
"Kenapa dia bisa tahu aku bersama dengan seorang pria? padahal dia tidak berada di sini,"batin Kimberly.
"Tentu saja aku bisa mengetahuinya, kau adalah istriku, ada pria lain yang mendekatimu mana mungkin aku bisa tidak mengetahuinya. cepat pulang dan jangan bermain dengan pria lain!"kata Demon dengan tegas.
"Iya, aku tahu!" jawab Kimberly.
"Dia juga bisa mendengar kata batinku walau dia tidak berada di sini," batin Kimberly.
"Cepat pulang!" teriak Demon yang di seberang sana.
"Iya," jawab Kimberly.
Tidak lama kemudian mereka pun memutuskan panggilannya.
"Ada apa?"tanya Vincent.
"Aku ada hal penting, aku harus pergi dulu. bye....bye...bye...," jawab Kimberly yang langsung berlari meninggalkan pria itu
"Eh...Kim..." ucap Vincent yang terhenti.
"Dasar iblis tua, dia di dalam rumah bisa tahu aku bersama pria lain, lebih baik aku cepat pulang. kalau tidak nanti dia memukul telapak tanganku lagi," batin Kimberly.
Kimberly berlari secepat mungkin untuk menjauhi pria itu, sambil menunggu taksi yang lewat di jalan sana. tidak lama kemudian ia menghentikan sebuah taksi yang ingin melewatinya.
"Berhenti...." teriakan Kimberly yang berdiri di depan taksi itu.
Setelah lima belas menit kemudian Kimberly tiba di depan rumahnya dan langsung berlari masuk ke dalam.
"Demon...Demon...Demon...." panggil Kimberly yang sambil berlari ke kamarnya.
Klek.
"Demon, aku sudah berhasil mendapatkan semua surat...." kata Kimberly yang terhenti karena tiba-tiba di gendong oleh suaminya dari belakang dan di hempaskan ke kasur.
"Aarrghh...." jerit Kimberly yang di kejutkan oleh tindakan suaminya itu
Demon langsung menindih istrinya dan mencium aroma Kimberly dari leher hingga ke tubuh gadis itu.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kimberly yang berada di bawah suaminya.
"Siapa pria itu? sudah berapa lama kau mengenalnya?"tanya Demon dengan raut wajah tidak senang.
"Dia adalah Vincent, dulu kalian juga pernah bertemu," jawab Kimberly.
__ADS_1
"Apakah dia adalah pria yang mau di jodohkan denganmu?"tanya Demon.
"Iya, dialah orangnya."
"Kimberly, kau jangan lupa bahwa kau sudah menjadi istriku, tapi kau masih saja bertemu dengannya," bentak Demon.
"Kami hanya kebetulan bertemu di jalan, dia tiba-tiba muncul di depan mataku. dan aku juga ingin menjauh darinya dan tidak lama kemudian kau menghubungiku," jelas Kimberly.
"Baiklah, kali ini aku tidak menyalahkan mu," jawab Demon.
"Aku tidak melakukan kesalahan apapun, kau mana bisa menyalahkanku," ujar Kimberly.
"Aku hanya tidak suka melihat istri ku dekat dengan pria lain," jawab Demon.
"Demon, aku sudah mendapatkan semua rumah dan mobil milik keluarga Almost dan sekarang mereka tinggal di hotel, dan aku yakin mereka pasti bisa stroke saat mau mengunakan kartu itu," jelas Kimberly yang mengambil surat itu dan ingin memperlihatkan kepada suaminya yang sedang berada di atas tubuhnya.
"Nanti aku baru melihatnya, sekarang yang terpenting kita lakukan dulu yang seharusnya kita lakukan," ujar Demon yang membuka kancing kemeja istrinya dan sambil mencium tubuh istrinya itu.
"Sebentar! aku belum mandi dan aku juga berkeringat karena aku berlari cukup jauh tadi," kata Kimberly yang menahan tubuh suaminya itu
"Aku menyukai aroma tubuh mu, selama ini kau tidak pernah mengunakan parfum, yang ku cium selama ini adalah aroma tubuhmu dan aku menyukainya," jawab Demon dengan mencium leher istrinya itu.
Demon melepaskan satu-persatu pakaian istrinya sehingga tanpa sehelai benang. lalu mencium dengan tanpa berhenti dari area leher hingga menurun ke tubuh istrinya yang polos tanpa sehelai benang
"Apa maksudmu?"
"Kenapa aku masih tidak hamil?apa kau salah bergerak?"
"Kimberly, berani sekali kau mengatakan aku tidak ahli," kata Demon dengan melepaskan pakaiannya sendiri sehingga tanpa sehelai benang.
"Lihat saja bagaimana aku menjinakkanmu,"ucap Demon yang langsung memasukkan pusakanya ke dalam v*gina istrinya dan bergerak maju mundur dengan tanpa berhenti.
"Kenapa gerakan mu cepat sekali?" tanya Kimberly yang merasakan gesekan di bawah sana.
"Karena aku ingin segera menikmatimu," jawab Demon yang mencapai puncak kenikmatan.
"Cepat sekali," kata Kimberly yang melihat suaminya yang menikmati puncaknya dengan gerakan yang sangat cepat.
"Karena aku tidak bisa menahan hasratku setiap melihatmu," jawab Demon yang masih melanjutkan aksinya dan sambil menghisap pu.ting dada istrinya.
Demon melakukan dengan penuh gairah, bergerak maju mundur serta mencium seluruh tubuh istrinya.
Dua jam kemudian.
__ADS_1
Demon masih belum menghentikan aksinya dan masih menguasai tubuh istrinya itu dengan penuh na*su.
"Apa kau yakin aku akan segera hamil?"
"Tentu saja! aku tidak yakin tidak bisa menghamilimu," jawab Demon dengan senyum dan mencium bibir istrinya dan sambil bergerak maju mundur di bawah sana.
Hotel tempat tinggal Almost.
Di siang itu mereka tinggal di hotel mewah serta memesan makanan yang paling mahal di hotel itu, bukan hanya makanan, mereka juga menikmati minuman yang paling mahal.
"Hari ini hidup kita sudah berubah menjadi lebih kaya, dengan tiga kartu ini kita bisa membeli sebuah rumah yang mewah dan luas. aku tidak menyangka gadis itu bisa begitu kaya," ucap Veronica dengan senyum bahagia.
"Hanya dengan kartu yang dia miliki kita sudah bisa makan dan tinggal di tempat yang mewah, tidak salahnya kita mencari dia lagi,"ujar Almost
"Mari kita makan dulu!" ajak Almost dengan menyantap makanan dengan lahap.
"Yolanda, kau harus menikah dengan pria yang kaya seperti Raymond, agar hidup kita bisa semewah ini," kata Veronica.
"Aku tidak semiang Lolipop yang pintar mengoda pria kaya," ketus Yolanda.
"Kau tidak kalah cantik darinya, dan tentu saja kau tidak boleh kalah darinya. menikah dengan pria kaya dan dapatkan beberapa kartu kreditnya," jawab Veronica.
"Yolanda, benar kata mamamu! jika ada pria kaya yang mendekatimu maka jangan menolak lagi!" kata Almost.
"Dulu ada beberapa pria dari kalangan bisnis yang mengejarmu, tapi kau malah menolak semuanya," ujar Veronica.
"Mereka tidak selevel denganku, jadi mana mungkin mereka layak di sandingkan denganku," jawab Yolanda.
"Jangan mau kalah dari Lolipop, jika dia bisa maka kau juga bisa," kata Veronica.
"Raymond adalah pebisnis sukses, pria yang mengejarku itu sama sekali bukan levelnya. jika saja dia tertarik padaku, aku yakin gadis itu pasti gila," kata Yolanda.
"Maksudmu adalah kau ingin merebut suami adikmu sendiri?" tanya Almost.
"Bukankah lebih baik jika aku berhasil? sebenarnya tidak bisa di katakan merebut. jika saja dia tertarik padaku, ini karena Lolipop yang gagal menjaga hati suaminya. aku memiliki wajah yang lebih cantik darinya. dan tipe seperti Raymond sangat sesuai untukku," ujar Yolanda dengan berharap.
"Tapi dia sangat mencintai gadis itu mana mungkin dia akan tertarik padamu," kata Veronica.
"Veronica, kau salah! jika saja Yolanda bersikap lebih baik dan lebih lembut dari Lolipop maka Raymond pasti akan berpindah hati," ujar Almost.
"Dan di saat itu dia juga tetap menjadi menantu kita," ucap Veronica dengan berharap.
"Pa, Ma, kalian tenang saja! setelah aku berhasil maka gadis itu tidak berguna lagi bagi kita," ucap Yolanda dengan merasa yakin.
__ADS_1