Mystery

Mystery
Keluarga Demon Di Bawa Ke Hutan


__ADS_3

Malam hari.


Air yang tenang tidak menampakan ada keanehan di lautan itu. di malam itu Teddy dan Licon berbagi tugas, Teddy berada di udara sambil melihat ke air laut itu. sementara Licon bertugas memerhatikan para siluman yang akan muncul setiap malam.


"Air lautnya tenang tanpa ada apapun di sana, atau karena aku berada di udara sehingga tidak bisa melihat apapun. mungkin aku harus masuk ke dalam sana untuk memastikan tidak ada makhluk di dalam air," ucap Teddy.


Teddy yang merasa penasaran dirinya pun masuk ke dalam laut dan memerhatikan sekitaran sana. saat ia berenang sedalam-dalamnya tiba-tiba ada sesuatu yang melilit sebelah kakinya dan menarik ke arah lain.


Teddy meronta dan berusaha melawan, ia mengeluarkan cahaya merah dengan berniat memutuskan sesuatu yang melilit kakinya. akan tetapi lilitan di kakinya tidak bisa di lepaskan. Teddy di tarik semakin jauh ke dalam lautan sehingga ia hampir kehabisan nafas, tidak lama kemudian Demon muncul di dalam air dan menyerang dengan kekuatan api sehingga memutuskan lilitan di kaki anak buahnya itu.


Setelah berhasil di putuskan makhluk itu langsung menghilang dan Demon langsung menarik Teddy naik ke permukaan air.


"Uhuk...uhuk....uhuk....Raja," ucap Teddy yang baru sadar semula.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Demon dengan memegang Teddy.


"Baik, terima kasih, karena sudah menyelamatkanku," ucap Teddy.


"Keluar dari sini dulu!" perintah Demon yang naik ke udara bersama dengan Teddy.


"Kenapa airnya naik lagi? tidak ada angin tidak ada hujan?" tanya Teddy dengan heran.


"Apa kamu tahu siapa yang menarikmu tadi?"


"Tidak melihatnya, Raja. arus dalam laut sangat deras dan kenapa di atas malah tenang saja?"


"Dalam lautan adalah perbuatan makhluk itu, dia akan menarik siapapun yang masuk ke dalam sana," jawab Demon.


"Apa Raja ada melihatnya?"


"Tidak ada, aku tidak perhatikan saat masuk ke dalam sana," jawab Demon.


"Airnya semakin tinggi, dan naik lagi ke kota," ujar Teddy yang menunjukan ke arah jalan sana.


Air laut di malam itu semakin tinggi, tanpa angin tanpa hujan, air yang tenang semakin membanjiri kota yang seperti sebelumnya.


"Raja, apakah ini memang air laut atau karena makhluk itu?" tanya Teddy.

__ADS_1


"Hari dan bulan sekarang bukanlah hari di mana air laut akan naik, walaupun naik juga tidak akan naik ke kota. aku menyesal tidak mengejar makhluk tadi," ucap Demon yang melihat jalan kota yang sudah tergenang banjir. tidak lama kemudian Demon menghilang dan kembali ke rumahnya.


Saat tiba ke rumahnya ia mendapati kediaman mewahnya dalam keadaan gelap gulita. ia langsung menghilang dan menuju ke kamarnya.


Demon yang muncul di dalam kamar tidak melihat anak dan istrinya berada di dalam kamar. Demon kemudian memejamkan matanya untuk mencari keberadaan keluarganya itu.


Dalam pandangan Demon adalah sebuah tempat yang gelap dan tidak bisa melihat apapun, ia berusaha mengunakan kekuatannya untuk mencari keberadaan istri dan anak-anaknya.


Di sisi lain Kimberly bersama Debermon dan Deberly di bawa ke hutan yang dipenuhi oleh siluman itu.


"Mama, ini di mana? kenapa kita bisa berada di sini?" tanya Deberly yang merasa ketakutan.


"Deberly, Debermon, jangan takut! fokus pada diri saja. kita akan pulang ke rumah. pejamkan mata kalian!" kata Kimberly yang berfokus pada kekuatannya.


"Dalam hutan ini terdapat banyak siluman, jika kekuatan lemah maka selamanya akan terkurung di sini, aku harus bisa membawa mereka pulang," batin Kimberly.


Tidak lama kemudian Demon muncul di belakang Kimberly.


"Kimberly...." panggil Demon yang melangkah menghampiri istri dan anaknya.


"Papa...Papa...," panggil Debermon dan Deberly dengan serentak.


"Bagaimana kalian bisa berada di sini? Kimbery, apa kamu terluka?"


"Aku tidak apa-apa, ada siluman yang muncul di kamar dan kemudian kami tiba-tiba muncul di sini, sementara siluman itu menghilang," jawab Kimberly.


"Jangan takut! aku akan membawa kalian pulang," ucap Demon pada istrinya.


"Hahahahahahhaha...." suara tawa dari ratu siluman yang entah dari arah mana.


"Ratu siluman, kau adalah siluman pengecut yang melibatkan keluargaku," bentak Demon dengan nada kesal.


"Raja api, kau sangat sayang pada keluargamu. tidak menyangka kau bisa begitu cepat mengetahui mereka ada di sini," ujar ratu siluman itu yang mengema satu hutan.


"Keluar dan hadapi aku! jangan bersembunyi seperti pengecut, kau adalah siluman usia ribuan tahun tapi sikapmu sangat memalukan karena dirimu adalah pengecut. kau berani membawa keluargaku ke sini tapi tidak berani berhadapan denganku," bentak Demon yang memegang tangan Kimberly.


"Hahahahahahaha.....kalau kau bisa maka cari aku sampai dapat dan kalahkan aku."

__ADS_1


"Hanya ini caramu untuk melindungi dirimu?" bentak Demon yang merasa kesal dan mengeluarkan api besar dan menyerang ke pohon-pohon yang ada di sekitaran sana.


Beberapa pohon itu terbakar dan bergeser posisinya ke sana ke mari. akibat kebakaran itu banyak siluman yang berteriak sehingga suaranya memenuhi satu hutan itu.


"Aarrghh.....," teriakan siluman yang menembus hingga ke kota.


"Aku tidak bisa bertarung jika keluargaku ada di sini," batin Demon.


"Demon, jangan khawatir dengan kami! pergilah tangkap siluman itu agar tidak ada jatuh korban lagi," kata Kimberly.


"Tidak mungkin aku meninggalkan kalian di sini," jawab Demon.


Demon kemudian membawa keluarganya kembali ke rumah.


Mansion Demon.


"Hore....kita sudah kembali ke rumah," teriak Deberly dengan girang.


"Demon, tangkaplah ratu silumannya, agar dia tidak bisa berleluasa lagi," kata Kimberly yang duduk di sofa.


"Aku tidak bisa membiarkan kalian di sini sendirian,mereka bisa saja membawa mu di saat aku tidak berada di sini," jawab Demon dengan khawatir.


"Mereka tidak akan menyakitiku, hanya membawa kami ke sana agar bisa mengurung kami," ucap Kimberly.


"Aku tidak ingin terjadi ke dua kali, aku tidak mau mereka mencelakaimu dan anak kita."


"Papa, tempat tadi itu sangat menakutkan sekali, aku tidak mau kembali ke sana lagi," kata Deberly.


"Papa sudah membawa kita pulang, dan mereka tidak akan bisa membawa kita pergi lagi," ujar Debermon.


"Demon, bukankah kau pergi melihat laut? kenapa begitu cepat kau pulang?"


"Aku tidak ingin tinggal lama karena aku khawatir siluman akan datang ke rumah kita, tidak ku sangka aku hanya pergi sebentar saja mereka sudah membawa pergi dirimu dan anak-anak kita," jawab Demon.


"Lalu, bagaimana dengan laut? apa airnya masih tinggi?"


"Malam ini air masih membanjiri kota."

__ADS_1


"Tidak ada hujan dan juga tidak ada air pasang, kenapa bisa banjir lagi?"


"Ada sesuatu yang di dalam lautan itu, dan aku tidak sempat melihatnya karena saat itu aku langsung menyelamatkan Teddy dulu," kata Demon.


__ADS_2