Mystery

Mystery
Wilson kebingungan


__ADS_3

Wilson mengejar mobil dengan berusaha ingin menyelamatkan istri atasannya itu.


BRAK...BRAK...BRUK...BRUK...BRAK...BRAK...


BRAK...BRAK...BRUK...BRUK...BRAK...BRAK...


Wilson yang sedang mengikuti dari belakang ia melihat mobil yang membawa istri Raymond Martinez itu belok ke kanan dan ke kiri, tidak ada tahu yang terjadi di dalam sana.


"Kenapa bisa begitu, apa yang sudah terjadi? Nyonya...." ucap Wilson yang masih sedang mengejar mobil itu


BRAK...BRAK...BRUK...BRUK...BRAK...BRAK...


"Dasar wanita gila, hentikan," ketus salah satu pria yang duduk di samping Kimberly.


BRUK...


Tendangan di lakukan oleh Kimberly ya menghantam kursi supir berkali-kali.


BRUGH...


"Aarrgghh.…" jerit supir itu yang kepalanya menghantam kaca depan.


Dua pria yang duduk di samping Kimberly berusaha ingin menahan wanita itu yang sedang menendang kursi supirnya tanpa berhenti, sehingga terjadinya tidak terkendalikan mobil mereka.


Kimberly yang melawan dengan sekuat tenaga terhadap dua pria itu ia pun memukul wajah mereka.


BRUK...BRUK...


"Jangan bergerak!" kecam pria yang duduk di samping supir.


"Tembak saja kalau kau bisa! peluru mu tidak mempan bagiku," ujar Kimberly yang sedang berusaha menyerang dua pria itu.


Dua pria itu menahan ke dua tangan Kimberly dengan posisi mereka semua yang sedang terguncang ke sana ke sini. karena mobil yang di bawa supirnya telah tidak sadarkan diri.


"Cepat tahan dia!" ucap salah satu pria itu yang duduk di samping Kimberly sambil menahan tangannya.


BRUK...


Tendangan di lakukan oleh Kimberly mengenai bagian bawah pria itu sehingga ia mengerang kesakitan.


"Aarghh..." jeritan pria itu yang sedang kesakitan.


BRUGH...BRUGH...BRUGH...BRUGH...


Pukulan di lakukan oleh Kimberly yang sedang berusaha melawan pria dua pria itu.


Utusan Jacky yang duduk di samping supir mengambil kendali menyetir mobil tersebut. di saat ia sedang fokus menyetir tiba-tiba saja di tendang oleh Kimberly.


BRUK...


"Aarrggh...." jeritan pria itu yang tubuhnya menghantam kaca depan.


"Mobilnya dari tadi tidak stabil, apa yang terjadi di dalam sana," gumam Wilson.


Wilson yang mengejar mobil itu sehingga kewalahan dengan nafas terputus-putus.


Tidak lama kemudian mobil itu terbalik karena supirnya banting setir akibat di tendang oleh Kimberly.

__ADS_1


BRAK...BRAK...BRAK...BRAK...BRAK...


"Arrgghh..." jeritan serentak orang di dalam mobil tersebut.


"Nyonya...Nyonya...Nyonya...." teriak Wilson yang mempercepatkan langkahnya berlari ke arah mobil yang sedang terbalik itu.


"Hiak...hiak...hiak...ingin menangkapku, coba saja kalau kau bisa!" bentak Kimberly yang sedang menampar ke dua pria yang posisi tubuh mereka sedang saling menimpa.


PLAK...PLAK...PLAK...PLAK...PLAK...


"Aargghhh..." jeritan dua pria yang tidak mampu melawan.


Tidak hanya menampar, Kimberly juga menjambak-jambak rambut mereka tanpa berhenti.


"Aargghh...." jeritan mereka yang sedang kesakitan.


"Namaku Kimberly jangan berharap bisa menindasku dengan mudah," bentak Kimberly yang kemudian mengigit telinga salah satu pria itu.


"Aargghh...." teriakannya dengan nada tinggi.


"Nyonya....Nyonya...."teriak Wilson yang menghampiri mobil tersebut.


"Nyonya, apa kamu baik-baik saja?"


"Hah....apa yang dia lakukan di dalam sana?" tanya Wilson yang sedang melihat Kimberly mengigit telinga pria itu.


"Aargghh...." teriakan pria itu yang tanpa berhenti.


"Nyonya, cepat keluar!" teriak Wilson yang membuka pintu mobil dan menarik lengan Kimberly.


"Aku belum puas mengigit


"Nyonya, apa kamu terluka?"


"Tidak ada!"


"Apa kamu yakin tidak terluka? mobilnya terbalik berkali-kali sehingga rusak begini. bagaimana kita ke rumah sakit dulu!"


"Tidak mau! aku masih mau menghajar mereka!" jawab Kimberly yang berjalan ke sisi kiri mobil itu.


Kimberly membuka pintu dan menarik pria yang menculiknya keluar dari mobil.


"Nyonya, apa yang ingin kamu lakukan?"tanya Wilson yang melihat Kimberly melepaskan pakaian mereka.


"Bantu aku melepaskan pakaian mereka!" perintah Kimberly.


"Untuk apa Nyonya?"


"Lakukan saja! cepat!" jawab Kimberly yang sedang sibuk dengan tangannya.


Tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Kimberly terhadap empat pria itu. mereka di telanjang sehingga hanya tersisa celana da.lam. dan setelah itu Kimberly mengunakan spidol menulis sesuatu di tubuh mereka. ke dua tangan mereka di ikat dengan mengunakan dasi masing-masing. pakaian mereka juga di lempar ke mana-mana.


"Apa yang kau ingin lakukan, cepat lepaskan kami!" pinta salah satu pria itu yang sedang dalam kondisi telanjang.


"Aku rasa aku tahu siapa yang mengirim kalian untuk menangkapku," kata Kimberly.


"Kau akan jatuh ke tangannya suatu saat nanti!" ketus pria itu.

__ADS_1


"Hahahah...siapa yang kalah masih belum tahu," ujar Kimberly dengan sambil tertawa.


"Lepaskan celana da.lamnya!" perintah Kimberly.


"Hah...untuk apa, Nyonya?" tanya Wilson dengan heran.


"Lakukan saja!" jawab Kimberly.


"Hei...hei... jangan macam-macam!" teriak mereka dengan serentak.


Kini tubuh mereka telah tanpa balutan apapun.


"Wah...sotong kalian jelek semua, kenapa sama bengkoknya dengan anak buah raja api itu? beda dengan punya suamiku, lebih keren."ucap Kimberly dengan ceplas ceplos dan melakukan sesuatu.


"Nyo-nyonya, sedang melakukan apa?" tanya Wilson yang kebingungan melihat Kimberly melakukan sesuatu pada pusaka semua pria itu.


"Hei...jangan macam-macam! apa yang kau lakukan!" bentak pria itu yang hanya bisa pasrah karena dalam kondisi terikat.


"Kenapa nyonya ini beda dengan wanita lain, dia bisa tanpa segan melakukan itu. andaikan bos tahu tidak tahu apa reaksinya," batin Wilson


"Wilson, ada tali?"


"Ada Nyonya."


"Ambilkan!"


"I-iya!"


Wilson mengambil tali yang ia taroh di car organizer


"Nyonya, ini talinya."


"Heheheheheh...ikat mereka!" perintah Kimberly dengan tertawa.


"Hei...hei...apa lagi yang ingin kau lakukan?" tanya salah satu pria itu.


"Sumbat saja mulut mereka!" perintah Kimberly.


Empat pria itu di hajar habis-habisan oleh Kimberly. seluruh tubuh mereka tanpa balutan sehelai benang, mulut mereka di sumbat celana da.lam mereka, setelah itu di tubuh mereka juga di coret-coret dengan mengunakan spidol. selain itu tidak tahu apa yang di lakukan oleh Kimberly terhadap alat kela.min empat pria itu, Wilson hanya bisa mengikuti perintah istri bosnya itu walau sebenarnya dia kebingungan dengan sikap Kimberly yang belum pernah di temukan selama ini.


Tidak lama kemudian Kimberly menghadang taksi dan mengantar empat pria itu ke sebuah alamat yang Kimberly berikan kepada supir taksi.


"Mari kita pergi!" ajak Kimberly yang berjalan dengan santai.


"Ha...Nyonya, mobil kita...."


"Tidak apa-apa, biarkan saja! lagi pula mobil bos mu masih ada yang lain!" jawab Kimberly yang sedang berjalan dengan di ikuti oleh Wilson.


"Tapi mobil itu masih bisa di perbaiki!"


"Perbaiki? apa kamu tahu kalau perbaiki upahnya sangat tinggi, belum lagi ganti alat baru. dari pada perbaiki lebih baik beli baru, ayo kita belanja!"


"I-iya."


Setelah lima belas menit kemudian empat pria itu di bawa ke depan rumah Alex..supir taksi di bayar mahal oleh kimberly untuk melakukan tugasnya, setelah mereka berempat di lempar ke depan rumah Alex, maka supir taksinya pergi meninggalkan tempat itu.


Tidak lama kemudian Cecilia yang mendengar bunyi bel ia pun langsung membuka pintu dan melihat sesuatu yang ada di depan matanya.

__ADS_1


"Aaaarrrgghhhhh..." teriakan Cecilia yang mengema satu ruangan.


__ADS_2