Mystery

Mystery
Pertemuan Yolanda dan Demon


__ADS_3

"Baik, Tuan. kita biarkan saja dia menunggu," kata Rico.


Yolanda menunggu selama beberapa jam akan tetapi tidak bisa menemui Demon sehingga ia kehilangan kesabarannya.


"Apa kalian sedang bercanda denganku ya? ini sudah berapa jam aku menunggu di sini dan kenapa masih saja tuan Geffrey tidak keluar menemui ku?"tanya Yolanda dengan kesal.


"Nona, Anda bisa pergi jika tidak ingin menunggu lagi!"


"Tidak mungkin! tujuan ku adalah ingin bertemu dengannya," jawab Yolanda.


"Aku akan menemuinya!" ucap Yolanda dengan kesal dan melangkah pergi.


Karyawan yang di perusahaan membiarkan Yolanda melangkah pergi menuju ke ruang kantor atasannya.


Tidak lama kemudian Yolanda tiba di lantai atas dan mencari kantor orang yang ingin dia jumpai.


Dan di saat yang sama Rico keluar dari ruangan atasannya dan bertemu dengan Yolanda.


"Apakah Anda adalah Yolanda?"


"Benar, aku adalah Yolanda dan tujuan ku kemari adalah ingin bertemu dengan tuan Geffrey," jawab Yolanda.


"Tuan ada di dalam, apakah ada hal penting?" tanya Rico dengan sengaja.


"Aku dari perusahaan Almost dan ingin bicara sesuatu dengan tuan Geffrey. apakah beliau masih sibuk?"


"Tuan tidak sibuk dia hanya sedang bersantai," jawab Rico dengan sengaja.


"Bersantai? bukankah tadi karyawan yang di bawah mengatakan bahwa tuan Geffrey sedang sibuk?"


"Sebenarnya tidak sibuk dari tadi, hanya saja tuan Geffrey tidak suka di ganggu," jawab Rico


"Aku menganggu selama beberapa jam hanya karena dia tidak ingin di ganggu," gumam Yolanda dengan kesal.


"Apa?" tanya Rico dengan berpura-pura.


"Tidak ada apa-apa, apa aku sudah bisa masuk?" tanya Yolanda.


"Baiklah, silakan masuk!" jawab Rico.


Klek.


Yolanda melangkah masuk dan melihat ke arah Demon yang sedang duduk sambil membaca koran. wanita itu terpana saat melihat ketampanan pria itu, ia tidak mengenal sama sekali jika pria yang di depan matanya itu adalah Raymond yang dia kenal.


"Ternyata Demon Geffrey sangat tampan, aku malah menyangka dia adalah pria tua, mudah-mudahan dia akan tertarik dengan pesona ku," batin Yolanda.

__ADS_1


"Ada apa mencari ku dan hanya berdiri seperti patung di sana?" tanya Demon yang sambil membaca koran.


" Tuan Geffrey, namaku adalah Yolanda, dan aku adalah...." katanya yang langsung di potong oleh Demon


"Tidak usah panjang lebar! langsung ke inti saja!" kata Demon dengan tanpa menoleh ke arah wanita itu.


Yolanda yang ingin duduk di sofa ia sengaja membuka kancing kemeja bagian atas dan menarik dari bagian pundak agak menurun ke bawah. dengan menampakan belahan dadanya. lalu ia melangkah duduk di sofa dengan sopan dan senyuman yang manis.


"Jangan membuang waktu!" ujar Demon dengan tegas.


"Tuan Geffrey, tujuan ku adalah berharap Anda bisa memberiku kesempatan untuk bekerja di perusahaan, aku akan mengajak perusahaan lain untuk bekerja sama dengan kita. dan aku yakin hasilnya pasti akan memuaskan," jelas Yolanda.


"Aku tidak butuh ide dari mu. karena aku sudah melihat semua proyek yang kamu kerjakan. semua perusahaan yang bekerja sama dengan kalian itu karena mereka adalah perusahaan kecil. bagi perusahaan besar tidak akan menerima ide yang tidak berkualitas darimu," jawab Demon dengan tanpa menoleh ke arah wanita itu.


Mendengar perkataan dari Demon, Yolanda hanya bisa menahan emosi. dan berusaha untuk bersabar.


"Tuan Geffrey, berikan aku kesempatan sekali! untuk menunjukan keupayaan ku, aku tidak akan mengecewakan mu," kata Yolanda dengan berusaha ingin mendapat perhatian pria itu.


"Kau dan Almost masih bisa bekerja di perusahaan, hanya saja jabatan mu bukan sebagai manager lagi tapi sebagai karyawan biasa," jawab Demon.


"Apa, karyawan biasa? tidak mungkin, aku juga memiliki saham di sana," bantah Yolanda.


"Lalu kenapa kalau memiliki saham di sana? jangan lupa saham yang kamu miliki itu tidak seberapa, jadi untuk manager kau sama sekali tidak layak," jawab Demon dengan ketus.


"Tuan Geffrey, aku...."


"Keluar!"


"Seberapa baik yang kau sanggup? karena kalian memiliki saham tertinggi sehingga kau bisa menjadi manager, pada hal kemampuan mu hanya tidak seberapa, bahkan tidak selevel dengan karyawan ku di sini," kata Demon dengan menghina.


"Tuan Geffrey, kita masih bisa bicarakan dengan baik, aku akan menulis untuk proyek baru asal Anda sudi membacanya, bagaimana besok malam kita buat temu janji?" tanya Yolanda dengan berniat mengoda Demon.


"Yolanda, apakah dirimu sudah terbiasa mengoda suami orang?".


"Apa, mengoda suami orang?"


"Dalam urusan bisnis kau sama sekali tidak memiliki kemampuan, tapi kau malah sangat gemar mengoda suami orang, lalu apa bedanya dirimu dengan wanita penghibur?" tanya Demon dengan ketus.


"Bukan maksudku untuk mengodamu, Tuan Geffrey," kata Yolanda


"Keluar wanita murahan! jangan pernah menginjak kaki kotor mu ke perusahaan ku lagi!" bentak Demon yang bangkit dari tempat duduknya.


"Tuan Geffrey, aku...."


"Keluar!" bentak Demon dengan kesal..

__ADS_1


Yolanda yang di usir tak berdaya ingin mendekati pria itu, lalu ia hanya bisa berjalan ke arah pintu dan keluar dari ruangan Demon dengan penuh rasa kecewa.


"Sial sekali, sudah tidak bisa bekerja sama dengannya aku juga mendapat hinaan, selain itu aku hanya bisa bekerja sebagian karyawan biasa di perusahaan sendiri," batin Yolanda.


Saat Yolanda berjalan menuju ke pintu utama dan di saat yang sama Kimberly melangkah masuk ke dalam perusahaan sambil membawa bekal siang untuk suaminya. mereka sama -sama menghentikan langkahnya dan saling menatap tajam.


"Wanita murahan, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Yolanda dengan tatapan sinis.


"Kenapa aku harus memberitahu mu? memangnya kau siapa," balas Kimberly.


"Seharusnya tempat ini tidak ada hubungan denganmu, apakah kau ke sini untuk mengoda bos di sini?"


"Mengoda bos di sini? apa maksud mu? lalu kenapa kau ada di sini?" tanya Kimberly dengan kesal.


"Aku datang untuk bekerja sama dengan perusahaan Geffrey World," jawab Yolanda.


"Apa dia setuju bekerja sama denganmu?" tanya Kimberly dengan sengaja karena ia sudah mendapat info dari suaminya.


"Setuju..tentu saja dia setuju dengan ide jenius dariku, apakah kau ingin mengajak kerja sama dengannya? kau sangat rajin juga, suami mu sangat kaya dan kau masih menjadi budaknya dan mencari klien untuk suamimu, apakah perusahaan suamimu itu sedang dalam kesulitan?" tanya Yolanda dengan menyindir.


"Apa mulut mu itu sering makan kotoran manusia ya? kenapa suka sekali bicara sesuatu yang memalukan diri sendiri," ketus Kimberly.


"Asal kau tahu Demon Geffrey adalah pria tampan yang tidak akan tergoda oleh mu, karena aku akan menjadi wanita miliknya," ujar Yolanda dengan berbisik di telinga Kimberly.


"Dengan tubuhmu yang seperti papan cuci kau ingin mengodanya?"


"Apa maksudmu seperti papan cuci?" tanya Yolanda dengan kesal.


"Maksud ku adalah kau tidak tahu malu," jawab Kimberly dengan terus terang.


"Lolipop, kau tidak tahu saja. aku baru melakukannya dengan Demon Geffrey dan kami sangat puas, oleh karena itu bukan hanya dirimu yang bisa mendapatkan pria kaya, aku juga bisa," kata Yolanda.


"Kau melakukan dengannya? apa kau puas?" tanya Kimberly dengan menahan emosi.


"Dasar wanita jal*ng semalam dia mengoda Raymond dan hari ini dia juga berniat mengoda Demon. baiklah, kalau aku tidak membuat mu seperti siluman laba-laba itu maka namaku bukan Kimberly lagi," batin Kimberly.


"Kau merasa cemburu, kan? aku lebih cantik dari mu dan aku juga mendapatkan pria tampan dan sekaya suami mu itu," kata Yolanda.


Tidak lama kemudian Rico berjalan menuju ke arah resepsionis dengan menyampaikan sesuatu kepada mereka.


"Manager, kenapa biarkan saja? apakah dua wanita itu akan bertengkar hebat?"


"Bukan hanya pertengkaran hebat saja, tapi akan terjadi perkelahian hebat, yang kemeja pink kalian sudah kenal juga, dia adalah istri kesayangan bos kita. jadi bos pesan jangan melarang saat istri bos sedang menghajar wanita itu. walau kaca pintu utama pecah juga tidak apa-apa,"jawab Rico.


"Apa bos sudah tahu?"

__ADS_1


"Bos sedang menonton rekaman lewat handphonenya," jawab Rico.


__ADS_2