
"Wilson, kau ada di mana?" teriak Kimberly yang melihat ke sekitaran sana
"Nyonya aku ada di sini" sahut Wilson yang tersangkut di atas pohon hias yang ada di tepi jalan itu
"Hah...kenapa kau bisa di atas sana?" tanya Kimberly mendekati pohon itu
"Tadi kau mendorongku, dan aku langsung menyangkut ke sini" jawab Wilson
"Apa kau bisa turun?" tanya Kimberly yang memandang ke atas pohon
"Tidak bisa, jika aku bergerak sedikit saja aku bisa terjatuh" jawab Wilson yang tubuhnya terimpit di pertengahkan atas pohon itu
"Asisten tuan bisa terlempar ke atas sana, kelihatannya aku harus membantunya" batin Teddy
"Aku harus berubah agar tidak di lihat oleh ratu" batin Teddy
Karena tidak ingin menakuti Kimberly, Teddy pun berubah dengan tanpa wujud, yang tidak bisa di lihat oleh siapapun
"Aku sudah berubah, seharusnya Ratu tidak bisa melihatku lagi" batin Teddy
Teddy yang melihat Wilson berada di atas pohon ia pun melangkah maju dan berdiri di samping Kimberly
Kimberly yang sedang mencari cara ingin menurunkan Wilson dirinya lagi-lagi di kejutkan oleh sesuatu yang ada di sampingnya
Mata Kimberly menatap ke sampingnya dengan terkejut, karena ia melihat alat kelam*in pria yang sedang bergantungan dan jantung yang masih berdetak, tanpa terlihat tubuh ataupun yang lain
"Ke-kenapa bisa ada sotong di sini?" gumam Kimberly yang merasa lemas kakinya dan melangkah menghampiri pohon itu
"Raymond Martineeeeeeeeeez, keluaaaaaar" teriak Kimberly yang mengoyang pohon hias tu dengan sekuat tenaganya karena merasa gemetaran
"Aaaaaarrrgggggghh" teriak Wilson yang merasa guncangan pohon itu sehingga tubuhnya ikut terguncang
"Ada hantu mesuuuuuuum" teriak Kimberly yang lupa sesaat jika Wilson masih berada di atas pohon itu
"Aaaaarrrrrr, ja-jangan menguncang pohonnya lagi, aku bisa terjatuh" teriak Wilson dengan yang tubuhnya mulai keluar dari impitan atas pohon itu
"Tolooooooong, ada hantuuuuuuu" teriak Kimberly yang sedang merasa ketakutan
"Aaaaarrrgghhh Nyonya, cepat hentikan, aku bisa terjatuh" teriak Wilson
__ADS_1
"Sotong siapa yang terlepas? cepat bawa pulang sanaaaaa? " teriak Kimberly yang sambil menguncang pohon hias itu, sehingga daun-daunnya berjatuhan
"Nyonya, mana ada sotong di sini" teriak Wilson
"Sotongnya di belakangku, apa kau tidak bisa melihatnya? apa itu punya mu ya?" tanya Kimberly dengan kesal
"Apaaaa? aku tidak mengerti maksudmu, Nyonya" ujar Wilson
"Dasar suami tidak berguna, setiap aku ada masalah dia pasti tidak ada di sini, jangan sampai aku melihatmu, aku akan menceraikanmuuuuu" teriakan Kimberly yang merasa kesal, lalu dirinya melepaskan sepatunya dan melempar ke arah sotong yang di lihatnya itu dan kemudian melarikan diri dan meninggalkan Wilson yang masih berada di atas pohon sana
"Aaarrhhhh, kenapa lemparannya bisa tepat di bagian senjataku ini" gumam Teddy yang merasa kesakitan
"Nyonya, kau mau ke manaaaaaa?" teriak Wilson yang masih menyangkut dan tidak berdaya
Kimberly mempercepatkan langkahnya agar bisa menjauh dari benda yang di lihatnya itu
"Kenapa Ratu melarikan diri lagi, aku sudah berubah agar dia tidak melihatku" batin Teddy yang lagi-lagi mengejar langkah Kimberly
Apapun perubahan Teddy tetap bisa di lihat oleh Kimberly yang penglihatannya mulai ada perubahan
"Jangan mengejar ku lagi, dasar hantu kurang ajar, apa kau ingin memperk*sa ku ya" bentak Kimberly yang sedang melarikan diri tanpa alas kaki
Berlari dan berlari Kimberly menuju ke sebuah taman hiburan yang terdapat ramai pengunjung di sana
"Di sana ramai sekali" gumam Kimberly
"Tolong...tolong ada hantu pemerk*saaaaaaaa, cepat lariiiiiiiii" teriak Kimberly yang sengaja mericuhkan suasana
"Apa hantu pemerk*sa?" ujar salah satu pengunjung di sana yang melihat Kimberly yang sedang berlari di taman hiburan itu
"Hantu pemerk*saaaaa, ada di belakangku, sotongnya ingin mencari mangsa cepat lariiiiiiii" teriak Kimberly dengan kecepatan yang melebihi manusia biasa
"Wanita itu berlari dengan begitu cepat, kelihatannya hantu pemerk*sa itu sedang menuju kemari" ucap salah satu pengunjung di sana
"Cepat lari, jangan sampai kalian di tangkapnya" teriak Kimberly dengan sengaja
Mendengar teriakan Kimberly membuat para pengunjung merasa ketakutan dan berlari dengan berhamburan meninggalkan taman itu
Semua pengunjung sekitar lima puluh hingga enam puluh orang yang sama-sama melarikan diri bersama Kimberly
__ADS_1
"Hantu pemerk*saaaaaaaa" teriakan Kimberly yang semakin cepat langkahnya sehingga menjauh dari para pengunjung itu
"Sialan aku malah di anggap hantu pemerk*sa, memangnya kesalahan ku di mana? apa yang dia lihat?" batin Teddy yang menghentikan langkahnya dan perhatikan tubuhnya
"Gawat! ternyata aku lupa mengenakan celana d*lam sehingga Ratu bisa melihat senjataku, pantas saja dia berteriak hantu pemerk*sa, bisa jadi aku akan di bunuh oleh Raja" gumam Teddy
Kimberly yang berlari tanpa berhenti hingga menembus ke jalan besar yang di padati mobil yang lalu lalang, dirinya berteriak tanpa berhenti karena ketakutan
"Hantu pemerk*saaaaaaa" teriak Kimberly yang kakinya sudah mulai terluka
"Tolong akuuuuu, ada hantu pemerk*saaa" teriak Kimberly yang langsung berlari ke tengah jalan sehingga mengakibatkan kemacetan
Tit....tit.....tit...tit....tit....
Bunyi klakson yang harus menghentikan mobil mereka karena Kimberly yang menyebrang tanpa melihat kiri dan kanan
Kemacetan terjadi karena Kimberly yang menyeberangi jalan besar tanpa memperdulikan para pengendara yang di sana, tidak lama kemudian para pengunjung juga menyeberangi jalan itu, tentu saja pemandangan ini menarik perhatian seluruh pengendara yang ada di jalan besar itu
"Ada apa dengan mereka, kenapa seperti di kejar saja?" tanya salah satu pria yang berada di dalam mobilnya sedang melihat sekumpulan orang yang melewati depan mobilnya itu
"Sepertinya mereka di kejar sesuatu" ujar temannya yang duduk di sampingnya
Kimberly yang kakinya sudah terluka dan berdarah akibat berlari tanpa alas kaki ia tidak merasakan sakit karena ketakutan yang dia alami. bagaimana tidak, benda yang di lihatnya itu bukan lagi sepasang mata ataupun bayangan seseorang akan tetapi alat kelam*in pria yang sedang bergantungan mengikuti langkahnya
Lari dan berlari selama setengah jam lamanya tidak juga menghentikan langkahnya
"Apa dia masih ada di sini?" gumam Kimberly yang menoleh ke arah belakang
Saat mendapati benda itu yang sudah tidak ada di belakangnya dengan perlahan dia menghentikan langkahnya
"Dasar sotong jelek, sotong kurang ajar, sotong tidak berguna, sotong kadaluarsa" ngoceh Kimberly karena merasa kesal sambil memundurkan langkahnya dan saat ia ingin membalikkan badannya dirinya pun`✓
Brugh...
Hentakan dahi Kimberly mengenai tubuh seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapannya
"Aaarrrgghhhh" pekikan Kimberly yang merasa sakit dan memegang dahinya
"Hah...kenapa bisa begitu sial aku malam ini, baru di kejar sotong jelek itu sekarang kepala ku malah terbentur" ketus Kimberly yang masih belum melihat ke arah seseorang yang berdiri di hadapannya
__ADS_1