
"aaakkkk...." terdengar suara teriakan
Ketiga detektiv itu langsung bangkit dari duduknya dan menuju suara teriakan.
Teriakan itu berasal dari ruang perawatan
Sampainya diasal suara....
"Lara, kenapa?!" tanya Yuna yang sedikit panik
"i...itu" Lara menunjuk kearah ranjang yang ditempati Val
"Apa, maksudnya ini?" Yuichi dan Kanata berjalan kearah ranjang yang ditempati Val
Terlihat bnyak darah diranjang yang ditempati Val
"biar aku periksa. Yuichi kau bawa Lara keluar dari sini!" Yuna menyerahkn Lara yang sedari tadi memeluk Yuna karena rasa takut
"ayo Lara, biar dokter Yuna yang menangani ini" sambil berusaha menenangkan Lara, Yuichi membawa Lara keruang tengah
"apa yang terjadi" Kanata ikut bicara
"bahu kanannya ditusuk, dan kaki kirinya sedikit disayat" jelas Yuna sambil memeriksa Val, lalu berjalan untuk mengambil kotak P3K dan alat medis lainnya
Kanata memperhatikan sekitar, lalu melihat Val yang masih setengah sadar, sambil memegangi bajunya yang luka.
"istirahatlah" Kanata berisik, dan Val memejamkan matanya
(pelaku melakukan saat Lara keluar kekamar mandi, lewat jendela. Setelah melancarkan aksinya Lara masuk dan melihat pelaku, karena panik pelaku langsung melompat keluar jendela. Kemungkinan Lara mengetahui ciri ciri pelaku) batin Kanata
"Kanata, kau kenapa?" tanya Yuna sambil mengobati Val
"tidak apa, aku keruangan ku dulu" Kanata berjalan keluar ruangan perawatan, menuju ruangannya sendiri
"baiklah" jawab Yuna
___________________________________
Kanata berjalan dan melewati ruang tengah. Terlihat semua penghuni berada di ruang tengah termasuk para pelayan, yang berusaha menenangkan Lara.
Yuichi yang sadar, Kanata yang lewat, langsung menghampirinya
"keadaan Val?" tanya Yuichi
"nyawanya tidak terancam" jawab Kanata
"begitu yaa"
"tanyakan pada Lara, sepertinya dia tahu ciri ciri pelaku" dengan wajah datarnha
"bagaimana kau tahu?" Yuichi sedikit terkejut
"aku tidak peduli, caranya aku tahu" lalu Kanata berjalan melewati Yuichi
"Kanata, jelaskan yang benar" Yuichi mengikuti Kanata yang berjalan menuju ruangannya
Sampainya diruangan pribadi Kanata
klekk... *suara pintu terbuka
__ADS_1
Kanata membuka pintu ruangannya
"Kanata, jelaskan padaku, apa maksudmu tadi?" Yuichi ikut masuk keruangan Kanata
Kanata berjalan ke ranjangnya dan seperti biasa dia tidur
"hoi! Kanata kau dengar aku" Yuichi duduk disofa
"berisik kau ini" jawab Kanata santai
"kasih tahu dulu, caranya kau tahu?"
"tidak akan kuberitahu" Kanata memejamkan mata
"cih, dasar ketua sialan!" maki Yuichi
"dasar wakil ketua bodoh!" balas Kanata
Yuichi yang mendengarnya langsung menghampiri Kanata yang tiduran di ranjangnya
"apa kau bilang!!" Yuichi menarik kerah baju Kanata
"aku tidak akan mengulangi perkataanku" Kanata membuka mata
"Hentikan kalian berdua!" Yuna datang dan menghampiri dua makhluk yang tidak pernah akur itu
"Yuna" Yuichi melepaskan kerah Kanata
"kapan kalian bisa akur sii" Yuna berjalan menuju sofa
"hal itu tidak mungkin" jawab mereka kompak
"tidak, tidak mungkin" masih dijawab kompak oleh mereka
"padahal kalian jawabnya bersamaan"
"mending terjun dari gedung lantai 100, dari pada akur dengannya" kata Yuichi dengan nada sinis
"kalau gitu kenapa ga kau lakuin sekarang juga" jawab Kanata yang ga kalah sinisnya
"jika kulakukan sekarang, yang ada kau kangen pada ku setelah aku berada dialam baka"
Yuna yang melihat mereka hanya bisa menyimak, walau sebenarnya sangat pusing dengan tingkah kekanak kanakan mereka yang tidak pernah akur
"mending aku tidur dimakam, dari pada kangen denganmu ¬_¬"
"dasar ketua sialan!" maki Yuichi lagi
"dasar wakil ketua bodoh!" maki balik Kanata
"sialan!"
"bodoh!"
"ga becus!"
"ga guna!"
"bajingan!"
__ADS_1
"brengsek!"
Yuna yang mendengarnya tidak tahan dan langsung menghampiri kedua makhluk yang saling memaki
"hentikan!! Atau ku lenyapkan kalian!!" Yuna mengambil pisau bedah yang ada disaku jas nya lalu mengarahkan nya ke mereka
"Y...Yuna bisa kau turunkan" Yuichi berhenti memaki Kanata setelah Yuna menghampirinya sambil mengarahkan pisau bedahnya
Kanata yang melihat hal itu hanya menatap datar
"kalian ini, tidak bosan apa tiap hari bertengkar terus" Yuna menurunka pisaunya dan memasukan kembali ke saku jas nya
"kalau kami akur, yang ada malah aneh" Jawab Yuichi
"benar juga sii, tapi aku yang liat pusing tahu"
"kalau gitu ga usah diliat" jawab Kanata yang sedari tadi diam
"diam kau!" kata Yuichi
"sudah hentikan, kita lanjut besok" Yuna dan Yuichi keluar ruangan Kanata.
Kanata kembali tidur, tapi sebelum tidur Kanata menatap kearah jendela ruangannya
(kau pasti mendengar semuanya) batin Kanata
Setelah itu tidur...
Lagi ga ada inspirasi, kalau ada yang punya saran komen yak
__ADS_1
Jangan lupa vote nya🌹🌸