
"Wilson, bangun. kenapa kau pingsan? aku yang jatuh dari atas kau yang tidak sadarkan diri," kata Kimberly yang berusaha membangunkan asisten suaminya itu.
"Dasar wanita jahanam, aku akan membunuhmu," bentak pria aneh itu yang berubah wujud menjadi laba-laba raksasa.
"Aaarghh....siluman..." teriakan para pengunjung di sana yang melihat pria itu berubah wujud.
"Aaarghh....siluman..."
"Lari.."
Semua para pengunjung berlari meninggalkan pusat perbelanjaan karena ketakutan.
"Aaarghh..." teriakan mereka dengan serentak yang lari berhamburan.
"Kimberly, bawa Wilson pergi!" pinta Raymond.
"Iya, baiklah," jawab Kimberly yang menghilang entah kemana bersama Wilson.
"Siluman laba-laba, akhirnya kau berubah wujud aslimu," ujar Raymond.
Laba-laba raksasa itu menyerang Raymond yang sedang berdiri dengan jarak yang tidak jauh darinya. laba-laba itu mengunakan dua kaki panjangnya menikam tubuh Raymond sehingga tembus.
"Apakah hanya ini keahlianmu?" tanya Raymond dengan tatapan tajam.
Raymond berubah menjadi api yang marak membakar laba-laba raksasa itu. seluruh tubuh laba-laba di selimuti api yang membara yang sedang ingin membakarnya sehingga habis-habisan.
"Siluman, ingin menyentuh istriku. rasakan akibatnya," bentak Raymond yang sedang membakar musuhnya itu.
Selama beberapa menit laba-laba raksasa itu berlari ke sana ke mari dengan berniat ingin melepaskan diri dari api yang menyelimuti tubuhnya, akan tetapi usahanya tetap gagal. tidak lama kemudian laba-laba itu terdiam dan menutup diri dalam kondisi tidak bergerak lagi. setelah beberapa saat kemudian Api itu padam dan berubah wujud.
"Tidak berguna!" ketus Raymond yang melihat hewan berkaki delapan itu yang sudah tewas dan hangus serta masih mengeluarkan asap di tubuhnya.
"Kemana Kimberly pergi bersama Wilson? apakah dia bisa mengendalikan kekuatannya?" gumam Raymond.
Di sisi lain Kimberly yang menghilang bersama Wilson selalu saja salah tempat. karena dirinya belum bisa mengendalikan kekuatannya sendiri.
"Wilson, bangun... jangan tidur lagi!" panggil Kimberly yang berusaha membangunkan Wilson yang masih memejamkan matanya.
Setelah memanggil Wilson selama beberapa menit, pria itu akhirnya membuka matanya. Wilson melihat ke sekelilingnya lalu ia berteriak dengan histeris
"Aaaarrghh...." teriakan Wilson dengan nada tinggi.
"Kenapa kau berteriak?" tanya Kimberly dengan kesal dan sambil memegang lengan pria itu
"Nyo-nyonya, ke-kenapa kita bisa berada di tengah laut?" tanya Wilson dengan merasa terkejut dan kedinginan.
"Aku juga tidak tahu!" jawab Kimberly dengan alasan.
"Apa yang sudah terjadi, tadi kita berada di pusat perbelanjaan kenapa sekarang kita di tengah laut? apa karena pusat perbelanjaannya tenggelam makanya jadi lautan?"
"Perkataan seperti apa itu pusat perbelanjaan tenggelam, itu bukan sama saja seluruh kota ini juga tenggelam," kata Kimberly.
"Lalu, bagaimana caranya kita menyelamatkan diri? di sini adalah tengah laut, kalau kita mau berenang ke pinggir sana juga tidak sanggup," ujar Wilson dengan kebingungan.
"Ini benar-benar gila, kenapa setiap aku mencoba selalu saja gagal," batin Kimberly.
__ADS_1
Kimberly kemudian menghilang lagi bersama Wilson.
"Aargghh...." teriakan Wilson dan Kimberly dengan serentak yang tiba-tiba jatuh ke atas tanah yang di halaman depan rumah orang.
Bruk...
"Aargh...." jeritan Wilson yang merasakan kesakitan di tubuhnya.
"Di mana ini, Nyonya? kenapa kita tiba-tiba berpindah lokasi?" tanya Wilson yang sedang telungkup.
"Tidak tahu!" jawab Kimberly yang melihat sekeliling sana.
"Kenapa bukan pulang ke rumah, aku salah tempat lagi !" batin Kimberly.
Tidak lama kemudian Kimberly memegang lengan Wilson dan menghilang lagi dari sana.
Setelah beberapa saat kemudian.
"Tolong...tolong...," teriakan Wilson yang sedang ketakutan.
"Wilson, kenapa kau bisa ada di sana?" teriak Kimberly yang sedang berada di bawah pohon itu.
"Nyonya, apa yang sudah terjadi, apakah kita berada di dunia lain? kenapa kita bisa berubah lokasi secara tiba-tiba?" teriak Wilson yang tersangkut di atas pohon itu.
"Mungkin iya! kita berada di dunia yang ada hantunya, makanya kita tidak bisa pulang," jawab Kimberly dengan alasan.
"Bagaimana caranya kita melarikan diri?" tanya Wilson.
"Tidak tahu! aku juga tidak tahu ini di mana!" jawab Kimberly dengan sambil mengaruk kepalanya.
"Aku sudah mencoba berkali-kali tapi gagal terus," kata Kimberly.
"Hah...ti-tidak, maksudku adalah mencoba mengingat jalan pulang," jawab Kimberly dengan alasan.
"Aku harus mencobanya lagi," batin Kimberly.
Kimberly memanjat pohon dengan berniat ingin membawa Wilson bersama.
"Hati-hati, Nyonya!" seru Wilson yang sedang tidak bisa bergerak.
Saat tangan Kimberly menyentuh Wilson mereka lagi-lagi menghilang entah kemana.
Sesaat kemudian.
"Aagghhh...." teriakan Kimberly dan Wilson yang tiba-tiba muncul dan jatuh ke atas genteng rumah orang.
Brak...brak..
"Aaughk," jerit Wilson yang sedang kesakitan.
"Hah...kita berada di atas genteng orang," ucap Kimberly yang sama-sama sedang terlungkup sambil memegang genteng yang agak licin itu.
"Apa yang sudah terjadi, kenapa kita bisa berpindah terus dan di mana lagi ini?" tanya Wilson yang sedang ketakutan.
"Jangan bergerak! gentengnya sangat licin, kita bisa terjatuh," kata Kimberly.
__ADS_1
Karena kelicinan maka mereka pun sama-sama jatuh dari genteng dan terhempas ke atas tanah.
"Aaarrgghh..." teriakan serentak mereka berdua.
Bruk...bruk...
"Aaughk," pekik Wilson yang lagi-lagi merasa kesakitan.
"Wilson, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kimberly.
"Kalau tubuhku terbanting terus maka cepat atau lambat aku pasti masuk ke rumah sakit lagi," jawab Wilson.
Tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang tinggal di rumah itu sedang melihat mereka dari tadi.
Kimberly dan Wilson baru menyadari jika mereka sedang di amati oleh pemilik rumah tersebut.
"Kenapa kalian melihat kami terus, memangnya kalian tidak pernah melihat orang yang jatuh dari genteng," tanya Kimberly dengan kesal.
"Dasar mutiara api kurang ajar, memang tidak bisa membawa kami ke tempat yang lebih bagus ya!" batin Kimberly yang memegang lengan Wilson dan langsung menghilang lagi entah ke mana.
Orang-orang yang di sana terdiam karena melihat dua orang yang di depan mata mereka menghilang begitu saja, dan tidak lama kemudian mereka tumbang dan tidak sadarkan diri.
Hotel mewah.
"Aaargghhh..." teriakan Wilson yang tiba-tiba muncul dan jatuh memimpa seorang yang sedang tidur di atas kasur.
Bruk...
"Sakit sekali tubuhku!" erang Wilson yang membuka matanya dan menatap seorang wanita tua yang berada di bawahnya.
Wanita yang timpanya itu lalu membuka matanya dengan terdiam. mereka saling menatap selama beberapa saat.
"Aaarrgghhh..." teriakan Wilson dan wanita itu dengan nada memenuhi satu ruangan.
"Hantu...." teriakan Wilson yang kaget melihat wajah wanita tua itu yang mengenakan masker berwarna hitam.
"Pemerkosa...." teriak wanita itu yang ketakutan.
"Hei...jangan sembarangan bicara! siapa yang berminat denganmu!" bentak Wilson yang langsung bangkit dari tubuh wanita itu.
"Pemuda tidak tahu diri, sama nenek tua sepertiku kau juga mau memperko.sa ku," bentak wanita itu yang menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Memang siapa yang mau bersamamu!" bentak Wilson dengan kesal dan melangkah pergi.
"Hei...jangan pergi!" teriak wanita itu dengan nada tinggi.
"Hei...Nyonya tua, kalau kau tidak mau kena perko.sa maka jangan teriak-teriak!" gertak Wilson dengan sengaja.
Di sisi lain terdapat sepasang suami istri yang sedang melakukan hubungan badan, suaminya bergerak maju mundur dengan begitu cepat karena hampir mencapai puncak kenikmatan, di saat mereka sedang menikmati hubungan itu Kimberly tiba-tiba muncul di samping mereka
Saat ia muncul sepasang suami istri itu merasa di kejutkan oleh kemunculan Kimberly yang tiba-tiba muncul di depan mata, begitu pula Kimberly merasa kaget dengan apa yang dia lihat.
"Aaaarrghh..." teriakan sepasang suami istri itu yang sedang melakukan hubungan intim serta merasa malu ke ubun-ubun
"Jangan berteriak lagi..." teriak Kimberly yang langsung bangkit dari kasur mereka.
__ADS_1
"Teruskan saja! jangan peduli padaku!" ujar Kimberly yang langsung menghilang.
Karena melihat Kimberly yang menghilang lagi-lagi membuat sepasang suami istri itu ketakutan sehingga menghentikan aksi mereka. dan kemudian mereka langsung berpakaian dan beranjak dari kamar itu.