Mystery

Mystery
Makhluk Mengerikan


__ADS_3

"Iya, setelah kejadian kemarin mereka masih trauma," jawab Kimberly yang memeluk putranya dengan erat.


"Papa, aku tidak mau lagi bertemu dengan nenek itu!" kata Debermon.


"Putraku yang pintar, tenang saja? nenek itu tidak akan mencari kita lagi," kata Demon yang mengelus kepala putranya.


"Paman Sean, aku ingin membawa Kimberly dan anak-anak pulang ke rumah," ucap Demon.


"Demon, kalian bisa berkumpul lagi ini adalah berita gembira. semoga bahagia," ucap paman Sean.


"Kimbery, semua penderitaanmu sudah terbayar, dan mulai hari ini yang ada hanyalah kebahagiaan untuk kalian," ujar Holdie dengan senyum.


Setelah beberapa saat kemudian Demon dan Kimberly bersama anak-anak kembali ke rumah yang mereka tempati dulu.


"Papa, apakah ini rumah kita?" tanya Deberly dengan girang.


"Iya, mulai hari ini kita akan tinggal di sini untuk selamanya," jawab Demon yang menurunkan putrinya.


"Hore...hore...akhirnya kita bisa tinggal bersama papa," teriak Debermon dan Deberly yang berlari-lari di dalam rumah itu.


"Kimberly, kenapa kau diam saja?" tanya Demon yang menghampiri istrinya.


"Aku hanya tidak menyangka bisa pulang ke sini lagi," jawab Kimberly dengan mata berkaca-kaca.


"Rumah ini adalah rumah kita, jadi sudah pasti kau harus tinggal di sini," jawab Demon dengan mencium bibir istrinya.


"Sudah malam, mari kita tidur!" kata Demon yang mengendong istrinya dan melangkah masuk ke dalam kamar.


"Debermon, Deberly, ayo..cepat tidur sudah malam!" panggilan Kimberly.


"Aku mau tidur dengan papa dan mama," ujar Debermon dan Deberly dengan serentak naik ke atas kasur.


Mereka berempat tidur bersama. Demon tidur sambil memeluk Debermon sementara Deberly tidur dipelukan Kimberly. setelah anak-anak mereka tertidur Demon membuka matanya dan bangkit dengan perlahan, ia pindah posisi dan tidur di samping Kimberly yang tidur pulas


"Selamat malam, sudah lama aku tidak memelukmu," ucap Demon dengan mencium wajah istrinya.


Kimberly yang merasakan pelukan dari belakang dia membuka mata dan menoleh ke arah Demon.


"Demon, kau belum tidur?" tanya Kimberly sambil mengucek matanya.


"Aku ingin tidur dengan sambil memelukmu," jawab Demon dengan mengecup dahi Kimberly.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa tidur dipelukan mu lagi," kata Kimberly yang memeluk suaminya dengan erat.


"Selama ini kau tidur tanpaku, pasti sangat tidak terbiasa, kan?"


"Iya, aku malah berpikir mungkin kau sudah menikah dengan wanita pilihan nenek. karena dirimu sudah melupakanku," jawab Kimberly.


"Walau sudah melupakanmu, tapi aku tetap tidak akan melakukan hal seperti itu. walau ingatan ku tentang mu sudah hilang, tapi aku masih tetap Demon yang dulu sebelum mengenalmu, aku masih tetap akan hidup bersendirian walau tanpamu," ucap Demon dengan senyum.


"Bagaimana kehidupan mu selama ini? dan kenapa kau tidak tinggal di sini lagi?"


"Hidupku selama ini baik-baik saja, aku tidak tinggal di sini karena setiap aku di sini muncul bayangan yang tidak jelas. dan saat aku sadar semua kamera cctv ku sudah di lepaskan,"jawab Demon.


"Apakah nenek ingin menghapus rekaman ini agar kau tidak melihatku?"


"Benar, itu adalah tujuannya untuk memisahkan kita," jawab Demon.


"Mulai saat ini dia tidak akan bisa memisahkan kita," ujar Demon dengan memeluk istrinya.


"Kimberly, terima kasih karena sudah melahirkan anak yang begitu lucu untukku. Deberly sangat mirip denganmu. di saat dia menangis butuh dua atau tiga jam untuk membujuknya." ucap Demon dengan sambil mengecup dahinya.


"Apa kau sedang mengejekku?"


"Dia sangat mirip denganmu, penyuka udang saos," ujar Demon dengan senyum.


"Debermon sangat mirip denganmu, dia sangat tampan dan pintar," ucap Kimberly.


"Mereka adalah buah hati kita, aku akan selalu melindungi kalian," kata Demon yang memeluk istrinya dengan erat.


"Selamat malam," ucap Kimberly.


"Selamat malam, gadis nakal," ucap Demon.


Jam dinding menunjukan pukul 01.00.


Angin bertiup sangat kencang, banyak daun-daun kering dari pohon berterbangan kemana-mana. di malam itu cuaca buruk dan tidak lama kemudian hujan deras membasahi seluruh jalan kota itu. beberapa orang yang berteduh di depan toko sambil menunggu taksi. terdapat sejumlah orang yang berdiri di sana. dan tidak lama kemudian mereka di datangi oleh makhluk yang bisa terbang dan berukuran besar yang langsung melahap mereka.


Teriakan mereka yang langsung melarikan diri saat melihat orang itu yang menjadi santapan makhluk yang mengerikan itu.


Makhluk itu adalah sejenis hewan yang bisa terbang. hanya karena terlalu gelap sehingga tidak bisa di lihat dengan begitu jelas. ia menyantap mereka semua.


Teriakan mereka yang sedang berteduh di tempat lain juga ketakutan karena melihat Makhluk berukuran besar itu yang sedang menyantap beberapa orang.

__ADS_1


Mereka yang melihat Makhluk itu memilih langsung melarikan diri karena ketakutan.


"Aaaarrggghh...," teriakan seorang wanita yang mempercepatkan langkahnya.


Makhluk menakutkan itu terbang ke arahnya dan kemudian membuka mulut dan menelan wanita itu hidup-hidup.


Di malam itu banyak orang-orang yang berusaha ingin menyelamatkan diri. akan tetapi mereka gagal dan akhirnya harus menjadi santapan Makhluk menakutkan itu.


"Sebenarnya dia hewan apa? kenapa bisa menakutkan sekali?"


"Wajahnya sangat mengerikan."


"Cepat selamatkan diri dulu!"


Semua orang awam harus berlarian dalam kondisi yang sudah basah kuyup, hujan semakin deras petir semakin kuat tanpa berhenti.


Jedar....


Jedar....


"Aaarrggghhh...."


"Aaarrggghhh...."


"Aaarrggghhh...."


Teriakan mereka yang sedang ketakutan karena Makhluk itu semakin dekat dengan mereka.


Makhluk itu lagi-lagi melahap mereka yang sedang berlarian satu-persatu. di malam itu mereka telah habis menjadi santapan Makhluk menakutkan itu.


Hanya dalam satu malam sekitar empat puluhan orang di telan olehnya. setelah selesai makan Makhluk itu terdiam dan berdiri di jalan..wajahnya mengerikan dan sangat menakutkan. seluruh tubuh berwarna hitam, ukuran tubuhnya lebih tinggi dari manusia. sayapnya membuka lebar serta dua kaki menginjak jalan. perutnya besar karena baru menelan semua orang. tidak lama kemudian ia terbang tinggi dan jauh dalam guyuran hujan.


Terdapat seseorang yang mengintip semua kejadian tadi, orang itu bersembunyi di dalam mobil dengan menunduk. wajahnya pucat dan gemetar serta keringat membasahi wajahnya.


"Kenapa bisa ada makhluk yang mengerikan seperti ini, itu apa sebenarnya?" gumamnya yang kemudian ingin menghidupkan mesin mobil.


Dengan tangannya yang gemetar ia mengendarai mobilnya dengan belok ke kanan dan ke kiri.


Keesokan harinya.


"Selamat pagi, istriku," ucap Demon yang mencium wajah Kimberly.

__ADS_1


"Selamat pagi, aku akan menyiapkan sarapan untukmu," kata Kimberly yang ingin bangkit dari tempat tidurnya.


"Tidak usah, aku sudah menyampaikan ke Rico bahwa aku sedang cuti. aku ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk istri yang ku cinta dan juga anak-anak yang ku sayang," jawab Demon yang mengecup dahi istrinya.


__ADS_2