
Mendengar teriakan Raymond, Kimberly dan pria itu memandang ke arah suara itu berada
"Raymond..?"ucap Kimberly
"Tuan Martinez..?"ucap pria asing itu
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Raymond dengan nada kesal
"Hah.. aku tidak tahu kenapa aku bisa muncul di sini" kata Kimberly yang turun dari kasur
"Tuan Martinez, ini tidak seperti yang Anda bayangkan" jelas pria itu yang bangkit dari kasurnya
"Kalian sangat luar biasa, melakukan hubungan di belakangku" ujar Raymond dengan menahan emosi
"Aku tidak melakukan apapun, aku tiba-tiba muncul di sini" jelas Kimberly yang berusaha ingin mendapatkan kepercayaan suaminya
"Tuan Martinez, nona ini tiba-tiba saja muncul di kamarku, aku tidak mengundang dia"
"Kimberly..?" ucap Raymond yang menatap ke arah istrinya
"Raymond, bukan seperti itu" jelas Kimberly yang menghampiri suaminya itu
Raymond yang menatap ke arah mata istrinya langsung mengetahui jika istrinya sedang terluka
"Apa kau terluka?" tanya Raymond dengan merasa khawatir
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya? aku belum memberitahumu" tanya Kimberly dengan penasaran
Raymond yang merasa cemas langsung memeriksa nadi istrinya
"Gadis ini luka dalam" batin Raymond
"Wilson kita pulang" kata Raymond yang mengendong istrinya
"Eh..Tuan Martinez..?" ucap pria tadi itu yang merasa heran
"Hari ini aku tidak ada waktu, Anda cari saja perusahaan lain" ujar Raymond yang langsung melangkah keluar dari kamar dan di ikuti oleh Wilson
"Raymond, dia siapa? apa kalian sedang membicarakan bisnis kalian?" tanya Kimberly yang di gendongan suaminya
"Jangan banyak bicara kau sedang terluka" ucap Raymond
Mansion Raymond
Setiba di depan rumah Raymond mengendong istrinya masuk ke dalam
"Kenapa tidak membiarkan aku berjalan saja? aku tidak apa-apa"
"Jangan bicara dulu, biarkan aku memeriksamu" jawab Raymond yang melangkah masuk ke kamar
Saat di kamar Raymond menidurkan istrinya di atas kasur. lalu, ia menyentuh bagian perut istrinya, ia bisa mendeteksi gerakan mutiara yang sedang tidak stabil
"Ada sesuatu di dalam perutnya, jika tidak di keluarkan maka akan menghancurkan organ dalam Kimberly" batin Raymond
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Kimberly dengan heran
Tanpa basa-basi Raymond langsung mencium bibir istrinya, tentu saja bukan ciuman biasa melainkan untuk menarik keluar tiga butir obat yang di telan Kimberly tadi, Raymond mengunakan kekuatannya untuk mengeluarkan obat yang akan menghancurkan organ dalam Kimberly secara perlahan.
"Apa yang sudah terjadi pada Ratuku? aku akan mendeteksinya lewat mutiara" batin Raymond
Saat sedang berciuman tiga butir obat itu naik secara perlahan, karena di tarik oleh kekuatan Raymond, dan tidak lama kemudian tiga butir obat itu masuk ke dalam mulut Raymond
Setelah mendapatkan obat itu Raymond melepaskan ciumannya, lalu dia mengeluarkan obat itu ke telapak tangannya
"Wah...bagaimana caranya kau bisa mengeluarkan obat itu?" tanya Kimberly yang berubah posisinya dan duduk berhadapan dengan suaminya
"Aku tahu apa yang sudah terjadi" jawab Raymond dengan menatap ke arah istrinya
"Aku belum mengatakan apapun" ucap Kimberly dengan heran
"Saat kau di timpa masalah, aku tidak berada di sisimu, ini salahku" ucap Raymond yang mengecup dahi istrinya
"Kenapa kau bisa tahu banyak hal? bagaimana kau bisa tahu jika aku tertelan obat ini?" tanya kImberly
"Telan obat ini" kata Raymond yang memasukan sebutir obat ke mulut istrinya
"Kenapa manis?" tanya Kimberly yang sedang mengunyah obat itu
"Ini untuk luka dalam mu" jawab Raymond yang menyentuh wajah istrinya
"Raymond, aku di hutan tapi tidak tahu kenapa aku bisa muncul di hotel itu, aku benar-benar tidak tahu apa-apa" jelas Kimberly
"Apa kau tidak marah padaku?"
"Awalnya aku merasa marah, dan setelah aku mengetahui jika kamu terluka aku tidak marah lagi, dan aku percaya setiap katamu" jawab Raymond dengan memeluk istrinya dengan erat
"Apa aku bisa meminta sesuatu?" tanya Kimberly menatap suaminya dengan jarak dekat
"Minta saja apa yang kamu inginkan" jawab Raymond dengan senyum
"Kartu kreditmu" jawab Kimberly dengan senyum
"Hanya itu hanya kamu mau, tidak ada yang lain?" tanya Raymond dengan tatapan penuh perasaan
"Tidak ada"
Raymond memberikan dompetnya kepada Kimberly, saat Kimberly sedang membuka dompet suaminya itu, Raymond hanya menatap senyum dan mengecup dahi istrinya itu
"Yuka berkali-kali ingin melukainya dan juga memberi obat ini, untung saja mutiara itu cepat beraksi" batin Raymond
"Aku akan memilih yang berwarna biru" ujar Kimberly yang mengambil kartu milik Raymond
"Hanya itu yang kamu mau?" tanya Raymond dengan senyum
"Iya, hanya ini saja" jawab Kimberly dengan senyum
"Tapi kau tidak bisa mengambil begitu saja, kau harus membayarnya"
__ADS_1
"Membayarnya, dengan cara apa?"
"Ciumanmu" jawab Raymond yang mencium bibir istrinya
"Raymond, tiga pria itu adalah iblis apakah dia akan datang mencariku lagi? dia muncul di tempat kerjaku" tanya Kimberly dengan melepaskan ciumannya
"Tidak akan! aku akan mencari mereka dan membalas semua perbuatan mereka padamu" jawab Raymond
"Tapi mereka adalah iblis, bukankah bahaya jika kau mencari mereka?"
"Tidak akan! tenang saja" jawab Raymond dengan senyum
"Tapi, kenapa di saat di hutan aku bisa muncul di hotel ya? apa yang sudah terjadi padaku? dan di saat mereka ingin menyentuhku mereka juga di serang api yang keluar dari tubuhku?"
"Ini mungkin api dari mereka, dan mengenai kau bisa muncul di hotel ini ada baiknya, karena dengan begini kau bisa selamat dari mereka" jelas Raymond
"Aaarrgghh" keluhan Kimberly yang merasa sakit pada lengannya akibat genggaman kuat dari iblis itu
"Ada apa, apa kau merasa tidak sehat?" tanya Raymond dengan merasa khawatir
"Lenganku sakit" jawab Kimberly yang memegang lengannya
"Biar aku periksa" ujar Raymond yang melepaskan kemeja berlengan panjang yang di kenakan oleh Kimberly
"Merah sekali, apa mereka mengenggammu dengan kuat?" tanya Raymond yang merasa sakit hati
"Iya, sakit sekali" jawab Kimberly
"Aku akan ambilkan obat, duduk di sini dan jangan bergerak"
"Iya"
Malam hari
Yuka yang gagal rencananya merasa tidak puas dan ingin mengulanginya lagi.
"Aku ingin kalian lakukan lagi, tidak peduli di mana dia berada, dapatkan dia dan siksa dia" perintah Yuka
"Baik Nona" jawab serentak para iblis di sana
Tidak lama kemudian Raymond muncul di hadapan Yuka
"Ra-raja..?" ucap Yuka yang merasa cemas dengan kemunculan Raymond
Tanpa basa-basi Raymond langsung melempar sebutir obat itu ke dalam mulut wanita itu, sehingga membuat Yuka harus tertelan obat tersebut.
"Raja..?" ucap Yuka yang terpotong
"Apa kau tahu obat apa yang ku berikan padamu?" tanya Raymond dengan tatapan tajam
"Tidak tahu" jawab Yuka yang merasa cemas
"Kau akan tahu saat obat ini mulai bekerja" jawab Raymond dengan senyum sinis
__ADS_1