh mereka," batin Kimberly.
"Mengenai mobil itu kacanya juga pecah dan body sampingnya juga sudah rusak akibat hentakan kuat," ujar Rico yang memandang ke arah mobil yang di depan perusahaan.
"Siapa yang begitu bodoh parkir mobil di sana, sehingga rusak karena benturan pria itu. dan ini bukan salahku," kata Kimberly yang tidak mau ngaku salah
"Nyonya, mobil itu adalah milik bos," jawab Rico.
"A-apa, mi-milik dia? kenapa dia parkir mobilnya di sana?"
"Selama ini bos memang parkir mobilnya di sana."
"Gawat, aku merusakan mobilnya lagi," batin Kimberly.
Tidak lama kemudian Demon keluar dari liff. semua karyawan menyapanya dengan hormat.
"Tuan Geffrey," sapa mereka dengan serentak.
"Rico, di mana Kimberly?" tanya Demon yang menghampiri Rico.
"Nyonya ada di si...."jawab Rico yang terhenti karena tidak melihat keberadaan Kimberly.
"Kemana dia? tadi masih ada di sini."
Demon melihat ke sekitaran untuk mencari jejak istrinya yang menghilang bagaikan di tiup angin.
Sesaat kemudian Demon melihat ke arah tanaman hijau yang di pojokan sana. tanaman itu yang hampir sama tinggi dengan Kimberly, Demon dengan tersenyum karena sudah paham dengan istrinya yang sedang bersembunyi dengan berdiri di balik tanaman itu
"Istriku, kenapa kau berdiri di sana?" tanya Demon dengan senyum.
"Aku sedang menghitung daun!" jawab Kimberly yang sambil memegang daun hijau yang di depan matanya.
__ADS_1