Mystery

Mystery
Wanita siluman


__ADS_3

"Kimberly...." panggil Raymond yang tiba-tiba muncul.


"Raymond, di mana ularnya?" tanya Kimberly yang menoleh ke arah suaminya itu.


"Sudah ku buang jauh-jauh," jawab Raymond dengan senyum.


"Ada apa dengan dia?" tanya Raymond yang melihat asistennya itu sedang muntah tanpa berhenti.


"Dia merasa jijik dengan ular itu, dan dari tadi dia muntah terus," jawab Kimberly.


"Wilson, apa kamu baik-baik saja?" tanya Raymond.


"Ti-tidak apa-apa, Tuan," jawab Wilson yang baru berhenti muntah.


"Apa perlu kita ke dokter dulu?" tanya Raymond.


"Aku tidak apa-apa! hanya merasa geli saja dengan hewan tadi itu," jawab Wilson yang sedang lap mulutnya dengan sapu tangan.


"Raymond, mari kita pergi makan ke restoran yang ada jual sop hewan!" ajak Kimberly.


"Sop hewan? sop apa yang kamu mau?" tanya Raymond dengan senyum.


"Sop ular! aku mau pesan untuk Wilson, tapi pesankan pihak dapur restoran untuk membuang isi **********, dan otak ular di buang juga, selain itu dagingnya di potong kecil-kecil dan kepalanya jangan di hancurkan, biarkan di masak dalam keadaan utuh, dan ingat matanya jangan di buang juga, lidahnya harus di goreng biar lebih enak, ini baik untuk Wilson," jelas Kimberly dengan panjang lebar.


"Wilson, apa kau mau?" tanya Raymond yang menatap ke arah Wilson.


Wilson yang mendengar perkataan Kimberly tidak lama kemudian ia tumbang tidak sadarkan diri.


Brugh..


"Apa karena dia merasa jijik sama ular sehingga pingsan?" tanya Raymond.


"Tidak mungkin! atau mungkin dia kelaparan? karena dia sudah muntah selama lima belas menit," jawab Kimberly.


"Bagaimana kalau kita mengantarnya ke rumah sakit dulu, baru kita pergi makan?" tanya Raymond.


"Baiklah, besok jika dia sudah sadar baru kita bawakan sop ular untuknya," jawab Kimberly.


"Dia merasa jijik dengan ular, apa baik kalau masih memberi dia makan ular?"tanya Raymond.


"Dengan begitu maka dia akan terbiasa dan tidak merasa jijik lagi," jawab Kimberly dengan yakin.


Setelah satu jam kemudian.


"Wilson hanya merasa geli terhadap ular sehingga membuatnya muntah, ini tidak masalah, besok dia akan sadarkan diri," jelas dokter dengan senyum.


"Dokter, apakah jika beri dia makan daging ular apa dia bisa sembuh dan tidak merasa jijik lagi?" tanya Kimberly.


"Tidak bisa, Nyonya. dia akan semakin merasa geli, sesuatu yang yang sudah membuatnya merasa jijik jika di makan dia akan semakin merasa geli," jawab dokter itu.

__ADS_1


"Aku tidak percaya! aku akan mencobanya besok," batin Kimberly.


"Kimberly...." ucap Raymond yang mendengar kata hati istrinya.


"Aku tidak mengatakan apapun," ujar Kimberly dengan menyangkal.


"Mari kita makan malam dulu!" ajak Raymond dengan merangkul pundak istrinya.


"Iya, aku juga sudah lapar!"jawab Kimberly dengan senyum.


Restoran mewah


"Raymond, aku merasa aneh!" ujar Kimberly yang sedang menyantap makanannya.


"Ada apa?" tanya Raymond yang sedang mengambil lauk dan menarohkan ke piring yang di gunakan Kimberly.


"Kenapa aku bisa mendengar apa yang di katakan ular itu? dia juga mengatakan jika dia adalah siluman, apakah benar di dunia ini ada siluman?" tanya Kimberly yang merasa penasaran.


"Kimberly, apa kamu percaya dengan perkataan ular itu bahwa dia adalah siluman?" tanya Raymond.


"Kurang percaya! tapi di zaman ini sudah ada iblis api, dan aku tidak bisa juga untuk tidak percaya semuanya,!"


"Siluman ular itu memang ada, ingat ya, lain kali jangan mendekati ular lagi, kita tidak tahu mereka beracun atau tidak."


"Apa kamu percaya kalau aku bisa mendengar suara ular yang sedang berbicara?"


"Kenapa kita tidak belah saja perutnya tadi?"


"Untuk apa?"


"Aku penasaran dengan dalamnya, jika dia adalah siluman maka daging apa yang dia makan?"


"Sudah! itu bukan urusan kita, mari habiskan makananmu!"


"Iya."


Setelah habis makan Raymond berjalan menuju ke toilet dan di saat yang sama muncul seorang wanita cantik menghampiri Raymond.


"Tuan, apa kau kesepian?" tanya wanita cantik itu yang entah berasal dari mana.


"Apa kau sedang menjual diri?" tanya Raymond dengan senyum.


"Tidak bisa di katakan menjual diri, aku hanya ingin membuatmu tidak kesepian."


"Hidupku sangat bahagia! jadi mana mungkin aku akan kesepian!"


"Aku akan membuatmu senang dan kau tidak perlu membayarku, cukup hanya dengan tubuhmu yang indah ini," kata wanita itu yang meraba tubuh Raymond.


"Aku sangat penasaran bagaimana dengan rasa tubuhmu ini!" ucap Raymond dengan senyum.

__ADS_1


"Mari kita melakukan di dalam!" ajak wanita itu dengan memegang tangan Raymond dan melangkah masuk ke kamar mandi.


"Di sini tidak ada orang, kita bisa melakukannya di sini! ujar wanita itu dengan senyum mengoda.


"Aku juga sudah tidak sabar ingin melalapmu," kata Raymond yang sedang mengenggam lengan wanita itu dengan kuat, sehingga membuat wanita itu merasa kepanasan.


"Aarrggh...."pekik wanita itu yang merasa kesakitan.


"Sakit?" tanya Raymond dengan senyum.


"Kenapa kau menyakitiku?"


"Kau adalah siluman ular, dan beraninya kau ingin mengodaku!" ketus Raymond dengan bola matanya yang berubah menjadi kobaran api.


"Kau...."


"Jika kau adalah siluman maka aku adalah iblis api," kata Raymond.


"Aku minta maaf, Tuan Api. aku tidak tahu jika Anda adalah iblis api!"


"Jika aku membiarkan mu hidup, maka kau akan mencari mangsa lain, dan di saat itu maka akan banyak manusia yang menjadi korbanmu!" ketus Raymond.


" Jangan bunuh aku!" pinta wanita itu yang sedang kesakitan.


"Ada berapa siluman yang mulai menginjak ke kota ini?" tanya Raymond yang mulai mengeluarkan api di genggamannya.


" Hanya aku saja....Tuan api, sudah banyak siluman dari kami yang berubah menjadi ular, jadi kami yang masih hidup sebagai manusia tidak berani lagi tinggal di sarang, karena takut di temui raja ular!" jelas wanita itu yang merasakan kepanasan.


"Walaupun begitu bukan berarti kau bisa sembarangan di sini, dan ingin mencari mangsa di dalam kota, jika kau ingin hidup sebagai manusia, tidak seharusnya kau menjadikan manusia sebagai santapanmu!" bentak Raymond.


"Aaarrggh...."


"Tolong ampuni aku, Tuan!" pintanya yang merasa kesakitan.


"Aku tidak tahu bagaimana aku bisa mencari makanan lagi, oleh karena itu aku hanya bisa menjadikan manusia sebagai makananku, aku bersumpah tidak akan melakukannya lagi!"


Walau siluman itu memohon dan meminta, Raymond tetap tidak ingin melepaskan siluman itu.


"Kalian adalah siluman yang menjadikan manusia sebagai santapan, jadi, mana mungkin aku akan melepaskan mu!" ketus Raymond yang merasa kesal dan langsung membakar wanita itu.


"Aaarrghh..."


"Aaarrghh..."


"Aaarrghh..."


Tidak lama kemudian wanita itu berubah wujud aslinya dan tewas dengan tubuhnya yang sudah hangus.


Dalam semalam sudah dua siluman, sebenarnya sudah berapa banyak yang masuk ke kota ini. mereka meninggalkan sarangnya dan mencari makan di sini, tidak tahu berapa banyak yang akan menjadi korban.

__ADS_1


__ADS_2