Mystery

Mystery
Nama Asliku Deberly


__ADS_3

"Tapi, Pa. aku masih berharap kalau Kimberly akan kembali bersama dengan Demon. apa lagi si kembar adalah anak Demon. aku hanya merasa kalau mereka semua bisa bersatu kembali pasti akan lebih bahagia. perpisahan mereka itu secara paksa bukan karena tidak cinta," ujar Holdie.


"Rumah ini tanpa gadis itu terasa sangat sepi, Kimberly pergi karena merasa tertekan dan memilih jepang sebagai tempat barunya. papa juga berharap kalau mereka bisa bersatu kembali, tapi semua ini bukan kita yang bisa tentukan" ucap paman Sean.


"Tidak tahu kapan baru Kimberly akan kembali seperti dulu lagi," kata Holdie yang mengingat masa lalu.


2 hari kemudian.


Jepang.


Demon tiba di jepang dan tinggal di sebuah hotel mewah.


"Tuan, silakan istirahat dulu!" kata Rico dengan sopan.


"Pesan menu seperti biasa!"titah Demon dengan singkat


"Baik, Tuan," jawab Rico yang kemudian melangkah keluar dari kamar atasannya.


Di sisi lain seorang pria tampan mendatangi tempat tinggal Kimberly. saat pria tampan itu melangkah masuk, Pokemon dan Doraemon langsung dengan gembiranya berlari memeluk pria tampan itu.


"Paman Willy," teriak Pokemon dan Doraemon dengan serentak.


"Hai...anak-anak, bagaimana dengan kabar kalian?" tanya Willy dengan mengendong ke dua anak itu.


"Kami baik-baik saja, dan juga merindukan paman," jawab Pokemon dan Doraemon dengan serentak.


"Paman juga sangat merindukan kalian, dan hari ini paman libur dan ingin membawa kalian makan bersama," jawab Willy.


"Mama sedang masak di dapur, jadi makan di rumah saja!" kata Pokemon.


"Kita sudah lama tidak keluar bersama, dan paman ingin membawa kalian semua berjalan-jalan dan makan apa saja yang kalian suka," jawab Willy.


"Terima kasih, Paman," ucap Pokemon dan Doraemon dengan serentak.


"Kalian pergilah ganti pakaian ya! paman temui mama dulu," kata Willy dengan senyum.


Willy adalah seorang dokter yang sudah kenal lama dengan Kimberly. lima tahun yang lalu saat Kimberly keluar dari rumah Demon, dan pingsan di jalan komplek rumah, Willy adalah pria yang membawa Kimberly ke rumah sakit di saat itu.


"Kimberly," sapa Willy yang melangkah masuk ke dapur.


"Willy, kau sudah datang, aku sedang memasak kita, makan siang bersama ya!" ajak Kimberly.


"Kita makan di luar saja! hari ini aku libur dan ingin membawa Debermon dan Deberly keluar jalan-jalan," jawab Willy.

__ADS_1


"Kau selalu saja suka memanjakan mereka, tanpa melihatmu Debermon dan Deberly memintaku membawa mereka bertemu denganmu," ujar Kimberly dengan senyum.


"Kimberly, mereka sudah seperti anakku sendiri. Debermon dan Deberly akulah yang sambut mereka di saat itu. dan kini mereka sudah besar. dan aku sangat bahagia di saat melihat mereka tumbuh besar dengan sehat," ucap Willy dengan senyum.


"Kimberly, hari ini aku libur dan aku ingin mengajak kalian makan di sebuah restoran," kata Willy.


"Makan di restoran mewah sangat mahal, kenapa tidak makan di tempat biasa saja?"


"Jangan berkata seperti itu! ini keinginan ku sendiri, cepat bersiaplah karena aku sudah pesan hidangannya," kata Willy


"Baiklah aku tahu," jawab Kimberly dengan senyum.


Di siang itu Willy bersama Kimberly dan si kembar menuju ke sebuah restoran. dan di saat yang sama Demon juga sedang menuju ke restoran itu bersama asistennya, Rico.


"Mama, Paman, Emon ingin pergi ke kamar kecil!" pinta Doraemon.


"Mama akan temankan kamu pergi ya!" jawab Kimberly.


"Mama, biarkan Kemon saja yang membawa adik, paman dan mama makan dulu!" kata Pokemon.


"Kalian berdua hati-hati ya!" ucap Kimberly.


"Iya, Ma," jawab Pokemon dan Doraemon dengan serentak.


"Walau masih kecil tapi mereka tidak bisa di tindas. kekuatan api mereka itu juga tidak rendah. seusianya ini sudah sangat hebat. dan juga tanpa berlatih," kata Kimberly yang sedang duduk bersama dengan Willy.


"Ini sudah bawaan dari lahir, papanya adalah iblis api, oleh karena itu mereka mewarisi kakuatannya," jawab Willy.


"Tidak tahu ini baik atau tidak bagi mereka?"


"Kenapa kau berkata seperti itu?"


"Willy, yang aku paling takut adalah kalau nenek Diana bisa mengetahui keberadaan mereka, kalau saja sampai tahu dan membawa mereka pergi, aku akan hancur," kata Kimberly dengan khawatir.


"Kimberly, selama ini kau sudah sangat melindungi mereka. bahkan nama asli mereka juga kamu sembunyikan," kata Willy.


"Debermon dan Deberly selama ini sangat berharap bertemu dengan Demon. aku tidak tahu kalau kami bertemu suatu saat apakah dia akan ingat padaku lagi atau tidak? andaikan dia tidak ingat lagi hubungan kami, maka aku takut dia akan pisahkan aku dengan anak-anak," ujar Kimberly.


"Kimberly, jangan terlalu di pikirkan dulu! kalian tinggal di negara yang berbeda, jadi tidak mungkin kalian akan bertemu," kata Willy.


"Anak-anak adalah nyawaku. siapapun tidak akan bisa membawanya pergi dariku, termasuk nenek Diana," ujar Kimberly.


Demon yang baru melangkah masuk ke dalam restoran menuju ke salah satu ruang makan. saat ia ingin melangkah masuk tiba-tiba saja seorang anak kecil yang sedang berlari menabrak dirinya dan anak itupun terjatuh.

__ADS_1


"Aarrgh..."jerit anak kecil itu yang terduduk di lantai.


Demon yang melihat anak kecil itu ia hanya cuek dan tidak peduli padanya.


"Paman," sapa anak kecil itu yang menatap Demon.


Demon menoleh ke arah anak itu dan menatap wajah anak itu dengan tanpa beralih pandangannya


"Paman, bisa bantu Emon berdiri?"tanya anak itu yang tak lain adalah Doraemon dengan membuka ke dua tangannya.


Rico yang merasa cemas atasannya akan melukai anak itu, maka dia pun ingin memapah anak kecil itu. akan tetapi di hadang oleh Demon.


Demon menatap anak kecil itu dengan tanpa mengedipkan matanya. lalu ia pun berjongkok dengan ramah memapah Doraemon hingga berdiri.


"Terima kasih, paman tampan," ucap Doraemon dengan ramah..


"Mata dan wajah ini sangat familiar, sangat mirip seseorang? tapi siapa kenapa aku tidak ingat?" batin Demon.


"Paman, namaku adalah Doraemon, senang berkenal dengan paman," ucap Doraemon dengan senyum manisnya.


"Anak yang manis, kenapa namamu sangat aneh?" tanya Demon yang menyubit wajah Doraemon.


"Paman, apa bisa mengendong ku sebentar!" pinta Doraemon dengan mata berkaca-kaca.


Demon yang melihat mata anak itu ia pun tanpa ragu menuruti permintaan


Doraemon.


"Paman, terima kasih sudah mengendongku, perasaan ini sangat nyaman. bahkan saat paman Willy mengendongku juga tidak senyaman ini. paman seperti papaku saja," ucap


Doraemon dengan mencium wajah Demon.


Demon yang di cium oleh Doraemon merasakan ada perasaan aneh.


"Adik kecil, mana papamu?" tanya Demon.


"Mamaku bilang papa pergi jauh karena harus bekerja, sampai sekarang papa belum pulang. Emon dan kakak sangat merindukan papa. Paman, terima kasih karena sudah mengendongku. walau hanya sebentar tapi perasaan ini sangat hangat," ucap Doraemon.


"Adik kecil, setelah waktunya tiba papamu pasti akan kembali," kata Demon.


"Paman, sebelum Emon pergi Emon mau memberitahu nama asliku adalah Deberly," kata Doraemon dengan berbisik di telinga Demon.


"Deberly?" tanya Demon dengan heran.

__ADS_1


"Iya, nama kakakku adalah Debermon. nama kami adalah gabungan papa dan mama. ini hanya paman yang boleh tahu ya, jangan beritahu orang lain," ujar Doraemon.


__ADS_2