Mystery

Mystery
Makhluk Ribuan Tahun


__ADS_3

"Iya, sayang. kalau kita sudah pindah maka kalian tidak akan bermimpi lagi," jawab Demon.


"Papa, mari kita cepat pindah! aku takut jika makhluk itu muncul di sini," pinta Deberly.


"Demon, aku akan berkemas sekarang," kata Kimberly.


"Kimberly, tidak perlu! malam ini kita tinggal di sana dulu, besok kita baru ambil pakaian kita," ujar Demon.


"Baiklah, kalau begitu," jawab Kimberly.


Sesaat kemudian mereka menghilang dan menuju ke rumah Demon yang lainnya.


Setelah beberapa menit kemudian mereka muncu di rumah baru.


"Deberly, Debermon, tidur ya! sudah malam," ucap Kimberly yang menidurkan putranya. sementara Demon menidurkan putrinya di samping Debermon.


"Papa, Mama, selamat malam," ucap Deberly dan Debermon dengan serentak.


"Selamat malam, sayang," ucap Kimberly dengan mencium pipi Deberly dan Debermon.


"Selamat malam, kesayangan papa," ucap Demon dengan mengecup dahi


Deberly dan Debermon.


Setelah beberapa saat kemudian mereka pun tidur dengan pulas.


"Demon, apa makhluk itu memang sudah muncul?" tanya Kimberly.


"Iya, dia memiliki kekuatan yang kuat dan tidak biasa, aku bisa merasakannya, iblis api dan dia sedang bertarung. anak-anak menangis terus, aku tidak bisa pergi," jawab Demon.


"Apa kamu sudah tahu apa makhluk itu?"tanya Kimberly.


"Sejenis burung kelelawar, tapi bukan bukan kelelawar biasa. kelelawar ini sudah mencapai ribuan tahun. Teddy tidak akan bisa melawannya. kelelawar ini memiliki kekuatan yang tinggi dan selain itu di saat dia berganti kulit maka tubuhnya akan semakin membesar. semakin banyak yang dia makan maka semakin cepat dia membesar," jelas Demon.


"Apa kamu bisa membunuhnya? kalau saja dia sudah masuk ke kota ini bukankah sangat bahaya bagi semua yang tinggal di kota ini," ujar Kimberly.


"Dia hanya akan keluar malam hari. dan dia akan muncul di tempat kerumunan, karena dia sedang mencari makan," kata Demon.


"Demon, kenapa anak kita bermimpi dia setiap malam?"tanya Kimberly dengan khawatir.


"Ini wajar, karena mereka bisa merasakan bahaya yang akan terjadi di kota ini," jawab Demon.


"Selagi kelelawar itu masih hidup, maka Deberly dan Debermon akan bermimpi terus," ujar Kimberly yang merasa khawatir.


"Aku tidak akan membiarkan kelelawar itu menakuti anak-anakku terus," jawab Demon yang mencium pipi putra putrinya.


"Apa kamu ada cara agar mereka tidak bermimpi lagi?" tanya Kimberly.


"Setiap malam aku akan membuat mereka tidur dengan nyaman, dengan begitu maka mereka tidak bermimpi lagi," jawab Demon.

__ADS_1


"Kimberly, bantu aku jaga anak-anak sebentar! aku ingin pergi ke lokasi sebentar," kata Demon.


"Iya, pergilah! tapi berhati-hati ya!" jawab Kimberly.


"Iya, aku pergi dulu!" ucap Demon dengan mengecup dahi istrinya. tidak lama kemudian Demon menghilang.


Demon kemudian muncul di tempat pertarungan tadi. ia melihat banyak burung-burung yang tewas di tempat itu. Teddy dan Licon masih berada di lokasi.


"Raja," sapa Teddy dan Licon dengan serentak.


"Dia sudah pergi," ujar Demon yang melangkah ke arah ujung sana.


"Raja, dia sudah pergi. banyak iblis api yang tewas. dan sekelompok burung ini jumlahnya sekitar ratusan ekor," jawab Licon yang ikuti langkah Demon.


Demon menjongkok dan melihat kulit-kulit yang sudah pecah dan berserakan di jalan sana.


"Apa dia berganti kulit?" tanya Demon.


"Benar, Raja. dia adalah burung kelelawar yang sudah tua. serangan kami tidak mempan sama sekali. setelah berganti kulit dia semakin membesar," jawab Teddy.


"Burung bisa berganti kulit ini sangat gila dan tidak masuk akal," kata Licon.


"Burung kelelawar raksasa memang ada, hanya saja dia membesar dengan cara berganti kulit. bukankah ini sangat tidak wajar?ujar Demon.


"Selain itu wajahnya juga sangat menakutkan," Ucap Licon.


"Baik, Raja," jawab Teddy dan Licon dengan serentak.


"Aku tidak percaya makhluk itu adalah burung kelelawar biasa, ini pasti ada sebabnya dia bisa sampai ke sini," ujar Demon.


"Raja, kami akan selidiki asal usulnya, dan segera beri laporan pada raja," kata Teddy.


"Bakar semua burung ini! agar tidak menjadi bangkai," perintah Demon.


"Baik, Raja," jawab Teddy dan Licon dengan serentak.


"Raja, burung-burung ini juga pemakan manusia. mereka bukan kelelawar, kenapa bisa begini?" tanya Teddy dengan binggung.


"Mereka beda jenis, tapi kenapa jenis burung ini seperti anak-anaknya saja? lagi pula yang ada hanya burung pemakan bangkai dan belum pernah ada burung yang makan manusia yang masih hidup," kata Demon.


Keesokan harinya.


Mansion Demon.


"Papa, semalam aku tidur dengan nyenyak, lain kali kita tidur di sini saja ya!" pinta Debermon yang baru bangun.


"Iya, Papa. aku juga mau di sini saja," ujar Deberly yang melompot-lompat di atas kasur.


"Kalian sangat menyukai rumah ini?" tanya Demon dengan senyum.

__ADS_1


"Iya, kita akan tinggal di sini untuk selamanya," jawab Debermon dengan girang.


"Sudah jangan melompat lagi! cepat pergi mandi ya!" ucap Kimberly yang memeluk putrinya itu.


"Mari kita mandikan mereka bersama!" ajak Demon dengan mengendong Debermon.


"Iya," jawab Kimberly yang mengendong Deberly dan melangkah ke kamar mandi.


Setelah satu jam kemudian mereka masih belum keluar dari kamar mandi karena menemani si kembar bermain air.


Nada panggilan masuk di handphone milik Kimberly.


Nama panggilan masuk yang tak lain adalah Willy. ia menghubungi nomor Kimberly berulang kali akan tetapi tidak ada yang menjawabnya.


"Demon, tolong ambilkan handuk!" suara Kimberly yang berada di kamar mandi.


"Iya, aku ambilkan! sebentar ya!"jawab Demon yang kemudian melangkah keluar dari kamar mandi.


Demon keluar dari kamar mandinya dan berjalan menghampiri lemari. saat ia membuka pintu lemari ia mendengar nada panggilan masuk di handphone milik istrinya


Nama Willy terbaca dengan jelas oleh Demon. suami Kimberly yang merasa tidak senang ia pun menjawab panggilan tersebut.


"Hallo."


"Hallo, Kimberly?" sahut Willy yang dari seberang sana.


"Istriku sedang mandikan anak-anak," jawab Demon dengan cuek.


"Demon?"


"Iya, aku adalah Demon. apa ada urusan penting?"


"Tidak ada, hanya saja...ingin menanyakan kabar anak-anak saja. sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka."


"Anak-anak baik-baik saja, terima kasih," ucap Demon.


"Kalau tidak ada hal lain, aku harus memutuskan panggilannya," kata Demon.


"Baiklah, kalau begitu. sampai jumpa."


"Sampai jumpa," balas ucapan Demon yang sesaat kemudian memutuskan panggilannya.


"Ingin mengejar istriku? jangan berharap," gumam Demon.


Willy yang berada di tempat tinggalnya hanya bisa menarik nafas panjang. ia menyandarkan diri dan melihat ke langit dengan raut wajah yang putus asa.


"Willy, Willy, apa kau sudah di lupakan? atau sama sekali dia tidak pernah mengingatmu, dia sudah bersatu dengan suaminya dan pada akhirnya kau hanya bisa mengalah dan diam," ucap Willy yang mengeluh.


"Mungkin sudah saatnya aku melupakan dia, tapi apakah aku sanggup? lima tahun bukan jangka waktu yang pendek. sudah banyak kenangan kami bersama anak-anak,"batin Willy.

__ADS_1


__ADS_2