Mystery

Mystery
Almost mendatangi rumah Sean


__ADS_3

Saat sedang terjadi perdebatan suara ketukan pintu tertengar dari luar rumah.


Tuk...tuk...tuk...tuk...


"Siapa yang datang malam-malam begini?" tanya Holdie.


"Tidak tahu!" jawab paman Sean.


"Apa Raymond tahu kamu di sini?" tanya paman Sean.


"Aku tidak memberitahu dia aku di sini," jawab Kimberly.


"Biar aku buka dulu!" ujar Holdie.


"Biar aku saja!" kata Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah ke arah pintu.


Klek.


"Lolipop..." panggil Almost dan Veronica dengan serentak yang sedang berdiri di depan pintu.


Saat mereka ingin menginjak masuk Kimberly langsung menutup pintunya dengan keras.


PRAK....


BRUK...


Hantaman pintu mengenai hidung Almost dan istrinya


"Aauughh..." jeritan Almost dan Veronica yang kesakitan sehingga mengeluarkan darah di hidung mereka.


"Kimberly, siapa di luar, kenapa kau menutup pintu dengan begitu keras?" tanya paman Sean.


"Ada sepasang suami istri yang meminta uang di luar, makanya aku tutup saja," jawab Kimberly yang melangkah menghampiri sofa.


"Sepasang suami istri yang meminta uang? selama ini tidak pernah ada kejadian seperti ini,"kata paman Sean dengan heran.


Tuk...tuk...tuk...tuk...


Suara ketukan pintu yang di lakukan oleh Almost yang berada di luar sana.


"Mereka belum pergi, Pa," ucap Holdie.


"Biar aku melihatnya!" jawab paman Sean.


"Paman, jangan lupa bawa sebaskom air!" kata Kimberly.


"Untuk apa sebaskom air?" tanya paman Sean yang menoleh ke arah Kimberly yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


"Untuk menyiram virus yang ada di luar!" jawab Kimberly.


"Kau ini ada-ada saja,"ucap Holdie yang melangkah ke arah pintu bersama dengan paman Sean.


Saat membuka pintu mereka melihat sepasang suami istri Almost dan Veronica yang hidungnya mengeluarkan darah.


"Kenapa dengan hidung kalian?"tanya paman Sean.


"Hidung kami di hantam oleh pintu," jawab Veronica.


"Paman, Bibi, ini sudah malam kenapa bisa ada di sini?" tanya Holdie.


"Tujuan kami hanya ingin bertanya apa makanan kesukaan Lolipop,"jawab Almost.


"Apa kalian tidak salah, datang ke sini hanya menanyakan itu?" ketus paman Sean.


"Lolipop ada di dalam apakah kami bisa bertemu dengannya?" tanya Veronica dengan sambil lap hidungnya.


"Bibi, aku rasa lebih baik kalian bertemu dengan dokter dulu," ujar Holdie.


"Lihatlah darah kalian yang menetes ke pakaian kalian, mungkin saja hidung kalian sudah patah," kata paman Sean.


"Tidak apa-apa, kami baik-baik saja!" jawab Almost dan Veronica dengan serentak.


"Apa kami boleh masuk sebentar?" tanya Almost


"Kenapa kalian bisa muncul di sini?" tanya Kimberly dengan kesal.


"Tujuan kami datang ingin bertemu dengan Sean dan ingin bertanya apa makanan kesukaan mu!" jawab Almost.


"Sekarang ingin mengetahuinya bukankah sudah terlambat?" ketus Kimberly


"Lolipop, sebenarnya kami ingin mengundang kamu dan Raymond makan bersama di rumah kami. oleh sebab itu kami ingin memasak makanan kesukaan mu," jelas Veronica.


"Tidak perlu susah payah melakukan itu, karena aku dan Raymond tidak akan ke rumah kalian," jawab Kimberly..


"Lolipop, kami hanya ingin menebus semua kesalahan kami agar kita bisa berbaik semula,"ucap Almost.


"Meninggalkanku di saat aku masih kecil, dan sekarang kalian baru kembali menemui ku agar kita bisa berbaik semula. apa tidak terlambat?" tanya Kimberly dengan kesal.


"Lolipop, ini semua salah kami karena sudah menyakitimu, maafkan kami ya!" ucap Veronica.


"Kami akan menebus kesalahan kami!" ucap Almost.


"Kenapa di saat itu kalian meninggalkan ku?" tanya Kimberly dengan kesal.


"Saat itu kami sangat miskin, di antara dirimu dan kakakmu kami hanya bisa memilih salah satu," jawab Veronica.

__ADS_1


"Dan kalian memilih untuk meninggalkanku, dan kenapa tidak mencariku lagi setelah kalian sudah kaya?" tanya Kimberly.


"Kami merasa malu ingin berhadapan denganmu," jawab Almost.


"Merasa malu? kalau kalian memang malu kenapa masih mencariku? bukankah seharusnya kalian itu jangan muncul di hadapanku!" ketus Kimberly.


"Lolipop, maafkan kami! ini salah kami tidak menjaga mu," ucap Veronica.


"Lolipop, selama ini papa dan mama sangat merindukan mu," ucap Almost.


"Kalau memang merindukan ku seharusnya kalian mencariku saat aku masih kecil dan bukan setelah aku sudah dewasa," ketus Kimberly.


"Lolipop, apa kamu akan memberikan kesempatan untuk kami?" tanya Almost.


"Atas dasar apa aku harus menerima kalian?"


"Atas dasar kami adalah orang tua kamu," jawab Veronica.


"Iya, dan masih beraninya kalian mengatakan seperti itu di hadapan ku, orang tua macam apa yang membuang anak sendiri hanya dengan alasan kalian miskin? kalau kalian sudah memilih membuang ku maka jangan mengatakan aku adalah putrimu," ketus Kimberly.


"Lolipop, katakan saja apa mau mu, kami akan memberikan apapun yang kau mau," kata Veronica dengan berusaha membujuk putri bungsunya itu.


"Memang apa yang ingin kalian berikan padaku?"


"Apa saja yang kamu mau!"jawab Almost dan Veronica dengan serentak.


"Selama delapan belas tahun kalian pergi meninggalkan ku, bayar semua biaya selama delapan belas tahun itu kepada paman Sean. karena selama ini paman Sean yang menjaga ku," jawab Kimberly dengan tegas.


"Kimberly, ini tidak per...." ucap paman Sean dengan terpotong


"Paman, jika saja mereka memang serius maka mereka harus melakukannya! dan jika mereka tidak bisa berarti mereka hanya berbohong saja. dan mereka ada niat lain untuk mengakui ku sebagai anaknya," jawab Kimberly.


"Lolipop, mana mungkin kami ada niat lain," bantah Veronica yang berusaha membela diri.


"Kalian bisa saja dengan begitu mudah meninggalkanku, dan aku ingin tahu apakah kalian berhak menjadi orang tuaku. aku ingin tahu kalian memiliki berapa mobil dan rumah?" tanya Kimberly


"Kami memiliki tiga rumah dan dua mobil," jawab Almost.


"Berapa perusahaan kalian?" tanya Kimberly.


"Satu perusahaan," jawab Almost


"Hanya memiliki satu perusahaan, tiga rumah dan dua mobil saja kalian ingin aku mengakui kalian, apa tidak salah? semua harta yang kalian miliki tidak cukup untuk menebus selama delapan belas tahun biayaku," ketus Kimberly.


"Ini..." ucap Almost yang terdiam.


"Kenapa, kalian meninggalkan ku karena kalian merasa aku membebani kalian, dan sekarang karena aku sudah dewasa dan sudah menikah kalian baru mencariku. bukankah ini sama saja ingin mengambil kesempatan? jika dulu aku bisa hidup tanpa kalian maka sekarang aku juga bisa hidup tanpa kalian. dan bahkan aku sangat berterima kasih karena kalian sudah membuangku. karena di rawat dengan baik oleh paman Sean dan sekarang aku sudah memiliki seorang suami yang baik. hidupku sudah bahagia," kata Kimberly dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2