Mystery

Mystery
Siluman di bakar


__ADS_3

"Cepat hentikan wanita gila!" bentak ular di dalam hatinya


PLAK....


"Auhk...."


PLAK....


"Auhk...."


PLAK....


"Auhk...."


"Kau wanita di lahirkan tahun apa? kenapa bisa begitu menjengkelkan?" tanya Ular itu yang sudah lemas, dan bahkan wajahnya sudah berubah menjadi bengkak.


"Kau adalah ular yang aneh, bisa bicara dan juga warna mu ini juga aneh, percaya atau tidak malam ini aku akan membakarmu dan menjadikan hidangan malam!" ketus Kimberly.


"Aku adalah siluman ular, jangan coba-coba memasakku, aku memiliki banyak teman, mereka akan datang mencarimu," balasnya yang di dalam hati.


"Siluman kepalamu! ini sudah zaman apa masih ada siluman dan iblis? dan aku tidak percaya dengan semua ini, tapi, kelihatannya dagingmu ini kenyal juga dan padat berisi, kalau di masak pasti enak," kata Kimberly dengan mencubit tubuh ular itu.


"Auuhk, dasar gila!" ketusnya


"Wilson, cepat turun dan ambilkan tali!" perintah Kimberly.


"I-Iya," jawab Wilson yang sedang ketakutan.


Setelah beberapa menit kemudian


"Nyonya, apa ini baik?" tanya Wilson yang melihat hewan melata itu yang sedang di ikat oleh Kimberly.


"Aku ingin memberi dia pelajaran," ujar Kimberly yang sedang sibuk dengan tangannya.


Siluman ular itu harus pasrah karena di hajar oleh Kimberly yang tidak takut terhadap ular. kondisi hewan melata itu sudah tidak berdaya akibat bantingan dan tamparan yang di lakukan oleh Kimberly, dan kini ia di ikat di lehernya dan di gantung di tiang jendela.


"Nyonya, apa rencana mu seterusnya?"


" Aku ingin membakarnya."


" Apa? bukankah dia akan mati?"


"Tenang saja, aku tidak akan membunuhnya, aku hanya ingin menyiksanya," jawab Kimberly dengan santai.


Tidak lama kemudian Raymond berjalan menuju ke dapur, dan melihat istrinya yang sedang ingin mengunakan pemetik api dan mendekatkan ke ular itu.


"Kimberly...."


"Raymond"


" Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Raymond yang menghampiri istrinya.

__ADS_1


" Tuan, rumah kita di datangi hewan jelek ini," kata Wilson.


Raymond memerhatikan hewan yang sedang di gantung di jendela dengan kondisi yang sudah lemas, saat ia melihat hewan itu dirinya sudah tahu asal usul ular tersebut.


"Kimberly, kenapa kau melakukan ini? ini sangat bahaya, jika saja ular yang beracun maka kau akan keracunan," kata Raymond yang menarik lengan Kimberly menjauh dari hewan itu.


"Dia masuk tanpa izin dan ingin melilit Wilson selain itu dia juga...." kata Kimberly dengan binggung mau melanjutkannya.


"Dia kenapa?" tanya Raymond.


"Dia juga ingin memerk*saku, makanya aku ingin memberi pelajaran padanya," jawab Kimberly.


Wilson yang mendengar jawab Kimberly tentu saja merasa binggung, karena dirinya tidak bisa mendengar semua perkataan ular itu.


"Bagaimana caranya ular memerk*sa orang? nyonya pasti sudah kebinggungan," batin Wilson.


"Wilson, siapkan tugasmu dulu!" perintah Raymond yang sengaja ingin asistennya itu pergi ke lantai atas.


"Kimberly, kenapa kau bisa tahu jika dia ingin melilit Wilson dan ingin menyakitimu?" tanya Raymond dengan penasaran.


"Dia bisa bicara!"


"Kau bisa mendengar dia bicara?"


"Iya, dia mengatakan aku adalah wanita gila, oleh karena itu aku juga menamparnya, aku hanya ingin menghajarnya saja dan bukan ingin membunuhnya," jelas Kimberly.


"Kimberly, lain kali jika melihat ada hewan ini lagi, maka jangan sentuh mereka lagi, aku tidak ingin mereka melukaimu!"


"Aku akan melepaskan dia," jawab Raymond.


"Kimberly, jangan memasak lagi, nanti kita makan di luar saja, pergi cuci tanganmu, karena kau telah menyentuhnya, ular adalah hewan yang kotor!" kata Raymond dengan senyum


"Iya, aku akan mencuci tanganku sekarang," jawab Kimberly yang melangkah pergi.


Setelah Raymond sendirian ia melihat ke arah ular yang sedang di gantung di jendela sana, lalu ia menghampiri hewan melata itu dengan bola matanya berubah menjadi api.


"Kelihatannya kau datang ingin mencari mangsa, dan bukan utusan dari dia, tapi, kau sudah salah masuk rumah," kata Raymond dengan mencengkeram ular itu dan kemudian menghilang entah ke mana.


Raymond muncul di suatu tempat yang terdapat sungai di sana.


"Lepaskan aku! wanita gila itu sudah membuatku hampir mati, lepaskan aku!" batinnya yang sedang dalam genggaman Raymond.


"Apa kau tahu siapa aku?" tanya Raymond.


"Kenapa kau bisa bicara denganku? apa kau bisa mendengar suara ku juga?" tanyanya yang sedang meronta.


"Aku adalah Demon Fire."


"De-demon Fire? Raja Api?"


"Benar, di mana rajamu itu?"

__ADS_1


"Ti-tidak tahu!" jawabnya yang merasa sakit di lehernya akibat di cengkeram oleh Raymond.


"Tidak masalah jika kau tidak ingin memberitahu ku, aku akan membakarmu sehingga kau menjadi abu!" kecam Raymond dengan mencengkeram semakin kuat tangannya, Sehingga ular itu mulai merasa kepanasan.


"Panas! panas!"


"Panas? aku akan membuatmu mati lebih cepat, atau kau mau istriku yang menghajarmu?"


"Istrimu? dia adalah ratu api?"


"Dia adalah ratuku dan kau berani berniat jahat dengannya!"


"Lepaskan aku!"


"Katakan di mana rajamu itu?"


"Dia sedang mencari mangsa di goa sana, terdapat banyak siluman di sana!"


"Untuk apa dia ke sana, apa yang dia lakukan?"


"Dia menyetubuhi semua siluman ular yang ada, dan setelah dia puas maka dia akan menghirup kekuatan mereka, untuk meningkatkan kekuatannya dan untuk menghadapimu,"


"Dia adalah raja siluman ular, akan tetapi dia malah mencelakai semua siluman kecil!"


"Selama ini dia memang selalu melakukan seperti itu, raja ular tidak akan melepaskan setiap siluman yang ada di depan matanya, selama ribuan tahun kekuatannya meningkat pesat karena banyak menghirup kekuatan siluman-siluman lainnya, dan kali ini dia tekad ingin membalas dendam untuk ratu."


"Ratunya baru tewas dan dia sudah berhubungan dengan siluman-siluman itu, kelihatannya rajamu ini sangat luar biasa!"


"Selama ini raja memang selalu berhubungan dengan wanita kalangan manusia dan siluman, dia dan ratu hanya saling memuaskan saja, dan tanpa cinta, malam hari mereka akan bercinta dan kalau cuaca sudah cerah maka mereka akan keluar mencari mangsa masing-masing, raja ular akan mencari wanita untuk pemuas dan kemudian menyantap mereka, begitu pula dengan ratu."


"Pasangan yang sangat menjijikan!" ketus Raymond dengan mengeluarkan api di tangannya.


"Aaaarrgh, Raja Api, tolong jangan membakarku!" teriak ular itu yang tubuhnya di lalap api dan masih di genggaman Raymond.


"Siluman ular seperti kalian tidak akan ku lepaskan satupun!" ketus Raymond yang mengeluarkan api yang besar sehingga membakar ular itu sehingga hangus.


Setelah hewan melata itu tewas Raymond memadamkan apinya dan kemudian ia pun menghilang dari tempat itu.


Woak....woak...woak ..


Wilson yang masih trauma dengan ular itu dan merasa jijik sehingga. muntah berkali-kali


Woak...woak....woak ....


"Wilson, kenapa kau muntah?" tanya Kimberly.


"Aku merasa geli dan jijik dengan ular itu!"jawab Wilson yang melanjutkan muntahnya.


"Bagaimana kalau besok aku masak sop ular untukmu, agar kau tidak muntah lagi?"


"Apaaaa?" teriak Wilson yang merasa geli dan muntah tanpa berhenti.

__ADS_1


Woak...woak..Woak...woak...woak ...


__ADS_2