Mystery

Mystery
Akal-akal Kimbery


__ADS_3

"Karena Raymond adalah pria kuat, dia selalu saja ingin melakukan hubungan ranjang sepanjang malam, jika nona Tina bisa melayaninya sepanjang malam maka tugas ku akan lebih ringan" jawab Kimberly yang asal-asalan


"Setiap malam sebelum tidur aku harus melayaninya selama 6 jam, dan jika nona Tina menjadi istri ke dua nya maka bebanku akan di kurangkan menjadi 3 jam, setiap malam Raymond akan melakukan hubungan dengan ku 3 dan nona Tina 3 jam, nah dengan begini beban ku tidak akan berat, ataupun jika Raymond lebih menyukai nona Tina dia pasti akan melakukan sepanjang malam, dan aku akan lebih tenang" jelas Kimberly dengan ceplas ceplos


Mendengar penjelasan Kimberly ruangan keluarga itu menjadi hening dan menatap binggung ke arah Kimberly, sementara Raymond merasa ingin menelan istrinya itu hidup-hidup


"Kenapa kalian semua melihatku? aku mengatakan yang sebenarnya, lagi pula aku tidak bisa bercerai dengannya, jika bercerai maka papa dan bibi harus carikan istri ke 3 untuknya agar bisa berbagi dengan nona Tina, jika hanya satu wanita tidak akan cukup untuk Raymond, karena nona Tina pasti tidak akan sanggup turun dari ranjang" lanjut Kimberly yang asal-asalan


"Kimberly, apa kamu tahu apa yang sudah kau katakan?" tanya Alex


"Pa, tahu. Raymond menginginkan anak makanya dia begitu bekerja keras sepanjang malam" jawab Kimberly yang asal-asalan


"Sudah, jangan mengatakan yang tidak-tidak, kamu bawakan koper Tina ke kamarnya" ujar Cecilia


"Dia adalah adik ku kenapa aku yang bawakan kopernya?" tanya Kimberly


"Karena dia adalah istri satu-satunya untuk Raymond" jawab Cecilia dengan tatapan sinis


"Tapi kami juga sah dari segi undang-undang, sementara mereka belum sah jadi dia masih belum layak mendapatkan pelayanan ku" jawab Kimberly


"Kau harus sadar diri, Tina adalah menantu keluarga ini, dan kau adalah orang luar walau kalian sudah menikah, tapi tetap tidak sah di dalam keluarga ini" jelas Alex dengan ketus


"Dasar kurang ajar, ingin memerintah ku, lihat saja nanti kalian semua" batin Kimberly


Raymond yang bisa membaca pikiran Kimberly hanya tersenyum dan menunggu aksi dari istrinya itu


"Baiklah, karena nona Tina adalah calon istri dari Raymond maka aku akan mrmbantunya" ucap Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri koper yang terletak di samping sofa


"Hehehehehe, ternyata tidak mengunakan kode" batin Kimberly


"Kamarnya di mana?" tanya Kimberly


"Di lantai dua, jangan merusakkan barang orang kau tidak akan sanggup mengantinya" kata Cecilia dengan menghina

__ADS_1


"Iya"


Di saat Kimberly mengangkat koper itu dengan sengaja tangannya membuat ulah pada koper yang di angkut itu dengan sambil berjalan ke arah anak tangga, Kimberly menaiki anak tangga itu dan kemudian~✓


"Aaaaaaaarrrrrrggghhhhhhh" teriakan Kimberly yang mengema satu ruangan sehingga mengagetkan semua orang yang berkumpul di sana


Mendengar teriakannya semua orang yang di sana berlari ke arah tangga, saat mereka tiba di tangga itu mereka melihat semua pakaian Tina berserakan di anak tangga dan Kimberly terkapar di lantai, sementara Tina merasa malu hingga terdiam karena pakaian dal*mannya berserakan di mana-mana karena ulah Kimberly


"Kimberly, kau tidak apa-apa" teriak Raymond yang menghampiri Kimberly


"Sakit sekali tubuhku" jawab Kimberly dengan pura-pura


"Nona Tina, maaf. kopermu terlalu berat dan jatuh, aku sudah berusaha tapi aku malah ikut jatuh" ucap Kimberly


"Bagaimana, apa kamu terbentur?" tanya Raymond yang memapah istrinya hingga berdiri


"Sakit di bagian kaki dan pinggang" jawab Kimberly


"Jangan banyak bergerak" ujar Raymond


"Tina bukan anak kecil kenapa harus istriku yang melakukannya?" tanya Raymond dengan kesal


"Tina adalah tamu dan calon istrimu" jawab Cecilia


"Tamu dan calon ku? itu hanya menurutmu saja, sedangkan Kimberly adalah istri sah yang sudah ku nikahkan" jawab Raymond


"Tidak apa-apa, ini salah ku juga, aku akan menyusun kembali ke kopernya" ujar Kimberly yang mengutip satu-persatu pakaian Tina yang berserakan itu


"Nona Tina, apakah ini adalah Bra milik mu? kenapa kecil sekali ukurannya? terlalu kecil jika suatu saat kau sudah punya anak apakah anak mu bisa menghisap asi mu? lagi pula jika terlalu kecil Raymond pasti tidak puas untuk memegangnya" tanya Kimberly yang lagi asal-asal


"Jangan sembarangan bicara" ketus Tina yang merasa malu dan merebut Bra nya dari tangan Kimberly dan kemudian ia pun menyusun ke kopernya


"Aku akan membantumu" ucap Kimberly yang pura-pura membantu

__ADS_1


"Nona Tina, semua pakaian dal*m mu sangat seksi, walau dadamu kecil tapi karena Bra yang kamu punya ini adalah transparan maka ini akan membuatmu kelihatan seksi, aku yakin Raymond pasti tidak sabar untuk melihatmu mengenakan pakaian ini" ujar Kimberly dengan sengaja


"Wah...apakah ini model baru? kenapa bisa ada celana dal*m yang ada bolongnya di tengah?" teriak Kimberly dengan sengaja


Mendengar ucapan Kimberly, Tina lagi-lagi di buat malu dan hanya bisa menahan emosi


"Nona Tina, apa kamu sengaja membeli celana dal*m yang ada bolong di tengahnya agar di saat melakukannya Raymond bisa melakukannya dengan mudah?" tanya Kimberly dengan ceplas ceplos


"Apa kau bisa diam" ujar Raymond yang menarik lengan Kimberly dan berdiri di sampingnya, sementara Tina masih sibuk merapikan pakaiannya ke dalam koper sambil menahan malu


"Eh...Raymond, apa kau suka modelnya? aku yakin di saat nona Tina mengenakannya kau pasti akan melakukannya selama 10 jam, walau dadanya hanya sebesar buah strawberry tapi setidaknya model celana dal*m nya bisa menarik perhatian mu" ujar Kimberly dengan asal-asalan


"Jika kau bicara lagi percaya atau tidak aku akan menghukum mu" ucap Raymond dengan mengendong Kimberly menuju ke kamarnya


"Kelihatannya gadis ini tidak sembarangan, Tina Yoliders bukan tandingannya" batin Simon


"Dasar wanita sialan, baru hari pertama aku di sini kau sudah sengaja membuatku malu, lihat saja aku akan membalas" batin Tina


Kamar Raymond


"Biar aku periksa pinggang mu, bagian mana saja kamu terbentur?"


"Aku tidak terbentur ataupun terjatuh" jawab Kimberly yang sedang duduk di ujung kasur


"Lalu, apa semua ini hanya akal-akal mu?"


"Iya, ibu tiri mu ingin memerintahku, sementara Tina sangat bersikap sombong jadi aku hanya perlu akting sedikit saja untuk melepaskan kemarahanku, bukankah aku sangat hebat?"


"Kau sangat hebat istriku, terutama kau suka mengunakan namaku untuk di jadikan leluconmu" ujar Raymond dengan menyubit hidungnya Kimberly


"Sakit" ketus Kimberly yang melibas tangan suaminya itu


"Kau sudah melihat mereka semuakan? dan mereka semua akan memusuhimu"

__ADS_1


"Aku tidak takut" jawab Kimberly dengan yakin


__ADS_2