
"Wilson, kau harus bersabar. apa kau tahu serpihan kaca itu melukai tubuhmu. sehingga harus di perban, jika tidak kau akan kesakitan" jelas Dokter dengan tertawa
"Wilson, ini semua salahku. sehingga menyebabkan dirimu terluka seperti ini" ucap Kimberly dengan merasa bersalah
"Nyonya, jangan mengatakan seperti itu, aku sudah tidak apa-apa" jawab Wilson
"Wilson, kau istirahat dulu di sini selama beberapa hari ini" kata Raymond
"Iya, Tuan" jawab Wilson
Setelah beberapa menit kemudian Raymond dan Kimberly meninggalkan rumah sakit dan menuju ke Villa pribadi Raymond
"Kita mau ke mana?" tanya Kimberly yang duduk di samping Raymond
"Pulang ke rumahku" jawab Raymond yang sedang mengendarai mobilnya
"Aku tidak mau lagi pulang ke rumah keluarga aneh mu itu"
"Kita harus kembali ke sana juga, tapi untuk malam ini kita tinggal di rumah ku dulu"
"Kenapa harus kembali ke sana lagi? bukankah tinggal di rumahmu sudah bisa?" tanya Kimberly dengan heran
"Karena peraturan keluarga kami memang begitu, walau aku sudah memiliki rumah sendiri, tapi karena orang tuaku sudah pulang maka kita harus tinggal bersama mereka" jelas Raymond
"Berarti aku harus berhadapan lagi dengan orang-orang aneh itu" gerutu Kimberly yang merasa kesal
"Lagi pula jika kau tinggal bersama mereka, bukankah mereka yang di buat kesal olehmu?" tanya Raymond dengan senyum
"Ibu tirimu itu terlalu suka mengatur, aku benar-benar ingin membuatnya tidak bisa bicara"
"Hahahaha...kalau memang begitu, maka lakukan saja"
Villa pribadi Raymond
Di malam itu Kimberly sudah ketiduran di kamar Raymond, sementara Raymond berada di ruang tamu bersama Teddy
"Maaf, Tuan" ucap Teddy dengan menunduk
"Aku menyuruhmu melindunginya, tapi apa yang sudah terjadi? seluruh kota di hebohkan dengan isu hantu pemerk*sa" ketus Raymond yang sedang emosi
"Ini kelalaian saya, Tuan. saya tidak berniat untuk menakuti Ratu, saya sudah berubah menjadi bayangan akan tetapi Ratu masih bisa melihat keberadaan saya, dan selain itu saya berubah lagi tapi karena kelalaian saya Ratu malah ketakutan dan berlari" jelas Teddy dengan merasa bersalah
"Apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan? karena kelalaianmu satu kota menjadi heboh, dan lebih parahnya adalah kaki Kimberly sampai terluka karena takut padamu, apa menurutmu ini masih wajar?" bentak Raymond dengan kesal
__ADS_1
"Ini kesalahan saya karena saya lupa memakai celana dal*m, sehingga menakuti Ratu" ucap Teddy dengan merasa bersalah
"Niatku ingin kau melindungi Ratuku, tapi apa hasilnya? semua menjadi berantakan. kau bisa melindungi dirinya dari jarak jauh. sudah ku katakan sebelumnya padamu, mata Kimberly mulai bisa melihat semuanya, jadi apapun perubahanmu dia tetap bisa melihatmu" ujar Raymond
"Akan saya perhatikan lain kali"
"Ada satu hal yang aku ingin kau kerjakan"
"Perintahkan, Tuan"
"Simon dan Tina sudah tidak sadarkan diri, aku ingin mempermalukan mereka, lakukan sekarang juga" perintah Raymond
"Tuan, apa yang harus saya lakukan?"
Setelah mendapat perintah dari Raymond, Teddy segera menghilang dan menuju ke Villa keluarga Martinez untuk melakukan perintah bosnya itu
Raymond menghidupkan televisi dan mendengar berita mengenai hantu pemerk*sa, kejadian itu telah menghebohkan satu kota, karena sekumpulan orang yang ikut berlari sambil berteriak " Hantu pemerk*sa"
"Ini benar-benar menghebohkan, mereka berteriak dengan sesuatu yang tidak nyata, inilah namanya mudah termakan dengan kata orang" gumam Raymond
Keesokan harinya
Villa keluarga Martinez
"Aaaaaaaarrrrrrgggghhhhhhhhh" teriakan Cecilia yang memenuhi satu ruangan itu
Semua yang mendengar teriakannya langsung keluar dari kamarnya masing-masing dan berlari ke arah Cecilia yang berdiri dekat tangga sana
"Cecilia, ada apa denganmu?" tanya Alex yang berjalan menghampiri istrinya
"Ma, ada apa? pagi-pagi sudah berteriak?" tanya Jacky yang juga menghampiri ibunya yang sedang diam terpaku di sana dengan matanya memandang ke arah anak tangga
Semua pembantu pada berlari keluar karena teriakan Cecilia, mereka semua menjadi terdiam saat melihat sesuatu yang ada di anak tangga itu
Semua mata berfokus pada pandangan yang sangat memalukan yang ada di depan mata mereka
Tina yang tidak sadarkan diri di ikat sebelah tangannya di besi tangga itu dengan kakinya yang terbuka lebar, dengan tanpa pakaian yang membalut tubuhnya, sementara Simon yang juga tanpa sehelai benang menindih tubuh Tina.
Tentu saja pemandangan itu mengheningkan suasana rumah serta membuat Alex dan Cecilia merasa malu
"Simoooooooon" teriakan Alex dengan mengema satu ruangan itu
"Tinaaaaaaaaa" teriakan Alex dengan nada tinggi
__ADS_1
Karena mendengar teriakan itu Simon dan Tina tersadar dan saling menatap, dan kemudian mereka mendapati jika posisi mereka sedang berada di anak tangga dengan kondisi tanpa balutan sehelai benang
"Apa yang kalian lakukan di sini?" bentak Alex dengan nada memenuhi satu ruangan itu
Tina dan Simon melihat ke arah Alex, Cecilia dan Jacky yang sedang berdiri di lantai dua, karena merasa malu, lalu mereka pun sama-sama berteriak
"Aaaaaarrrrrrrggghhhhhhhh" teriakan serentak mereka yang merasa malu dengan kejadian tersebut
Simon langsung bangkit dan berlari menuju ke kamarnya, sementara Tina yang terikat hanya bisa berteriak dan harus menanggung rasa malu
Setelah satu jam kemudian
Prak....
Hentakan meja di lakukan oleh Alex yang sedang marah besar
"Lihatlah kalian seperti apa sekarang? kalian melakukan hal kotor seperti ini di anak tangga, apa kalian tidak merasa malu?" bentak Alex dengan merasa kesal
"Ini semua sudah salah, aku tidak sadarkan diri sama sekali" jawab Simon dengan berusaha membela diri
"Kalian kenapa melakukan hal memalukan ini? Tina adalah calon kakak iparmu, kenapa kalian bisa melakukan hubungan terlarang ini? bahkan secara terang-terangan?" ujar Cecilia
"Aku tidak sadarkan diri semalam, Paman, Bibi" kata Tina yang sedang menangis dan duduk di sofa
"Kejadian ini sudah seperti ini, apa lagi yang harus di lakukan?" ujar Alex dengan merasa binggung
"Begini sajalah, bagaimana jika Simon dan Tina menikah?" ucap Cecilia yang duduk di samping Tina
"Aku tidak mau menikah dengannya" bantah Simon dengan tegas
"Aku juga tidak mau, aku hanya ingin menikah dengan Raymond" ujar Tina yang sedang terisak
"Kalian berdua sudah seperti ini, tapi masih saja saling menolak, apa kalian tidak mau menjaga nama baik keluarga?" bentak Alex dengan merasa kesal
"Papa, ini semua tidak benar, aku sudah tidak ingat apapun" ujar Alex
"Paman, Bibi, semalam dia masuk ke kamarku, dan kemudian memperk*saku" kata Tina yang bangkit dari tempat duduknya
"Kau jangan menuduhku sembarangan, aku tidak akan melakukan hal seperti itu" bantah Simon dengan nada kesal
"Kau sudah memaksaku melayanimu beberapa kali, kau masih tidak mau mengaku" bentak Tina dengan nada tinggi
"Tina, kau datang adalah untuk menikah dengan kakak tertua ku, dan sekarang kau malah berhubungan dengan kakak ke dua ku, sebenarnya siapa yang kau inginkan?" ujar Jacky dengan mengejek
__ADS_1