Mystery

Mystery
Kehancuran Keluarga Martinez


__ADS_3

"Bibi, mulut mu memang tidak pernah mau berubah, selalu saja begitu jahat," ketus Kimberly.


Cecilia mendorong Demon menjauh dari putranya itu dengan berkata," jangan dekat-dekat dengan anakku."


"Simon, bagaimana denganmu, apa sakit?" tanya Cecilia dengan khawatir.


"Kenapa kau melakukan ini padanya, siapa kalian berdua dan siapa yang melukainya?" tanya Cecilia yang menatap Demon dan Teddy dengan nada ketus.


Teddy yang merasa kesal lalu mengenggam erat lengan wanita itu.


"Aarghhh...lepaskan tanganmu," teriak Cecilia yang kesakitan.


"Kau berani membentak raja dan ratuku," bentak Teddy dengan menghempaskan wanita itu dengan kasar.


BRUGH...


Hentakan kuat tubuh Cecilia yang di hempaskan ke lantai yang posisinya tepat di samping Jacky dan Alex.


"Aargghhh...." jeritan Cecilia yang kesakitan.


"Sekeluarga tidak berguna," ketus Demon yang menjambak rambut Simon dengan menariknya sehingga berdiri.


"Aaarghhh..."jeritan Simon yang kesakitan.


"Dulu kau paling suka mengutuskan pembunuh mengincarku, kau sangat bodoh," ketus Demon.


"Aku mohon biarkan aku hidup!" pinta Simon.


"Jangan melukai dia!" ucap Cecilia yang tergeletak kesakitan.


"Raja api, jika Simon ada menyinggungmu ampuni dia! kau boleh meminta apapun termasuk Sea World Group kau juga boleh memilikinya," kata Alex yang sambil memeluk putra bungsunya itu.


"Apa yang kau katakan? jika kau ingin menyerahkan perusahaanmu itu kepadanya maka bagaimana dengan Simon dan Jacky?" tanya Cecilia yang sedang menahan sakit.


"Raymond dan Jacky sudah meninggal, untuk apa lagi memiliki banyak harta kalau aku harus kehilangan semua anakku," jelas Alex yang merasa terpukul.


"Apa maksud mu mereka sudah meninggal?" tanya Cecilia yang sambil melihat putra bungsunya yang sedang di pelukan suaminya itu.


"Jacky...Jacky..." teriak Cecilia dengan histeri.

__ADS_1


"Jacky, bangun...jangan pejamkan matamu, cepat bukalah matamu..." teriakan Cecilia yang histeris.


"Siapa kalian, kenapa ingin membunuhnya?" tanya Cecilia yang histeris.


"Aaarrghhhh..." teriakan Simon yang rambutnya terbakar.


"Jangan membunuhnya! cepat lepaskan tanganmu," teriak Cecilia yang berdiri dan ingin menghampiri Simon yang sedang terbakar.


Teddy yang melihat wanita itu ingin mendekat langsung mendorongnya dengan kasar.


BRUGH...


"Aarghh...." jeritan Cecilian yang kesakitan.


"Simon....!" teriakan Alex yang terpukul karena melihat satu-satu putranya yang masih hidup juga menjadi korban.


"Raja, tolong jangan melakukannya! tolong padamkan apinya!" pinta Alex yang merangkak menghampiri Demon dan berlutut dengan memohon.


"Aarrrghhh...."


"Aarrrghhh...."


"Aarrrghhh...."


"Aarrrghhh...."


Alex dan Cecilia histeris sambil berteriak karena melihat putra mereka di lalap api.


"Tidaaaak...." teriak Cecilia yang merasakan hancur hatinya


"Aaaarrghhhhh...." teriakan Alex sambil menangis dan membenturkan kepalanya ke lantai.


BRUK...BRUK...BRUK...


"Kejadian hari ini karena kalian yang sebagai orang tua yang mendukung anak kalian untuk membunuh orang lain. asal kalian tahu niatku menyamar sebagai Raymond adalah untuk membalas dendam demi adikku. awalnya aku hanya ingin membuatmu kehilangan semua hartamu, akan tetapi dua putra kalian berulang kali ingin membunuhku. sehingga aku harus menuntut ke dua nyawa anakmu," kata Demon


"Ka-kau siapa?" tanya Cecilia yang masih tidak mengerti.


"Raja, kita sudah tinggal bersama selama sepuluh tahun. kenapa kau masih bersikap kejam terhadap kami. sehingga harus mengambil tiga anak nyawa anakku," tangisan Alex yang merasa kehilangan.

__ADS_1


"Iblis tidak akan ada kata maaf untuk manusia yang berniat jahat. jika bukan karena putra pertama mu maka semua ini tidak akan terjadi," ketus Demon.


"Aaarrghh..." teriakan Simon yang akhirnya tewas dengan kondisi mengenaskan.


"Simon...Simon...Simon...anakku!" teriak Cecilia yang merangkak ke arah Simon yang sudah hangus terbakar.


"Aaaarghhhhh...." teriakan Alex yang dengan histeris sambil membentur kepalanya.


BRUK...BRUK...BRUK...


Benturan kepala Alex ke lantai sebanyak berulang kali. karena histeris yang lagi-lagi harus melihat putranya mati dengan mengenaskan.


Demon mengeluarkan sebuah dokumen dan melemparkan ke lantai tempat Alex sedang berlutut di sana.


"Bukankah ini yang kau mau selama ini? aku sudah membangkitkan usahamu yang sudah di ujung tanduk. anggap saja kita sudah tidak saling berhutang. Raymond telah membayar apa yang sudah dia lakukan, sementara Simon dan Jacky selama ini ingin membunuhku dan Kimberly, kini mereka juga sudah mendapatkan balasannya. kalian yang selama ini menantangku dan membela mereka walau mereka sudah melakukan kesalahan. maka terima saja nasib kalian yang harus kehilangan anak-anak kalian. ini semua adalah hasil didikan kalian sebagai orang tua," ucap Demon.


"Sea World Group bukan di bawah kekuasaanku lagi. seterusnya bagaimana dengan nasib perusahaan itu semua tergantung pada mu. jangan coba-coba mencari masalah denganku lagi. iblis tidak akan memberi ampun kepada orang yang menganggu kehidupannya," kecam Demon.


"Kimberly, mari kita pergi!" ajak Demon yang menggengam tangan istrinya dan menghilang bersama Teddy.


Alex dan Cecilia hanya bisa pasrah dengan semua yang mereka alami. di saat yang sama mereka harus kehilangan ketiga sang buah hatinya.


Tangisan pecah terdengar jelas dari Alex dan istrinya itu. teriakan dan tangisan mengema ruangan rumah mereka.


"Simon...Simon...Jacky...Jacky..." tangisan histeris Cecilia.


"Semua ini sudah tidak berguna, sudah tidak berguna. perusahaan ini untuk apa lagi. semua anakku sudah meninggal. aku sudah hancur. sudah tamat!" teriak Alex yang merobek dokumen tersebut.


"Kalau bukan karenamu semua ini tidak akan terjadi," teriak Cecilia


"Kau masih menyalahkanku? bagaimana cara kau mendidik mereka berdua? mereka mengupah pembunuh tidak mungkin kau tidak menyadarinya. dan kau hanya diam dan mendukung atas semua perbuatan mereka," bentak Alex.


"Kenapa kau harus marah? lagi pula dia adalah Raymond palsu dan bukan anakmu," bentak Cecilia.


" Kau juga tidak tahukan jika dia adalah palsu, dan kau juga mengira jika Raymond palsu itu adalah anakku. tapi, demi harta kau ingin membunuhnya. bukankah ini sama saja. dari awal kalian bertiga ingin kematikan putraku!" bentak Alex dengan kesal.


"Iya, aku memang ingin dia mati, karena dia menjadi pemegang saham di sana, untung juga yang berkuasa di perusahaan bukan anakmu itu. tapi orang lain," teriak Cecilia.


"Kau sangat serakah, demi dua putramu kau tega ingin mengambil nyawa anakku. iya, seperti yang kau katakan untung saja yang menjadi pemegang saham utama bukan anakku, tapi orang lain. dan justru itulah aku baru tahu kebusukanmu. kau mendidik Simon dan Jacky menjadi orang yang tidak punya hati. keserakahan kalian adalah kehancuran untuk kita. dan apa yang kau dapat sekarang? walau saham Sea World Goup sudah di tanganku akan tetapi semua anak-anakku sudah tiada. dan karena niat mu yang jahat kau juga mendapatkan karmanya. semua ini terjadi atas kesalahan sendiri, niat jahat Jacky dan Simon telah menyebabkan mereka kehilangan nyawa," kata Alex dengan penuh keputusasaan.

__ADS_1


"Aku tidak puas, aku ingin melapor polisi atas semua yang sudah terjadi, dia tidak bisa membunuh anakku begitu saja," teriak Cecilia.


__ADS_2