Mystery

Mystery
Rencana Kimberly


__ADS_3

"Dia sangat pemberani, dan juga terlalu nakal. nenek merasa khawatir jika dia tinggal di istana api dia akan menghancurkan istana kita," ujar Diana dengan bercanda.


"Hahahaha....Nenek, jangan khawatir soal itu, Kimberly dia hanya akan rusuh di saat ada yang ingin menyakitinya. dia tidak suka di tindas."


"Nenek harus menunggu keturunan darimu, nenek sebenarnya merasa aneh padamu."


"Kenapa harus merasa aneh?"


"Banyak wanita di kalangan iblis, kenapa kau tidak mau berhubungan dengan mereka untuk mendapatkan banyak keturunan, mereka semua sudah dewasa dan sudah saatnya menikah. jika kau tidak mau melukai gadis kecilmu itu kau bisa saja melakukannya di belakang, kau adalah raja. jika kau menutupinya maka tidak ada yang akan memberitahu dia. jadi, gadismu itu tidak akan merasa di khianati," jelas Diana.


"Nenek, ingin aku menikahi wanita iblis?"


"Iya, demi keturunanmu, kau memiliki banyak istana, jadi setiap wanita iblis yang menjadi istrimu mereka bisa tinggal di sana, kau tidak perlu mencintai mereka, cukup sekadar membuahi mereka dan ambil anaknya, bukankah ini akan lebih baik. asal kau sudi nenek akan mencari sepuluh wanita untukmu. jika kau melakukannya sekarang maka tahun depan kau pasti sudah mendapatkan banyak anak," lanjut Diana.


"Hahahahaha....Nenek, apakah dulu ayah melakukan dengan tanpa rasa cinta dengan semua istrinya?"


"Benar! semua demi keturunan. kau bisa menjadikan gadis itu sebagai ratu, nenek tidak membantah. kau hanya perlu membuahi para iblis itu agar kau bisa mendapatkan keturunan, dan di saat itu walau gadis mu ini tidak melahirkan juga tidak masalah," jelas Diana.


"Nenek, demi keturunan aku harus melakukan dengan sepuluh wanita lain, aku bisa saja melakukannya jika demi kesenangan dan kepuasanku, akan tetapi ini sama saja menusuk Kimberly dari belakang. apakah nenek tahu kenapa hari ini Kimberly bisa begitu sedih? karena aku hanya bercanda ingin menikahi siluman lain, dia menangis selama berjam-jam lamanya. di saat aku melihat dia menangis aku merasa sangat sakit hati. walau tingkahnya seperti anak kecil, dan sulit di bujuk akan tetapi aku sangat sayang padanya," jelas Raymond dengan mata berkaca-kaca.


"Untuk pertama kalinya nenek melihatmu begitu peduli pada seorang wanita!" ucap Diana.


"Aku sudah berjanji padanya akan selalu setia, aku adalah suaminya. membuat dia bahagia adalah bagian dari tanggung jawabku, jika dia tertawa ini adalah kebahagiaanku, jika dia menangis maka ini adalah siksaan bagiku."


"Kau sangat berbeda dengan iblis lain. kau lihatlah iblis lain di saat mereka masih muda sudah berhubungan dengan begitu banyak wanita. sedangkan usiamu yang sudah jauh lebih tua dari mereka kau malah berurusan dengan seorang anak kecil," ujar Diana dengan senyum.


"Hahahahaha...Nenek, aku yakin jika nenek sudah mengenal gadis kecilku itu nenek pasti akan menyukainya juga," ucap Raymond dengan tertawa.


Di sisi lain Joline yang terminum kopi buatan Kimberly saat di siang tadi menyebabkan tenggorokannya terluka, sehingga hampir membuatnya berubah wujud aslinya. ia hanya bisa menahan sakit dan terduduk di lantai kamar. tidak lama kemudian seorang pria yang datang dan melangkah ke kamarnya, pria itu yang tak lain adalah siluman yang sering datang pada tengah malam hanya untuk menyetubuhinya.


"Untuk malam ini tolong lepaskan aku! aku merasa tidak nyaman di tenggorokanku dan seluruh tubuhku gara-gara ulah wanita itu," pinta Joline yang wajahnya memucat.


Pria itu mengabaikan permintaannya dan mengangkat tubuhnya Joline dan menghempaskan ke atas kasur serta melepaskan pakaian wanita itu sehingga tanpa sehelai benang. dan langsung melakukan penyatuan pada tubuh Joline yang hanya bisa diam pasrah.


Pria itu adalah siluman yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi darinya, sehingga dirinya hanya bisa menurut setiap pria itu menyetubuhinya. demi ingin melanjutkan hidupnya.

__ADS_1


Gesekan demi gesekan di lakukan siluman itu tanpa berhenti selama tiga jam, Joline harus menahan sakit akibat perlakuan ketuanya itu.


"Ketua, tolong aku....sakit..." erang Joline yang sedang merasa lemah.


"Kau tidak layak meminta tolong padaku, kau bisa saja melakukan hubungan dengan si tua itu, dan kemudian kau mengoda lagi pria lain, sehingga mendapat balasan seperti ini," ketus pria itu yang sedang melakukan pergerakan tanpa berhenti.


Setelah tidak lama kemudian pria itu yang sudah puas, dia pun mengeluarkan senjata miliknya dan kemudian meninggalkan Joline di kamar itu.


Joline hanya bisa mencoba bangkit dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sambil merasa kesal


"Semua pria yang menyetubuhiku adalah pria tua, ketua dan Alex sama saja. sasaranku adalah Raymond Martinez. aku tidak percaya tidak bisa mendapatkan dia. besok aku akan mencarinya lagi, aku adalah siluman laba-laba. lihat saja aku akan mengunakan jurusku untuk melilit wanita itu sampai mati," ketus Joline dalam hati.


Keesokan harinya.


"Wah....ini sangat lezat sekali," ucap Kimberly yang sedang memasak sop yang tidak tahu apa isinya.


"Kimberly, kenapa kau tidak sarapan dulu?" tanya Raymond dengan senyum dan menghampiri istrinya yang sedang sibuk di dapur.


"Aku sedang memasak sop ini!" jawab Kimberly.


"Sop apa yang membuat kamu sibuk dari tadi?" tanya Raymond yang memeluk istrinya dari belakang.


"Apa kau tahu kapan dia akan datang?" tanya Raymond dengan mencium wajah istrinya.


"Aku menyuruh Wilson menghubunginya untuk datang ke perusahaan dengan mengunakan namamu!" jawab Kimberly.


"Kau sangat nakal! berani sekali kau mengunakan nama suamimu...hm," ujar Raymond dengan senyum.


"Dia menyukai mu dan dia pasti akan datang," jawab Kimberly dengan yakin.


"Lakukan saja sesuka hatimu! yang penting kamu merasa bahagia!" kata Raymond yang mengendong Kimberly duduk di pangkuannya dan sarapan bersama.


Raymond menyuapi istrinya sambil tersenyum.


"Apa yang akan terjadi jika siluman itu minum sop ini ya..?" tanya Kimberly dengan penasaran. yang sedang duduk di pangkuan suaminya.

__ADS_1


"Itu sama saja dia akan makan sesama," jawab Raymond dengan senyum.


"Apakah dia akan berubah wujud?"


"Mungkin saja! dia akan merasa sakit di seluruh tubuhnya!"


"Aku penasaran dengan wujud aslinya!"


"Kimberly, kau jangan coba-coba memikirkan ingin memotong dan memasaknya lagi," kata Raymond yang sudah tahu rencana istrinya itu.


"Apakah ukuran jumbo? kalau jumbo dan di goreng bisa untuk makan keluarga Martinez," ujar Kimberly.


"Kau ini....siluman ular yang kau masak itu sudah membuat mereka menderita, dan sekarang kau malah ingin mulai berulah lagi," ucap Raymond dengan menyubit pipi istrinya.


"Aku tidak akan memotong atau memasaknya, tapi aku akan melakukan satu hal," ujar Kimberly dengan senyum.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Raymond dengan merasa penasaran.


Kimberly berbisik di telinga suaminya mengenai rencananya itu.


"Apa kau tahu dengan ulahmu itu sekeluarga Martinez akan terkena serangan jantung," kata Raymond dengan senyum.


"Kalau Alex Martinez mengetahui hal ini akan sangat menyenangkan, bukankah siluman itu ada hubungan dengannya seperti yang kau katakan padaku tadi pagi!"


"Aku yakin dia pasti bisa koma saat mengetahui yang sebenarnya," ujar Raymond.


"Hehehehe...aku sangat menantikan momen itu, Cecilia pasti akan stres di saat mengetahui suaminya selingkuh dengan wanita lain yang tak lain adalah siluman, dan Alex Martinez pasti akan pingsan di saat dia mengetahui jika wanita yang selama ini berhubungan dengannya adalah siluman," ucap Kimberly.


"Apa kau yakin ingin melakukan hal konyol ini?" tanya Raymond.


"Iya, aku ingin melakukannya, apa kau akan membantuku?"tanya Kimberly dengan sambil bersikap manja.


"Kau ini....baiklah, aku akan membantumu," jawab Raymond dengan senyum.


"Horeeee...aku tidak sabar menanti saat itu, habiskan sarapan dan kemudian lanjutkan rencana pertamaku," ucap Kimberly dengan kegirangan.

__ADS_1


"Hahahaha....,"suara tertawa Raymond yang sambil menyuapi istrinya.


"Gadis ini benar-benar cepat berubah! semalam menangis semalaman, dan hari ini seakan-akan sudah lupa semuanya. dan malah begitu senang, aku yakin Joline pasti akan menderita menghadapi gadis ini," batin Raymond.


__ADS_2