
"Kakak, mama sedang memasak di dapur, cepat hubungi kakek paman!" kata Deberly yang mengunci pintu kamar dam berlari menghampiri Debermon yang berada di kasur.
"Baiklah, aku gunakan telefon kamar saja, adik cepat simpan mainan kita!"
"Iya, Kak," jawab Deberly yang mengutip semua mainan yang berserak di lantai.
Debermon menekan tombol nomor tujuan untuk berbicara dengan paman Sean yang di seberang sana.
Sesaat kemudian panggilan terhubung dan paman Sean yang berada di sana menjawab panggilan tersebut.
"Hallo," jawab paman Sean.
"Hallo, kakek paman, aku adalah Debermon," sahut Debermon dengan suara rendah.
"Debermon, ada apa menghubungi kakek?"
"Kakek paman, sejak mama hamil dia banyak berubah. sering saja suka marah dan nadanya juga lebih tinggi. apa dulu saat mama mengandung kami begitu juga ya?"
"Meninggikan suara itu masih tidak seberapa, ada yang lebih parah lagi."
"Apa, masih ada yang lebih parah lagi? apa itu kakek paman?"
Setelah beberapa menit kemudian.
"Debermon, Deberly, cepat makan siang! jangan main lagi!" teriak Kimberly dari lantai bawah.
"Iya, Ma," jawab Deberly.
"Kakek paman, sampai di sini dulu ya! mama sedang memanggil kami!" ucap Debermon yang langsung menutup telefonnya.
"Cepat kita keluar dulu!" ajak Debermon yang membuka pintu kamarnya.
Malam hari.
Debermon sedang duduk di pangkuan Demon yang berada di ruang kerjanya.
"Papa, ada yang mau ku tanyakan pada papa," ujar Debermon.
"Ada apa, sayang?" tanya Demon dengan mencium pipi putranya.
__ADS_1
"Pa, belakangan ini emosi mama sangat tinggi, tadi siang aku bertanya pada kakek paman, katanya ini masih tidak seberapa di bandingkan dulu," kata Debermon.
"Mungkin karena wanita hamil emosinya agak berbeda seperti biasa. mamamu sedang mengandung adikmu, jadi kamu dan Deberly jangan nakal ya! harus dengar kata mama!"
"Iya, Pa. kami juga takut buat mama marah. kakek paman mengatakan saat dulu mama sedang mengandung aku dan adik lebih parah dari sekarang. hampir setiap hari mama mengamuk tanpa alasan. bahkan ikan yang mama potong saja bisa hancur. bukan hanya itu mama juga sering menangis di malam hari. kata kakek paman mama sering merasa pegal di pinggangnya dan juga sakit di kakinya. mama sangat menderita dan sering emosi selama sembilan bulan itu," jelas Debermon
"Mama sering menangis? tidak mudah bagi mamamu harus menanggung semuanya di saat itu. saat itu papa tidak berada di sisi mama sehingga dia harus menanggung sendiri semua penderitaannya," ucap Demon yang merasa sedih.
"Debermon, hamil bukan perkara yang mudah bagi mama, kita harus sering menemani mama dan juga membantunya, agar bisa mengurangi beban pikirannya. jangan membiarkan mama melakukan semua pekerjaan di rumah," kata Demon yang memeluk putranya dengan erat.
"Iya, Pa. selama ini aku dan adik sangat menurut karena tahu mama sedang dalam kondisi tidak stabil emosinya. apa lagi kakek paman mengatakan mama lebih sering emosi dari pada tersenyum di saat mama sedang hamil aku dan adik," jawab Debermon.
"Di saat aku tidak berada di sisinya, tidak menyangka Kimberly melaluinya dengan tidak mudah. jika ada waktu aku harus bertemu dengan paman Sean. untuk mengetahui kondisi Kimberly saat dia hamil dulu," batin Demon.
"Papa sedang pikirkan apa?"
"Papa sedang pikirkan bagaimana mama melalui sendiri di saat itu, apa lagi di saat itu kami tidak bersama. bagi ibu hamil tentu saja akan mengalami beberapa kesulitan," jawab Demon.
"Tapi sekarang mama tidak sendiri lagi. mama memiliki kita bertiga yang berada di samping mama," ujar Debermon.
"Anak pintar, kita berdua adalah pria dan akan melindungi mama untuk selamanya," ucap Demon dengan senyum.
"Putra papa sangat pintar, sudah malam mari kita tidur, sayang," kata Demon yang mencium pipi putranya.
Demon mengendong putranya menuju ke kamar dan menidurkannya di samping Deberly yang sudah ketiduran bersama Kimberly.
Di sisi lain air laut masih naik ke jalan sehingga membanjiri kota di malam itu, masyarakat lagi-lagi dibuat kebinggunan dan harus mengungsi ke tempat yang tinggi.
Mereka hanya bisa melihat air yang tergenang begitu tinggi yang mencapai 120 meter yang lebih tinggi dari sebelumnya.
"Apa yang akan terjadi dengan kota ini? tidak ada hujan dan angin, air laut naik setiap malam, bahkan malam ini semakin tinggi," kata salah satu warga yang sedang mengungsi di tempat yang tinggi.
Malam itu sekitar lebih dari tiga puluh warga yang tinggal di tempat terbuka, tidak lama kemudian tiba-tiba saja mereka di tarik oleh sesuatu yang melilit tubuh mereka.
"Aarrggghh....,"
"Aarrggghh....,"
"Aarrggghh....,"
__ADS_1
Teriakan mereka semua yang ketakutan melihat sesuatu yang muncul di sana. makhluk itu muncul dari genangan air dan menelan korban yang sedang mengungsi.
"Apa itu? aarghh....,"
"Lihat matanya besar sekali," teriak mereka yang tidak bisa kabur dan lari ke pojokan dan berkumpul di sana.
Makhluk itu melilit satu-persatu dan menarik mereka dan kemudian masukan ke dalam mulutnya.
"Aarrggghh....,"
"Aarrggghh....,"
"Aarrggghh....,"
Teriakan mereka yang sedang ketakutan, sebagian dari mereka melompat ke air dan berenang pergi dari sana. makhluk besar itu hanya menampakan dua matanya serta kakinya yang panjang sedang melilit korban dan memasukkan ke mulutnya.
"Ada hewan menakutkan, cepat pergi!" teriak para warga di sana yang melompat ke air satu-persatu.
Tidak lama kemudian iblis api muncul di sana dan mengeluarkan api ke arah makhluk besar itu.
Makhluk besar itu langsung menengelamkan dirinya dan kemudian menghilang tanpa jejak
"Binatang apa itu?" tanya salah satu iblis api.
"Dia kabur melihat kita datang, tetap serang airnya. dia masih berada dalam air!"
"Tidak bisa, serangan api kita padam setelah kena air."
"Cepat selamatkan orang-orang yang berada di dalam air sana!" perintah iblis air yang langsung mengeluarkan mereka yang sedang berenang di dalam air sana.
"Aaarrggh....," teriakan mereka yang merasa ketakutan dan di tarik keluar oleh para iblis api itu.
"Jangan takut! kami datang menyelamatkan kalian, kita akan pindah tempat lain," kata salah satu iblis yang sedang menarik mereka keluar dari air itu.
"Cepat bawa mereka ke tempat lain, jauhkan mereka dari air!"
"Baik," jawab para iblis lainnya.
Semua warga yang mengungsi di tempat itu di bawa pergi oleh para iblis, walau mereka ketakutan melihat iblis api itu akan tetapi mereka hanya bisa pasrah karena tidak ada pilihan lain.
__ADS_1
Makhluk itu langsung menghilang dari pandangan dan tidak tahu ke mana. beberapa warga yang menjadi korban santapannya di malam itu.