
"Apa mungkin dia amnesia?" tanya Jacky dengan heran
"Tidak mungkin! dia masih mengenal kita" jawab Simon dengan duduk bersandar
"Tapi setelah di pikir ulang dia memang lebih keras dari dulu, jika dulu walau dia suka membantah akan tetapi dia tidak begitu keras terhadap papa, beda dengan kali ini dia bisa lebih keras terhadap papa dan tanpa rasa hormat" jelas Jacky
"Oleh sebab itu aku merasa dia sangat berbeda, sebelumnya aku mengirim beberapa pembunuh untuk mengincarnya, akan tetapi mereka malah menghilang begitu saja, berapa pun orang yang ku utuskan semua seperti di telan bumi" kata Simon
"Kakak, aku tidak menyangka kau bisa begitu kejam terhadapnya, bagaimana pun dia adalah anak papa" ujar Jacky dengan senyum
"Jacky, apa kau tidak melihat papa mempercayakan semua padanya? perusahaan terbesar milik keluarga ini dia yang mengelolanya"
"Bukankah dari dulu dia yang menjalankan bisnis keluarga? lagi pula Sea World Group bisa berkembang karena di tangannya, jadi sudah tidak heran jika papa membiarkan dia yang menjalankannya"
"Aku tetap merasa tidak puas, walau dia adalah anak kandung papa, aku tetap ingin kematian dia" ucap Simon dengan tegas
"Kakak, Raymond sekarang sudah bukan yang dulu, dia yang dulu hanya akan mengunakan mulutnya untuk memarahi orang, akan tetapi dia yang sekarang akan mengunakan tangannya untuk melawan kita, aku juga merasakan perbedaan dirinya" ucap Jacky
"Sehebat apapun dia pasti ada kelemahannya, aku tidak sabar menunggu hasil DNAnya"
"Kenapa kau malah penasaran tentang hal itu?" tanya Jacky dengan merasa heran
"Jika hasilnya positif aku penasaran apa yang akan dia lakukan, dan jika negetif maka ini akan menjadi tanda tanya untuk kita" jawab Simon
"Bisa saja Candy berhubungan dengan pria lain jika anak itu bukan anak Raymond, dan memang dia sengaja mengunakan anak itu untuk mendekati Raymond lagi"
"Walau apa yang kamu katakan sangat masuk akal, akan tetapi yang menjadi tanda tanya adalah kenapa dia tidak mengenal Candy?"
"Bisa saja dia sama sekali tidak mau lagi berhubungan dengan wanita itu karena sudah bosan, lagi pula aku melihat perbedaannya terhadap wanita, dia sangat lembut dan memanjakan istrinya itu, dia bisa berubah lebih keras dari dulu dan hanya menjadi lembut terhadap wanita itu" ujar Jacky
"Kelihatannya sainganku ini tidak mudah" ucap Simon
Raymond berdiri di tepi kolam renang yang ada di dalam rumahnya, saat itu Teddy bersama dengannya
"Tuan, apakah Anda tidak apa-apa setelah bertarung dengan Kane Fire?"
"Tidak apa-apa, dia tidak bisa melukaiku" jawab Raymond
"Pertarungan itu mengakibatkan sekitar sepuluh ruko deretan ikut terbakar" jelas Teddy
"Ini adalah pertarungan yang tidak bisa di elakkan" ucap Raymond
"Bagaimana dengan dia?" tanya Teddy yang sedang berdiri di belakang Raymond
__ADS_1
"Dia sudah ku kalahkan dan sudah lenyap" jawab Raymond yang tanpa menoleh ke arah anak buahnya itu
"Ada baiknya jika dia lenyap! jika tidak, maka banyak yang akan menjadi korbannya, dia selalu saja suka meledakkan tempat yang dia kunjungi"
"Sifatnya dari dulu memang tidak pernah berubah, selalu saja membuat masalah ke mana pun dia pergi"
"Tuan, apakah ada yang ingin saya lakukan?"
"Untuk saat ini tidak ada, pergilah" jawab Raymond
"Baik" jawab Teddy dengan langsung menghilang
Keesokan harinya
"Kimberly, sudah pukul 7 pagi, nanti kita akan ke rumah sakit" ucap Raymond yang membangunkan istrinya
"Kenapa kita mau ke sana?" tanya Kimberly yang masih memejamkan matanya
"Aku akan melakukan tes DNA dengan anak itu, maka itu kau harus bangun dan kita akan bersarapan dulu" jawab Raymond dengan mengecup dahi istrinya
"Apa aku harus pergi?"
"Iya! ke mana pun aku pergi kau harus ikut bersama" jawab Raymond dengan senyum
"Tidak bisa! mari kita mandi dulu dan kemudian kita bersarapan" ujar Raymond yang mengendong Kimberly yang masih mengantuk
Setelah satu jam kemudian
Sarapan bersama
"Papa, apa mama masih belum bisa makan?" tanya Jack yang sedang makan bersama
"Tenggorokannya masih sakit, walau sudah minum obat mamamu masih belum bisa menelan makanan yang keras, dia hanya bisa makan bubur" jawab Alex
"Raymond nanti kau bawa candy dan Raycan ke rumah sakit" perintah Alex yang menatap ke arah Raymond
"Aku tahu" jawab Raymond dengan tanpa menoleh ke arah ayahnya itu
"Papa, apa aku bisa minum jus?" tanya Raycan yang sedang duduk di hadapan Raymond
"Jangan memanggilku papa, jika aku mendengarnya lagi aku tidak akan sungkan mencabut gigi mu" gertak Raymond dengan tatapan tajam sehingga menakuti anak itu
"Raymond, apa yang kau lakukan? dia hanya anak kecil" ujar Alex
__ADS_1
"Aku tidak peduli, aku tidak mau anak yang tidak jelas asal usulnya memanggilku papa" jawab Raymond dengan tegas
"Kimberly, apa kamu sudah kenyang?" tanya Raymond dengan menyentuh kepala Kimberly
"Sudah kenyang" jawab Kimberly
"Mari kita pergi" ajak Raymond yang bangkit dari tempat duduknya
"Kalian ingin ke mana?" tanya Alex
"Bukankah kami harus ke rumah sakit?" jawab Raymond
"Kimberly tidak perlu ikut, dia harus mengerjakan pekerjaan rumah, jadi kau pergi saja bersama Candy dan Raycan" ujar Alex
"Kimberly adalah istriku, tentu dia harus ikut bersamaku, mengenai mereka suruh saja mereka pergi sendiri" jawab Raymond dengan tegas dan bergandengan tangan dengan Kimberly
"Raymond, ini adalah urusanmu dan Candy, Kimberly tidak perlu ikut campur, biarkan dia dapur" ucap Alex dengan tegas
"Kimberly adalah istriku, jadi dia tidak perlu tinggal di dapur, karena itu bukan bagian dari tugasnya" jawab Raymond dengan nada tegas
"Biarkan saja Kimberly menjaga bibimu, dia sedang tidak sehat" kata Alex
"Dia bukan ratu di rumah ini, jadi untuk apa istriku harus menjaganya? dia sudah dewasa dan bisa jaga diri sendiri, lagi pula dia memiliki dua anak laki-laki untuk apa jika tidak bisa menjaga ibunya" ketus Raymond yang merasa kesal dan beranjak pergi bersama Kimberly
Melihat Raymond dan Kimberly berjalan menuju ke mobilnya, Candy membawa Raycan langsung ikuti langkah mereka
Setiba di mobil Raymond membuka pintu mobil untuk istrinya, Raycan langsung menghampiri Raymond
"Papa, apa mama boleh duduk di depan? karena mama bisa pusing kepalanya jika duduk di belakang?" tanya Raycan yang sudah di ajari oleh Candy sebelumnya
"Aku tidak menyuruh kalian naik mobilku, pergi panggil taksi sendiri" jawab Raymond dengan tegas
"Raymond, jangan meninggikan suaramu, dia masih anak-anak, kami tidak berani naik taksi karena aku tidak begitu ingat jalan di kota ini, aku sudah lama tinggalkan kota ini, apa kami bisa tumpang mobilmu saja?" tanya Candy dengan berharap
"Menyusahkan saja" ketus Raymond
"Raymond, biarkan saja mereka ikut dengan kita" ujar Kimberly
"Terima kasih, Kimberly. karena sangat pengertian" ucap Candy
"Sudahlah, ayo...kita pergi" ajak Kimberly yang ingin masuk ke dalam mobil
"Sebentar! ini adalah tempat duduk mamaku, kau tidak boleh duduk di sana" bentak Raycan dengan menarik tangan Kimberly
__ADS_1
"Jauhkan tangan kotormu sana" bentak Raymond yang menarik lengan Raycan dengan kasar